Beragam Manfaat Homeschooling dan Persiapan yang Perlu Dilakukan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Salah satu metode pendidikan alternatif yang populer saat ini adalah homeschooling. Ada berbagai manfaat homeschooling yang dapat diperoleh dari metode pendidikan ini, namun jangan sampai Anda menerapkannya lantaran mengikuti tren. Sebab, kurang persiapan dari homeschooling justru bisa jadi bumerang bagi anak. Lantas, apa saja manfaat homeschooling dan bagaimana persiapan orangtua sebelum memulai sistem homeschooling untuk buah hatinya?

Beragam manfaat homeschooling untuk anak

Berikut beberapa manfaat yang bisa dirasakan oleh anak jika Anda menerapkan sistem pendidikan homeschooling

  • Lebih leluasa mengembangkan bakat

Salah satu manfaat homeschooling adalah anak bisa mengembangkan bakat secara lebih leluasa. Mengapa? Mengingat homeschooling adalah metode pembelajaran mandiri, orangtua dan anak bisa menentukan sendiri topik, waktu, durasi, hingga metode pembelajaran. Lagi-lagi, metode ini juga disesuaikan dengan minat dan gaya belajar anak.

Metode belajar seperti ini tentu memiliki manfaat bagi anak saat homeschooling, salah satunya anak menjadi lebih cepat paham dan bisa leluasa bertanya kepada pengajar apabila ada hal yang tidak dipahami. Dengan homeschooling, hal ini memiliki manfaat untuk mempercepat proses belajar anak, sehingga anak bisa memanfaatkan waktu yang dimilikinya untuk fokus pada mengembangkan bakat yang dimilikinya.

Pengembangan minat dan bakat yang maksimal ini membuat anak nantinya akan mampu lebih luwes dan siap beradaptasi dengan lingkungan luar dengan kondisi apapun.

  • Waktu belajar lebih fleksibel

Manfaat lain yang juga bisa dirasakan oleh anak saat homeschooling adalah waktu belajar yang fleksibel. Ya, manfaat homeschooling yang satu ini tentu tidak bisa didapatkan anak saat belajar di sekolah formal. Pasalnya, sekolah formal menerapkan waktu belajar yang saklek atau tidak bisa diganggu gugat.

Sementara itu, pada saat menjalani sistem homeschooling, anak bisa lebih leluasa menentukan waktu belajar. Hal ini tentu memberikan manfaat pada anak yang harus homeschooling karena tidak bisa mengikuti jam belajar di sekolah formal.

Anda, anak, dan pengajar bisa saling berunding untuk menentukan waktu yang paling tepat untuk mulai belajar dan berapa lama yang dibutuhkan dalam sehari. Anda juga bisa berunding untuk menentukan lokasi belajar, frekuensi, dan jadwal mata pelajaran yang ingin dipelajari dalam satu hari.

Anda dan tutor bahkan bisa mengubah sendiri jadwal belajar anak jika ia mulai merasa bosan. Sebagai contoh, ketika belajar tentang sistem tata surya, daripada bosan membaca buku dan menghapal nama-nama planet, Anda bisa mengajaknya untuk “studi banding” ke Planetarium.

Bahkan untuk mata pelajaran seperti Penjaskes dan Kesenian yang butuh praktik langsung, Anda bisa memindahkan “kelas” anak ke lapangan atau taman kota dan studio musik. Hal ini juga bisa meningkatkan kesempatan anak meningkatkan kemampuan sosialnya.

Melansir Kids Health, anak yang belajar dengan sistem homeschooling juga mendapatkan manfaat dengan memiliki potensi yang lebih besar untuk terlibat dalam situasi sosial saat sedang belajar di luar rumah.

  • Kemampuan mencerna informasi dengan lebih baik

Manfaat homeschooling yang mungkin tidak dapat didapatkan di sekolah formal adalah proses pencernaan informasi dan pengetahuan yang disampaikan pengajar. Pasalnya, saat homeschooling, anak akan belajar dalam suasana yang tidak terlalu kaku atau membosankan.

Tentu kondisi ini memberikan manfaat bagi anak yang belajar dengan sistem homeschooling karena anak jadi lebih bersemangat untuk memahami isi pelajarannya. Di samping itu, suasana belajar yang tidak membosankan saat homeschooling juga memiliki manfaat agar anak lebih fokus saat belajar tanpa ada gangguan dari orang lain.

Bila anak menemukan kesulitan di sela-sela pembelajaran, anak akan lebih mudah untuk bertanya tanpa harus merasa malu. Hal ini juga termasuk manfaat dari homeschooling karena anak tidak mendapatkan peer pressure atau tekanan dari teman sebaya jika tidak memahami suatu materi.

Di samping itu, pengajar juga bisa langsung memberikan penyelesaian tanpa menghambat proses pembelajaran orang lain. Berbeda dengan sekolah formal, anak mungkin tidak akan merasakan manfaat yang didapatnya dari homeschooling ini.

Sebagai contoh, saat anak tidak mengerti Matematika, guru akan mengajarkan topik tersebut sampai benar-benar tuntas dulu untuk semua murid di kelas. Sesi pertanyaan di tengah kegiatan belajar mengajar (KBM) bisa menghambat waktu belajar siswa lain di dalam kelas.

Dengan homeschooling, tutor dapat memfokuskan perhatiannya hanya untuk satu anak saja.

  • Waktu tidur yang cukup

Ada lagi manfaat homeschooling yang mungkin tidak terpikirkan oleh Anda. Durasi waktu KBM di sekolah Indonesia termasuk yang paling lama di dunia. Anak sekolah rata-rata diwajibkan untuk masuk sekolah pukul 6.30 sampai 7 pagi dan selesai pukul 15.00 WIB.

Ini belum termasuk lama waktu yang dihabiskan untuk les bimbel dan sebagainya. Ironisnya, nilai akademis rata-rata anak Indonesia setelah belajar nonstop selama kurang lebih 8 jam tetap lebih rendah daripada pelajar Singapura, yang hanya belajar sekitar 5 jam saja setiap hari.

Hal ini diduga karena rutinitas masuk sekolah yang memaksa anak untuk bangun subuh dan tidur larut malam hampir setiap hari jadi mengacak-acak kualitas tidur mereka. Anak yang kurang tidur cenderung mudah merasa mengantuk hingga ketiduran di kelas selama pelajaran berlangsung.

Lambat laun ini akan berimbas pada performa anak di sekolah. Selain masalah akademis, kurang tidur juga dikaitkan dengan risiko kolesterol tinggi dan obesitas anak di masa depan.

Pada usia menjelang remaja, anak yang kurang tidur lebih cenderung lalai, impulsif, hiperaktif, dan menentang. Maka, bukan lagi fenomena baru melihat performa akademis anak yang tidak cukup tidur anjlok daripada teman-teman lainnya. Sementara itu, anak mungkin tidak akan mengalaminya jika homeschooling.

Pasalnya, salah satu manfaat homeschooling yang telah disebutkan adalah waktu belajar yang fleksibel. Itu artinya, anak bisa menyesuaikan waktu belajar, waktu istirahat, dan waktu bermain. Bisa jadi, manfaat dari menjalani sistem homeschooling adalah hidup anak menjadi lebih seimbang.

Kurang tidur juga meningkatkan risiko anak sekolah jadi ketergantungan pada obat-obatan antikecemasan dan obat tidur. Efek penyalahgunaan obat-obatan ini nantinya malah memicu anak semakin cemas dan sulit tidur.

Nah, manfaat lain yang bisa didapatkan dari homeschooling untuk anak adalah orangtua bisa memantau pergaulan anak . Dengan begitu anak-anak akan terhindar dari pergaulan bebas atau pengaruh negatif yang tidak perlu di sekolah. Selain itu, manfaat homeschooling yang juga bisa dirasakan oleh anak dan orangtua adalah waktu yang dihabiskan untuk bersama-sama menjadi lebih banyak.

Persiapan orangtua sebelum menerapkan sistem homeschooling

Sebagai orangtua, Anda tentu memiliki kewajiban untuk mempersiapkan beberapa hal sebelum menerapkan sistem pendidikan homeschooling pada anak. Berikut adalah beberapa persiapan homeschooling yang harus Anda pahami.

1. Cari informasi sebanyak-banyaknya

Anda mungkin tidak dapat merasakan manfaat dari homeschooling jika Anda tidak melakukan persiapan dengan matang. Salah satu yang perlu Anda lakukan adalah mencari dan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang homeschooling.

Meski sekilas homeschooling terlihat santai, Anda sebaiknya tidak menyepelekan sistem ini. Bagaimanapun, ini menyangkut nasib pendidikan dan masa depan anakHomeschooling akan sia-sia dan anak mungkin tidak akan merasakan manfaat dari sistem ini jika Anda menyepelekannya. 

Jadi pastikan Anda memahami sistem ini dengan baik, sehingga bukan sekadar mengikuti tren yang sedang booming. Anda bisa mencari informasi di buku, internet, atau mendatangi pusat kegiatan belajar yang menyediakan sistem ini. Bahkan jika perlu, Anda bisa bertanya langsung ke orangtua lain yang sudah menjalankan sistem pembelajaran ini lebih dahulu. 

2. Ajak anak berdiskusi

Anak juga mungkin tidak dapat merasakan manfaat homeschooling jika tidak bisa menikmati prosesnya. Itu tandanya, pendapat dan persetujuan anak dalam menerapkan sistem homeschooling adalah hal yang penting.

Setelah mencari informasi sebanyak-banyaknya seputar homeschooling, sampaikan informasi tersebut pada anak dan ajaklah ia berdiskusi. Apakah dengan semua informasi yang Anda berikan, anak Anda bersedia untuk mengikuti sistem pendidikan ini?

Jelaskan pada anak dengan bahasa dan cara yang paling mudah mereka mengerti tentang homeschooling dan bedanya dengan sekolah formal pada umumnya. Meskipun Anda ingin yang terbaik untuk anak, ingatlah anak juga berperan mengambil keputusan.

Bahkan, sebenarnya yang paling menentukan adalah keinginan anak, karena merekalah yang nanti akan menjalaninya. Jadi, ada baiknya Anda tidak mengambil keputusan sepihak untuk menjalankan sistem ini kepada anak.

3. Lihat kemampuan finansial keluarga

Persiapan lain untuk memberikan pendidikan homeschooling untuk anak adalah urusan finansial. Anda juga tidak disarankan untuk memaksakan diri jika biaya homeschooling untuk anak tidak sesuai dengan kondisi finansial keluarga.

Percuma saja jika anak merasakan manfaat dari sistem homeschooling tapi Anda dan keluarga kesusahan membayar biayanya. Masalahnya, biaya homeschooling amat bervariasi. Hal ini biasanya tergantung pada program yang dirancang untuk anak dan tenaga pengajar atau tutor yang digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar.

Itu sebabnya, persiapan homeschooling ini juga perlu dilakukan dengan menyesuaikannya dengan budget Anda.  Jika ternyata keuangan Anda terbatas, memilih homeschooling yang disediakan oleh PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) adalah keputusan tepat.

Sebaliknya, jika keuangan Anda cukup mapan, sistem homeschooling dengan kurikulum internasional dan bantuan tenaga pengajar dari luar bisa dipertimbangkan. Setiap orangtua pasti akan selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi sang buah hati. Oleh karena itu, buatlah pilihan yang bijak dan paling sesuai dengan situasi dan kondisi, termasuk keuangan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Cara Menghilangkan Dahak pada Anak Secara Alami

Dahak yang menumpuk di tenggorokan bisa membuat anak Anda tidak nyaman. Berikut cara alami yang dapat membantu menghilangkan dahak pada anak.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Parenting, Tips Parenting 9 September 2020 . Waktu baca 3 menit

11 Gejala Pneumonia Pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Pneumonia pada anak diklaim sebagai penyebab kematian anak tiap 20 detik. Berikut beberapa gejala pneumonia pada anak yang sebaiknya Anda ketahui.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Parenting, Tips Parenting 3 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Bayi Menangis Terus? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Karena belum bisa berbicara, menangis adalah satu-satunya cara bayi berkomunikasi. Apa saja penyebab bayi menangis dan bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Yurika Elizabeth Susanti
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 3 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Mengulik Tahapan Perkembangan Emosi Anak Usia 6-9 Tahun

Kemampuan dalam mengelola emosi perlu ditumbuhkan dalam diri anak sejak kecil. Sudah tahukah Anda tahapan perkembangan emosi anak usia 6-9 tahun?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 3 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gangguan atau penyimpangan makan pada remaja

Penyebab Gangguan Makan pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 19 September 2020 . Waktu baca 10 menit
pendidikan montessori

Mengenal Metode Pendidikan Montessori: Membebaskan Anak untuk Bereksplorasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 4 menit
mengajari anak gosok gigi

6 Cara Efektif Mengajarkan Anak Gosok Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 5 menit
bakat anak

Tips Mencari Tahu dan Mengembangkan Bakat Anak

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 4 menit