Definisi

Apa itu delirium tremens?

Delirium tremens adalah kebingungan yang tiba-tiba terjadi saat peminum berat berhenti mengonsumsi minuman beralkohol. Kebingungan yang dimaksud adalah disorientasi, halusinasi, perubahan emosi, dan perilaku mengacau dan berbahaya.

Secara umum delirium tremens, atau DT, adalah kondisi detoksifikasi alkohol yang parah.

Seberapa umumkah delirium tremens?

Delirium tremens adalah kondisi yang umumnya terjadi pada peminum alkohol dalam jangka waktu yang panjang, dengan riwayat sindrom alcohol withdrawal atau delirium. Kondisi ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Hubungi dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala delirium tremens?

Beberapa tanda dan gejala khas delirium tremens adalah:

  • Tremor pada tubuh
  • Perubahan fungsi mental
  • Agitasi, cepat marah
  • Kebingungan, disorientasi
  • Kurangnya kemampuan fokus
  • Tidur lelap yang berlangsung selama sehari atau lebih
  • Kegembiraan yang berlebih
  • Rasa takut atau paranoid
  • Halusinasi (melihat atau merasa sesuatu yang tidak nyata)
  • Menjadi hiperkatif
  • Perubahan suasana hati yang cepat
  • Kegelisahan
  • Sensitivitas pada cahaya, suara, dan sentuhan
  • Kejang
  • Pingsan

Mungkin ada gejala-gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda mempunyai kekhawatiran mengenai suatu gejala, konsultasikanlah pada dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Cari bantuan gawat darurat apabila Anda mengalami tanda-tanda dan gejala delirium tremens seperti yang sudah disebutkan di atas.

Penyebab

Apa penyebab delirium tremens?

Delirium tremens adalah kondisi yang dapat terjadi saat Anda berhenti meminum alkohol setelah terlalu banyak mengonsumsi alkohol dalam suatu jangka waktu tertentu, khususnya apabila Anda tidak cukup makan.

Selain itu delirium tremens adalah kondisi yang dapat juga terjadi karena cedera di kepala, infeksi, atau penyakit pada orang dengan riwayat penggunaan alkohol berat. Kondisi ini paling umum terjadi pada orang-orang dengan riwayat alcohol withdrawal, khususnya pada orang yang meminum lebih dari 1,8 liter wine, 3,3 liter bir, atau 0,5 liter liquor setiap hari selama beberapa bulan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk delirium tremens?

Beberapa faktor-faktor risiko yang dapat meningkatkan seseorang mengalami delirium tremens adalah:

  • Kebiasaan. Minum alkohol terlalu banyak dan dalam jangka panjang atau kebiasaan mabuk dapat membuat ketergantungan fisik pada alkohol.
  • Usia. Orang-orang yang mulai mengonsumsi alkohol pada usia dini memiliki risiko lebih tinggi untuk penyalahgunaan alkohol atau ketergantungan fisik akan alkohol.
  • Riwayat keluarga. Risiko kecanduan alkohol biasanya lebih tinggi pada orang-orang dengan orangtua atau keluarga pecandu alkohol.
  • Depresi dan masalah mental lain. DT umum terjadi pada orang dengan gangguan mental seperti kecemasan, depresi, atau gangguan bipolar.
  • Faktor lingkungan. Memiliki teman atau pasangan yang suka mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko kecanduan alkohol. Media juga dapat menyebarkan pesan yang salah bahwa mengonsumsi alkohol berlebihan itu normal.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk delirium tremens?

DT dapat membahayakan jiwa dan merupakan keadaan darurat medis. Banyak orang memerlukan perawatan di unit detoks.Detoksifikasi biasanyab erlangsung selama beberapa hari hingga seminggu. Orang-orang mungkin akan memerlukan cairan tambahan pada saat ini, biasanya infus cairan diberikan untuk mengontrol agitasi dan mencegah kejang.

Pada jangka waktu panjang, pasien akan memerlukan perawatan untuk mencegah kondisi ini muncul kembali, seperti:

  • Berhenti mengonsumsi alkohol
  • Bertemu dengan terapis.
  • Mengubah kebiasaan buruk seperti minum bir dengan teman.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk delirium tremens?

Dokter Anda akan membuat diagnosis berdasarkan riwayat alcohol withdrawal pada orang-orang yang menyalahgunakan alkohol. Beberapa tes yang dapat dilakukan dokter untuk menegakkan diagnosis delirium tremens adalah:

  • Kadar magnesium dalam darah
  • Kadar fosfat dalam darah
  • Comprehensive metabolic panel
  • Electrocardiogram (ECG)
  • Electroencephalogram (EEG)
  • Toxicology screen

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi delirium tremens?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang mungkin dapat membantu Anda mengatasi delirium tremens adalah:

  • Cari grup pendukung untuk pecandu alkohol apabila itu dapat membantu Anda.
  • Jangan berhenti mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter atau mengganti dosis saat Anda sudah merasa lebih baik.
  • Jujurlah pada dokter Anda mengenai penyalahgunaan alkohol. Apabila dokter Anda tidak membicarakan hal tersebut, Anda yang harus angkat bicara.
  • Hindari bergaul dengan lingkungan yang terbiasa mengonsumsi alkohol.
  • Sibukan diri Anda dengan hal-hal positif seperti berolahraga dan melakukan hobi yang Anda sukai.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: April 5, 2018 | Terakhir Diedit: April 5, 2018

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan