Definisi

Apa itu batuk darah?

Batuk darah (hemptysis) adalah gejala dari beberapa kondisi medis lain, termasuk kondisi serius seperti infeksi, kanker, dan masalah pada pembuluh darah atau paru-paru. Darah dapat berasal dari tenggorokan, paru-paru, atau perut.

Seberapa umumkah batuk darah?

Batuk darah cukup umum terjadi. Biasanya batuk darah mempengaruhi lebih banyak wanita dibanding pria. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Batuk darah dapat ditangani dengan mengurangi fator-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala batuk darah?

Batuk darah lebih tepat disebut gejala daripada kondisi. Ada beberapa gejala lain yang sering menyertai batuk darah:

  • Nyeri dada
  • Pusing
  • Demam
  • Sesak napas

Anda dapat mengetahui dari mana darah berasal dengan melihat darah. Sebagai contoh, darah dari paru-paru tampak memiliki gelembung-gelembung udara kecil dan tercampur dengan lendir dari paru-paru.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila batuk mengeluarkan jumlah darah yang cukup banyak (lebih dari 1 sendok teh). Jika Anda batuk darah setelah suatu cedera, Anda sebaiknya kunjungi dokter. Pada beberapa kasus, Anda juga dapat menemui darah pada urin atau kotoran. Jika hal ini terjadi, segera cari pertolongan medis untuk menghindari kehabisan darah. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab batuk darah?

Ada banyak kondisi medis yang dapat menyebabkan batuk darah. Beberapa di antaranya umum terjadi dan dapat disembuhkan, seperti:

  • Iritasi tenggorokan dari batuk yang berlebihan – pada banyak kasus, kondisi ini terkait dengan iritasi dari merokok
  • Bronkhitis
  • Chronic obstructive pulmonary disease (COPD), yang dapat meliputi bronkitis kronis atau emfisema
  • Pneumonia

Penyebab batuk darah lainnya meliputi:

  • Bronkiektasis
  • Kanker paru-paru
  • Penggunaan antikoagulan yang berlebih
  • Embolisme paru-paru
  • Gagal jantung kongestif
  • Tuberkulosis
  • Peradangan atau kondisi autoimun
  • Pulmonary arteriovenous malformations (AVMs)
  • Penggunaan kokain
  • Trauma, seperti luka tembak atau kecelakaan kendaraan bermotor
  • Dieulafoy’s disease
  • Mimisan atau muntah parah.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk batuk darah?

Faktor risiko dari batuk darah adalah adanya kondisi kesehatan lainnya yang telah disebutkan di atas. Anda mungkin memiliki risiko batuk darah yang lebih tinggi jika Anda memiliki kondisi berikut:

  • Infeksi HIV (untuk Kaposi sarcoma, tuberkulosis, dan infeksi jamur)
  • Penggunaan obat yang menekan sistem imun atau disebut imunosupresan (untuk tuberkulosis dan infeksi jamur)
  • Terekspos dengan tuberkulosis
  • Sejarah merokok yang panjang (untuk kanker)
  • Bed rest atau operasi yang baru terjadi, kanker, riwayat keluarga terhadap pembekuan darah, penggunaan obat yang mengandung estrogen, serta perjalanan jauh (untuk embolisme paru-paru).

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis batuk darah?

Dokter akan menanyakan tentang perdarahan, seperti dari mana perdarahan berasal (saluran pernapasan, paru-paru) dan jumlah darah, untuk menentukan penyebab. Kemudian, berdasarkan evaluasi, tes laboratorium lainnya dapat dilakukan, seperti:

  • X-ray dada
  • CT scan
  • Bronskoskopi
  • Tes darah: seperti perhitungan darah komplit untuk menentukan jumlah sel darah putih dan merah.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk batuk darah?

Tujuan dari pengobatan adalah menghentikan perdarahan dan mengobati kondisi kesehatan yang menyebabkan batuk darah.

  • Untuk menghentikan perdarahan, dapat dilakukan embolisasi arteri bronkus, bronkoskopi, atau operasi.
  • Pengobatan kausal tergantung pada kondisi kesehatan yang menyebabkan batuk darah.
  • Pengobatan untuk batuk darah dapat mencakup:
    • Antibiotik untuk pengobatan pneumonia atau tuberkulosis
    • Kemoterapi dan/atau radiasi untuk pengobatan kanker paru-paru
    • Steroid untuk meringankan kondisi peradangan
    • Supresan batuk.
  • Transfusi darah atau obat-obatan lain untuk mengatasi kehabisan darah, tergantung pada situasi pasien.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi batuk darah?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi  batuk darah:

  • Berhenti merokok
  • Menghindari iritan dan alergen yang membuat Anda batuk
  • Memiliki pola makan yang sehat
  • Mengikuti perawatan kesehatan untuk mengatasi kondisi yang menyebabkan batuk darah.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016