Bagaimana Cara Merawat Luka Tindik pada Telinga Bayi?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Selamat atas kelahiran anak Anda! Ketika si kecil hadir di dunia, tentu sudah banyak persiapan yang dilakukan, termasuk soal melakukan tindik di telinga mungil anak Anda. Masalah yang sering timbul setelah menindik telinga anak adalah luka di sekitar daun telinga. Mengapa telinga bayi sampai bisa luka dan bagaimana cara merawat luka tindik bayi agar tidak semakin menyebar bahkan infeksi? Berikut penjelasannya.

Penyebab telinga bayi terluka saat ditindik

Biasanya telinga bayi sering kali mengalami luka setelah ditindik. Selain karena tindikan, kondisi ini biasanya disebabkan oleh beberapa hal seperti:

  • Kuman
  • Anting terlalu ketat
  • Alergi terhadap salah satu bahan metal dalam anting
  • Ada bagian anting yang masuk ke dalam daun telinga

Berbagai kondisi inilah yang bisa menyebabkan masalah pasca si kecil ditindik.

Cara merawat luka tindik bayi

Luka tindikan bayi sebaiknya tidak didiamkan terlalu lama karena bisa menyebabkan infeksi. Berikut berbagai cara yang bisa dilakukan untuk merawat luka tindikan bayi:

Mencuci tangan sebelum membersihkan dan merawat luka tindik bayi

Bagaimana Anda bisa mengetahui kalau telinga anak mengalami luka karena ditindik? Riley Children’s Health menyebutkan, tanda-tandanya adalah kemerahan dan terjadi pembengkakan 24 jam setelah telinga anak ditindik. 

Saat Anda ingin membersihkan atau merawat luka tindik bayi, About Kids Health menyarankan agar Anda mencuci tangan sebelum menyentuh area yang terluka.

Ini untuk mengurangi risiko bakteri yang menempel di tangan dan berpindah ke telinga anak yang sedang luka. Pasalnya, bagian kulit yang memiliki luka terbuka lebih mudah terkena bakteri.

Hindari menggunakan alkohol

Setelah mencuci tangan dengan bersih, tahap berikutnya untuk merawat luka tindik bayi adalah membersihkan memakai air hangat dan sabun setiap 2 kali sehari saat mandi.

Saat sedang dibersihkan, hindari memakai alkohol atau hydrogen peroxide dan menggosok kulit bayi. Hal ini bisa membuat kulit lembut bayi iritasi dan kering. 

Lepaskan anting

Ketika telinga bayi Anda mengalami luka atau sampai infeksi, lepaskan anting ketika telinga sedang dibersihkan agar luka anak lebih terlihat jelas. Ketika masih iritasi, sebaiknya hindari memakaikan anting pada anak sampai lukanya sembuh.

Kalau anak Anda terlihat memiliki risiko alergi atau sensitif terhadap logam dan bahan lain di dalam anting, hentikan pemakaian anting dalam jangka waktu lama. 

Biasanya, luka akan hilang dalam waktu 2 minggu dengan catatan cara merawatnya cukup bersih dan higienis.

Jika perawatan rumahan tidak kunjung membuat luka tindik membaik, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Cara mencegah luka tindik bayi

Untuk mencegah luka pada bekas tindikan, berikut berbagai hal yang bisa dilakukan:

Hindari menindik telinga bayi baru lahir

Kimberly Schneider, Dokter Anak di Indiana University Health menjelaskan dalam Riley Children’s Health bahwa ia menyarankan orang tua untuk menunggu bayi sampai usia 3 bulan untuk ditindik.

Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan. Bayi baru lahir yang berusia di bawah 3 bulan berisiko mengalami luka dan infeksi saat telinganya ditindik.

“Kalau bayi di bawah 3 bulan mengalami luka dan infeksi sampai demam setelah ditindik, harus dirawat di rumah sakit sesuai dengan kondisinya,” jelas Schneider.

Pastikan peralatan yang digunakan steril

Ketika Anda ingin menindik telinga bayi, pastikan peralatan yang digunakan bidan atau dokter dalam keadaan steril.  Oleh karena itu, lakukan prosedur ini di tempat yang terpercaya. 

Ini dilakukan agar di kemudian hari, Anda tidak bingung merawat luka tindik bayi yang terkadang menjadi masalah orang tua. 

Memilih bahan anting yang tepat

Melihat kondisi kulit bayi yang masih sensitif, Anda perlu ketelitian dalam memilih bahan anting yang tepat.

Beberapa bahan anting yang hypoallergenic atau tidak menimbulkan alergi adalah perak atau emas 24 karat. Tipe bahan ini sangat jarang menimbulkan reaksi alergi pada bayi.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 21, 2020 | Terakhir Diedit: Januari 20, 2020

Yang juga perlu Anda baca