Tips Melindungi Kulit dari Cuaca Ekstrem Saat Ibadah Haji

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 1 April 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Arab Saudi dikenal dengan cuaca panasnya. Pastikan salah satu dari persiapan haji yang Anda lakukan adalah mengantisipasi cuaca ekstremnya, karena dampak dari teriknya matahari di sana adalah Anda berisiko mengalami sunburn atau kulit terbakar. Untuk itu, ketahui cara mencegah kulit terbakar matahari agar ibadah haji tetap berjalan dengan lancar.

Di mana saja jemaah haji rentan mengalami sunburn?

Menurut Kementerian Kesehatan Arab Saudi, beberapa tempat dan kegiatan ibadah haji yang sering menyebabkan kulit terbakar adalah:
  • Tawaf: Ritual mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran, terutama di siang hari.
  • Sa’i: Berjalan di antara Safa dan Marwa, kulit dapat terbakar karena dipadati jemaah dan temperatur yang tinggi.
  • Arafah: Saat calon haji menghabiskan waktu di padang Arafah untuk berdoa.
  • Mina: Tempat untuk melaksanakan prosesi kurban, Anda mungkin mengalami sunburn akibat jaraknya yang jauh dan mengantri.

Upaya untuk mencegah kulit terbakar matahari ketika melakukan beberapa kegiatan di atas penting untuk dilakukan. Jika kulit terbakar pada saat menjalankan ibadah di salah satu tempat tersebut, Anda mungkin akan mengalami kesulitan untuk melanjutkan proses ibadah haji lainnya.

Apa gejala ketika kulit terbakar matahari?

Gejala dari sunburn tidak selalu sama pada setiap orang. Anda mungkin baru mengalami kemerahan pada kulit beberapa jam setelah kulit Anda terbakar. Kemerahan memuncak pada rentan waktu 12-24 jam setelah terbakar.

Ketika kulit terbakar matahari hanya pada tingkatan yang ringan, Anda hanya akan mengalami kemerahan yang minor. Sebaliknya, apabila Anda mengalami sunburn parah, kulit dapat melepuh. Mencegah kulit terbakar matahari harus dilakukan tanpa melihat tingkat keparahannya.

Mencegah kulit terbakar matahari saat menunaikan ibadah haji

Apabila Anda melaksanakan ibadah haji saat musim dingin, suhu rata-rata di Arab masih berada pada angka 30 derajat C di siang hari dan 20 derajat C di malam hari. Oleh karena itu, lakukan upaya mencegah kulit terbakar matahari terutama saat menghabiskan waktu di luar ruangan.

Cara mencegah kulit terbakar matahari yang pertama tentu adalah menghindari paparan sinar matahari secara langsung. Namun, selama proses ibadah haji, jemaah tidak diperbolehkan menggunakan pelindung, seperti topi atau syal. Tapi tenang, Anda tetap dapat melakukan tindakan pencegahan dengan cara berikut ini.

Menyiapkan payung

Jemaah memang tidak diperbolehkan memakai topi atau kacamata hitam. Namun, menurut Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, dr. Eka Jusup Singka, jemaah masih diperbolehkan untuk membawa payung. Bawalah payung dengan warna cerah (misalnya putih) agar Anda terlindung dari sinar matahari.

Hanya saja yang perlu diingat adalah payung tidak dapat digunakan secara terus menerus, misalnya Anda dapat membawa payung ketika di padang Arafah. Untuk kegiatan ibadah lainnya seperti Tawaf, Anda tidak diperkenankan membawa payung.

Menggunakan tabir surya

Menggunakan tabir surya merupakan cara mencegah kulit terbakar matahari atau sinar UV yang paling mudah dan efektif. Akan tetapi, Anda perlu teliti dalam memilih produk ini. Setiap tabir surya memiliki tingkatan SPF (Sunburn Protection Factor). Semakin tinggi SPF, semakin terlindung kulit dari paparan sinar matahari.

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tabir surya terbaik yaitu 15-30 menit sebelum terpapar matahari, diikuti dengan mengoleskan kembali tabir surya pada 15-30 menit setelah terkena paparan matahari.

Meningkatkan asupan vitamin C

Vitamin C sudah lama dikenal dapat memberikan manfaat untuk melawan penuaan dan mencerahkan kulit. Selain itu, penelitian juga menunjukan bahwa vitamin C dapat berfungsi untuk mencegah kerusakan kulit akibat terbakar sinar matahari.

Biasanya terdapat produk tabir surya yang mengandung vitamin C untuk membantu mencegah terjadi sunburn. Namun tak hanya dari luar, Anda juga dapat mencegah kerusakan kulit dari dalam dengan menambah asupan vitamin C.

Salah satu caranya yaitu dengan mengonsumsi suplemen daya tahan tubuh yang mengandung vitamin C, Vitamin D, dan Zinc dalam format effervescent (tablet larut air). Selain efektif meningkatkan daya tahan tubuh, dalam waktu yang sama juga menambah konsumsi cairan dalam tubuh agar terhindar dari dehidrasi.

Menggunakan alas kaki yang nyaman

Teriknya sinar matahari tak hanya berdampak pada kulit yang langsung terpapar, contohnya seperti kaki Anda. Dilansir pada laman resmi Kementerian Kesehatan Arab Saudi, seorang ahli dermatologis Dr. Al-Ghamdi menjelaskan, beberapa jemaah haji memiliki kepercayaan yang salah karena berjalan tanpa alas kaki agar ibadah haji lebih besar pahalanya. Padahal, hal tersebut dapat mengakibatkan luka dan menghambat proses ibadah haji.

Mencegah kulit terbakar matahari dapat menjadi salah satu faktor lancarnya ibadah haji. Usahakan untuk selalu menggunakan perlindungan seperti tabir surya.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Mencegah Batuk dan Pilek Saat Beribadah Haji

Batuk dan pilek merupakan kondisi kesehatan yang cukup umum terjadi saat haji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan selama beribadah di Tanah Suci.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
tips mencegah batuk dan pilek
Batuk, Kesehatan Pernapasan 27 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Pentingnya Tetap Berkomunikasi dengan Keluarga di Tanah Air Saat Ibadah Haji

Jemaah perlu tetap melakukan komunikasi dengan keluarga di rumah saat haji karena dapat membantu mengurangi stres dan menurunkan risiko penyakit kronis.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
komunikasi saat haji
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 27 Maret 2020 . Waktu baca 3 menit

Pentingnya Asupan Vitamin C Saat Beribadah Haji

Anda perlu tahu pentingnya asupan vitamin C ketika beriibadah haji dalam menjaga kesehatan tubuh dari gangguan kesehatan yang rentan menyerang pada jemaaah.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
vitamin C saat haji
Fakta Gizi, Nutrisi, Hidup Sehat 26 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Caranya Kuat Berdesak-desakan Saat Beribadah Haji di Tanah Suci

Tips ibadah haji berikut ini menjelaskan bagaimana caranya agar tetap kuat saat berdesakan karena padat oleh sesama jemaah haji lain dari seluruh dunia.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
tips ibadah haji
Kesehatan, Informasi Kesehatan 26 Maret 2020 . Waktu baca 5 menit



Direkomendasikan untuk Anda

urutan pemakaian skin care

Jangan Keliru, Begini Urutan Pakai Produk Skin Care yang Benar Sesuai Aturan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 5 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Keracunan Matahari

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
apa itu sunburn kulit terbakar matahari

Sunburn (Kulit Terbakar Matahari)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Porfiria atau porphyria adalah membuat seseorang terlihat pucat pasi dan bertingkah laku bak vampir yang harus menghindari sinar matahari.

Porfiria

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit