Umumnya, di dalam otak manusia terdapat neuron atau sel-sel saraf yang merupakan bagian dari sistem saraf. Tiap sel saraf saling berkomunikasi dengan menggunakan impuls listrik. Pada kasus epilepsi, kejang terjadi ketika impuls listrik tersebut dihasilkan secara berlebihan sehingga menyebabkan perilaku atau gerakan tubuh seperti kejang. Bila tidak diperhatikan pemicunya, kejang epilepsi bisa terjadi di waktu yang tidak tepat. Lalu apa saja pemicunya kejang epilepsi? Bisakah kita cegah?

Apa saja yang bisa menjadi pemicu kejang epilepsi?

1. Kadar gula darah sedang turun

Dr. Vikram Rao, seorang profesor neurologi di University of California mengatakan, kalau otak adalah konsumen gula terbesar dari semua organ tubuh. Terkadang, ketika kadar gula darah dalam tubuh sedang rendah, atau biasa disebut hipoglikemia, otak akan mengalami masalah.

Maka tak jarang, kejang epilepsi bisa terjadi ketika gula darah tubuh sedang rendah-rendahnya. Lalu, karena hipoglikemia berpotensi menimbulkan efek samping dari obat diabetes (insulin, sulfonylurea), tidak makan pada penderita diabetes sehingga penderita diabetes mungkin berisiko lebih tinggi terhadap jenis kejang epilepsi ini.

2. Berada di bawah udara panas terik

Berjalan, bermain, atau bahkan hanya sekadar berada di bawah terik panas matahari memang cukup berbahaya bagi kondisi kesehatan. Ya, panas-panasan di bawah terik matahari bisa menjadi salah satu pemicu kejang epilepsi.

Pasalnya, ketika Anda berada di bawah panas dalam waktu lama, tubuh agak sulit untuk mendinginkan tubuhnya sendiri. Dan jadinya, otak tidak bisa berfungsi dengan baik pada suhu yang lebih tinggi dan akhirnya kejang pun terjadi.

3. Minum alkohol

Jurnal American Family Physician memperkirakan kalau ada 2 juta orang yang minum alkohol setiap tahunnya. Zat alkohol, bir, dan wine memengaruhi cara kerja otak. Meminum alkohol, terutama dalam jumlah banyak, dapat mengganggu aktivitas elektrik di dalam otak Anda dan memicu kejang.

4. Sedang mengonsumsi obat-obatan

Obat antidepresan seperti bupropion, telah lama dihubungkan dengan adanya efek sampung kejang di beberapa penelitian tertetnu. Lalu, beberapa obat antibiotik,seperti penisilin dan kuinolon, dan obat-obatan antinyeri seperti tramadol dipercaya dapat meningkatkan risiko kejang.

5. Kurang tidur

Dr. Rao juga mengatakan, kalau jam tidur yang sedikit bisa menjadi pemicu kejang epilepsi. Memang belum diketahui alasan pastinya, namun tidur merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Tidur juga bersifat restoratif, yaitu saat tidur tubuh mampu memperbaiki sel-sel yang rusak dan memulihkan energi tubuh.

Adakah cara untuk mencegah kejang epilepsi?

Pertama, yang harus Anda ketahui untuk mencegah kejang epilepsi kambuh adalah mengenali pemicunya terlebih dahulu. Karena, ketika semakin Anda mengetahui hal-hal yang memicu terjadinya kejang dan bagaimana mencegahnya, semakin Anda dapat mengatasi kondisi ini dengan lebih baik.

Biasanya, obat anti- epilepsi bisa mengendalikan kejang pada sekiar 70% orang. Anda disarankan untuk mengikuti resep dokter dengan tepat karena kemungkinan cara ini merupakan cara yang paling efektif untuk bertahan dengan epilepsi.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat mencegah risiko kambuhnya kejang epilepsi:

  • Perbanyak jam tidur setiap malam, cobalah untuk mengatur jadwal tidur yang teratur, dan melakukan dengan disiplin
  • Anda bisa mencoba untuk mengatur stress dan mempelajari teknik relaksasi yang bisa menenangkan otak, tubuh serta pikiran guna mencegah epilepsi muncul.
  • Hindari mengonsumsi narkoba dan alkohol
  • Hindari cahaya yang terang, lampu kelap-kelip, dan rangsangan visual lainnya yang bisa memicu kaget
  • Kurangi waktu Anda menonton TV dan berada di komputer
  • Kurangi bermain video game
  • Terapkan pola makan sehat dan diet untuk mencegah epilepsi¬†

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca