×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:

4 Cara Mudah Agar Anak Terhindar dari Kuman Penyakit

Oleh Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

Anda tidak boleh menyepelekan kuman-kuman yang ada di sekitar Anda. Sebagai orang tua, Anda harus paham bagaimana cara agar anak Anda terhindar dari kuman penyakit. Mengapa? Anak-anak lebih mudah terjangkit penyakit infeksi, karena sistem kekebalan tubuhnya yang belum sempurna.

Bagaimana cara agar anak terhindar dari kuman penyakit?

Kenyataannya, pada saat ini sebagian kuman-kuman yang ada di lingkungan sekitar Anda berubah menjadi semakin kuat atau resisten, dan sulit diobati. Kuman penyakit berukuran sangat kecil, hingga tidak dapat terlihat oleh mata manusia tanpa alat bantuan. Hal tersebut membuat kuman bisa dengan mudah masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan penyakit tanpa disadari. Ada empat macam kuman yang umum ditemui yaitu virus, bakteri, jamur dan protozoa.

Namun, sebagai orang tua, Anda tidak perlu terlalu khawatir untuk membiarkan anak bermain di luar karena ada banyak cara pencegahan yang dapat dilakukan sebagai perlindungan ekstra untuk anak. Upaya ini dapat dimulai dari hal-hal sederhana.

1. Patuhi jadwal imunisasi

Anda harus menyadari bahwa sekarang ini kuman penyakit semakin bermutasi dan sebagian besar adalah kuman penyebab penyakit. Ada salah satu upaya untuk membuat anak tetap terlindungi, dengan mematuhi jadwal imunisasi.

Ada banyak alasan mengapa Anda sebagai orangtua harus melakukan imunisasi pada anak sesuai jadwal. Setidaknya jika seorang anak mendapat imunisasi, maka 80-95% akan terhindar dari penyakit infeksi yang ganas.

Semakin banyak bayi dan anak yang terimunisasi, maka penyebaran penyakit pun akan semakin sedikit dan rantai penularan dari anak ke anak lain atau ke orang dewasa yang tinggal bersamanya akan terputus.

2. Membiasakan cuci tangan dan mandi secara rutin

Tubuh anak Anda tidak lepas dari adanya bakteri, misalnya staphylococcus aureus. Bakteri ini dapat menyebabkan berbagai penyakit pada anak, seperti infeksi kulit dan infeksi saluran pernapasan.

Ada salah satu tipe bakteri yang berbahaya, yaitu MRSA (methicillin-resistant staphylococcus aureus). Jenis yang satu ini kebal dengan antibiotik yang biasa dipakai, sehingga lebih sulit diobati karena membutuhkan jenis antibiotik yang lebih kuat.

MRSA dapat menyebabkan masalah yang lebih serius, seperti pneumonia (radang paru) dan infeksi tulang. Bakteri staphylococcus, termasuk MRSA, dapat dengan mudah berpindah melalui tangan anak-anak yang kotor.

Menjaga kulit mereka agar tetap bersih adalah langkah penting untuk menghindar dari penyakit ataupun penyebaran bakteri. Langkah mencuci tangan bisa dibilang paling sederhana dan efektif dalam menghindari kuman penyakit.

Sebab, tangan merupakan salah satu bagian tubuh yang paling banyak terpapar kuman dan menyebarkan kuman ke bagian tubuh lain, seperti mulut dan mata.

Jika anak-anak dapat menjaga tangannya tetap bersih, maka akan menekan risiko terkena penyakit. Cucilah tangan si kecil menggunakan air dan sabun. Selain itu, jaga kebersihan kulit mereka dengan mandi secara rutin menggunakan sabun.

3. Menghindari makanan yang sudah jatuh

Ada anggapan umum mengenai keamanan makanan yang baru jatuh, tidak apa-apa untuk dikonsumsi. Ada yang menyebut 5 detik bahkan 5 menit. Sebuah penelitian yang dilakukan menekankan, 99% bakteri akan langsung menempel pada makanan jatuh tersebut seketika.

Jadi, jika ada bakteri salmonella atau kuman lain yang berbahaya di lantai tersebut, ia langsung akan menempel pada makanan. Meski begitu, aturan tersebut bisa sedikit agak longgar pada saat makanan jatuh di lantai rumah yang sudah yakin kebersihannya.

4. Membersihkan seluruh bagian rumah secara teratur

Karpet merupakan salah satu perabot rumah yang harus dibersihkan secara teratur, agar debu atau bulu hewan peliharaan tidak ikut terisap. Buka pintu dan jendela agar ada perubahan udara pada ruangan yang menggunakan karpet.

Demikian juga tempat tidur yang sering kali menyimpan beragam kuman, yang dapat memicu gejala alergi. Bersihkan tempat tidur dan ganti sprei minimal satu minggu sekali.

Selain itu, waspadai pula sarang kuman di sekitar kamar mandi, mulai dari pegangan pintu yang tidak pernah dibersihkan, handuk yang lembap, tisu bekas pakai yang tidak dibuang di tempat sampah, dan lain-lain.

Baca Juga:

Sumber
×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda untuk membantu memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan We’re excited to guide you on your parenting journey. Your first email will arrive shortly. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca