Bagaimana Cara Kerja Sunblock dalam Melindungi Kulit?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bila Anda sehari-hari sering berada di bawah paparan sinar matahari, Anda mungkin sudah akrab dengan sunblock atau tabir surya. Tabir surya adalah produk perawatan yang bisa melindungi kulit dari sengatan matahari. Tapi, bagaimana cara kerja sunblock dalam melindungi kulit? 

Setiap produk sunblock menawarkan berbagai spesifikasi yang berbeda-beda. Ada yang mengandung SPF cukup tinggi dan ada juga yang SPF-nya rendah. Ini dia panduan lengkap memilih dan memakai sunblock dengan benar.

Bagaimana cara kerja sunblock melindungi kulit?

Sinar matahari memancarkan energi yang sangat besar. Termasuk di dalam energi tersebut adalah radiasi ultraviolet (UV). Radiasi tersebut terdiri dari dua jenis, yaitu UVA dan UVB. Kedua radiasi ini bisa diserap oleh kulit manusia. Ketika diserap kulit, UVA dan UVB berisiko menyebabkan berbagai masalah kulit, mulai dari kerutan di wajah, kulit terbakar matahari, hingga kanker. Ini karena radiasi tersebut mampu mengubah dan merusak sel-sel dalam tubuh Anda. Maka, berada di bawah paparan sinar matahari tanpa perlindungan dalam waktu yang cukup lama akan berisiko bagi kesehatan Anda.

Untuk melindungi kulit dari bahaya radiasi UVA dan UVB, sunblock atau tabir surya akan menghalangi penyerapan radiasi ke dalam permukaan kulit. Kandungan yang cukup dominan dalam sunblock adalah seng oksida (zinc oxide) dan titanium dioksida. Kedua zat aktif ini berfungsi sebagai tameng pada permukaan kulit. Karena kedua zat aktif ini, biasanya tekstur sunblock terasa lebih pekat dari losion pada umumnya. Setelah membalur tubuh dengan sunblock, biasanya pada permukaan kulit Anda terlihat ada lapisan berwarna putih. Lapisan inilah yang akan menangkal radiasi berbahaya.

Apa arti SPF pada sunblock?

Anda akan menemukan keterangan kadar SPF pada setiap kemasan sunblock. Kadar SPF mengindikasikan berapa lama Anda bisa berada di bawah sinar matahari tanpa terbakar. Setiap orang memiliki tingkat toleransi yang berbeda terhadap radiasi UVA dan UVB. Orang yang memiliki warna kulit cerah biasanya hanya akan tahan terpapar sinar matahari tanpa perlindungan apa pun selama 10-12 menit. Setelah itu, kulitnya akan terbakar dan radiasi berbahaya dari sinar matahari akan diserap kulit. Sementara itu, orang dengan kulit yang lebih gelap biasanya bisa bertahan selama kurang lebih 50 menit. Semakin cerah dan sensitif kulit Anda, semakin rendah pula toleransi Anda terhadap sengatan matahari.

Apabila Anda memiliki warna kulit sawo matang, Anda bisa berada di bawah sinar matahari tanpa perlindungan selama kira-kira 20 menit. Jika Anda memakai krim tabir surya dengan SPF 15, itu berarti Anda bisa tahan selama 15 kali dari tingkat toleransi Anda. Maka, Anda pun bisa terlindungi dari radiasi sinar matahari selama 20 menit x 15, yaitu 300 menit.

sinar matahari membunuh coronavirus

Cara memakai sunblock dengan benar

Untuk mendapatkan perlindungan yang maksimal dari sunblock, Anda perlu memakainya dengan tepat. Cari tahu di bawah ini apakah penggunaan sunblock Anda sudah benar selama ini.

  • Selalu gunakan sunblock meskipun Anda tidak berencana untuk pergi ke luar ruangan.
  • Oleskan sunblock sekurang-kurangnya 15 menit sebelum pergi ke luar.
  • Meskipun cuaca mendung dan matahari tidak menyengat, bukan berarti Anda bebas dari radiasi UVA dan UVB. Jadi pastikan Anda tetap memakai sunblock kalau berada di luar ruangan pada hari yang mendung. Lagipula, cuaca mungkin berubah kapan pun dan matahari bisa saja tiba-tiba muncul.
  • Gunakan sunblock setidaknya dengan kadar SPF 30, apalagi jika kulit Anda pucat atau Anda peka terhadap sengatan matahari. Semakin tinggi SPF-nya, risiko Anda terpapar radiasi pun lebih kecil.
  • Oleskan kembali sunblock pada kulit setelah beberapa jam. Ini karena efek perlindungan sunblock akan berkurang seiring berjalannya waktu.
  • Jika kulit Anda berkeringat atau saat Anda berenang, sunblock tidak akan bertahan lama di kulit. Meskipun Anda memilih sunblock yang tahan air (waterproof), rata-rata daya tahannya hanya berkisar pada 40-60 menit saja ketika terpapar air. Maka Anda harus mengoleskan lagi sunblock pada kulit.
  • Mengoleskan sunblock tipis-tipis tidak akan memberikan perlindungan yang maksimal. Semakin banyak Anda memakai sunblock, hasilnya semakin baik. Ratakan pada seluruh permukaan kulit Anda dan pijat ringan agar lebih cepat terserap.   
  • Perhatikan tanggal kedaluwarsa pada kemasan sunblock. Segera ganti tabir surya Anda kalau sudah lewat tanggal kedaluwarsanya karena khasiatnya sudah hilang.

 

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit