Mengapa Gejala Penyakit Kulit Vitiligo Baru Muncul Saat Dewasa?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Vitiligo adalah kondisi langka yang dialami kira-kira satu persen dari seluruh penduduk dunia. Kondisi ini menyebabkan warna kulit seseorang tidak merata. Namun, biasanya gejala vitiligo pertama kali muncul justru di usia dewasa, bukan sejak lahir atau kanak-kanak. Seseorang dengan vitiligo bisa saja tumbuh dengan kulit sehat. Kemudian menginjak usia 20-an atau 30-an, berbagai gejala vitiligo baru mulai tampak.

Mengapa bisa begitu, ya? Simak dulu ulasan berikut ini untuk mengetahui lebih jauh soal vitiligo dan gejalanya pada orang dewasa.

Apa itu vitiligo?

Vitiligo adalah masalah kulit yang ditandai dengan perubahan warna kulit di area-area tertentu. Area kulit yang kena vitiligo akan pelan-pelan berubah jadi seputih susu sehingga kulit Anda akan tampak tidak rata warnanya.

Biasanya yang pertama kali berubah warna adalah area yang paling sering terpapar sinar matahari. Misalnya wajah, punggung tangan, leher, lengan, lutut, serta siku.

Lama-lama, vitiligo bisa menyebar ke bagian tubuh yang lain atau semakin melebar seiring berjalannya waktu. Penyebaran ini bisa berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang penyebarannya merata ke seluruh tubuh. Ada juga yang vitiligonya hanya muncul di bagian tubuh tertentu.

Perubahan kulit ini biasanya tidak menyebabkan nyeri, perih, gatal, atau sensasi apapun. Tekstur kulit juga tidak akan berubah jadi lebih kasar atau lunak. Yang berubah hanyalah warna kulit Anda.

Vitiligo bisa menyerang siapa saja. Kondisi ini tidak melihat jenis kelamin, ras, atau usia. Akan tetapi, pada kebanyakan kasus gejala vitiligo memang baru akan muncul ketika seseorang mencapai usia dewasa muda atau saat dewasa.

Penyebab vitiligo

Hingga saat ini para ahli masih terus mencari apa tepatnya penyebab vitiligo. Akan tetapi, bisa dipastikan bahwa vitiligo bukan disebabkan oleh kanker. Kondisi ini juga tidak diakibatkan oleh infeksi dari virus atau bakteri. Maka, vitiligo tidak bisa ditularkan.

Vitiligo terjadi karena pigmen yang memberi warna pada kulit Anda rusak atau hancur. Akibatnya, kulit Anda kehilangan warna dan jadi pucat atau seputih susu.

Menurut sejumlah penelitian, kira-kira 20 persen dari pengidap vitiligo juga mengidap penyakit autoimun. Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh (imun) seseorang malah menyerang sel-sel dalam tubuhnya sendiri.

Karena itu, vitiligo digolongkan sebagai salah satu kondisi yang muncul akibat penyakit autoimun. Keduanya pun sama-sama dipicu oleh faktor risiko seperti keturunan.

Mengapa gejala vitiligo baru muncul saat dewasa?

Sebenarnya gejala vitiligo bisa saja muncul sejak lahir atau pada orang lanjut usia (lansia). Akan tetapi, kasus-kasus tersebut sangat jarang terjadi pada pengidap vitiligo. Sejumlah penelitian mencatat bahwa setengah kasus vitiligo baru muncul ketika seseorang memasuki usia remaja hingga dewasa.

Meskipun faktor risiko vitiligo yang terbesar adalah keturunan atau genetik, para peneliti juga mencatat bahwa umumnya gejala vitiligo muncul karena dipicu oleh faktor lingkungan. Misalnya kalau Anda habis terpapar sinar matahari, mengalami cedera, kena penyakit tertentu, atau sedang mengalami stres berat. Faktor-faktor tersebut akan mendorong munculnya gejala vitiligo.

Nah, itulah mengapa biasanya vitiligo baru muncul ketika memasuki usia dewasa. Orang dewasa biasanya lebih rentan kena pemicu-pemicu dari lingkungan seperti stres atau paparan sinar matahari. Berbagai pemicu tersebut dapat menyebabkan kerusakan pigmen pada kulit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Manfaat Pisang yang Jadi Buah Favorit Banyak Orang

Tak banyak yang tahu bahwa kandungan kalium dalam pisang berkhasiat menurunkan risiko stroke. Apa lagi manfaat pisang untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Fakta Gizi, Nutrisi 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Pil KB berhubungan dengan hormon. Itu sebabnya, saat Anda memutuskan untuk berhenti minum pil KB akan muncul berbagai efek samping. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

Beberapa orang ada yang memiliki hidung kurang sensitif sehingga sulit mencium bau yang ada di sekitarnya. Kenapa bisa begitu, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Sebagai orangtua, Anda perlu tau bedanya anak yang aktif dan hiperaktif. Yuk, kenali tanda dan cara mengatasi anak hiperaktif!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kesehatan Anak, Parenting 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit



Direkomendasikan untuk Anda

cara pakai termometer

Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
apa itu lucid dream

Sedang Mimpi Tapi Sadar? Begini Penjelasan Fenomena Lucid Dream

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mata Kucing Pada Anak? Waspada Gejala Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengenal Misophonia

Misophonia, Alasan Mengapa Anda Benci Suara Tertentu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit