Apa itu anemia defisiensi b12 dan folat?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu anemia defisiensi b12 dan folat?

Anemia defisiensi vitamin B12 dan folat adalah kondisi saat tubuh Anda tidak memiliki cukup vitamin B12 dan folat, mengakibatkan eritroblas apoptosis. Dengan kata lain, tidak memiliki vitamin B12 yang cukup dapat menyebabkan anemia, akibat eritropoiesis yang tidak efektif.

Sel darah merah atau eritrosit (jenis sel darah paling umum) memiliki peran dalam mengantarkan oksigen ke jaringan tubuh melalui sistem peredaran darah. Vitamin B12 dan folat berperan penting dalam proses eritropoiesis di mana sel darah merah yang baru dan sehat dihasilkan untuk mengganti sel darah merah yang lama. Eritroblas memerlukan folat dan vitamin B12 untuk profilerasi selama diferensiasi.

Seberapa umumkah anemia defisiensi b12 dan folat?

Anemia defisiensi vitamin B12 dan folat umum terjadi, serta dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala anemia defisiensi b12 dan folat?

Gejala umum dari anemia defisiensi vitamin B12 dan folat adalah:

  • Kelelahan
  • Sesak napas
  • Pusing
  • Kulit pucat atau kekuningan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Penurunan berat badan
  • Mati rasa atau kesemutan pada tangan dan kaki
  • Kelemahan otot
  • Perubahan kepribadian
  • Pergerakan yang goyah
  • Linglung atau mudah lupa.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab anemia defisiensi b12 dan folat?

Kurangnya penyerapan B12 dan folat adalah penyebab utama dari jenis anemia ini. Sebagai contoh:

  • Anda memiliki pernicious anemia di mana sel yang berperan dalam menyerap vitamin B12 pada lambung diserang oleh sistem imun Anda.
  • Anda pernah melakukan operasi pengangkatan bagian lambung atau bagian dari usus kecil, yaitu ileum. Operasi juga meliputi jenis operasi penurunan berat badan pada orang yang kelebihan berat badan.
  • Anda memiliki masalah pada saluran pencernaan, seperti sariawan (atau dikenal sebagai penyakit celiac), penyakit Chron, tumbuhnya bakteri pada usus kecil, atau parasit.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk anemia defisiensi b12 dan folat?

Anemia akibat kekurangan folat

Risiko anemia akibat kekurangan folat dapat meningkat, apabila:

  • Anda sedang hamil, dan konsumsi Anda tidak sesuai dengan peningkatan kebutuhan nutrisi selama kehamilan.
  • Anda memiliki gangguan pencernaan yang mengganggu penyerapan folat.
  • Anda menyalahgunakan alkohol, karena alkohol mengganggu penyerapan folat.
  • Anda mengonsumsi obat-obatan dengan resep, seperti obat anti kejang, yang dapat menghambat penyerapan folat.
  • Anda sedang menjalani hemodialisis untuk gagal ginjal. Tanyakan dokter apakah Anda memerlukan suplemen asam folik untuk mencegah defisiensi.
  • Anda sedang menjalani perawatan kanker. Beberapa obat kanker dapat mengganggu metabolisme folat.
  • Anda memiliki pola makan yang tidak seimbang dan kurang buah serta sayuran, atau Anda sering memasak terlalu matang, Anda mungkin berisiko terhadap anemia akibat kekurangan folat.

Anemia akibat kekurangan vitamin B12 (pernicious anemia)

Risiko anemia akibat kekurangan vitamin B12 dapat meningkat, apabila:

  • Anda tidak mengonsumsi daging dan produk susu, makanan yang kaya akan vitamin B12. Vegetarian, orang yang tidak mengonsumsi produk susu dan vegan, orang yang tidak mengonsumsi daging hewan, masuk ke dalam kategori ini.
  • Anda memiliki penyakit pencernaan atau pertumbuhan bakteri abnormal pada lambung, atau bagian usus atau lambung pernah diangkat.
  • Anda kekurangan faktor intrinsik – protein yang dihasilkan oleh lambung penting untuk penyerapan vitamin B12. Kekurangan faktor intrinsik dapat disebabkan oleh reaksi autoimun, atau diturunkan.
  • Anda mengonsumsi obat-obatan tertentu. Antacid, proton pump inhibitors (seperti omeprazol) dan beberapa obat untuk diabetes jenis 2 dapat mengganggu penyerapan vitamin B12.
  • Anda memiliki gangguan autoimun lainnya. Orang dengan penyakit autoimun yang terkait dengan endokrin, seperti diabetes atau tiroid, memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap pernicious anemia.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis anemia defisiensi b12 dan folat?

Dokter mendiagnosis anemia akibat kekurangan vitamin dengan melihat gejala serta hasil paraklinis. Tes darah adalah alat yang efektif untuk mengonfirmasi kasus anemia defisiensi vitamin B12 dan folat.

Bagaimana cara mengobati anemia defisiensi b12 dan folat?

Pada banyak kasus kekurangan vitamin B12 dan folat, pasien biasanya diberikan suntikan atau tablet suplemen untuk menggantikan vitamin yang hilang.

Suplemen vitamin B12 biasanya diberikan melalui suntikan terlebih dulu. Kemudian, dokter akan mempertimbangkan kondisi Anda dan dapat memberikan perawatan lain untuk Anda. Anda mungkin akan memerlukan tablet vitamin B12 di antara waktu makan, suntikan atau pola makan yang lebih baik.

Tablet asam folat digunakan untuk mengembalikan kadar folat. Perawatan biasanya berlangsung selama 4 bulan.

Pola makan yang seimbang juga merupakan perawatan dan pencegahan yang efektif untuk kondisi ini.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi anemia defisiensi b12 dan folat?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi anemia defisiensi vitamin B12 dan folat:

  • Memiliki pola makan yang sehat yang mengandung berbagai jenis makanan.
  • Makanan yang kaya akan folat meliputi sayur-sayuran berdaun hijau tua, acang-kacangan, produk gandum yang diperkaya, seperti roti, sereal, pasta, dan nasi, serta buah-buahan dan jus buah.
  • Makanan yang kaya akan vitamin B12 meliputi telur, makanan yang diperkaya, seperti sereal, susu, keju, dan yogurt, serta daging merah dan putih, kerang-kerangan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Februari 9, 2017

Sumber