Hal yang Harus Diperhatikan Saat Menjemur Bayi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Menjemur bayi baru lahir di bawah sinar matahari pagi sudah menjadi kebiasaan sejak lama. Hal ini tidak hanya sekadar kebiasaan, tetapi memiliki manfaat pada perkembangan tulang dan pertumbuhan si kecil. Namun menjemur bayi tidak bisa sembarangan, ada beberapa cara yang perlu diperhatikan. Berikut penjelasannya.

Manfaat menjemur bayi dengan cara yang tepat

menjemur bayi

Ibu biasanya menjemur bayinya yang baru lahir setiap pagi di depan rumah agar terkena sinar matahari langsung. Perlukah menjemur bayi baru lahir?

Mengutip dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sinar matahari penting untuk meningkatkan vitamin D pada kulit. Bayi baru lahir perlu terpapar radiasi sinar ultraviolet B (UVB) dalam tingkat yang rendah, untuk dapat memproduksi vitamin D. 

Namun saat ini pilihan cara untuk terapi yang paling utama pada bayi kuning adalah fototerapi, bukan paparan sinar matahari (menjemur).

Sebagian besar bayi lahir dengan kadar vitamin D rendah di dalam tubuh, oleh karena itu bayi mengandalkan vitamin D yang berasal dari ASI, sinar matahari, dan suplementasi. 

Vitamin D diperlukan tubuh untuk membantu menyerap kalsium dan fosfor dari makanan. Kedua mineral ini penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi. 

Dalam sejarah yang ditulis Journal of the American Academy of Dermatology (JAAD), di pertengahan abad ke-19 ditemukan bahwa sinar matahari memiliki efek terapeutik untuk penyakit rickets (kelainan tulang karena vitamin D, kalsium, dan fosfat). 

Lalu pada 1958, sinar matahari dipakai sebagai terapi pada bayi kuning. Menjemur bayi selama 10 menit di dalam ruangan dengan sinar matahari dari jendela, bisa membantu terapi pada ikterus neonatorum (bayi kuning) tingkat ringan.

Namun pada 1940 kasus kanker kulit meningkat dan menjadi epidemi di tahun 1970, peneliti sadar bahwa sinar matahari memiliki dampak negatif. Maka, perlindungan kulit, terutama bayi, terhadap sinar matahari sangat penting untuk mengurangi risiko terkena kanker kulit.

Cara menjemur bayi yang tepat

Menjemur bayi di bawah matahari

Menjemur bayi memiliki manfaat untuk kesehatan tulang, tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Berikut cara menjemur bayi yang tepat, mengutip dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI):

Jemur dalam waktu singkat

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan untuk menjemur bayi di bawah sinar matahari dalam waktu singkat, sekitar 15-20 menit.

Selain itu waktu menjemur bayi sebaiknya di bawah jam 10 pagi dan di atas jam 4 sore. Alasannya, jam 10 pagi sampai 4 sore adalah waktu dengan jumlah radiasi sinar UVB paling tinggi. Hal tersebut bisa merusak kulit si kecil.

Tidak perlu melepas pakaian

Beberapa orang merasa perlu melepas pakaian bayi ketika akan menjemur, tapi cara itu tidak perlu dilakukan. IDAI menganjurkan orangtua untuk memakaikan baju, topi, dan tabir surya lama menjemur bayi di bawah matahari langsung. 

Sinar matahari sudah cukup kuat untuk memberikan tambahan vitamin D pada tubuh si kecil, maka tidak perlu melepas pakaiannya. 

Melepas pakaian justru meningkatkan risiko penyakit lain, seperti pilek, sampai kanker kulit kulit dan melanoma. 

Bayi 0-6 bulan tidak perlu tabir surya

American Academy of Pediatrics (AAP) menganjurkan, anak yang berusia di bawah 6 bulan sebaiknya tidak menggunakan tabir surya.

Hal ini disebabkan oleh kulit bayi masih sensitif dan mudah iritasi jika dipakaikan tabir surya. Oleh karena itu lebih baik menghindarkan bayi yang baru lahir dari paparan matahari langsung.

Jika si kecil sudah berusia lebih dari 6 bulan dan ingin memakaikan tabir surya sebelum bepergian ke luar, sebaiknya pilih tabir surya dengan minimal SPF 15 dan oleskan ke bayi 15-20 menit sebelum ke luar. Ini salah satu cara menjemur bayi yang perlu diperhatikan.

Bagian tubuh yang harus dihindari

Ketika sedang menjemur bayi, hindari untuk memakai cara yang kurang tepat. Sebagai contoh, membiarkan sinar matahari langsung mengenai kepala, wajah, dan mata bayi. Sinar matahari dapat mempengaruhi retina mata pada bayi.

Terpapar sinar matahari terlalu lama dapat membuat kulit bayi terbakar. Kulit bayi yang terbakar dapat menyebabkan nyeri, demam, dan dehidrasi pada bayi. 

Selain itu, juga dapat meningkatkan risiko melanoma (jenis yang paling mematikan dari kanker kulit) serta kerutan di kemudian hari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Mencari Tahu dan Mengembangkan Bakat Anak

Setiap anak memiliki bakat yang berbeda. Orang tua perlu mengenali dan membantu mengembangkan bakat anak sejak dini. Bagaimana caranya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Parenting, Tips Parenting 10 September 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Cara Menghilangkan Dahak pada Anak Secara Alami

Dahak yang menumpuk di tenggorokan bisa membuat anak Anda tidak nyaman. Berikut cara alami yang dapat membantu menghilangkan dahak pada anak.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Parenting, Tips Parenting 9 September 2020 . Waktu baca 3 menit

11 Gejala Pneumonia Pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Pneumonia pada anak diklaim sebagai penyebab kematian anak tiap 20 detik. Berikut beberapa gejala pneumonia pada anak yang sebaiknya Anda ketahui.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Parenting, Tips Parenting 3 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Bayi Menangis Terus? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Karena belum bisa berbicara, menangis adalah satu-satunya cara bayi berkomunikasi. Apa saja penyebab bayi menangis dan bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Yurika Elizabeth Susanti
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 3 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

osteoporosis

Osteoporosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 10 menit
gangguan atau penyimpangan makan pada remaja

Penyebab Gangguan Makan pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 19 September 2020 . Waktu baca 10 menit
pendidikan montessori

Mengenal Metode Pendidikan Montessori: Membebaskan Anak untuk Bereksplorasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 4 menit
mengajari anak gosok gigi

6 Cara Efektif Mengajarkan Anak Gosok Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 5 menit