Apa Itu Edema Paru?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu edema paru?

Edema paru adalah penumpukan cairan di dalam paru-paru. Normalnya, paru-paru terisi oleh udara ketika Anda bernapas. Edema paru menyebabkan paru-paru malah terisi dengan cairan.

Kondisi ini menyebabkan oksigen tidak dapat terserap dengan baik dan dialirkan ke darah seperti seharusnya. Selain itu, cairan yang terakumulasi pada kantung udara menyebabkan sulit bernapas.

Edema paru biasanya disebabkan oleh gangguan jantung, namun ada kondisi medis lainnya yang dapat menyebabkan edema paru. Cairan dalam paru dapat muncul secara tiba-tiba (akut) atau dalam jangka panjang (kronis).

Perawatan untuk edema paru biasanya berfokus pada cara mengatasi edema serta penyebabnya.

Seberapa umum edema paru?

Edema paru adalah kondisi yang cukup umum terjadi, terutama pada orang-orang berusia lanjut. Oleh karena itu, sebenarnya kondisi ini jarang ditemukan pada orang-orang berusia lebih muda.

Kondisi ini dapat ditangani dengan cara mengurangi faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui lebih lanjut informasi tentang edema paru, diskusikan dengan dokter terdekat.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala edema paru?

Gejala dan tanda-tanda yang biasanya mudah dikenali ketika Anda menderita edema paru adalah kesulitan bernapas.

Kondisi ini cukup gawat dan harus mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin. Apabila tidak segera ditangani dengan serius, hal ini dapat berakibat fatal.

Namun, biasanya keadaan tersebut ditemui pada pasien penderita edema paru akut. Gejala dan tanda-tanda yang dialami oleh pengidap edema paru kronis umumnya tidak terlalu parah.

Oleh karena itu, tergantung apakah Anda memiliki edema paru akut atau kronis, gejala yang timbul akan sedikit berbeda. Namun umumnya, Anda akan merasakan:

  • Kesulitan saat bernapas
  • Gelisah atau kelelahan
  • Penurunan tingkat kesadaran
  • Pembengkakan pada kaki atau perut
  • Kulit pucat
  • Keringat berlebih

1. Gejala edema paru mendadak (akut)

Apabila cairan di dalam paru-paru Anda muncul secara mendadak, kondisi ini umumnya menunjukkan gejala-gejala seperti berikut ini:

  • Sesak napas atau kesulitan bernapas (dispneu)
  • Merasa tercekik atau tenggelam
  • Wheezing (mengi) atau napas tersengal-sengal
  • Gelisah, lelah
  • Batuk berdahak atau berdarah
  • Nyeri dada apabila edema paru disebabkan oleh penyakit jantung
  • Detak jantung yang cepat dan tidak beraturan (palpitasi).

2. Gejala edema paru jangka panjang (kronis)

Sedikit berbeda dengan edema paru akut, Anda akan merasakan tanda-tanda dan gejala berikut ketika penumpukan cairan pada paru telah berlangsung sejak lama:

  • Kesulitan bernapas saat Anda beraktivitas atau berbaring
  • Wheezing (mengi)
  • Gangguan pada tidur akibat kesulitan bernapas
  • Berat badan naik dengan pesat akibat penumpukan cairan pada tubuh, terutama pada kaki
  • Pembengkakan pada bagian bawah tubuh, terutama pada kaki
  • Kelelahan

3. High-altitude pulmonary edema (HAPE)

Pada beberapa kasus, berada di ketinggian juga dapat menyebabkan edema paru. Beberapa gejala yang biasanya muncul adalah:

  • Sesak napas saat beraktivitas
  • Saat beristirahat, sesak napas masih berlanjut
  • Kesulitan berjalan menanjak, yang kemudian menjadi sulit berjalan di permukaan datar sekalipun
  • Demam
  • Kelelahan
  • Batuk mengeluarkan dahak berbusa yang kadang disertai darah
  • Detak jantung menjadi lebih cepat dan tidak beraturan
  • Rasa tidak nyaman di bagian dada
  • Sakit kepala

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Edema paru dapat menjadi kondisi yang fatal. Anda harus menghubungi penyedia layanan medis darurat jika Anda mengalami gejala:

  • Sesak napas, terutama jika terjadi tiba-tiba
  • Kesulitan bernapas atau merasa tercekik (dispnea)
  • Suara tersengal-sengal saat Anda bernapas
  • Dahak berwarna merah muda dan berbusa saat Anda batuk
  • Kesulitan bernapas disertai dengan keringat berlebih
  • Warna kebiruan atau keabuan pada kulit
  • Penurunan tekanan darah yang signifikan dan menyebabkan pusing, kelemahan atau berkeringat
  • Memburuknya gejala yang terkait dengan edema paru kronis atau ketinggian secara tiba-tiba.

Apa penyebab edema paru?

Paru-paru Anda memiliki banyak kantung udara yang menyerap oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida setiap saat Anda bernapas.

Apabila Anda memiliki edema paru, bukannya menghirup udara yang mengandung oksigen, paru-paru malah terisi dengan cairan.

Edema paru terbagi menjadi 2 kategori, yaitu kardiogenik dan nonkardiogenik.

1. Kardiogenik

Edema pada paru-paru yang disebabkan oleh masalah pada jantung disebut dengan kardiogenik. Salah satu penyebab utamanya yang paling sering ditemui adalah congestive heart failure (CHF) atau gagal jantung kongestif.

Gagal jantung kongestif  adalah ketidakseimbangan fungsi pompa jantung, di mana jantung tidak dapat mempertahankan sirkulasi darah di dalam tubuh dengan lancar.

Edema paru dapat terjadi akibat ketidakseimbangan ini karena adanya kebocoran di kapiler paru ke bagian interstitium dan alveoli paru-paru.

Beberapa penyakit lainnya yang berhubungan dengan jantung dan dapat mengakibatkan terjadinya edema paru adalah:

  • Penyakit jantung koroner

Arteri yang menyuplai darah ke otot jantung menyempit akibat tumpukan lemak

  • Kardiomiopati

Otot jantung yang rusak atau kardiomiopati dapat memengaruhi fungsi pompa pada jantung dan mengakibatkan jantung bekerja lebih berat dari biasanya. Ketika jantung dipaksa untuk memompa darah lebih kuat, cairan akan mengalir kembali ke paru-paru.

  • Gangguan katup jantung

Katup jantung bertugas untuk mengatur peredaran darah di bagian kiri jantung. Namun, jika katup tidak terbuka cukup lebar (stenosis) atau tidak menutup dengan sempurna (regurgitasi), aliran darah akan kembali ke katup.

Katup yang menyempit mengakibatkan jantung bekerja lebih keras dan berkontraksi lebih kuat. Tekanan tersebut dapat menyebabkan cairan menumpuk di dalam paru-paru.

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Tekanan darah yang melonjak secara tiba-tiba dapat mengakibatkan pembengkakan jantung dan menyebabkan penumpukkan cairan pada paru.

2. Nonkardiogenik

Edema paru nonkardiogenik lebih jarang terjadi dibanding jenis kardiogenik. Kondisi ini diakibatkan oleh adanya kerusakan dan peradangan pada jaringan paru-paru.

Kerusakan tersebut dapat mengakibatkan jaringan paru-paru membengkak dan penumpukan cairan pada alveolus paru. Hal ini dapat mengurangi kadar oksigen yang tersebar di dalam aliran darah.

Beberapa penyakit atau kondisi kesehatan yang memengaruhi edema nonkardiogenik adalah:

  • Gagal ginjal

Apabila ginjal gagal berfungsi, kemungkinan cairan dan sisa pembuangan yang tidak dapat diproses oleh ginjal akan menumpuk di paru-paru.

  • Terpapar zat beracun

Menghirup udara dan zat berbahaya seperti amoniak, gas klorin, dan karbon monoksida berpotensi menimbulkan kerusakan pada jaringan paru-paru.

  • Berada di ketinggian

Pada paru-paru yang normal, alveolus mengikat oksigen dan melepas karbon dioksida. Apabila Anda berada di ketinggian, pembuluh darah pada paru-paru akan menyempit dan mengakibatkan tekanan pada paru. Hal ini dapat berakibat pada bocornya cairan dari pembuluh ke paru-paru.

  • Efek samping pengobatan

Edema paru dapat terjadi akibat adanya efek samping atau komplikasi dari pengobatan kemoterapi atau overdosis obat aspirin.

  • Kondisi sistem saraf

Salah satu jenis edema paru yang disebut neurogenik terjadi akibat adalah masalah pada sistem saraf, seperti pernah kecelakaan, cedera pada kepala, atau melewati operasi otak.

  • Infeksi virus

Penumpukkan cairan pada paru juga dapat disebabkan oleh infeksi virus, seperti hantavirus dan virus dengue.

  • Pernah hampir tenggelam

Kejadian hampir tenggelam mengakibatkan banyaknya cairan masuk ke dalam tubuh, terutama paru-paru.

  • Emboli paru

Emboli paru adalah kondisi di mana darah yang menggumpal dapat berpindah dari pembuluh dari di kaki menuju paru-paru. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan terjadinya penumpukan cairan di dalam paru.

Penyakit ini terjadi akibat adanya peradangan pada sel darah putih, sehingga cairan akan menumpuk pada paru. Beberapa hal yang menyebabkan ARDS adalah cedera parah (trauma), infeksi sepsis, pneumonia, dan pendarahan hebat.

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena edema paru?

Edema paru adalah kondisi yang dapat diderita oleh semua orang dari segala golongan usia. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit ini.

Beberapa faktor risiko dari edema paru adalah:

1. Usia

Orang-orang dari golongan usia lanjut akan lebih rentan terkena kondisi ini dibanding yang masih berusia relatif lebih muda.

2. Riwayat penyakit jantung

Apabila Anda memiliki jantung yang bermasalah atau mengidap kondisi kesehatan seperti yang telah disebutkan di atas, besar kemungkinan Anda dapat mengalami penumpukkan cairan pada paru.

3. Riwayat penyakit paru-paru

Orang dengan paru-paru yang bermasalah juga memiliki kemungkinan terkena edema paru.

4. Merokok

Jika Anda perokok aktif, kemungkinan zat-zat beracun di dalam asap rokok dapat merusak alveolus dan kapiler paru. Kondisi ini dapat mengakibatkan bocornya cairan ke dalam paru.

Bagaimana cara dokter mendiagnosis edema paru?

Dokter terlebih dahulu akan menanyakan apa saja gejala-gejala yang Anda rasakan, riwayat penyakit Anda dan keluarga, serta gaya hidup yang biasa Anda jalani. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda berikut:

  • Detak jantung meningkat
  • Pernapasan lebih pendek dan cepat
  • Suara bergemeretak di dalam paru-paru
  • Adanya suara aneh lainnya dari jantung

Jika dokter mencurigai adanya penumpukkan cairan di dalam paru-paru Anda, dokter akan melakukan beberapa tes tambahan untuk memastikan apakah Anda memang mengidap edema paru.

Berikut adalah beberapa contoh tes yang biasa dijalankan oleh dokter:

1. Tes x-ray

X-ray pada bagian dada dapat menjadi langkah pertama dari serangkaian tes yang akan dokter lakukan. Tes ini berguna untuk melihat adanya cairan di dalam paru-paru.

2. Tes darah

Tes ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada masalah kesehatan yang bisa jadi penyebab edema paru. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan darah lengkap untuk melihat kadar sel darah dan penyakit-penyakit yang mungkin ada di dalam tubuh. Dokter juga biasanya akan mengecek kadar oksigen dan karbon monoksida di dalam darah

Selain itu, darah Anda mungkin juga akan diperiksa seberapa banyak kadar brain natriuretic peptide atau BNP. Tes ini dapat mengindikasikan apakah edema paru disebabkan oleh jantung salah satunya gagal jantung.

3. Tes oksimetri nadi

Dalam tes ini, sebuah sensor akan dipasang di jari atau telinga Anda untuk menentukan berapa banyak kandungan oksigen di dalam darah Anda.

4. Elektrokardiogram (ECG)

Tes elektrokardiogram dapat menunjukkan hasil yang berkaitan dengan masalah jantung Anda. Tes ini mengukur kecepatan detak jantung, serta mengetahui seberapa lancar peredaran darah dari dan menuju jantung Anda.

5. Ekokardiogram

Tes dengan gelombang suara ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan masalah pada jantung Anda, seperti katup yang tidak berfungsi, adanya cairan di sekitar jantung, dan kerusakan jantung.

Mirip seperti tes ECG, tes ini juga bisa memantau apakah peredaran darah pada jantung berlangsung dengan normal atau tidak.

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mengobati edema paru?

Orang dengan edema paru yang terjadi secara tiba-tiba biasanya memerlukan penanganan segera di rumah sakit. Anda mungkin perlu dirawat di ICU untuk mengeluarkan kelebihan cairan dari paru-paru dan untuk membantu jantung bekerja dengan lebih efektif.

Penanganan lainnya adalah dengan oksigen yang diberikan melalui masker wajah atau selang plastik yang tipis, atau saluran pernapasan untuk membantu Anda bernapas dengan lancar

Pengobatan dan penanganan kondisi ini berbeda-beda, tergantung apa saja penyebab utama di balik kemunculannya. Berikut adalah beberapa jenis pengobatan yang sering direkomendasikan oleh dokter:

1. Diuretik

Obat-obatan pengurang preload jantung seperti diuretik dapat digunakan untuk mencegah cairan masuk ke dalam jantung dan paru-paru. Dokter biasanya juga memberikan nitroglycerin, nifedipine, dan furosemide untuk mengatasi kondisi ini.

2. Morfin

Jenis narkotika ini dapat digunakan untuk meringankan gejala sesak napas dan gelisah. Namun, penggunaannya masih diperdebatkan oleh para ahli.

3. Nitroprusside

Obat-obatan pengurang afterload seperti nitroprusside dapat membantu melebarkan pembuluh darah dan meringankan beban kerja jantung.

4. Obat-obatan untuk jantung

Jika Anda memiliki masalah tekanan darah setelah mengidap edema paru, dokter akan meresepkan obat-obatan yang dapat menurunkan tekanan darah dan melegakan pembuluh darah.

Jika Anda mengalami penumpukkan cairan pada paru-paru akibat ketinggian, langkah pertama adalah mencari tabung oksigen atau pergi ke tempat dengan ketinggian yang lebih rendah untuk mendapatkan oksigen yang lebih banyak. Kemudian, gunakan obat seperti acetazolamide atau nifedipine untuk meringankan gejala edema.

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi edema paru?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi edema paru:

  • Kendalikan kondisi penyebab dengan mengonsumsi obat-obatan yang diberikan oleh dokter
  • Berhenti merokok
  • Jaga berat badan yang sehat dan berolahraga
  • Miliki pola makan yang sehat dengan:
  • Makan banyak sayuran, buah dan gandum utuh
  • Kurangi asupan garam
  • Berolahraga rutin
  • Berhenti merokok
  • Kurangi berat badan berlebih.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Penyebab

Apa penyebab edema paru?

Paru-paru Anda memiliki banyak kantung udara yang menyerap oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida setiap saat Anda bernapas.

Apabila Anda memiliki edema paru, bukannya menghirup udara yang mengandung oksigen, paru-paru malah terisi dengan cairan.

Edema paru terbagi menjadi 2 kategori, yaitu kardiogenik dan nonkardiogenik.

1. Kardiogenik

Edema pada paru-paru yang disebabkan oleh masalah pada jantung disebut dengan kardiogenik. Salah satu penyebab utamanya yang paling sering ditemui adalah congestive heart failure (CHF) atau gagal jantung kongestif.

Gagal jantung kongestif  adalah ketidakseimbangan fungsi pompa jantung, di mana jantung tidak dapat mempertahankan sirkulasi darah di dalam tubuh dengan lancar.

Edema paru dapat terjadi akibat ketidakseimbangan ini karena adanya kebocoran di kapiler paru ke bagian interstitium dan alveoli paru-paru.

Beberapa penyakit lainnya yang berhubungan dengan jantung dan dapat mengakibatkan terjadinya edema paru adalah:

  • Penyakit jantung koroner

Arteri yang menyuplai darah ke otot jantung menyempit akibat tumpukan lemak

  • Kardiomiopati

Otot jantung yang rusak atau kardiomiopati dapat memengaruhi fungsi pompa pada jantung dan mengakibatkan jantung bekerja lebih berat dari biasanya. Ketika jantung dipaksa untuk memompa darah lebih kuat, cairan akan mengalir kembali ke paru-paru.

  • Gangguan katup jantung

Katup jantung bertugas untuk mengatur peredaran darah di bagian kiri jantung. Namun, jika katup tidak terbuka cukup lebar (stenosis) atau tidak menutup dengan sempurna (regurgitasi), aliran darah akan kembali ke katup.

Katup yang menyempit mengakibatkan jantung bekerja lebih keras dan berkontraksi lebih kuat. Tekanan tersebut dapat menyebabkan cairan menumpuk di dalam paru-paru.

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Tekanan darah yang melonjak secara tiba-tiba dapat mengakibatkan pembengkakan jantung dan menyebabkan penumpukkan cairan pada paru.

2. Nonkardiogenik

Edema paru nonkardiogenik lebih jarang terjadi dibanding jenis kardiogenik. Kondisi ini diakibatkan oleh adanya kerusakan dan peradangan pada jaringan paru-paru.

Kerusakan tersebut dapat mengakibatkan jaringan paru-paru membengkak dan penumpukan cairan pada alveolus paru. Hal ini dapat mengurangi kadar oksigen yang tersebar di dalam aliran darah.

Beberapa penyakit atau kondisi kesehatan yang memengaruhi edema nonkardiogenik adalah:

  • Gagal ginjal

Apabila ginjal gagal berfungsi, kemungkinan cairan dan sisa pembuangan yang tidak dapat diproses oleh ginjal akan menumpuk di paru-paru.

  • Terpapar zat beracun

Menghirup udara dan zat berbahaya seperti amoniak, gas klorin, dan karbon monoksida berpotensi menimbulkan kerusakan pada jaringan paru-paru.

  • Berada di ketinggian

Pada paru-paru yang normal, alveolus mengikat oksigen dan melepas karbon dioksida. Apabila Anda berada di ketinggian, pembuluh darah pada paru-paru akan menyempit dan mengakibatkan tekanan pada paru. Hal ini dapat berakibat pada bocornya cairan dari pembuluh ke paru-paru.

  • Efek samping pengobatan

Edema paru dapat terjadi akibat adanya efek samping atau komplikasi dari pengobatan kemoterapi atau overdosis obat aspirin.

  • Kondisi sistem saraf

Salah satu jenis edema paru yang disebut neurogenik terjadi akibat adalah masalah pada sistem saraf, seperti pernah kecelakaan, cedera pada kepala, atau melewati operasi otak.

  • Infeksi virus

Penumpukkan cairan pada paru juga dapat disebabkan oleh infeksi virus, seperti hantavirus dan virus dengue.

  • Pernah hampir tenggelam

Kejadian hampir tenggelam mengakibatkan banyaknya cairan masuk ke dalam tubuh, terutama paru-paru.

  • Emboli paru

Emboli paru adalah kondisi di mana darah yang menggumpal dapat berpindah dari pembuluh dari di kaki menuju paru-paru. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan terjadinya penumpukan cairan di dalam paru.

Penyakit ini terjadi akibat adanya peradangan pada sel darah putih, sehingga cairan akan menumpuk pada paru. Beberapa hal yang menyebabkan ARDS adalah cedera parah (trauma), infeksi sepsis, pneumonia, dan pendarahan hebat.

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena edema paru?

Edema paru adalah kondisi yang dapat diderita oleh semua orang dari segala golongan usia. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit ini.

Beberapa faktor risiko dari edema paru adalah:

1. Usia

Orang-orang dari golongan usia lanjut akan lebih rentan terkena kondisi ini dibanding yang masih berusia relatif lebih muda.

2. Riwayat penyakit jantung

Apabila Anda memiliki jantung yang bermasalah atau mengidap kondisi kesehatan seperti yang telah disebutkan di atas, besar kemungkinan Anda dapat mengalami penumpukkan cairan pada paru.

3. Riwayat penyakit paru-paru

Orang dengan paru-paru yang bermasalah juga memiliki kemungkinan terkena edema paru.

4. Merokok

Jika Anda perokok aktif, kemungkinan zat-zat beracun di dalam asap rokok dapat merusak alveolus dan kapiler paru. Kondisi ini dapat mengakibatkan bocornya cairan ke dalam paru.

Bagaimana cara dokter mendiagnosis edema paru?

Dokter terlebih dahulu akan menanyakan apa saja gejala-gejala yang Anda rasakan, riwayat penyakit Anda dan keluarga, serta gaya hidup yang biasa Anda jalani. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda berikut:

  • Detak jantung meningkat
  • Pernapasan lebih pendek dan cepat
  • Suara bergemeretak di dalam paru-paru
  • Adanya suara aneh lainnya dari jantung

Jika dokter mencurigai adanya penumpukkan cairan di dalam paru-paru Anda, dokter akan melakukan beberapa tes tambahan untuk memastikan apakah Anda memang mengidap edema paru.

Berikut adalah beberapa contoh tes yang biasa dijalankan oleh dokter:

1. Tes x-ray

X-ray pada bagian dada dapat menjadi langkah pertama dari serangkaian tes yang akan dokter lakukan. Tes ini berguna untuk melihat adanya cairan di dalam paru-paru.

2. Tes darah

Tes ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada masalah kesehatan yang bisa jadi penyebab edema paru. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan darah lengkap untuk melihat kadar sel darah dan penyakit-penyakit yang mungkin ada di dalam tubuh. Dokter juga biasanya akan mengecek kadar oksigen dan karbon monoksida di dalam darah

Selain itu, darah Anda mungkin juga akan diperiksa seberapa banyak kadar brain natriuretic peptide atau BNP. Tes ini dapat mengindikasikan apakah edema paru disebabkan oleh jantung salah satunya gagal jantung.

3. Tes oksimetri nadi

Dalam tes ini, sebuah sensor akan dipasang di jari atau telinga Anda untuk menentukan berapa banyak kandungan oksigen di dalam darah Anda.

4. Elektrokardiogram (ECG)

Tes elektrokardiogram dapat menunjukkan hasil yang berkaitan dengan masalah jantung Anda. Tes ini mengukur kecepatan detak jantung, serta mengetahui seberapa lancar peredaran darah dari dan menuju jantung Anda.

5. Ekokardiogram

Tes dengan gelombang suara ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan masalah pada jantung Anda, seperti katup yang tidak berfungsi, adanya cairan di sekitar jantung, dan kerusakan jantung.

Mirip seperti tes ECG, tes ini juga bisa memantau apakah peredaran darah pada jantung berlangsung dengan normal atau tidak.

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mengobati edema paru?

Orang dengan edema paru yang terjadi secara tiba-tiba biasanya memerlukan penanganan segera di rumah sakit. Anda mungkin perlu dirawat di ICU untuk mengeluarkan kelebihan cairan dari paru-paru dan untuk membantu jantung bekerja dengan lebih efektif.

Penanganan lainnya adalah dengan oksigen yang diberikan melalui masker wajah atau selang plastik yang tipis, atau saluran pernapasan untuk membantu Anda bernapas dengan lancar

Pengobatan dan penanganan kondisi ini berbeda-beda, tergantung apa saja penyebab utama di balik kemunculannya. Berikut adalah beberapa jenis pengobatan yang sering direkomendasikan oleh dokter:

1. Diuretik

Obat-obatan pengurang preload jantung seperti diuretik dapat digunakan untuk mencegah cairan masuk ke dalam jantung dan paru-paru. Dokter biasanya juga memberikan nitroglycerin, nifedipine, dan furosemide untuk mengatasi kondisi ini.

2. Morfin

Jenis narkotika ini dapat digunakan untuk meringankan gejala sesak napas dan gelisah. Namun, penggunaannya masih diperdebatkan oleh para ahli.

3. Nitroprusside

Obat-obatan pengurang afterload seperti nitroprusside dapat membantu melebarkan pembuluh darah dan meringankan beban kerja jantung.

4. Obat-obatan untuk jantung

Jika Anda memiliki masalah tekanan darah setelah mengidap edema paru, dokter akan meresepkan obat-obatan yang dapat menurunkan tekanan darah dan melegakan pembuluh darah.

Jika Anda mengalami penumpukkan cairan pada paru-paru akibat ketinggian, langkah pertama adalah mencari tabung oksigen atau pergi ke tempat dengan ketinggian yang lebih rendah untuk mendapatkan oksigen yang lebih banyak. Kemudian, gunakan obat seperti acetazolamide atau nifedipine untuk meringankan gejala edema.

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi edema paru?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi edema paru:

  • Kendalikan kondisi penyebab dengan mengonsumsi obat-obatan yang diberikan oleh dokter
  • Berhenti merokok
  • Jaga berat badan yang sehat dan berolahraga
  • Miliki pola makan yang sehat dengan:
  • Makan banyak sayuran, buah dan gandum utuh
  • Kurangi asupan garam
  • Berolahraga rutin
  • Berhenti merokok
  • Kurangi berat badan berlebih.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena edema paru?

Edema paru adalah kondisi yang dapat diderita oleh semua orang dari segala golongan usia. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit ini.

Beberapa faktor risiko dari edema paru adalah:

1. Usia

Orang-orang dari golongan usia lanjut akan lebih rentan terkena kondisi ini dibanding yang masih berusia relatif lebih muda.

2. Riwayat penyakit jantung

Apabila Anda memiliki jantung yang bermasalah atau mengidap kondisi kesehatan seperti yang telah disebutkan di atas, besar kemungkinan Anda dapat mengalami penumpukkan cairan pada paru.

3. Riwayat penyakit paru-paru

Orang dengan paru-paru yang bermasalah juga memiliki kemungkinan terkena edema paru.

4. Merokok

Jika Anda perokok aktif, kemungkinan zat-zat beracun di dalam asap rokok dapat merusak alveolus dan kapiler paru. Kondisi ini dapat mengakibatkan bocornya cairan ke dalam paru.

Bagaimana cara dokter mendiagnosis edema paru?

Dokter terlebih dahulu akan menanyakan apa saja gejala-gejala yang Anda rasakan, riwayat penyakit Anda dan keluarga, serta gaya hidup yang biasa Anda jalani. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda berikut:

  • Detak jantung meningkat
  • Pernapasan lebih pendek dan cepat
  • Suara bergemeretak di dalam paru-paru
  • Adanya suara aneh lainnya dari jantung

Jika dokter mencurigai adanya penumpukkan cairan di dalam paru-paru Anda, dokter akan melakukan beberapa tes tambahan untuk memastikan apakah Anda memang mengidap edema paru.

Berikut adalah beberapa contoh tes yang biasa dijalankan oleh dokter:

1. Tes x-ray

X-ray pada bagian dada dapat menjadi langkah pertama dari serangkaian tes yang akan dokter lakukan. Tes ini berguna untuk melihat adanya cairan di dalam paru-paru.

2. Tes darah

Tes ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada masalah kesehatan yang bisa jadi penyebab edema paru. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan darah lengkap untuk melihat kadar sel darah dan penyakit-penyakit yang mungkin ada di dalam tubuh. Dokter juga biasanya akan mengecek kadar oksigen dan karbon monoksida di dalam darah

Selain itu, darah Anda mungkin juga akan diperiksa seberapa banyak kadar brain natriuretic peptide atau BNP. Tes ini dapat mengindikasikan apakah edema paru disebabkan oleh jantung salah satunya gagal jantung.

3. Tes oksimetri nadi

Dalam tes ini, sebuah sensor akan dipasang di jari atau telinga Anda untuk menentukan berapa banyak kandungan oksigen di dalam darah Anda.

4. Elektrokardiogram (ECG)

Tes elektrokardiogram dapat menunjukkan hasil yang berkaitan dengan masalah jantung Anda. Tes ini mengukur kecepatan detak jantung, serta mengetahui seberapa lancar peredaran darah dari dan menuju jantung Anda.

5. Ekokardiogram

Tes dengan gelombang suara ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan masalah pada jantung Anda, seperti katup yang tidak berfungsi, adanya cairan di sekitar jantung, dan kerusakan jantung.

Mirip seperti tes ECG, tes ini juga bisa memantau apakah peredaran darah pada jantung berlangsung dengan normal atau tidak.

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mengobati edema paru?

Orang dengan edema paru yang terjadi secara tiba-tiba biasanya memerlukan penanganan segera di rumah sakit. Anda mungkin perlu dirawat di ICU untuk mengeluarkan kelebihan cairan dari paru-paru dan untuk membantu jantung bekerja dengan lebih efektif.

Penanganan lainnya adalah dengan oksigen yang diberikan melalui masker wajah atau selang plastik yang tipis, atau saluran pernapasan untuk membantu Anda bernapas dengan lancar

Pengobatan dan penanganan kondisi ini berbeda-beda, tergantung apa saja penyebab utama di balik kemunculannya. Berikut adalah beberapa jenis pengobatan yang sering direkomendasikan oleh dokter:

1. Diuretik

Obat-obatan pengurang preload jantung seperti diuretik dapat digunakan untuk mencegah cairan masuk ke dalam jantung dan paru-paru. Dokter biasanya juga memberikan nitroglycerin, nifedipine, dan furosemide untuk mengatasi kondisi ini.

2. Morfin

Jenis narkotika ini dapat digunakan untuk meringankan gejala sesak napas dan gelisah. Namun, penggunaannya masih diperdebatkan oleh para ahli.

3. Nitroprusside

Obat-obatan pengurang afterload seperti nitroprusside dapat membantu melebarkan pembuluh darah dan meringankan beban kerja jantung.

4. Obat-obatan untuk jantung

Jika Anda memiliki masalah tekanan darah setelah mengidap edema paru, dokter akan meresepkan obat-obatan yang dapat menurunkan tekanan darah dan melegakan pembuluh darah.

Jika Anda mengalami penumpukkan cairan pada paru-paru akibat ketinggian, langkah pertama adalah mencari tabung oksigen atau pergi ke tempat dengan ketinggian yang lebih rendah untuk mendapatkan oksigen yang lebih banyak. Kemudian, gunakan obat seperti acetazolamide atau nifedipine untuk meringankan gejala edema.

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi edema paru?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi edema paru:

  • Kendalikan kondisi penyebab dengan mengonsumsi obat-obatan yang diberikan oleh dokter
  • Berhenti merokok
  • Jaga berat badan yang sehat dan berolahraga
  • Miliki pola makan yang sehat dengan:
  • Makan banyak sayuran, buah dan gandum utuh
  • Kurangi asupan garam
  • Berolahraga rutin
  • Berhenti merokok
  • Kurangi berat badan berlebih.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Diagnosis

Bagaimana cara dokter mendiagnosis edema paru?

Dokter terlebih dahulu akan menanyakan apa saja gejala-gejala yang Anda rasakan, riwayat penyakit Anda dan keluarga, serta gaya hidup yang biasa Anda jalani. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda berikut:

  • Detak jantung meningkat
  • Pernapasan lebih pendek dan cepat
  • Suara bergemeretak di dalam paru-paru
  • Adanya suara aneh lainnya dari jantung

Jika dokter mencurigai adanya penumpukkan cairan di dalam paru-paru Anda, dokter akan melakukan beberapa tes tambahan untuk memastikan apakah Anda memang mengidap edema paru.

Berikut adalah beberapa contoh tes yang biasa dijalankan oleh dokter:

1. Tes x-ray

X-ray pada bagian dada dapat menjadi langkah pertama dari serangkaian tes yang akan dokter lakukan. Tes ini berguna untuk melihat adanya cairan di dalam paru-paru.

2. Tes darah

Tes ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada masalah kesehatan yang bisa jadi penyebab edema paru. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan darah lengkap untuk melihat kadar sel darah dan penyakit-penyakit yang mungkin ada di dalam tubuh. Dokter juga biasanya akan mengecek kadar oksigen dan karbon monoksida di dalam darah

Selain itu, darah Anda mungkin juga akan diperiksa seberapa banyak kadar brain natriuretic peptide atau BNP. Tes ini dapat mengindikasikan apakah edema paru disebabkan oleh jantung salah satunya gagal jantung.

3. Tes oksimetri nadi

Dalam tes ini, sebuah sensor akan dipasang di jari atau telinga Anda untuk menentukan berapa banyak kandungan oksigen di dalam darah Anda.

4. Elektrokardiogram (ECG)

Tes elektrokardiogram dapat menunjukkan hasil yang berkaitan dengan masalah jantung Anda. Tes ini mengukur kecepatan detak jantung, serta mengetahui seberapa lancar peredaran darah dari dan menuju jantung Anda.

5. Ekokardiogram

Tes dengan gelombang suara ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan masalah pada jantung Anda, seperti katup yang tidak berfungsi, adanya cairan di sekitar jantung, dan kerusakan jantung.

Mirip seperti tes ECG, tes ini juga bisa memantau apakah peredaran darah pada jantung berlangsung dengan normal atau tidak.

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mengobati edema paru?

Orang dengan edema paru yang terjadi secara tiba-tiba biasanya memerlukan penanganan segera di rumah sakit. Anda mungkin perlu dirawat di ICU untuk mengeluarkan kelebihan cairan dari paru-paru dan untuk membantu jantung bekerja dengan lebih efektif.

Penanganan lainnya adalah dengan oksigen yang diberikan melalui masker wajah atau selang plastik yang tipis, atau saluran pernapasan untuk membantu Anda bernapas dengan lancar

Pengobatan dan penanganan kondisi ini berbeda-beda, tergantung apa saja penyebab utama di balik kemunculannya. Berikut adalah beberapa jenis pengobatan yang sering direkomendasikan oleh dokter:

1. Diuretik

Obat-obatan pengurang preload jantung seperti diuretik dapat digunakan untuk mencegah cairan masuk ke dalam jantung dan paru-paru. Dokter biasanya juga memberikan nitroglycerin, nifedipine, dan furosemide untuk mengatasi kondisi ini.

2. Morfin

Jenis narkotika ini dapat digunakan untuk meringankan gejala sesak napas dan gelisah. Namun, penggunaannya masih diperdebatkan oleh para ahli.

3. Nitroprusside

Obat-obatan pengurang afterload seperti nitroprusside dapat membantu melebarkan pembuluh darah dan meringankan beban kerja jantung.

4. Obat-obatan untuk jantung

Jika Anda memiliki masalah tekanan darah setelah mengidap edema paru, dokter akan meresepkan obat-obatan yang dapat menurunkan tekanan darah dan melegakan pembuluh darah.

Jika Anda mengalami penumpukkan cairan pada paru-paru akibat ketinggian, langkah pertama adalah mencari tabung oksigen atau pergi ke tempat dengan ketinggian yang lebih rendah untuk mendapatkan oksigen yang lebih banyak. Kemudian, gunakan obat seperti acetazolamide atau nifedipine untuk meringankan gejala edema.

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi edema paru?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi edema paru:

  • Kendalikan kondisi penyebab dengan mengonsumsi obat-obatan yang diberikan oleh dokter
  • Berhenti merokok
  • Jaga berat badan yang sehat dan berolahraga
  • Miliki pola makan yang sehat dengan:
  • Makan banyak sayuran, buah dan gandum utuh
  • Kurangi asupan garam
  • Berolahraga rutin
  • Berhenti merokok
  • Kurangi berat badan berlebih.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mengobati edema paru?

Orang dengan edema paru yang terjadi secara tiba-tiba biasanya memerlukan penanganan segera di rumah sakit. Anda mungkin perlu dirawat di ICU untuk mengeluarkan kelebihan cairan dari paru-paru dan untuk membantu jantung bekerja dengan lebih efektif.

Penanganan lainnya adalah dengan oksigen yang diberikan melalui masker wajah atau selang plastik yang tipis, atau saluran pernapasan untuk membantu Anda bernapas dengan lancar

Pengobatan dan penanganan kondisi ini berbeda-beda, tergantung apa saja penyebab utama di balik kemunculannya. Berikut adalah beberapa jenis pengobatan yang sering direkomendasikan oleh dokter:

1. Diuretik

Obat-obatan pengurang preload jantung seperti diuretik dapat digunakan untuk mencegah cairan masuk ke dalam jantung dan paru-paru. Dokter biasanya juga memberikan nitroglycerin, nifedipine, dan furosemide untuk mengatasi kondisi ini.

2. Morfin

Jenis narkotika ini dapat digunakan untuk meringankan gejala sesak napas dan gelisah. Namun, penggunaannya masih diperdebatkan oleh para ahli.

3. Nitroprusside

Obat-obatan pengurang afterload seperti nitroprusside dapat membantu melebarkan pembuluh darah dan meringankan beban kerja jantung.

4. Obat-obatan untuk jantung

Jika Anda memiliki masalah tekanan darah setelah mengidap edema paru, dokter akan meresepkan obat-obatan yang dapat menurunkan tekanan darah dan melegakan pembuluh darah.

Jika Anda mengalami penumpukkan cairan pada paru-paru akibat ketinggian, langkah pertama adalah mencari tabung oksigen atau pergi ke tempat dengan ketinggian yang lebih rendah untuk mendapatkan oksigen yang lebih banyak. Kemudian, gunakan obat seperti acetazolamide atau nifedipine untuk meringankan gejala edema.

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi edema paru?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi edema paru:

  • Kendalikan kondisi penyebab dengan mengonsumsi obat-obatan yang diberikan oleh dokter
  • Berhenti merokok
  • Jaga berat badan yang sehat dan berolahraga
  • Miliki pola makan yang sehat dengan:
  • Makan banyak sayuran, buah dan gandum utuh
  • Kurangi asupan garam
  • Berolahraga rutin
  • Berhenti merokok
  • Kurangi berat badan berlebih.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi edema paru?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi edema paru:

  • Kendalikan kondisi penyebab dengan mengonsumsi obat-obatan yang diberikan oleh dokter
  • Berhenti merokok
  • Jaga berat badan yang sehat dan berolahraga
  • Miliki pola makan yang sehat dengan:
  • Makan banyak sayuran, buah dan gandum utuh
  • Kurangi asupan garam
  • Berolahraga rutin
  • Berhenti merokok
  • Kurangi berat badan berlebih.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Januari 8, 2016 | Terakhir Diedit: Juli 8, 2019

Yang juga perlu Anda baca