Ciri-ciri Anak Anda Mengidap Gangguan Kesulitan Belajar

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Apakah anak Anda mengalami keterlambatan dalam menulis dan membaca? Memang, tidak semua anak dapat dengan mudah menerima pelajaran yang ia dapatkan di sekolah. Ada sebagian anak yang mengalami kesulitan belajar, susah untuk membaca dan menulis, padahal teman-teman di usianya sudah fasih dan mampu melakukannya.

Jangan langsung menuduhnya malas, apalagi bodoh. Mungkin anak Anda mengalami gangguan kesulitan belajar. 

Apa itu gangguan kesulitan belajar pada anak?

Anak yang mengalami kesulitan belajar, bukan berarti anak Anda tidak cerdas dan tidak memiliki kemampuan sama sekali untuk menerima pelajaran yang diberikan. Kesulitan belajar adalah masalah yang memengaruhi kemampuan otak untuk menerima, mengolah, menganalisis, atau menyimpan informasi, sehingga memperlambat anak dalam perkembangan akademik.

Tapi sebagai orangtua, Anda jangan kecewa dulu, faktanya anak-anak yang memiliki gangguan ini cenderung lebih cerdas dan pintar ketimbang anak-anak yang normal.

Apa ciri-ciri anak saya mengalami kesulitan belajar?

Tanda-tanda seorang anak mengalami kesulitan belajar sudah terlihat sejak ia berusia 3-5 tahun. Pada masa-masa tersebut, biasanya anak-anak akan mengalami perkembangan kognitif yang pesat, sehingga anak yang mengalami gangguan belajar akan mengalami keterlambatan.

Meski tanda kesulitan belajar setiap anak berbeda-beda, namun berikut adalah tanda yang paling sering dialami oleh anak:

  • Susah untuk membaca atau menulis
  • Memiliki masalah dalam kemampuan berhitung
  • Susah untuk fokus
  • Mengalami kesulitan dalam mengikuti perintah yang diberikan
  • Sulit mengerti tentang konsep waktu

Walaupun Anda menemukan lebih dari satu tanda tersebut pada anak Anda, Anda harus tetap membawa anak Anda untuk diperiksakan oleh tenaga profesional agar diketahui dengan pasti kesulitan belajar seperti apa yang dialami oleh si anak.

Apa penyebab kesulitan belajar terjadi pada anak?

Sebagian besar kesulitan belajar terjadi akibat adanya gangguan terhadap perkembangan otak anak, entah ketika anak berada di dalam kandung, saat lahir, ataupun ketika berusia balita. Beberapa hal yang dapat menyebabkan seorang anak mengalami gangguan perkembangan otak yaitu:

  • Ibu mengalami komplikasi saat masa kehamilan
  • Terjadi masalah ketika persalinan, sehingga membuat oksigen tidak diterima oleh si bayi dan menyebabkan otaknya terganggu.
  • Ketika balita, anak mengalami sakit yang keras seperti meningitis atau trauma pada bagian kepala.

Meskipun begitu, sampai saat ini para ahli belum mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan kesulitan belajar ini terjadi pada anak.

Apa saja tipe-tipe dari gangguan belajar yang mungkin dialami anak?

Ada banyak tipe dan jenis gangguan belajar yang bisa dialami oleh anak, namun berikut adalah beberapa gangguan yang sangat sering dialami, yaitu:

  • Dyspraxia yaitu gangguan yang terjadi pada koordinasi motorik anak, seperti koodinasi gerakan tangan atau kaki. Beberapa gejala yang mungkin terjadi yaitu anak menjadi sensitif terhadap cahaya, rasa, atau bau, sulit untuk menggerakkan berbagai indera tubuhnya, mempunyai kemampuan keseimbangan yang kurang baik.
  • Disleksia adalah kesulitan belajar pada anak yang menyebabkan mereka susah untuk menulis, membaca, dan mengeja. Beberapa gejala umum yang dialami oleh anak yang memiliki disleksia adalah susah untuk memproses serta mengingat hal-hal baru, sulit untuk melafalkan kata-kata baru, termasuk mempelajari bahasa asing.
  • Dysgraphia, diketahui sebagai kesulitan untuk menulis. Seorang anak yang mengalami hal ini, bahkan akan susah untuk memegang pensil atau pulpen untuk menulis. Tanda lain yang terlihat dari gangguan ini yaitu, anak menunjukkan ketidaksukaannya terhadap kegiatan menggambar atau menulis, menyebutkan atau mengatakan kata yang sangat keras ketika menulis, serta sulit untuk menulis kalimat dalam bentuk yang baik dan benar.
  • Dyscalculia, adalah ketidakmampuan seorang anak dalam hal menghitung. Tanda dyscalculia akan berbeda-beda pada setiap orang, tetapi sebagian besar anak yang dyscalculia tidak dapat mengenali angka. Ketika tumbuh dewasa, mereka akan susah untuk melakukan perhitungan yang sederhana bahkan susah untuk mengingat angka.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca