home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenapa Pusar Saya Berair? Ini 5 Kemungkinan Penyebabnya

Kenapa Pusar Saya Berair? Ini 5 Kemungkinan Penyebabnya

Menurut dr. Aditi Jha, kepala dokter di perusahaan konsultasi medis online JustDoc, pusar berair bisa jadi tanda infeksi. Bakteri, jamur, dan kuman yang terperangkap di dalam pusar dan berkembang biak bisa menyebabkan pusar menjadi terinfeksi. Kondisi ini biasanya ditandai dengan bau pada pusar yang disertai dengan cairan berwarna putih, kekuningan, hingga kecokelatan. Jika infeksi sudah parah, maka perdarahan pada pusar pun mungkin terjadi. Berikut ini ada beberapa penyebab pusar berair yang perlu Anda ketahui.

Penyebab pusar berair

1. Infeksi bakteri atau jamur

Menurut sebuah studi yang diterbitkan di PLOS One, rata-rata pusar mengandung 67 jenis bakteri, baik yang membawa manfaat hingga yang berbahaya. Membiarkan pusar kotor dan lembap dapat memicu bakteri jahat untuk berkembang biak lebih subur. Akibatnya, bakteri baik di dalamnya pun kalah dan digantikan oleh bakteri jahat yang bisa menyebabkan infeksi.

Selain kurang bersih, tindik pusar juga menjadi salah satu faktor risiko terjadi infeksi. Luka terbuka pada bagian pusar yang ditindik menjadi pintu bagi bakteri untuk masuk ke bawah kulit dan menginfeksinya.

Jika sudah terinfeksi, biasanya pusar berair dengan bau yang cukup mengganggu. Selain itu, cairan yang keluar bisa saja bukan lagi bening tetapi berwarna hijau atau kuning yang disertai dengan nyeri. Hal ini menandakan peradangan atau infeksi.

Selain infeksi bakteri, penyebab pusar berair lainnya adalah infeksi jamur. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh Candida albicans, jamur yang tumbuh di tempat yang gelap dan lembap termasuk ketiak, pusar, serta selangkangan. Infeksi biasanya akan menyebabkan ruam disertai rasa gatal di daerah yang terinfeksi. Tak hanya itu, gejala lainnya dari infeksi jamur biasanya disertai dengan keluarnya cairan putih dari pusar yang cukup kental.

2. Kista urachal

Kista urachal merupakan kista yang terbentuk jika saluran kemih yang terhubung ke tali pusar tidak menutup dengan benar. Biasanya, kondisi ini terjadi saat janin masih berada di dalam rahim ibu dan tetap tidak menutup dengan benar hingga bayi lahir.

Akibatnya, benjolan ini bisa mengalami pembengkakan yang berujung pada infeksi. Jika kista sudah terinfeksi, biasanya cairan di dalamnya yang berupa lendir bisa keluar melalui pusar. Umumnya cairan yang keluar berbau busuk. Adapun gejala lain dari kista urachal yakni perut terasa sakit, demam, adanya benjolan di perut, dan rasa sakit saat buang air kecil.

3. Kista sebasea

Kista sebasea adalan benjolan yang dapat terbentuk di pusar dan bagian tubuh lainnya sebagai akibat dari benjolan yang terjadi di kelenjar minyak kulit. Jika kista mengalami infeksi, biasanya akan keluar cairan berwarna putih tebal, kuning, dan berbau busuk. Kista juga mungkin berwarna merah dan membengkak.

4. Diabetes

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Pediatric & Adolescent Gynecology, pengidap diabetes berisiko mengalami infeksi jamur, termasuk di pusar. Hal ini dikaitkan dengan kebiasaan jamur memakan gula sebagai sumber energinya. Masalahnya, gula darah yang tinggi menjadi salah satu ciri khas diabetes yang tidak dikendalikan. Maka itu, selalu pantau gula darah Anda serta keluhan kesehatan lain yang mungkin Anda alami.

5. Pembedahan

Pembedahan di bagian perut seperti hernia dapat mengakibatkan keluarnya cairan atau nanah dari pusar. Jika efek samping atau komplikasi ini terjadi, segera konsultasikan ke dokter karena hal ini menjadi penanda infeksi dalam yang membutuhkan perawatan segera.

Mengobati pusar berair

Pengobatan pusar berair disesuaikan dengan penyebabnya. Jika disebabkan oleh infeksi jamur dan bakteri, dokter biasanya akan mengobatinya dengan salep atau krim antibiotik dan bedak atau krim antijamur.

Namun, jika penyebabnya adalah kista maka langkah pertama yang biasanya dilakukan yaitu mengobati infeksi dengan antibiotik. Selain itu, dapat dilakukan drainase (pembedahan kecil untuk mengeluarkan massa kista). Kista masih mungkin untuk tumbuh lagi, oleh karena itu diperlukan tindakan operasi laparoskopi atau laser untuk mengangkat kista secara keseluruhan.

Usahakan untuk menjaga kesehatan pusar dengan rutin membersihkannya setiap hari. Selain itu, jangan taruh krim atau pelembap apa pun di dalam lubang pusar agar terhindar dari kelembapan berlebih yang dapat membuat bakteri dan jamur berkembang biak lebih subur.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What’s Causing Your Belly Button Discharge? https://www.healthline.com/health/belly-button-discharge#causes accessed on April 11th 2018

All You Need to Know about Belly Button Discharge https://www.medicalnewstoday.com/articles/319864.php accessed on April 11th 2018

What to Do If Your Belly Button Oozes, Smells, and Gets Crusty https://www.menshealth.com/health/a19542350/belly-button-discharge/ accessed on April 11th 2018

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui 12/04/2018
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x