home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

8 Fakta tentang Albino yang Perlu Anda Ketahui

8 Fakta tentang Albino yang Perlu Anda Ketahui

Banyak mitos atau takhayul mengenai penyandang albinisme atau albino. Untuk mengetahui kebenarannya, simak sejumlah fakta tentang albino berikut ini.

Beragam fakta tentang albino

Albino atau orang dengan albinisme memang berbeda dari kebanyakan orang pada umumnya. Albino punya kulit, mata, dan rambut yang pucat akibat kekurangan pigmen.

Kondisi ini bisa menimbulkan kesan negatif dari orang-orang di sekitarnya. Tak jarang, orang albino kerap dikucilkan dan diejek karena kondisi fisiknya yang berbeda.

Diskriminasi pada albino tak lepas dari berbagai pemahaman keliru di masyarakat mengenai kelainan genetik pada kulit ini.

Berikut ini adalah beberapa fakta tentang orang albino yang perlu Anda ketahui.

1. Diskriminasi orang albino

fakta tentang anak albino

Penyandang albinisme sering mendapatkan diskriminasi. Sebagian kebudayaan Afrika masih menganggap albinisme sebagai kutukan.

Para dukun di Tanzania memburu orang albino karena bagian tubuh tertentu dianggap punya kekuatan gaib untuk membawa keberuntungan dan kekayaan.

Banyak kasus pengasingan, penculikan, kekerasan, dan pembunuhan terhadap anak-anak, perempuan, dan laki-laki dengan albinisme.

Sebuah laporan dari PBB pada 2015 memperkirakan sekitar 80 orang dengan albinisme di Tanzania yang telah dibunuh sejak tahun 2000-an.

2. Bukan hasil perkawinan silang

Anak-anak yang terlahir dengan albinisme mungkin terlihat putih, tetapi bukanlah hasil dari perkawinan silang antar-ras yang berbeda.

Albinisme adalah kelainan genetik yang membuat seseorang tidak memiliki pigmen pemberi warna alami (melanin) pada kulit, rambut, dan mata mereka.

Hal ini menjadikan orang albino memiliki warna kulit putih, rambut lebih terang, dan mata biru pucat atau kemerahan saat terkena cahaya.

Kondisi yang bersifat permanen ini dapat menyerang siapa saja, terlepas dari jenis kelamin, status sosial, atau ras dan etnis seseorang.

3. Terdapat beragam jenis albinisme

Ada beragam jenis albinisme tergantung dari perubahan warna dan penyebab genetiknya. Ini menjadi salah satu fakta tentang albino yang jarang diketahui.

Menurut National Organization for Albinism and Hypopigmentation, terdapat dua kategori utama dari albinisme, yakni albinisme okulokutaneus dan albinisme okular.

Albinisme okulokutaneus atau OCA melibatkan tanda-tanda yang meliputi perubahan warna pada mata, rambut, dan kulit akibat mutasi gen tertentu.

Albinisme okular atau OCA yang lebih jarang terjadi umumnya hanya melibatkan perubahan mata, sedangkan kulit dan rambut tampak serupa orang normal.

4. Kelainan genetik langka

Orang albino mengalami kelainan genetik langka yang memengaruhi produksi melanin atau pigmen warna pada kulit, rambut, dan mata.

Melanin juga berperan dalam pewarnaan retina untuk penglihatan normal. Hal inilah yang menjelaskan fakta tentang orang albino yang mengalami penurunan fungsi penglihatan.

Jumlah kasus albinisme bervariasi di seluruh dunia. Berdasarkan rilis data WHO, angka kasus albinisme di Eropa dan Amerika Utara diperkirakan mencapai satu dari 20.000 orang.

Angka kasus di Afrika bervariasi, mulai dari satu per 5 ribu orang sampai satu per 15 ribu orang. Di beberapa kawasan lain, kasus bahkan meningkat hingga 1 per 3.000 orang.

5. Rentan terkena kanker kulit

kanker melanoma adalah

Manusia tidak perlu melanin untuk bertahan hidup. Namun, kekurangan zat ini bisa menimbulkan gangguan kulit akibat radiasi UVA dan UVB dari sinar matahari.

Orang dengan albinisme menghasilkan vitamin D lima kali lebih cepat dari orang berkulit gelap.

Kurangnya melanin dapat membuatnya lebih mudah masuk dan meresap ke dalam kulit selama terkena sinar UV dari matahari. Akibatnya, albino lebih berisiko terbakar matahari.

Terkena sinar matahari tanpa perlindungan juga membuktikan fakta bahwa albino punya risiko lebih tinggi untuk terkena kanker kulit melanoma.

6. Sering mengalami gangguan penglihatan

Warna iris mata pada penyandang albinisme bisa bervariasi, mulai dari abu-abu muda, biru, cokelat, hingga merah muda atau kemerahan.

Kondisi iris mata yang terlalu transparan karena kurangnya melanin pada retina mata. membuat albino rentan mengalami gangguan penglihatan.

Melanin berperan dalam pewarnaan retina untuk memberikan penglihatan normal. Itulah sebabnya, orang albino cenderung memiliki mata minus atau plus.

Masalah mata lainnya yang terkait albinisme, termasuk pergerakan mata tak terkendali (nistagmus), mata juling (strabismus), dan sensitif terhadap cahaya (fotofobia).

7. Perkawinan sedarah berisiko melahirkan bayi albino

Inses atau perkawinan sedarah berisiko terhadap kelahiran bayi dengan albinisme menjadi salah satu fakta tentang albino. Meski begitu, albino tidak pasti disebabkan oleh hal ini.

Praktik inses antara sepupu dekat, saudara kandung, dan orangtua-anak kandung berisiko sangat tinggi untuk mewarisi albinisme pada keturunannya nanti.

Albinisme termasuk penyakit resesif autosomal, artinya bayi harus lahir dari kedua orangtua yang membawa masing-masing salinan gen abnormal.

Akibatnya, bayi berpeluang 25% mengembangkan albinisme atau 50% untuk membawa gen abnormal yang akan diteruskan ke keturunan berikutnya.

8. Tidak ada pengobatan albino

Orang albino mengalami kelainan genetik sehingga tidak dapat disembuhkan. Namun, sejumlah perubahan gaya hidup dapat meningkatkan kualitas hidupnya.

Gangguan penglihatan dapat diatasi dengan penggunaan kacamata atau lensa kontak. Bedah otot mata juga bisa dokter lakukan pada orang albino dengan mata juling atau strabismus.

Perawatan kulit, termasuk pemeriksaan rutin ke dokter spesialis kulit, penting dilakukan. Oleskan sunscreen minimal SPF 30 dan mengurangi aktivitas di bawah terik matahari.

Selain itu, gunakan pakaian pelindung dari bahaya sinar matahari, seperti baju lengan panjang, celana panjang, topi, kaus kaki, sepatu, dan kacamata hitam.

Mengetahui sejumlah fakta tentang albino dapat membantu Anda memahami kondisi anak-anak atau orang dengan kelainan genetik ini.

Jika ada pertanyaan atau kekhawatiran terhadap kondisi ini, jangan ragu untuk konsultasikan ke dokter guna mendapatkan solusi terbaik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What is Albinism?. National Organization for Albinism and Hypopigmentation. Retrieved 15 November 2021, from https://www.albinism.org/information-bulletin-what-is-albinism/

Albinism. United Nations Human Rights. Retrieved 15 November 2021, from https://albinism.ohchr.org/about-albinism.html

Albinism. DermNet NZ. (2014). Retrieved 15 November 2021, from https://dermnetnz.org/topics/albinism

Albinism. MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 15 November 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/001479.htm

Autosomal recessive. MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 15 November 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/002052.htm

Velton, R. (2017). The ‘silent killer’ of Africa’s albinos. BBC. Retrieved 15 November 2021, from https://www.bbc.com/future/article/20170425-the-silent-killer-of-africas-albinos

Silva, L., Sampaio, V. F., Barbosa, L., Machado, M., Flores-Borges, D., Sales, J. F., de Oliveira, D. C., Mayer, J., Kuster, V. C., & Rocha, D. I. (2020). Albinism in plants – far beyond the loss of chlorophyll: Structural and physiological aspects of wild-type and albino royal poinciana (Delonix regia) seedlings. Plant biology (Stuttgart, Germany), 22(5), 761–768. https://doi.org/10.1111/plb.13146

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 5 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro