4 Tips Agar Ibu Kuat Puasa Saat Menyusui dan Tak Mengganggu Produksi ASI

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 30/05/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Puasa sebenarnya bukan menjadi alasan bagi ibu menyusui untuk tetap memberikan ASI yang cukup kepada bayinya. Dengan perencanaan yang baik, ibu menyusui tetap bisa berpuasa dan memberikan ASI dengan lancar untuk bayi. Untuk itu, simak dulu tips berikut ini agar puasa saat menyusui berjalan lancar.

Tips menjalankan puasa saat menyusui

Puasa sebenarnya tidak membuat Anda kekurangan asupan makanan, hanya saja waktu makan Anda yang berubah. Jika Anda memanfaatkan waktu berbuka dan sahur dengan mengonsumsi makanan yang cukup kalori dan nutrisi, maka Anda tidak akan kekurangan nutrisi dan produksi ASI tidak akan terganggu.

Untuk itu, Anda harus pintar-pintar memilih makanan saat berbuka dan sahur. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan agar tetap bisa puasa saat menyusui:

1. Pastikan konsumsi makanan cukup saat buka dan sahur

menu sahur dan buka

Karena Anda hanya bisa makan saat berbuka puasa dan sahur, untuk itu manfaatkan kesempatan ini dengan baik. Pastikan ada makanan sumber karbohidrat, protein nabati, protein hewani, sayuran, dan buah-buahan dalam piring Anda saat berbuka dan sahur.

Pastikan makanan yang Anda makan benar-benar mengandung nutrisi yang Anda perlukan, bukan hanya mengandung kalori dan nol gizi. Anda tentu harus memperbanyak makan sayuran dan buah-buahan yang mengandung vitamin dan mineral yang tubuh perlukan.

Sebuah penelitian melaporkan bahwa beberapa kandungan nutrisi dalam ASI menurun saat ibu berpuasa. Kandungan nutrisi tersebut, yaitu zink, magnesium, dan kalium. Untuk mencegah hal ini, Anda perlu mengonsumsi lebih banyak makanan kaya zink (seperti daging, kerang, dan gandum), kaya magnesium (seperti alpukat, kacang-kacangan, tahu, tempe, ikan, dan sayuran), serta kaya kalium (pisang, alpukat, ubi, kentang, tomat, dan ikan).

Jumlah kalori yang harus Anda penuhi saat puasa adalah minimal 1800 kalori per hari. Hal ini penting untuk menjaga tubuh tetap mendapatkan energi dan nutrisi yang dibutuhkan untuk menghasilkan ASI. Jangan sampai saat puasa Anda malah mengalami penurunan berat badan lebih dari 2 kg per bulan.

2. Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi

ion saat sahur

Selain memperhatikan asupan makanan, asupan cairan juga harus diperhatikan saat ibu menyusui berpuasa. Hal ini penting dilakukan agar Anda terhindar dari dehidrasi saat puasa. Dehidrasi pada ibu menyusui tentu dapat mengganggu produksi ASI.

Untuk itu, Anda perlu minum air putih minimal 8 gelas sehari. Ini bisa dibagi, misalnya 3 gelas saat buka puasa, 2 gelas sebelum tidur, dan 3 gelas saat sahur. Ingat, delapan merupakan angka minimal.

Anda mungkin membutuhkan lebih dari 8 gelas untuk mencukupi kebutuhan cairan Anda. Masing-masing orang bisa berbeda-beda kebutuhan cairannya. Anda sendiri yang mengetahui seberapa besar kebutuhan cairan tubuh Anda.

Jika Anda mengalami tanda-tanda dehidrasi, seperti merasa kehausan, urine berwarna kuning cenderung gelap, jarang buang air kecil, merasa lemah, dan sakit kepala, sebaiknya batalkan puasa Anda dengan minum air putih dan beristirahat.

3. Tetap berikan bayi ASI saat ia ingin

gigi anak berlubang

Jika Anda berpikir bahwa terlalu sering memberikan ASI pada bayi saat puasa akan membuat produksi ASI berkurang, maka Anda salah. Justru, semakin sering Anda memberikan ASI pada bayi, semakin banyak juga ASI yang dihasilkan oleh tubuh Anda.

Hal ini karena isapan bayi di payudara ibu menjadi salah satu kunci agar ASI lancar diproduksi oleh tubuh. Jadi, jangan khawatir produksi ASI akan lebih sedikit selama Anda menjalankan ibadah puasa.

4. Pastikan Anda cukup istirahat

saat bayi tidur

Selain asupan makanan dan cairan, istirahat yang cukup juga sangat diperlukan saat berpuasa. Hal ini agar stamina tubuh Anda tetap bugar dan tidak lemas selama menjalankan puasa.

Tidur di siang hari mungkin diperlukan untuk menghemat energi Anda agar tetap kuat menjalankan puasa. Selain itu, kurangilah aktivitas berat dan olahraga saat puasa, serta tetaplah di rumah saat cuaca sedang panas dan lembap.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Artikel dari ahli Arinda Veratamala, S.Gz

Zat Besi Sangat Penting Bagi Bayi, Berapa Banyak yang Dibutuhkannya?

Saat bayi menginjak usia 6 bulan, ASI saja sudah tidak bisa mencukupi kebutuhan zat besi bayi. Nah, jika terjadi kekurangan zat besi, apa sih dampaknya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala, S.Gz
kebutuhan zat besi bayi

Makanan Padat Bayi Sebaiknya yang Seperti Apa?

Bayi yang tadinya biasa menerima makanan dalam bentuk cair (ASI), harus belajar menerima makanan padat. Nah, makanan padat bayi sebaiknya yang seperti apa?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala, S.Gz
makanan padat untuk aanak

Bayi Baru Belajar Makan, Berapa Banyak Porsi yang Harus Diberikan?

Memberi makanan pertama bayi merupakan tantangan khusus bagi ibu. Salah-salah, asupan gizi bayi bisa kurang. Nah, berapa banyak sebaiknya bayi diberi makan?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala, S.Gz
makanan pertama bayi

Yang juga perlu Anda baca

7 Tips Sehat Menjalani Puasa Saat Radang Tenggorokan

Saat puasa, daya tahan tubuh bisa turun. Anda pun jadi rentan kena radang tenggorokan. Nah, ini dia caranya agar tetap lancar puasa saat radang tenggorokan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020 . Waktu baca 4 menit

4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

Bagi beberapa pria, air mani bisa bocor bahkan saat sedang tidak dirangsang. Ada beberapa cara mudah untuk mencegah air mani keluar saat puasa.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . Waktu baca 5 menit

5 Tips Aman Tetap Jogging Saat Puasa

Jika Anda berencana untuk tetap jogging saat puasa, ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan guna menghindari risiko cedera. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hari Raya, Ramadan 13/05/2020 . Waktu baca 3 menit

4 Kiat Jitu Agar Produksi ASI Tetap Lancar Meski Sedang Berpuasa

Semua ibu menyusui tentu ingin produksi ASI yang cukup untuk bayi, bahkan saat sedang menjalani puasa. Nah, agar lebih optimal, simak tipsnya di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 12/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
persiapan puasa untuk lansia

3 Hal yang Harus Diperhatikan Lansia Saat Sahur dan Berbuka Puasa

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
olahraga bersama anak saat puasa

3 Olahraga yang Bisa Dilakukan Bersama Anak di Rumah Saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
tips puasa sehat

4 Tips Agar Tetap Bugar saat Puasa Selama di Rumah Saja

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020 . Waktu baca 4 menit
bolehkah suntik kb saat puasa

Bolehkah Melakukan Suntik KB Saat Puasa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020 . Waktu baca 3 menit