Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

7 Pantangan yang Harus Dipatuhi Oleh Penderita Kudis

7 Pantangan yang Harus Dipatuhi Oleh Penderita Kudis

Kudis atau scabies adalah penyakit kulit yang menyebabkan rasa gatal dan sangat mudah menular di kulit Anda. Oleh karena itu, orang dengan kudis sebaiknya menghindari beberapa hal yang dapat memicu kudis semakin parah. Berikut beberapa pantangan scabies.

Pantangan scabies agar infeksinya tidak menular

Apabila Anda sudah memiliki kudis, ada beberapa pantangan yang perlu Anda patuhi guna mencegah infeksinya semakin parah.

Selain itu, perhatikan pola makan Anda untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar menekan infeksi kulit yang muncul.

Berikut ini sejumlah pantangan kudis yang perlu untuk Anda ketahui.

1. Hindari makanan pemicu reaksi alergi

Makanan memang bukan penyebab dari penyakit kulit ini. Maka, Anda sebenarnya tidak ada pantangan scabies pada makanan, selama itu tidak menimbulkan reaksi alergi.

Umumnya, reaksi alergi akan menyebabkan rasa gatal parah pada kulit yang mengalami kudis. Untuk itu, mungkin Anda perlu menghindari beberapa makanan pemicu alergi umum yang bisa meningkatkan gejala kudis, antara lain:

  • susu dan produk susu seperti keju dan mentega,
  • kacang-kacangan,
  • makanan laut seperti kerang, udang, ikan dan lainnya,
  • telur,
  • makanan tinggi gula, dan
  • makanan berlemak.

2. Hindari makanan yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh

Risiko kudis akan meningkat bila sistem kekebalan tubuh Anda menurun. Sistem kekebalan tubuh Anda bertanggung jawab untuk mempertahankan tubuh dari organisme patogen, termasuk tungau kudis.

Ketika tubuh mengenali adanya bahaya, sistem kekebalan tubuh akan merespon dengan melepaskan sel darah putih dan senyawa kimia lainnya ke dalam darah untuk melindungi sel dan jaringan tubuh yang terancam.

Hindari konsumsi makanan yang dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh Anda seperti makanan yang kaya akan lemak jenuh, rendah gizi, dan konsumsi terlalu banyak garam dan gula.

Untuk mempertahankan fungsi kekebalan tubuh ini, sebaiknya Anda mengonsumsi makanan yang bergizi. Perbanyaklah konsumsi buah sumber vitamin C dan sayuran yang kaya vitamin E.

3. Hindari menggaruk kulit yang gatal

Obat pyrimethamine untuk gatal

Menggaruk kulit yang gatal pastinya akan memberi kepuasan saat gatal menyerang. Namun, dengan menggaruknya akan menimbulkan masalah baru, yakni kulit bisa iritasi.

Menggaruk bagian tubuh yang gatal hanya menjadi “obat” sementara dan tidak membantu proses penyembuhan sama sekali. Justru menggaruk akan membuat goresan baru di kulit yang akan tambah bikin gatal.

Oleh karena itu, menggaruk kulit adalah pantangan pasien scabies. Goresan-goresan yang muncul saat Anda menggaruk bisa membuka celah untuk bakteri masuk, infeksi pun terjadi.

Masuknya bakteri baru pada kulit ini menjadi cikal bakal komplikasi gatal yang bisa semakin parah.

4. Berendam terlalu lama

Pernah mendengar gejala kulit gatal dapat diatas dengan berendam oatmeal koloid dan baking soda? Cara ini mungkin bisa mengatasi kulit gatal, tetapi sebenarnya berendam terlalu lama bisa membuat kulit kering.

Saat Anda terkena kudis kulit akan menjadi kering dan retak, karena menjadi lingkungan hidup bagi tungau.

Kondisi kulit kering Anda bisa bertambah parah jika berendam air hangat terlalu lama.

Atur lamanya waktu berendam tidak lebih dari 20 menit. Pastikan air untuk berendam tidak terlalu panas atau hangat suam-suam.

5. Memakai pakaian berbahan wol dan sintetis

memilih pakaian cuaca panas

Pantangan scabies berikutnya adalah dengan memerhatikan bahan pakaian yang dikenakan. Ketika Anda mengenakan pakaian dari bahan sintetis seperti nilon dan poliester atau wol akan menyebabkan iritasi kulit.

Pasalnya, bahan-bahan tersebut membuat kulit cepat panas dan berkeringat, sehingga rentan iritasi.

Serat benang kasar pada wol kurang cocok untuk penderita kudis lantaran kondisi kulit yang tengah sensitif.

Anda lebih disarankan mengenakan pakaian berbahan katun dan rayon. Kedua bahan ini menjaga suhu kulit tetap sejuk, menyerap keringat dengan efektif, dan membuat kulit bisa ‘bernapas’.

6. Hindari kontak fisik

Pantangan kudis selanjutnya adalah membatasi atau menghindari kontak fisik. Baik berbagi tempat tidur, pakaian, hingga berhubungan intim. Pasalnya, scabies sangat mudah menular ke orang lain.

Pengobatan scabies bisa memakan waktu selama 1 – 2 bulan lamanya. Centers for Disease Control and Prevention menjelaskan tungau kudis dapat hidup selama 2 – 3 hari setelah jatuh dari tubuh Anda.

Anda harus melakukan pencegahan tertentu agar tidak menularkan kondisi ini ke orang lain.

Setelah Anda sembuh, pastikan untuk membersihkan kasur, pakaian, dan perabotan dalam air panas yang mencapai 50°C.

7. Melewati satu dosis obat

Kudis dapat diobati dengan krim atau losion khusus yang diberikan dokter. Produk pengobatan tersebut mengandung permethrin atau kandungan lainnya. Pada kasus yang parah, dokter juga dapat memberikan pil.

Jangan sampai melewatkan satu dosis obat yang diberikan, ini agar mencegah tungau bereproduksi di kulit serta menekan kemungkinan kekambuhannya di masa depan.

Penting Anda ketahui

  1. Beberapa obat kudis tidak aman untuk anak-anak, lansia, serta wanita yang sedang hamil atau menyusui.
  2. Untuk mencegah efek samping yang berbahaya, pastikan untuk mengikuti petunjuk dokter dengan benar.

Selalu konsultasi dengan dokter mengenai obat yang sedang Anda konsumsi. Tanyakan pada dokter Anda apakah obat yang sedang Anda konsumsi boleh dikonsumsi bersamaan dengan obat kudis.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Novak-Bilić, G., Vučić, M., Japundžić, I., Meštrović-Štefekov, J., Stanić-Duktaj, S., & Lugović-Mihić, L. (2018). IRRITANT AND ALLERGIC CONTACT DERMATITIS – SKIN LESION CHARACTERISTICS. Acta clinica Croatica, 57(4), 713–720. https://doi.org/10.20471/acc.2018.57.04.13

DERMATOLOGISTS’ TOP TIPS FOR RELIEVING DRY SKIN. (n.d.) American Academy of Dermatology Association. Retrieved August 10, 2022 from, https://www.aad.org/public/everyday-care/skin-care-basics/dry/dermatologists-tips-relieve-dry-skin

Clothing and eczema. (n.d.). National Eczema Society. Retrieved August 10, 2022 from, https://eczema.org/information-and-advice/triggers-for-eczema/clothing-and-eczema/

Foods that fight inflammation. (2021). Harvard Health Publishing. Retrieved August 10, 2022 from, https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/foods-that-fight-inflammation

HOW TO RELIEVE ITCHY SKIN. (n.d.) American Academy of Dermatology Association. Retrieved August 10, 2022 from, https://www.aad.org/public/everyday-care/itchy-skin/itch-relief/relieve-itchy-skin

Prevention & Control. (2018). Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved August 10, 2022 from, https://www.cdc.gov/parasites/scabies/prevent.html

Skin Allergy. (n.d.). ACAAI. Retrieved August 10, 2022 from, https://acaai.org/allergies/allergic-conditions/skin-allergy/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui a week ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro