Pusar merupakan sisa potongan dari tali ari-ari janin. Meski tidak memiliki fungsi khusus, kondisi pusar bisa menunjukkan kondisi kesehatan Anda. Salah satu tanda bila Anda memiliki masalah kesehatan adalah pusar berair.
Pusar merupakan sisa potongan dari tali ari-ari janin. Meski tidak memiliki fungsi khusus, kondisi pusar bisa menunjukkan kondisi kesehatan Anda. Salah satu tanda bila Anda memiliki masalah kesehatan adalah pusar berair.

Dalam kondisi normal, kulit pusar biasanya kering, sama keringnya dengan kulit di sekitar perut.
Namun, beberapa hal bisa menyebabkan cairan keluar dari pusar. Berikut ini beberapa alasan kenapa pusar berair.
Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Microbes and Environments, ada banyak bakteri yang ditemukan di pusar, baik bakteri yang bermanfaat maupun yang berbahaya.
Membiarkan pusar kotor dan lembap dapat memicu bakteri jahat berkembang biak. Akibatnya, bakteri baik kalah dan populasinya digantikan oleh bakteri jahat penyebab infeksi.
Selain kurang bersih, luka akibat tindik pusar menjadi salah satu faktor risiko terjadi infeksi. Jika pusar berdarah sudah terinfeksi, biasanya pusar pun bau dan berair.
Selain itu, cairan yang keluar bisa saja bukan lagi bening, tetapi berwarna hijau atau kuning. Gejala pusar berair dan bau ini juga bisa disertai dengan pusar nyeri.
Selain infeksi bakteri, penyebab pusar berair adalah infeksi jamur. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh Candida albicans, jamur yang tumbuh di tempat yang gelap dan lembap termasuk ketiak, pusar, serta selangkangan.
Infeksi biasanya akan menyebabkan ruam disertai rasa gatal di daerah yang terinfeksi. Jamur penyebab pusar gatal dan berair sebenarnya hidup pada kulit manusia dalam jumlah yang terbatas.
Lagi-lagi, jumlah mikrobiota kulit yang tidak seimbang membuat bakteri baik tidak bisa melawan pertumbuhan jamur berlebih. Akibatnya, Anda pun mengalami udel berair.
Infeksi biasanya akan menyebabkan ruam disertai rasa gatal. Tak hanya itu, gejala lainnya dari infeksi jamur pada kulit pusar biasanya disertai dengan keluarnya cairan putih yang cukup kental.

Kista urachal merupakan kista yang terbentuk jika saluran kemih yang terhubung ke tali pusar tidak menutup dengan benar.
Biasanya, kondisi ini terjadi saat janin masih berada di dalam rahim ibu dan tetap tidak menutup dengan benar hingga bayi lahir.
Akibatnya, benjolan ini bisa mengalami pembengkakan yang berujung pada infeksi. Jika kista sudah terinfeksi, biasanya cairan di dalamnya yang berupa lendir bisa keluar melalui pusar.
Umumnya cairan yang keluar berbau busuk. Adapun gejala lain dari kista urachal, yakni:
Kista epidermoid adalah benjolan yang terjadi di bawah kulit. Kista ini berasal dari tumpukan keratin atau protein penyusun kulit, rambut, dan kuku.
Kondisi ini umumnya dijumpai pada kulit kepala, telinga, wajah, betis, punggung, atau paha dalam.
Meski begitu, kulit pusar juga bisa ditumbuhi kista epidermoid. Kista ini bisa tumbuh lebih besar, lalu meradang dan pecah. Hal ini memicu luka dan terinfeksi.
Saat mengalami infeksi, pusar akan berair, dengan warna putih kental atau kuning serta berbau busuk. Kista juga mungkin berwarna merah dan membengkak.
Ternyata, pusar berair bisa menjadi tanda dari adanya penyakit kronis. Mengapa demikian?
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Medicine, pengidap diabetes berisiko mengalami infeksi jamur, termasuk di pusar.
Perlu diketahui, pengidap diabetes memiliki kadar gula yang tinggi pada darahnya. Nah, gula ini ternyata bisa memberi energi pada jamur alami di tubuh.
Akibatnya, pertumbuhan jamur pun tak terkendali dan menyebabkan pusar gatal dan berair. Maka itu, selalu pantau gula darah Anda serta keluhan kesehatan lain yang mungkin Anda alami.
Pembedahan di bagian perut, seperti hernia dapat mengakibatkan keluarnya cairan atau nanah dari pusar.
Hal ini dikarenakan adanya komplikasi operasi berupa infeksi, baik bakteri maupun jamur.
Jika efek samping atau komplikasi ini terjadi, segera konsultasikan ke dokter.

Pengobatan pusar berair disesuaikan dengan penyebabnya. Berikut pilihan pengobatan yang mungkin dianjurkan dokter.
Jika disebabkan oleh infeksi jamur dokter biasanya akan mengobatinya dengan memberikan obat antijamur, baik dalam bentuk salep, krim, maupun bedak.
Bila tidak kunjung sembuh, dokter mungkin akan memberikan obat antijamur minum.
Begitu juga dengan udel berair akibat bakteri. Kondisi ini diobati dengan obat antibiotik, baik obat salep maupun obat minum.
Jika penyebabnya adalah kista, dokter juga mengobati infeksi dengan antibiotik. Ini merupakan langkah pengobatan pertama yang biasanya dilakukan.
Selain itu, dokter dapat mengobati kista pada pusar dengan melakukan drainase, yakni pembedahan kecil untuk mengeluarkan isi kista.
Kista masih mungkin untuk tumbuh lagi. Oleh karena itu diperlukan tindakan operasi untuk mengangkat kista secara keseluruhan. Operasi pengangkatan kista ini termasuk operasi kecil.
Pusar berair biasanya muncul akibat infeksi. Untuk mencegahnya, usahakan untuk membersihkan pusar setiap hari dengan lembut.
Berikut beberapa cara mencegah udel berair, gatal, dan bau.
Pusar berair bisa menjadi tanda infeksi atau masalah kesehatan lain. Jadi, bila Anda mengalami udel berair disertai dengan gejala seperti demam, kemerahan, nyeri dan sulit buang air kecil segera konsultasikan kepada dokter.
Deteksi dini dan perawatan yang tepat dapat membantu mencegah komplikasi lebih serius.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
U.S. Department of Health and Human Services. (n.d.). Urachal cyst – about the disease. Genetic and Rare Diseases Information Center. Retrieved 11 August 2025, from https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/5425/urachal-cyst
Yano, T., Okajima, T., Tsuchiya, S., & Tsujimura, H. (2023). Microbiota in Umbilical Dirt and Its Relationship with Odor. Microbes and Environments, 38(3), ME23007.
Sebaceous Cysts. (2019). Retrieved 11 August 2025, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/sebaceous-cysts
Candida Albicans: Infections, Symptoms & Treatments. (2025). Retrieved 11 August 2025, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22961-candida-albicans
Epidermoid cysts – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2024). Retrieved 11 August 2025, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/epidermoid-cysts/diagnosis-treatment/drc-20352706
Rodrigues, C. F., Rodrigues, M. E., & Henriques, M. (2019). Candida sp. infections in patients with diabetes mellitus. Journal of clinical medicine, 8(1), 76.
Versi Terbaru
23/09/2025
Ditulis oleh Widya Citra Andini
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.
Diperbarui oleh: Aggy