Letak organ sistem pencernaan memengaruhi kondisi kesehatan tubuh. Jika berubah dari tempat asalnya, hal ini bisa menimbulkan penyakit tertentu, salah satunya volvulus.
Letak organ sistem pencernaan memengaruhi kondisi kesehatan tubuh. Jika berubah dari tempat asalnya, hal ini bisa menimbulkan penyakit tertentu, salah satunya volvulus.

Volvulus adalah gangguan saluran pencernaan yang menyebabkan usus terpuntir. Hal ini menyebabkan penyumbatan aliran isi usus. Kondisi ini juga membuat aliran darah menuju usus tersendat.
Volvulus merupakan kondisi darurat medis yang harus segera dioperasi. Hal ini berguna untuk menghindari risiko kematian jaringan di dalam usus akibat aliran darah yang terhenti.
Mengutip buku terbitan StatPearls, usus anak-anak yang terpuntir biasanya usus halus. Sementara itu, orang dewasa mengalaminya pada bagian sigmoid dan cecum.
Sigmoid adalah usus besar ujung di dekat rektum. Cecum adalah kantong yang menyambungkan usus halus dan usus besar.
Volvulus cukup jarang terjadi, tetapi umum di negara-negara tertentu, seperti Afrika, Timur Tengah, India, Rusia, Eropa Timur, dan Amerika Selatan.
Para ahli berpendapat bahwa kondisi ini lebih umum terjadi karena orang-orang di wilayah ini cenderung mengonsumsi makanan berserat tinggi, yang merupakan faktor risiko volvulus kolon.

Gejala usus melintir biasanya hadir secara tiba-tiba, bahkan tidak bisa tertahankan. Jadi, pasien biasanya langsung segera dibawa ke UGD untuk mendapatkan penanganan segera.
Berikut adalah beberapa gejala yang kerap muncul pada volvulus.
Ada pula beberapa gejala tambahan pada anak-anak yang mungkin muncul.
Mengutip situs International Foundation for Gastrointestinal Disorders, beberapa anak-anak terkadang mengalami gejala yang berselang.
Dalam hal ini, bisa muntah dan nyeri perut pada anak bisa muncul dan hilang tanpa penanganan apa pun.
Kondisi ini biasanya muncul akibat usus terpelintir dan kembali lurus dengan sendirinya.
Apabila muncul gejala volvulus di atas, segera periksakan ke dokter. Pasalnya, kondisi ini merupakan darurat medis yang memerlukan penanganan cepat.
Selain itu, volvulus dapat menyebabkan komplikasi serius seperti gangguan aliran darah (iskemia) dan kematian jaringan usus, penting untuk segera mendapatkan bantuan medis saat gejala-gejala ini muncul.
Penundaan pengobatan bisa berakibat fatal. Jika ragu, lebih baik memeriksakan diri lebih awal daripada menunggu hingga gejala memburuk.

Penyebab usus terpuntir pada anak-anak dan dewasa umumnya berbeda-beda.
Penyebab volvulus pada anak-anak adalah adanya malformasi atau pembentukan organ sistem pencernaan yang abnormal sejak dalam kandungan.
Kondisi ini biasanya sudah dialami sejak lahir. Gejalanya bisa muncul dalam tahun pertama setelah bayi dilahirkan.
Sementara itu, berikut adalah penyebab umum usus terpuntir pada orang dewasa.
Beberapa faktor yang membuat orang dewasa rentan memiliki usus terpuntir.
Volvulus yang muncul pada orang dewasa umumnya disebabkan oleh kondisi kesehatan tertentu. Akan tetapi, ada pula yang bisa muncul dengan sendirinya.
Ada beberapa hal yang bisa memicu komplikasi volvulus. Inilah beberapa kemungkinannya.
Jika tidak segera diobati, isi usus yang tersumbat akan membentuk lubang pada usus atau perforasi usus.
Lubang ini nantinya akan memicu infeksi jaringan tipis di dalam perut atau peritonitis.
Selain itu, orang dengan volvulus rentan mengalami sindrom usus pendek.
Kondisi ini membuat seseorang kesulitan menyerap zat gizi akibat usus halus terlalu pendek setelah dipotong untuk membuang jaringan yang mati.
Tanda-tanda sindrom usus pendek yang mungkin muncul, yakni diare, feses berminyak dan berbau sangat busuk, kelelahan, dan berat badan turun drastis.
Meski operasi bisa menyembuhkan volvulus, tindakan ini tidak lepas dari risiko komplikasi.
Beberapa kemungkinan komplikasi akibat bedah usus terpuntir yaitu infeksi luka, abses atau nanah pada panggul, dan sepsis atau infeksi berat sehingga imun menyerang organ dan jaringan.

Ada beberapa tindakan yang digunakan untuk menegakkan diagnosis usus terpelintir.
Pemilihan metode skrining yang tepat membantu Anda atau buah hati mendapatkan penanganan yang sesuai.
Berikut adalah beberapa tindakan yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis volvulus.
Kondisi ini tidak bisa disembuhkan dengan obat-obatan. Jadi, dokter akan melakukan operasi untuk memperbaiki posisi usus.
Bagian perut akan disayat untuk melihat dan mengembalikan usus yang terpuntir. Dokter juga akan mengembalikan suplai darah pasien.
Jika sudah ada kematian jaringan di dalam usus akibat kekurangan darah, bagian tersebut akan dipotong. Setelah dipotong, dokter akan menjahit ujung usus.
Dokter mungkin akan menjauhkan feses dari bekas luka bedah dengan metode kolostomi dan ileostomi.
Saat kolostomi, ujung usus besar yang sudah dipotong akan diarahkan ke dinding perut, lalu dinding perut dibuat lubang khusus.
Sementara itu, ileostomi membuat usus yang telah dipotong akan diarahkan melalui lubang yang sama.
Setelah pulih, pasien yang mendapatkan penanganan kolostomi akan menjalani bedah lanjutan agar tidak lagi mengeluarkan feses dari dinding perut sehingga bisa BAB secara normal.
Jika Anda atau anak mengalami gejala di atas, segera pergi ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Volvulus. (2023). Retrieved 31 January 2025, from https://iffgd.org/gi-disorders/other-disorders/volvulus/
Intestinal Malrotation and Volvulus in Children – Stanford Children’s Health. (2022). Retrieved 31 January 2025, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=intestinal-malrotation-and-volvulus-90-P02009
Le, C., Nahirniak, P., Anand, S., & Cooper, W. (2021). Volvulus. Statpearls Publishing. Retrieved 31 January 2025, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441836/
Colorectal Surgery – Volvulus (Twisting of the Colon). (2024). Retrieved 31 January 2025, from https://colorectalsurgery.ucsf.edu/conditions–procedures/volvulus-(twisting-of-the-colon).aspx
Mesentery. (2025). Retrieved 31 January 2025, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/swollen-lymph-nodes/multimedia/mesentery/img-20007559
Malrotation. (2024). Retrieved 31 January 2025, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/malrotation
Short bowel syndrome – Symptoms and causes. (2024). Retrieved 31 January 2025, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/short-bowel-syndrome/symptoms-causes/syc-20355091
Anastomotic Leak: Symptoms, Treatment & What It Is. (2024). Retrieved 31 January 2025, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22324-anastomotic-leak
Symptoms of sepsis . (2017). Retrieved 31 January 2025, from https://www.nhs.uk/conditions/sepsis/
Perrot, L., Fohlen, A., Alves, A., & Lubrano, J. (2016). Management of the colonic volvulus in 2016. Journal of visceral surgery, 153(3), 183–192. https://doi.org/10.1016/j.jviscsurg.2016.03.006
Versi Terbaru
06/02/2025
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala