10 Cara Menghilangkan Lubang Bekas Jerawat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Lubang bekas jerawat bisa disebut sebagai masalah yang besar dan sangat mengganggu, khususnya bagi wanita. Awalnya lubang bekas jerawat muncul akibat tangan kita yang sering menyentuh jerawat, bahkan memencetnya. Ketika jerawat mulai muncul, besar keinginan kita untuk meminimalisir perkembangan jerawat tersebut dan sering kali kita memencet jerawat hingga pecah. Namun, pada kenyataannya hal itu dapat memunculkan masalah baru yang lebih kompleks, yaitu timbulnya lubang bekas jerawat. Lubang bekas jerawat akan lebih sulit dihilangkan dibandingkan dengan jerawat dan bekas jerawat biasa.

Lebih sulit bukan berarti tidak bisa dihilangkan. Hanya ada satu cara untuk menghilangkan lubang bekas jerawat yaitu dengan melakukan perawatan di klinik dermatolog. Penggunaan krim dan obat-obatan lainnya tidak efektif untuk masalah yang satu ini.

Penanganan secara medis

Prosedur spesifik dermatologi untuk meminimalisir bekas jerawat tergantung dari:

  • Umur, kesehatan keseluruhan, dan riwayat penyakit
  • Tingkat keparahan bekas jerawat
  • Jenis bekas jerawat
  • Toleransi terhadap pengobatan, prosedur, atau terapi
  • Opini atau pilihan Anda

Secara teknis, berikut ini adalah beberapa cara untuk meminimalisir lubang bekas jerawat:

1. Dermabrasi

Dermabrasi dapat meminimalisir bekas luka, bekas jahitan operasi, dan bekas jerawat. Setelah melakukan dermabrasi, kulit Anda akan terasa lebih lembut dan segar. Anda biasanya akan membutuhkan 5-7 hari untuk pemulihan di rumah.

2. Chemical peel (pengelupasan kulit dengan bahan kimia)

Biasanya chemical peel dilakukan untuk menyembuhkan kulit yang terbakar matahari, pigmen tak teratur, dan lubang di jerawat yang tingkat kedalamannya sedikit. Dengan mengangkat lapisan atas kulit, maka kulit akan muncul kembali (regenerasi) dan memperbaiki penampilannya.

3. Injeksi dermal filler

Injeksi ini bertujuan untuk mengganti kolagen yang hilang. Biasanya digunakan untuk memulihkan keriput, bekas luka, dan garis wajah. Injeksi ini bersifat sementara dan dapat bertahan hingga 1 tahun.

4. Laser resurfacing dan terapi sinar

Laser resurfacing menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membakar kulit yang rusak. Biasanya digunakan untuk kulit keriput dan bekas luka ringan. Sedangkan pulsed dye laser adalah tindakan khusus untuk mengangkat lubang bekas jerawat dan menghilangkannya.

5. Punch graft

Punch graft adalah cangkok kulit kecil untuk menggantikan kulit bekas luka, biasanya ini dipakai untuk memperbaiki lubang bekas jerawat yang tergolong dalam.

6. Subcutanous incision (pengirisan di bawah kulit)

Biasanya digunakan untuk memisahkan kulit dan lapisan yang terluka dan dapat meratakan kulit bekas jerawat yang berlubang. Bisa juga disebut sebagai subcision.

7. Transfer lemak autologous

Ini adalah cara mengambil lemak dari bagian tubuh lain untuk diinjeksikan ke dalam kulit. Prosedur ini juga dapat memperbaiki lubang bekas jerawat.

8. Injeksi

Biasanya disebut sebagai injeksi intralesi, yaitu memasukkan obat yang terdiri dari steroid yang berfungsi untuk mengangkat luka dan membuat kulit menjadi halus.

9. Cryotherapy

Cryotherapy adalah teknik membekukan bekas luka yang menyebabkan luka tersebut mati dan lepas dari kulit. Terkadang teknik ini digabungkan dengan teknik injeksi. Meskipun prosedur ini akan mencerahkan kulit, namun efeknya adalah akan ada beberapa bagian kulit yang warnanya lebih cerah (tidak merata).

10. Krim

Krim topical untuk mengatasi bekas luka terdiri dari retinoid dan silicon. Krim tak bisa menghilangkan bekas jerawat secara total, namun ia bisa membantu menyamarkan penampakannya.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Ragam Penyebab Eksim Beserta Faktor Pemicu Kekambuhannya

    Eksim membuat kulit memerah, kasar, pecah-pecah, terasa amat gatal, dan sangat kering. Apa sebenarnya penyebab eksim alias dermatitis atopik?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Kesehatan Kulit, Dermatitis 8 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

    5 Gangguan Kesehatan Akibat Patah Hati

    Dari mulai rambut rontok hingga tekanan darah tinggi, semua bisa terjadi hanya gara-gara putus cinta. Mengapa patah hati menyebabkan gangguan kesehatan?

    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

    Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    5 Cara Merawat Kulit yang Mengelupas

    Entah karena terbakar matahari, perawatan wajah, atau alasan lain, Anda mungkin menemukan kulit mengelupas tiba-tiba. Bagaimana merawatnya agar tak rusak?

    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hidup Sehat, Kecantikan 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    manfaat ampas teh bagi kecantikan

    7 Cara Memanfaatkan Ampas Teh untuk Kecantikan

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    komplikasi dermatitis

    Berbagai Komplikasi yang Mungkin Muncul Akibat Penyakit Dermatitis

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    dermatitis numularis

    Dermatitis Numularis (Eksim Diskoid)

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
    perawatan fototerapi terapi cahaya

    Mengenal Fototerapi, Terapi Cahaya untuk Penyakit Kulit dengan Sinar UV

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 9 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit