home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jangan Asal Telan, Ini Alasan Obat Maag Harus Dikunyah Dulu

Jangan Asal Telan, Ini Alasan Obat Maag Harus Dikunyah Dulu

Obat maag atau obat antasida adalah golongan obat yang berfungsi untuk menetralisir asam di lambung. Beberapa orang yang pernah minum obat maag juga mungkin bertanya-tanya kenapa obat maag harus dikunyah dulu? Apa obat maag memang harus selalu dikunyah? Apa jadinya kalau tidak dikunyah, tetapi langsung ditelan? Simak di bawah ini.

Sekilas tentang obat maag

obat sucralfate sukralfat antasida antacid

Obat maag atau obat antasida umumnya mengandung kandungan aluminium, kalsium, magnesium, atau natrium bikarbonat. Kandungan inilah yang bertindak sebagai zat basa (alkali) untuk melawan lonjakan asam lambung yang tinggi dan pH yang sangat rendah.

Dengan masuknya obat antasida ke dalam lambung, maka kondisi pH asam lambung yang terlalu asam bisa kembali normal.

Pada dasarnya, ada 2 sediaan obat antasida, sediaan dalam bentuk cairan (sirup) dan juga berbentuk tablet. Obat antasida yang berbentuk tablet sendiri juga ada berbagai macam, ada yang berbentuk tablet kunyah seperti jenis Bisodol, Maalox no.1, dan ada juga jenis obat seperti Riopan yang tersedia dalam bentuk tablet kunyah ataupun tablet telan.

Namun, umumnya memang obat maag harus dikunyah dulu sebelum ditelan.

Kenapa obat maag harus dikunyah?

minum obat kusta

Para peneliti dari Pusat Ilmu Kesehatan University of Oklahoma menemukan bahwa mengunyah obat maag lebih aman untuk mengontrol keasaman di kerongkongan dibandingkan menelan tablet antasida.

Selain itu, penelitian dalam Alimentary Pharmacology and Therapeutics menunjukan bahwa efektifitas obat antasida yang dikunyah akan lebih baik dibandingkan yang ditelan.

Penelitian ini dilakukan pada orang-orang yang sebelumnya diberi makan pemicu gejala maag seperti cabai, keju, bawang mentah, dan minuman bersoda. Satu jam kemudian, mereka diberikan tablet kunyah, tablet telan, dan effervescent (tablet larut air).

Setelah dilihat, ternyata kelompok yang menggunakan tablet kunyah dan effervescent jauh lebih efektif mencegah timbulnya gejala maag daripada yang tabletnya ditelan.

Hal ini dikarenakan ketika antasida ditelan, obat ini akan melewati lambung dengan terlalu cepat untuk menetralkan asam. Sedangkan, ketika Anda mengunyah antasida, antasida yang hancur ini ketika memasuki lambung sudah langsung siap bekerja, sehingga obat ini bekerja lebih efektif menyeimbangkan pH lambung. Itulah mengapa obat maag harus dikunyah dulu, baru ditelan dan minum air.

Apa jadinya kalau langsung menelan obat maag?

efek sering minum obat maag

Sampai saat ini tidak ditemukan bahayanya menelan antasida langsung. Namun, konsekuensinya yaitu efektifitas obat maag akan menurun, dan proses penyembuhan juga bisa lebih memakan waktu karena obat tidak bekerja seefektif ketika dikunyah.

Maka, selalu lebih baik mengikuti anjuran penggunaan obat yang tertera di kemasan atau sesuai instruksi dari apoteker. Bila Anda kesulitan harus mengunyah dulu obatnya, minta sediaan obat maag sirup pada dokter atau apoteker Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Robinson, dkk. 2002. Effects of Antacid Formulation on Postprandial Oesophageal Acidity in Patients with a History of Episodic Heartburn. Alimentary Pharmacology and Therapeutics. 16 (3): 435-443

Ritschel WA dan Koeleman HA. 2008. Drug Development and Industrial Pharmacy 5(4):365-386

Web MD. Tanpa tahun. Extra-Strength Chew Antacid Tablet, Chewable. [Online] Tersedia pada: https://www.webmd.com/drugs/2/drug-9607/extra-strength-chew-antacid-oral/details (Diakses 2 OKtober 2018)

Fookes C. 2018. Antacids. [Online] Tersedia pada: https://www.drugs.com/drug-class/antacids.html (Diakses 2 Oktober 2018)

Dr Mirkin. 2015. Chewable Antacids are Better. [Online] Tersedia pada: http://www.drmirkin.com/morehealth/9997.html (Diakses 2 Oktober 2018)

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Tanggal diperbarui 15/10/2018
x