Mempersiapkan Anak Masuk Sekolah, Ini yang Harus Diperhatikan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/08/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Seiring bertambahnya usia dan perkembangan anak balita, berbagai persiapan mulai dilakukan salah satunya saat ia masuk sekolah. Tidak hanya pilihan sekolah yang harus dipertimbangkan, tetapi juga faktor kesiapan si kecil. Berikut penjelasan seputar mempersiapkan anak masuk sekolah.

Kapan sebaiknya mempersiapkan anak masuk sekolah?

Di Indonesia, sekolah dibagi menjadi 4 tingkatan yaitu bermain, wajib dasar, menengah dan tinggi. Waktu dan usia untuk memasukkan anak ke sekolah bisa berdasarkan keinginan anak untuk bersekolah.

Biasanya, anak usia 3-4 tahun akan mengungkapkan sendiri keinginannya untuk sekolah karena melihat teman atau saudaranya sudah mulai pergi ke sana. 

Anda bisa mempersiapkan anak masuk sekolah setingkat PAUD ketika si kecil sudah berada di usia 3-4 tahun.

Apa tanda yang menunjukkan bahwa anak siap sekolah?

mempersiapkan anak masuk sekolah

Menentukan dan mempersiapkan anak masuk sekolah tidak bisa sembarangan, sehingga harus dipertimbangkan secara matang. 

Mengutip dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kondisi dan pola interaksi sosial di sekolah dan di rumah cukup berbeda. Berbagai faktor perkembangan sosial dan emosional, motorik, dan kemampuan kognitif anak perlu dipertimbangkan sebelum mempersiapkan anak masuk sekolah.

Berikut ini tanda-tanda anak sudah siap masuk sekolah setingkat PAUD:

1. Berani komunikasi dan berinteraksi dengan orang lain

Coba perhatikan, apakah anak sudah mengerti dengan perintah sederhana, bisa menjawab jika ditanya, meminta bantuan pada orang lain, atau bentuk komunikasi lainnya dengan orang lain. Jika sudah bisa, artinya anak sudah siap untuk masuk dunia prasekolah.

Untuk membantu anak mempersiapkan diri sebelum masuk prasekolah, sebaiknya latih anak untuk berani menjalin komunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.

Ini bisa dimulai dengan cara mengajak anak bermain di taman atau di tempat bermain yang banyak teman sebayanya. Bermain dengan teman sebaya dapat melatih anak untuk berani dan percaya diri di depan orang lain.

2. Bisa menggunakan toilet sendiri

Ini juga bisa menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan apakah anak sudah siap masuk dunia prasekolah atau belum. Anak yang sudah lulus toilet training atau bisa menggunakan toilet sendiri lebih mudah untuk masuk sekolah dibandingkan anak yang belum bisa.

Anda bisa melatih anak menggunakan toilet sendiri sejak dini. Jika anak belum bisa tapi sudah ingin masuk sekolah, sebaiknya ajarkan anak untuk memberi tahu gurunya saat ia ingin menggunakan toilet.

3. Sudah bisa makan sendiri

Mempersiapkan anak untuk masuk sekolah memang cukup menantang. Namun bila ia menunjukkan sudah mampu melayani kebutuhan dasarnya sendiri tanpa bantuan orang lain. Artinya, anak sudah cukup besar, pintar, dan mandiri. 

Hal ini juga bisa menjadi pertimbangan apakah anak sudah bisa masuk sekolah atau belum. Jika anak sudah bisa makan sendiri, Anda jadi tidak perlu khawatir saat anak makan bersama temannya di sekolah.

4. Bisa ditinggal atau jauh dari orangtua dalam waktu sementara

Salah satu tanda anak siap sekolah adalah ia sudah bisa ditinggal sebentar. Apakah anak merasa nyaman jika Anda tinggal sebentar, sementara ia bermain dengan teman-temannya? Itu salah satu tanda ia sudah siap masuk sekolah.

Mengutip dari situs resmi IDAI, anak harus bisa mengurangi ketergantungannya terhadap pengasuh atau orangtua dalam aktivitas sehari-harinya. Sebagai contoh, makan, minum, atau bermain.

Pasalnya, orangtua dan guru memiliki peran yang berbeda. Guru tidak bisa fokus pada satu anak, sedangkan orangtua atau pengasuh bisa hanya fokus pada si kecil.

Mempersiapkan anak masuk sekolah memang menantang, tapi beri pengertian bahwa teman-temannya yang lain juga melakukan hal sama, jadi ia tidak perlu khawatir jika ditinggal sebentar saat sekolah.

Hal-hal untuk mempersiapkan anak masuk sekolah

mempersiapkan anak masuk sekolah

Akan tetapi, biasanya anak akan rewel ketika pertama kali masuk sekolah. Nah, bagaimana cara membuat si kecil nyaman saat menjalani hari pertama sekolah? Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan anak masuk sekolah

1. Tunjukkan sekolah itu seperti apa

Supaya anak tidak merasa asing dengan lingkungan yang akan dijalaninya, perkenalkan seluk-beluk mengenai sekolah kepada si buah hati.

Beberapa cara yang dapat digunakan antara lain dengan menunjukkan berbagai gambar lingkungan sekolah, mengajak menonton video tentang asyiknya kegiatan di sekolah.

Bisa juga menyanyikan lagu mengenai senangnya bersekolah, membuat cerita sebelum tidur dengan tema sekolah, dan lain-lain. Ini sebagai cara untuk mempersiapkan anak masuk sekolah.

Setelah memperkenalkan hal-hal mengenai sekolah, ada baiknya ajak anak untuk berjalan-jalan mengitari lingkungan sekolah di mana si kecil akan bermain dan belajar bersama teman. 

Kunjungan dapat dilakukan mulai dari bagian halaman sekolah, ruangan kelas, hingga tempat berkumpul dan bermain dengan teman-teman sebaya.

2. Persiapkan bekal anak dengan baik

Satu hal yang hendaknya tidak dilupakan oleh orangtua adalah mempersiapkan bekal menu makanan anak masuk sekolah nantinya. Tentu menu makanannya sesuai dengan kebutuhan gizi anak balita.

Bekal dapat berisi minuman dan makanan anak agar ia semakin semangat saat masuk sekolah. 

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tempat penyimpanan makanan tersebut. Jangan sampai anak Anda kesulitan membuka wadah penyimpanan makanan sehingga menimbulkan trauma dalam benak si kecil.

3. Antar anak di hari pertama masuk sekolah

Setelah berbagai langkah mempersiapkan anak sebelum masuk sekolah, saatnya mengantar si kecil. Pada hari pertama bersekolah, antar dan temani anak agar ia tidak merasa ditinggalkan oleh orangtuanya.

Saat menemaninya bersekolah, ada kalanya Anda harus “menghilang” beberapa waktu dari pandangannya agar anak terlatih untuk tidak melulu ditemani orangtua pada hari-hari berikutnya. 

Bila anak rewel dan memaksa untuk terus-terusan ditemani orangtua, jangan menuruti kemauannya karena nanti akan menjadi kebiasaan. 

Beri pengertian bahwa ketika di sekolah, anak tidak bisa menempel dengan orangtua. Minta anak untuk bermain dengan teman-teman dan gurunya saja.

4. Beri apresiasi

Apabila anak berhasil menjalani hari pertamanya bersekolah dengan baik, berikan apresiasi kepadanya agar si kecil semakin termotivasi dan betah di sekolah. 

Apresiasi dapat berupa pujian lisan, menandai tanggal pertama bersekolah di kalendernya dengan gambar senyuman, mengajaknya jalan-jalan sebagai langkah untuk mempersiapkan anak masuk sekolah keesokan harinya.

5. Bangun kerja sama dengan guru

Bagi anak yang memiliki kondisi atau penyakit tertentu, komunikasikan hal tersebut kepada pengajar di sekolah agar si kecil mendapat perhatian khusus. 

Sebagai contoh, apabila anak memiliki penyakit asma, maka beri tahukan hal tersebut kepada para guru sehingga anak dapat ditempatkan jauh dari paparan debu atau pendingin ruangan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Resep Bekal Sekolah Sehat untuk Anak yang Tak Doyan Makan Nasi

Bukan anak-anak namanya kalau ogah makan nasi. Untuk menyiasatinya, ada banyak resep bekal sekolah yang bebas nasi tapi padat gizi dan bikin kenyang.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Parenting, Nutrisi Anak 18/05/2017 . Waktu baca 8 menit

Masuk Sekolah Jam 6:30 Pagi Ternyata Bisa Mengganggu Kesehatan Anak

Banyak sekolah menerapkan jam masuk pukul 6.30 pagi. Padahal, menurut para ahli, ini justru tak baik bagi kesehatan dan perkembangan anak.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Anak, Parenting 10/04/2017 . Waktu baca 6 menit

9 Latihan untuk Membantu Anak Disleksia Lancar Baca Tulis

Anak kesulitan membaca atau menulis saat di sekolah, bukan berarti ada yang salah dengan kecerdasannya. Ada kemungkinan, si kecil mengidap disleksia.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Parenting, Tips Parenting 30/01/2017 . Waktu baca 8 menit

Apakah Anak Perlu Sekolah Paud (Preschool) Sebelum Masuk TK?

Semakin dini pendidikan anak dilakukan, tentu semakin baik. Tapi apakah ini artinya anak perlu sekolah paud alias preschool sebelum masuk TK?

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Parenting, Tips Parenting 02/01/2017 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

anak takut orang tua

Ortu Wajib Tahu, Inilah 5 Penyebab Anak Takut dan Stres dengan Sekolah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 02/09/2019 . Waktu baca 5 menit
anak tidak mau sekolah, cara membujuk anak agar mau pergi ke sekolah

7 Kiat Jitu Menghadapi Anak Tidak Mau Sekolah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2019 . Waktu baca 8 menit
Si Kecil Tidak Mau Sekolah

Anak Tidak Mau Sekolah Karena Takut Ditinggal Ortu? Ini Siasatnya!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 31/12/2017 . Waktu baca 5 menit
penyakit di sekolah

4 Penyakit yang Biasa Terjadi pada Anak Sekolah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 21/10/2017 . Waktu baca 3 menit