Yang Harus Diperhatikan Saat Menjemur Bayi yang Baru Lahir

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/12/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Ibu biasanya menjemur bayinya yang baru lahir setiap pagi di depan rumah agar terkena sinar matahari langsung. Menjemur bayi baru lahir bertujuan untuk membantu pertumbuhan tulang bayi. Sinar matahari pagi mengandung vitamin D yang baik untuk pembentukan tulang bayi sehingga bayi baru lahir dapat memenuhi kebutuhan vitamin D-nya.

Selain untuk pertumbuhan tulang, ibu yang menjemur bayinya juga bertujuan untuk mengobati penyakit kuning (jaundice) atau ruam pada kulit bayi karena pemakaian popok. Namun, sebenarnya hal ini tidak direkomendasikan. Penyakit kuning sebaiknya ditangani dengan mengikuti anjuran medis. Untuk kulit ruam karena pemakaian popok disarankan untuk lebih sering mengganti popok bayi.

Apakah perlu menjemur bayi baru lahir?

Vitamin D diperlukan tubuh untuk membantu menyerap kalsium dan fosfor dari makanan. Kedua mineral ini penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan tulang menjadi lunak dan lemah, serta dapat berujung ke kelainan bentuk tulang (riketsia). Kebutuhan vitamin D yang terpenuhi dapat melindungi bayi dari risiko osteoporosis, tekanan darah tinggi, beberapa penyakit autoimun, dan kanker saat bayi sudah tumbuh dewasa.

Cara terbaik untuk mendapatkan vitamin D adalah dengan terkena sinar matahari langsung. Bayi perlu terpapar radiasi ultraviolet B (UVB) tingkat rendah dari sinar matahari untuk dapat memproduksi vitamin D. Tubuh memproduksi sebagian besar vitamin D dari sinar matahari yang mengenai kulit. Menjemur bayi di sinar matahari langsung penting dilakukan karena tubuh memerlukan vitamin D dari sinar matahari untuk pembentukan tulang.

Namun, terlalu banyak terkena sinar matahari juga dapat menyebabkan kulit bayi terbakar, dan bahkan dapat menyebabkan kanker kulit (seperti melanoma) dan kanker lainnya pada usia lanjut. Oleh karena itu, ibu harus memerhatikan bagaimana cara menjemur bayi yang benar sehingga bayi mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk pertumbuhan tulangnya bukan mendapatkan kulit yang terbakar atau penyakit yang lebih serius karena sinar matahari.

Berapa lama sebaiknya menjemur bayi?

Berapa lama kulit bayi menjadi merah dan terbakar karena terkena sinar matahari berbeda-beda antar individu. Waktu singkat di bawah sinar matahari, sekitar 10-15 menit sudah cukup bagi bayi dengan kulit cerah untuk mendapatkan vitamin D, dan bagi bayi berkulit lebih gelap diperlukan waktu lebih banyak di bawah sinar matahari untuk menghasilkan jumlah vitamin D yang sama. Saat menjemur bayi, sebaiknya kulit bayi tidak diberi perlindungan tabir surya karena paparan sinar matahari langsung mengenai kulit bayi sangat diperlukan oleh bayi. Lagipula, kulit bayi usia 0-6 bulan masih terlalu sensitif untuk pemakaian tabir surya. Menjemur bayi setidaknya sepuluh menit setiap hari sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan vitamin D pada bayi.

Apa yang harus diperhatikan saat menjemur bayi?

Paparan sinar matahari dapat memberi manfaat sekaligus juga dapat membahayakan kulit bayi. Terpapar sinar matahari terlalu lama dapat membuat kulit bayi terbakar. Kulit bayi yang terbakar dapat menyebabkan nyeri, demam, dan dehidrasi pada bayi. Selain itu, juga dapat meningkatkan risiko melanoma (jenis yang paling mematikan dari kanker kulit) serta kerutan di kemudian hari.

Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika menjemur bayi adalah:

  • Waktu. Waktu menjemur bayi sebaiknya di bawah jam 10 pagi dan di atas jam 4 sore. Sinar matahari paling kuat terjadi antara pukul 10 pagi sampai 4 sore.
  • Durasi. Sebaiknya menjemur bayi tidak terlalu lama, yaitu cukup 10-15 menit per hari. Terlalu lama menjemur bayi di sinar matahari langsung dapat membahayakan bayi.
  • Pakaian. Pakai pakaian yang secukupnya saat menjemur bayi. Sebaiknya tidak melepaskan seluruh pakaian bayi karena bayi baru lahir lebih rentan terhadap penyakit, seperti pilek.
  • Tempat. Sebaiknya menjemur bayi di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Menjemur bayi di balik kaca rumah tidak berpengaruh ke kulit bayi karena sinar ultraviolet dari matahari yang diperlukan untuk produksi vitamin D di kulit tidak menembus kaca.
  • Pelindung. Sebaiknya pakai pelindung kepala, seperti topi dan kacamata kecil untuk bayi. Jangan biarkan sinar matahari langsung mengenai kepala, wajah, dan mata bayi. Sinar matahari dapat mempengaruhi retina mata pada bayi.
  • Tabir surya. Bayi usia 0-6 bulan tidak dianjurkan untuk memakai tabir surya karena kulitnya yang masih sensitif. Jika bayi Anda sudah berusia lebih dari 6 bulan dan Anda ingin memakaikan tabir surya ke bayi Anda sebelum bepergian ke luar, sebaiknya pilih tabir surya dengan minimal SPF 15 dan oleskan ke bayi Anda 15-20 menit sebelum ke luar.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

    Bayi yang keseringan pakai popok, memang rentan terkena ruam popok. Jangan khawatir, ikuti cara berikut ini untuk mengobati dan mengatasi ruam popok.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit

    Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

    Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Parenting, Tips Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

    Tips ini akan membantu Anda menerapkan kebiasaan kesehatan gigi dan mulut pada anak sejak dini. Yuk, cari tahu apa saja caranya di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Konten Bersponsor
    menyikat gigi bersama merupakan salah satu cara mendorong minat si kecil dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak
    Parenting, Tips Parenting 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

    Apa yang Harus Diakukan Jika Anak Step (Kejang Demam)

    Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
    Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 5 menit
    vitamin d untuk menopause

    5 Manfaat Vitamin D untuk Wanita Menopause yang Harus Diketahui

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit
    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

    Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit