backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Cryosurgery

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

Cryosurgery

Saat ini sudah banyak cara yang bisa digunakan untuk mengatasi kanker, salah satunya melalui cryosurgery.

Berbeda dengan operasi kanker menggunakan pisau bedah, cryosurgery mengandalkan cairan bersuhu sangat dingin untuk mematikan sel abnormal penyebab kanker.

Lantas, apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan cryosurgery? Simak ulasan berikut untuk informasi lengkapnya.

Apa itu cryosurgery?

Cryosurgery adalah pengobatan menggunakan suhu dingin ekstrem, yaitu sekitar -196°C sampai -25°C, untuk menghancurkan jaringan abnormal, seperti sel kanker. Suhu dingin tersebut berasal dari nitrogen cair atau gas argon.

Metode pengobatan yang juga dikenal dengan cryotherapy atau cryoablation ini akan mengatasi kanker dengan cara membekukan jaringan abnormal.

Jaringan yang membeku akan kekurangan darah dan oksigen. Alhasil, ketika jaringan tersebut mencair, sel kanker akan ikut mati.

Kondisi yang dapat ditangani dengan cryosurgery

gambar cryosurgery

Melansir dari laman National Cancer Institute, berikut adalah berbagai jenis kanker yang bisa diatasi dengan cryosurgery.

  • Retinoblastoma.
  • Kulit, termasuk karsinoma sel basal dan skuamosa.
  • Prostat atau serviks.
  • Hati.
  • Tulang, seperti kondrosarkoma.
  • Paru-paru.

Selain mengobati kanker, cryotherapy juga bisa mengatasi berbagai masalah kulit, seperti kutil, flek hitam, hingga solar keratosis yang bisa menyebabkan kanker kulit.

Metode cryosurgery juga kerap dijadikan pilihan ketika kanker tidak memungkinkan untuk diatasi dengan operasi, misalnya untuk pasien yang sudah sangat tua.

Persiapan sebelum cryosurgery

Setiap pasien bisa menerima instruksi persiapan yang berbeda sebelum mulai cryosurgery, tergantung dengan kondisi yang akan diatasi.

Untuk pengobatan luar, seperti kutil atau kanker kulit, persiapannya biasanya lebih sederhana.

Namun, jika cryotherapy digunakan untuk mengatasi jaringan abnormal di dalam tubuh, seperti kanker tulang atau prostat, pasien mungkin diminta untuk berpuasa setidaknya 8 jam sebelum operasi.

Sebagai bagian dari persiapan, pasien kanker akan diminta untuk memberikan riwayat kesehatan, termasuk informasi tentang alergi, obat, dan suplemen yang sedang dikonsumsi. 

Prosedur cryosurgery

Cryoablation

Terdapat dua metode cryotherapy yang bisa digunakan sesuai dengan lokasi jaringan abnormal. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing metode tersebut.

1. Eksternal

Pengobatan untuk jaringan abnormal yang berada di luar, seperti kutil atau kanker kulit, dilakukan dengan menyemprotkan cairan atau mengoleskan bahan pembeku pada jaringan abnormal menggunakan kapas.

Cairan tersebut akan menyebabkan jaringan membeku, melepuh, lalu terkelupas sehingga jaringan abnormal mati dan sel kulit baru bisa tumbuh sehat kembali.

2. Internal

Untuk mengatasi jaringan abnormal di dalam tubuh, dokter akan menggunakan jarum kecil yang disebut cryoprobe. Alat ini akan dimasukkan ke dalam tubuh melalui sayatan kecil pada kulit. 

Dokter bisa menggunakan beberapa cryoprobe sekaligus jika sel kanker terdapat di beberapa titik. Ketika jaringan yang dibekukan melalui cryoprobe mencair, sel kanker akan ikut mati.

Untuk memastikan lokasi jarum tepat pada sel kanker, dokter bisa menggunakan bantuan MRI atau USG.

Cryotherapy bisa berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam, tergantung lokasi dan ukuran sel kanker. 

Berapa biaya cryosurgery di Indonesia?

Biaya yang dibutuhkan untuk cryosurgery bisa beragam, mulai dari Rp1.000.000,00 hingga puluhan juta rupiah, tergantung jenis kanker dan rumah sakit yang dipilih. Di beberapa rumah sakit, cryosurgery sudah ditanggung oleh BPJS.

Perawatan setelah cryosurgery

Pasien yang menjalani cryosurgery internal biasanya perlu menjalani rawat inap terlebih dahulu.

Hal ini dilakukan agar dokter bisa memantau hasil pengobatan sekaligus memeriksa apakah terdapat efek samping.

Sementara itu, pasien yang menjalani cryotherapy eksternal biasanya boleh langsung pulang.

Pengobatan ini mungkin meninggalkan nyeri ringan pada area sayatan selama tiga hari. Luka pada kulit bekas cairan pengobatan biasanya menghilang setelah 1–3 minggu.

Setelah diperbolehkan pulang ke rumah, dokter mungkin meminta Anda kembali ke rumah sakit untuk melakukan kontrol. Selalu ikuti saran perawatan dari dokter untuk mendapatkan hasil terbaik.

Efek samping cryosurgery

Cryosurgery termasuk dalam jenis bedah minimal invasif sehingga risiko efek sampingnya terbilang cukup ringan, terlebih jika Anda menjalaninya dengan metode eksternal.

Meski begitu, jenis pengobatan ini tetap bisa menimbulkan berbagai risiko efek samping seperti berikut.

  • Infeksi pada bekas luka.
  • Perubahan warna kulit.
  • Kerusakan jaringan sehat di sekitar area operasi.
  • Kulit melepuh.
  • Kerusakan saluran empedu jika cryoablation digunakan untuk mengatasi tumor hati.
  • Jaringan parut, jika cryosurgery digunakan untuk mengatasi kanker kulit.
  • Perdarahan, jika tindakan ini digunakan untuk mengatasi kanker serviks.
  • Kerusakan jaringan tulang sehat jika cryosurgey digunakan untuk mengatasi kanker tulang.

Meski risiko efek samping cryosurgery lebih kecil dibandingkan dengan metode pengobatan kanker lainnya, Anda hanya bisa menggunakan metode ini jika diizinkan oleh dokter.

Pasalnya, setiap orang bisa mendapatkan pengobatan yang berbeda meski memiliki jenis kanker yang sama.

Kesimpulan

  • Cryosurgery adalah pengobatan menggunakan suhu dingin ekstrem untuk menghancurkan jaringan abnormal.
  • Ada dua macam cryosurgery, yaitu eksternal (untuk jaringan abnormal yang ada di luar tubuh) dan internal (untuk jaringan abnormal yang ada di dalam tubuh.
  • Tindakan ini termasuk bedah minimal invasif sehingga risiko efek sampingnya relatif kecil.

Catatan

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan