Apa itu atresia ani?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu atresia ani?

Atresia ani adalah kondisi yang biasanya terjadi pada bayi, di mana usus besar atau bagian dari usus besar bayi belum terbentuk sempurna, sehingga menjadi tersumbat dan sangat sempit. Beberapa anak tidak memiliki bukaan anus. Usus besar adalah lokasi atresia yang paling jarang terjadi pada saluran pencernaan. Diperlukan penanganan segera karena kondisi ini sangat serius. Kebanyakan bayi memerlukan operasi untuk memperbaiki kondisi cacat ini. Namun sayangnya, penyebab atresia ani pada bayi belum diketahui.

Seberapa umumkah atresia ani?

Atresia ani pada bayi cukup umum ditemui (sekitar 1/5000 bayi yang baru lahir). Kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi laki-laki dibanding dengan bayi perempuan. Atresia ani dapat sangat mempengaruhi perkembangan anak. Atresia ani dapat ditangani dengan mengurangi fator-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala atresia ani?

Gejala umum dari atresia ani pada bayi adalah:

  • Tidak memiliki lubang anus
  • Memiliki lubang anus di tempat yang tidak semestinya, misalnya terlalu dekat dengan vagina
  • Ada selaput yang menutupi lubang anus
  • Usus tidak tersambung dengan anus
  • Sambungan antara usus dan sistem urinasi tidak normal, tinja bisa melewati sistem urinasi, seperti uretra, vagina, skrotum atau dasar penis
  • Tidak mengeluarkan tinja dalam 24 – 48 jam pertama setelah lahir
  • Memiliki perut yang bengkak
  • Memiliki sambungan yang tidak normal, atau fistula, antara rektum dan sistem reproduksi atau saluran urinasi
  • Muntah

Bayi dengan atresia ani sering kali memiliki kelainan lainnya, seperti:

  • Cacat pada ginjal atau saluran urinasi
  • Kelainan pada tulang belakang
  • Cacat pada batang tenggorok atau trakhea
  • Cacat pada kerongkongan
  • Cacat pada lengan atau paha
  • Down syndrome
  • Duodenal atresia, yaitu perkembangan tidak sempurna pada bagian pertama dari usus kecil
  • Cacat jantung kongenital

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika anak Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab atresia ani?

Penyebab atresia ani pada bayi masih belum diketahui. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh cacat pada genetik. Kelainan ini terjadi sejak anak Anda belum lahir, biasanya pada minggu ke-5 hingga minggu ke-7 kehamilan. Pada waktu ini, sistem pencernaan anak mulai terbentuk dan anus juga mulai terbentuk.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk atresia ani?

Ada banyak faktor risiko untuk atresia ani pada bayi, yaitu:

  • Jenis kelamin: Atresia ani pada bayi terjadi lebih banyak, sekitar 2 kali, pada bayi laki-laki dibanding bayi perempuan
  • Adanya cacat lahir lainnya
  • Penggunaan steroid inhalers oleh ibu selama kehamilan.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis atresia ani?

Sebelum persalinan, USG digunakan untuk melihat adanya tanda penyumbatan pada sistem pencernaan anak, serta kelainan lainnya pada anak. Jika dokter menemukan terlalu banyak cairan ketuban, hal ini dapat menjadi pertanda dari atresia ani atau penyumbatan lainnya pada saluran pencernaan bayi.

Atresia ani pada bayi sering kali didiagnosis setelah persalinan dengan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa lambung bayi untuk melihat adanya tanda-tanda pembengkakan serta memeriksa bukaan anus untuk melihat adanya tanda-tanda kelainan. Masalah dapat dikonfirmasi dengan menggunakan X-ray dan ultrasound pada perut.

Penting untuk melakukan tes untuk kelainan lainnya yang terkait dengan kondisi ini untuk memiliki strategi penanganan yang tepat. Tes dapat meliputi:

  • X-ray untuk mendeteksi kelainan tulang belakang
  • Spinal ultrasound untuk mendeteksi kelainan pada bagian tulang belakang
  • Echocardiogram untuk mendeteksi kelainan jantung
  • MRI untuk mendeteksi cacat pada kerongkongan, seperti pembentukan fistula pada trakhea atau batang tenggorok

Bagaimana cara mengobati atresia ani?

Operasi diperlukan pada banyak kasus atresia ani pada bayi untuk membuka lubang yang tertutup. Tergantung pada kondisi, ahli bedah akan memilih metode yang cocok, seperti:

  • Operasi untuk menyambung anus dan usus apabila usus tidak tersambung dengan anus
  • Anoplasti untuk memindahkan anus ke lokasi yang tepat jika memiliki sambungan yang tidak normal pada usus dan sistem urinasi
  • Kolostomi untuk menyambung bagian usus ke bukaan di dinding perut agar kotoran dapat keluar ke kantung di luar tubuh
  • Obat-obatan dapat diberikan untuk menawarkan rasa sakit, seperti etaminophen (Tylenol®) or ibuprofen (Motrin®)

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi atresia ani?

Setelah operasi: ikuti petunjuk dokter untuk merawat luka.

Untuk perawatan jangka panjang:

  • Kunjungi dokter secara rutin untuk memeriksa kondisi anak Anda
  • Ubah pola makan, level aktivitas anak dan lakukan kebiasaan toilet pada anak untuk mengurangi konstipasi
  • Bantu anak Anda mempelajari bagaimana menggunakan anus yang baru
  • Gunakan perangkat untuk menstimulasi saraf pada usus
  • Berpartisipasi dalam program pengelolaan usus
  • Lakukan operasi lainnya untuk meningkatkan kendali usus, jika diperlukan

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Sumber
Yang juga perlu Anda baca