backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Sering Pakai Maskara Tiap Hari? Waspadai 4 Bahaya Ini!

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Nabila Azmi · Tanggal diperbarui 06/10/2021

    Sering Pakai Maskara Tiap Hari? Waspadai 4 Bahaya Ini!

    Penggunaan maskara memang bisa membuat mata Anda terlihat lebih indah dan memikat. Bagaimana tidak, maskara menghasilkan bulu mata yang lentik, lebat, dan tajam. Sayangnya, maskara menyimpan sejumlah bahaya yang perlu Anda perhatikan. Apa saja?

    Bahaya pakai maskara

    Maskara memang merupakan alat makeup andalan yang dapat membuat tampilan mata lebih menawan.

    Namun, menggunakan maskara terlalu sering atau tidak membersihkan riasan mata sama sekali setelahnya bisa berisiko. 

    Berikut beberapa efek dari pemakaian maskara yang perlu Anda waspadai. 

    1. Bulu mata rontok

    Penggunaan maskara waterproof (tahan air) memang membuat bulu mata tetap lentik sempurna seharian.

    Namun, jenis maskara yang satu ini ternyata bisa menimbulkan bahaya bagi bulu mata, yaitu menyebabkan kerontokan. 

    Begini, maskara waterproof bertujuan mengeringkan bulu mata dan menjaga agar maskara tetap menempel pada bulu mata.

    Namun, cara menghapus maskara yang salah ternyata bisa menyebabkan bulu mata rontok. 

    Bila hal ini terjadi, Anda mungkin akan menggosok atau bahkan menarik bulu mata  untuk menghilangkan maskara hilang.

    Padahal, gosokan pada daerah bulu mata yang terlalu keras bisa membuat bulu mata rapuh dan mudah rontok. 

    2. Infeksi mata

    Selain menyebabkan bulu mata rontok, bahaya lain yang mengintai dari pengguna maskara yaitu risiko terhadap infeksi mata

    Sisa-sisa maskara ternyata bisa menempel di daerah sekitar mata dan menyebabkan kemerahan dan iritasi.

    Infeksi yang lebih serius pun dapat mengancam indera penglihatan, bila dibiarkan begitu saja. 

    Tidak hanya itu, infeksi mata akibat maskara dapat terjadi ketika Anda meminjamkan alat makeup ini dengan orang lain.

    Penularan virus atau bakteri secara silang bisa terjadi ketika 2 orang atau lebih menggunakan alat yang sama sehingga bisa menyebabkan mata memerah. 

    Bila Anda memiliki tanda-tanda infeksi mata, seperti pembengkakan kelopak mata dan peradangan pada bagian putih mata, segera konsultasikan dengan dokter. 

    3. Sarang bakteri dan jamur

    Infeksi mata akibat penggunaan maskara pun dapat terjadi karena menjadi sarang bakteri dan jamur. 

    Ini dapat terjadi karena bulu mata secara alami memiliki bakteri. Alhasil, penggunaan kuas makeup atau maskara pada daerah tersebut membuat alat tersebut terkontaminasi. 

    Seiring berjalannya waktu, alat yang terkontaminasi menyebabkan penumpukan bakteri di wadah kosmetik. Hal ini tentu dapat meningkatkan risiko infeksi mata atau reaksi alergi setiap penggunaan produk.

    4. Bisa merusak kulit

    Pemakaian kosmetik pada daerah mata bukan hanya menyebabkan masalah di daerah sekitar mata, melainkan juga memicu kerusakan kulit. Bagaimana bisa?

    Kandungan bahan kimia pada beberapa produk maskara ternyata cukup berbahaya, seperti: 

    • paraben
    • phthalate
    • serbuk aluminium, atau 
    • propen glikol. 

    Bahan-bahan yang disebut berfungsi sebagai bahan pengawet dan mencegah bakteri tumbuh dalam maskara.

    Namun, senyawa kimia ini bisa merusak kulit ketika dipakai terus-menerus. 

    Sebagai contoh, beberapa jenis paraben bisa berubah menjadi racun ketika terpapar sinar UV dan menyebabkan penuaan dini dan masalah kulit lainnya.

    Sementara itu, kandungan neurotoksin pada serbuk aluminium dianggap berbahaya terhadap kesehatan saraf dan jaringan tubuh lainnya.

    Itu sebabnya, Anda perlu memperhatikan kandungan pada sebuah kosmetik untuk menghindari masalah ini.

    Cara menggunakan maskara yang benar

    pinjam maskara

    Sama seperti kosmetik lainnya, penggunaan maskara yang salah memang dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan.

    Untungnya, pemakaian yang benar justru mendatangkan manfaat bagi penampilan. 

    Untuk itu, kenali bagaimana cara menggunakan maskara dengan benar agar bisa memaksimalkan tampilan mata Anda. 

    1. Menyisir bulu mata

    Langkah awal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan maskara agar terhindar dari bahayanya yaitu menyisir bulu mata terlebih dulu. 

    Menyisir bulu mata ternyata bisa merangsang pertumbuhan bulu mata.

    Cara ini pun bisa menghasilkan bulu mata yang lebih sehat karena menyebarkan minyak alami di sekitarnya.

    Anda tidak perlu lagi takut bulu mata kering akibat maskara.

    2. Melembapkan bulu mata

    Menyisir bulu mata memang membantu mendistribusikan minyak alami di sekitarnya, tetapi menggunakan pelembap khusus ternyata juga direkomendasikan. 

    Metode ini terutama cukup efektif karena maskara dapat membuat bulu mata kering dan mudah patah.

    Cobalah untuk melapisi bulu mata dengan minyak zaitun atau vitamin E sebelum tidur. 

    Dengan begitu, penggunaan maskara mungkin akan jauh lebih aman dan Anda bisa mendapatkan manfaat dari kosmetik ini.

    3. Menggunakan pembersih riasan mata

    Cara menghapus riasan maskara pun penting diperhatikan guna menghindari bahaya yang ditimbulkan. 

    Usahakan untuk memilih produk penghapus riasan yang memang ditujukan untuk kulit di sekitar mata.

    Produk-produk pembersih ini biasanya mengandung bahan-bahan yang lembut dan melembapkan, seperti minyak alami. 

    Jangan lupa untuk menghindari eye make up removal yang mengandung pewarna, pewangi buatan, hingga formula berbasis alkohol.

    Ketiga hal ini ternyata dapat mengeringkan kulit di sekitar mata. 

    Maskara memang dapat mempercantik tampilan mata, tetapi Anda perlu berhati-hati ketika menggunakan riasan ini.

    Selain itu, memilih kosmetik yang tepat sesuai kondisi kulit penting untuk diperhatikan agar tidak menimbulkan masalah. 

    Bila memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait bahaya maskara, silakan hubungi dokter kulit atau ahli dermatologi guna memahami solusi terbaik. 

    Catatan

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Patricia Lukas Goentoro

    General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


    Ditulis oleh Nabila Azmi · Tanggal diperbarui 06/10/2021

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan