5 Langkah Penting untuk Merawat Luka Bekas Tindikan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Desember 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Meskipun banyak yang mengatakan kalau ditindik alias piercing itu sakit, banyak juga orang yang melakukan tindik di berbagai anggota tubuhnya. Nah, hal yang harus diperhatikan selain rasa sakit dan keberanian untuk menindik adalah merawat luka bekas tindik. Salah-salah merawat luka tindikan, yang ada malah bisa menyebabkan infeksi dan luka. Simak bagaimana cara untuk membersihkan dan merawat luka tindik di tubuh berikut ini.

Cara merawat luka tindik

1. Tindikan cukup dibersihkan 2 kali dalam sehari

Setelah Anda melakukan tindik, pada masa penyembuhan luka tersebut wajib dibersihkan setiap hari. Untuk membersihkan tindikan, disarankan jangan dilakukan terlalu sering. Terlebih kalau luka tindik Anda belum mengering, hal ini akan memperlambat proses pengeringan luka tindik. Kira-kira cukup dua kali saja sehari tiap setelah mandi pagi dan sore, dan baiknya dilakukan tergantung dari rasa sensitivitas kulit dan seberapa banyak aktivitas tubuh yang Anda lakukan.

2. Gunakan sabun antibakteri

Pastikan kalau Anda sudah membersihkan tangan dengan sabun antibakteri. Namun saat membersihkan, lebih baik lapisi tangan Anda dengan sarung tangan lateks atau berbahan vinil. Hindari menyentuh tindikan langsung dengan tangan terbuka.

3. Gunakan kapas dan cairan pembersih

Ketika merawat luka tindik, Anda tidak bisa asal menggunakan cairan pembersih tubuh. Pasalnya, tidak semua cairan bereaksi baik terhadap luka tindik. Anda bisa menggunakan cairan garam laut (cairan saline) yang bermanfaat untuk menyembuhkan luka tindik tanpa rasa sakit.

Garam laut juga bisa mengurangi nyeri pada daerah tubuh yang ditindik. Caranya, ambil ¼ sendok teh garam laut dan larutkan ke dalam 1 cangkir kecil air hangat bersih. Jangan berlebihan dalam menggunakan garam larut, karena yang ada bisa menyebabkan perih pada kulit.

Nah, untuk mengoleskan ke bagian tubuh yang ditindik, Anda wajib menggunakan kapas atau kain kasa yang dicelup ke dalam larutan air garam laut. Bilas dengan lembut, jangan terlalu ditekan dan jangan terlalu tipis juga sentuhannya. Usai membersihkan dengan cairan garam, baru Anda bisa membilas dengan air bersih dan keringkan dengan diangin-anginkan.

4. Hindari tindikan dari debu dan kotoran

Jaga dan hindari luka piercing Anda di bagian tubuh manapun, terutama tindik pusar dan alat kelamin. Tindik di bagian tubuh yang vital tersebut biasanya agak sulit dan rentan luka kalau tidak dibersihkan dengan baik.

Sayangnya, jika tindikan terlalu sering mendapat tekanan atau gesekan dari luar, hal tersebut dapat membuat perhiasan tindik bergeser dan menimbulkan luka baru. Coba konsumsi vitamin C dan suplemen yang mengandung zinc agar luka jadi cepat sembuh dan terawat baik dari dalam tubuh

5. Hal lain yang harus diperhatikan

Jika luka tindik terasa kering dan perih, jangan gunakan salep atau krim yang mengandung zat benzalkonium klorida. Mengapa jangan? Kandungan zat tersebut dapat mengiritasi tindikan dan menunda proses penyembuhan luka tindik.

Jika Anda ingin berenang atau berendam di air, kenakan plester luka anti air guna mencegah air dan bakteri lain masuk ke dalam luka tindik. Pastikan juga jangan ada bekas sabun, shampo atapun krim tubuh yang tertinggal pada area tindikan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Jika dibiarkan terjadi dalam waktu lama, kondisi ini bisa membuat saraf Anda rusak permanen. Apa saja yang menyebabkan saraf kejepit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Zat aditif ada dalam setiap makanan kemasan. Biasanya sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, apakah berbahaya bila dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit