Berbagai Penyebab Anak Kecil Mengalami Insomnia Alias Sulit Tidur

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/08/2017 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Insomnia adalah kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan untuk tidur atau tidak dapat tidur cukup lama sesuai waktu yang dibutuhkan tubuh meskipun ia memiliki kesempatan untuk tidur. Biasanya insomnia lebih cenderung dialami oleh orang dewasa. Tapi ternyata anak kecil juga bisa mengalami insomnia. Sudah banyak penelitian yang mengaitkan anak yang sulit tidur dengan performa akademis yang buruk, terutama pada nilai matematika, membaca, dan menulis. Lantas, apa penyebab anak susah tidur?

Apa penyebab anak susah tidur?

Anak-anak usia 6 sampai 12 tahun umumnya membutuhkan sekitar 10-11 jam tidur setiap malam. Nah, sama seperti orang dewasa, insomnia pada anak ditandai dengan anak sulit tidur, sulit tidur nyenyak, atau keduanya sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhan tidurnya. Anak yang sulit tidur juga mungkin mengeluh lelah sepanjang hari atau ketiduran di kelas, padahal sebenarnya sudah cukup tidur semalam. Diperkirakan sekitar 25% anak akan mengalami kesulitan tidur setidaknya sekali semasa kecil mereka.

Ada dua penyebab utama kenapa anak susah tidur. Berikut penjelasannya.

1. Anak takut tidur sendiri

Anak-anak yang baru mulai belajar tidur sendiri lebih rentan mengalami insomnia. Anak-anak ini biasanya membutuhkan ditemani oleh orangtuanya (salah satu atau keduanya), boneka kesayangan, atau aktivitas favorit untuk memulai tidur (misalnya harus dibacakan cerita). Yang lainnya mungkin butuh untuk dininabobokan, ditimang, dipeluk, atau diberikan susu botol.

Anak kecil biasanya takut tidur sendirian dalam kamar yang gelap, sehingga ia akan ketakutan duluan saat memasuki waktu tidur. Akibatnya, ia mungkin akan mencoba tidur dengan menyalakan lampu atau tv, atau bermain video game untuk mengusir kesunyian. Pencahayaan terang, suhu yang terlalu dingin atau panas, dan suara nyaring di kamar tidur bukanlah suasana yang mendukung untuk tidur nyenyak. Terlebih lagi, anak kecil cenderung sangat peka terhadap lingkungannya. Lingkungan tidur yang buruk bisa membuat anak lebih bergantung pada dampingan orangtuanya untuk tertidur.

Ketika anak terbangun sendirian di tengah malam (entah karena haus atau mimpi buruk), ia mungkin ketakutan dan cemas sehingga tidak dapat kembali tidur tanpa adanya orangtua di sampingnya. Selain itu, anak-anak mungkin juga belum terbiasa dengan perubahan lingkungan tidur yang drastis. Hal inilah yang membuat mereka menghubungkan waktu tidur dengan waktu yang tidak menyenangkan.

2. Anak tidak mau tidur

Penyebab anak sulit tidur kadang hanya sesederhana bahwa anak menolak tidur. Kebanyakan anak sulit tidur karena orangtua yang gagal menetapkan jadwal tidur yang tepat. Banyak orangtua sudah menyuruh anaknya untuk tidur terlalu cepat padahal mereka belum mereka siap untuk tidur atau sudah terlalu lama tidur siang. Tubuh belum memproduksi hormon melatonin dalam jumlah cukup untuk membuatnya tertidur. Anak yang dipaksa tidur terlalu cepat akan mudah merasa bosan, sehingga memicu anak untuk memikirkan hal-hal yang membuatnya takut atau malah mencari pelampiasan lain.

Anak-anak sering menolak tidur dengan mengulur waktu, seperti dengan meminta banyak hal pada orangtua. Misalnya, “Makan dulu deh, tadi aku belom laper soalnya,” “Tapi aku aus”, “Aku maunya pake piyama yang itu bukan yang ini”, atau bahkan meminta membacakan satu cerita lagi sebelum tidur. Akibatnya, waktu tidur yang tadinya terlalu cepat malah jadi mundur begitu lama, membuat anak justru kekurangan waktu tidur atau jadi makin segar dan tidak bisa tidur sama sekali.

Kurangnya waktu bermain untuk anak juga dapat membuat mereka lebih mementingkan waktu yang tersisa untuk bermain sehingga menolak untuk tidur.

Penyebab lainnya kenapa anak susah tidur

Jika Anda sudah menetapkan jadwal tidur anak yang disiplin, tapi anak tetap kesulitan tidur, mungkin penyebab insomnia pada anak bisa disebabkan oleh faktor lain, misalnya:

    • Stres. Ya, sama seperti orang dewasa, stres juga bisa menjadi penyebab anak sulit tidur. Stres bisa anak dapatkan dari lingkungannya, seperti ada masalah dengan teman, memikirkan tentang ujian sekolah, atau tentang aktivitas yang telah ia lakukan. Anak-anak gampang merasa cemas dan khawatir, lebih dari yang Anda pikirkan. Kecemasan berlebih dapat memicu insomnia, baik pada orang dewasa maupun anak.
    • Kelebihan kafein. Meski mungkin tidak disadari, banyak minuman anak-anak, seperti soda, mengandung banyak kafein yang bisa menyebabkan anak sulit tidur.
    • Efek samping obat. Obat-obatan untuk menangani ADHD, antidepresan, kortikosteroid, dan antikonvulsan (kejang) dapat menyebabkan insomnia.
    • Penyakit yang mendasarinya. Anak-anak yang punya asma, eksim, autisme, dan sindrom Asperger lebih sulit untuk tidur nyenyak.

Apa yang harus dilakukan agar anak tidur lebih mudah?

Tetapkan jam tidur yang disiplin untuk anak. Berlakukan jam ini setiap malam, termasuk di akhir pekan. Hal ini membantu tubuh dan pikiran anak terbiasa untuk tidur pada waktu yang ditentukan. Anak akan tidur lebih mudah jika ia pergi tidur pada waktu yang sama setiap malam. Anak juga akan lebih mudah untuk terbangun pada waktu yang sama di setiap pagi.

Sebaiknya anak sudah bersiap-siap untuk tidur dalam waktu 30-60 menit sebelum waktunya tidur. Ciptakan suasana kamar tidur yang sejuk, gelap, dan bebas dari gangguan dan kekacauan (termasuk mainan, tv, dan gadget elektronik). Pastikan juga anak-anak mendapatkan cukup aktivitas fisik di siang hari sehingga mereka tidak memiliki energi berlebih di malam hari.

Usahakan untuk membatasi interaksi dengan anak ketika ia terbangun di tengah malam untuk minta ditemani tidur (misalnya dengan lagu ninabobo atau dikeloni), misalnya dengan berpura-pura tidur. Dengan “nyuekin” anak, ia akan bisa belajar untuk menenangkan dirinya dan kembali tidur sendiri. Orangtua barulah boleh terlibat untuk menemani anak tidur ketika ia menangis tanpa henti.

Membiarkan anak mencoba kembali tidur sendiri mungkin enggan untuk dipatuhi oleh beberapa orangtua karena khawatir dengan keadaannya sehingga orangtua akhirnya membolehkan anak naik ke ranjang untuk tidur bersama ayah ibunya. Hal inilah yang harus mulai dibiasakan orangtua agar anak dapat memulai tidur sendiri dan disiplin untuk jam tidurnya

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

Kemarahakn yang muncul dari anak tanpa diketahui alasannya kerap membuat Anda jengah. Begini cara menghadapi ledakan amarah anak dengan baik.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Parenting, Tips Parenting 06/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Supaya anak mau mendengarkan kata-kata orangtua, Anda perlu siasat khusus. Jangan malah dimarahi atau dibentak. Yuk, simak tips-tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 30/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Hewan peliharaan dan anak adalah gambaran yang menggemaskan. Namun, para orangtua perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum memilih hewan untuk anak.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Parenting, Tips Parenting 10/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit
menyikat gigi bersama merupakan salah satu cara mendorong minat si kecil dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit
menjelaskan rasisme kepada anak

Tips Menjelaskan Rasisme kepada Anak Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 12/06/2020 . Waktu baca 5 menit