Cara Menggendong Bayi Dengan Gendongan Modern

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/06/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bayi memiliki struktur tubuh yang masih rentan mengalami cedera. Oleh karena itu, Anda benar-benar perlu memerhatikan cara menggendong bayi yang tepat agar anak terhindar dari cedera seperti hip dysplasia. Jika dilakukan dengan tepat, menggendong bayi memiliki banyak manfaat seperti menangkan anak yang rewel, membantu menurunkan risiko ibu mengalami depresi pascamelahirkan, dan juga menambahkan kedekatan ikatan antara anak dengan orangtua. Agar tidak keliru, simak ulasan berikut tentang cara menggendong bayi yang benar.

Cara menggendong bayi dengan gendongan

Berikut ini berbagai cara tepat menggendong bayi dengan gendongan:

Menggendong di depan

gendong bayi depan
Sumber: Ergobaby

Menggendong bayi di depan biasanya dilakukan saat bayi memasuki umur 4-6 bulan atau saat leher dan kepalanya mulai tegak dan kuat. Lebih disarankan untuk menggendong bayi di depan dengan posisi bayi menghadap ke Anda. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Pakai gendongan bayi di tubuh Anda dan kendurkan terlebih dahulu tali-tali penyangganya jika diperlukan.
  2. Setelah itu, angkat bayi dan taruh ke dalam gendongan. Jika kesulitan, mintalah bantuan pasangan untuk menaruh bayi di dalamnya dengan posisi menghadap ke arah dada atau ke arah luar.
  3. Kemudian, posisikan kaki bayi agar kakinya membuka membentuk huruf M (lihat gambar). Posisi ini membuat beban di antara persendian pinggul dan paha bayi tidak terlalu berat dan paha tidak terlalu menggantung ke bawah.
  4. Pastikan wajah bayi tetap terlihat dari atas dan tidak tertutupi oleh baju orang yang menggendong sehingga bayi kesulitan bernapas. Wajah bayi harus terlihat dan berada di tepi atas gendongan.
  5. Sesuaikan lubang yang terdapat di bawah gendongan tempat kaki bayi agar tidak terlalu longgar atau bahkan terlalu kencang.
  6. Cek kondisi bayi secara berkala dan pastikan ia tidak dalam posisi melengkung, tinggi sebelah, dan dagu serta wajahnya tidak terlalu menempel ke kain atau dada.

Menggendong di belakang

Sumber: Ergobaby

Cara menggendong bayi di belakang sebenarnya mirip dengan menggendongnya di depan. Hanya saja Anda perlu lebih hati-hati. Pasalnya, Anda tidak bisa mengawasi apa yang bayi lakukan saat digendong di belakang. Selain itu, Anda juga perlu meminta bantuan orang lain untuk menaikkan bayi ke dalam gendongan untuk menghindari cedera. Kemudian, pastikan bayi menempel dekat dengan punggung. Kencangkan gendongan tetapi tetap beri ruang agar bayi merasa nyaman.

Prinsip penting dalam menggendong bayi

Untuk mendapatkan cara menggendong yang cukup aman, Anda perlu memenuhi prinsip-prinsip yang dikenal sebagai TICKS, yaitu:

  • Tight = ketat, bayi terasa dipeluk oleh Anda sehingga Anda dan bayi merasa nyaman
  • Invisible = Anda dapat selalu melihat wajah bayi.
  • Close enough to kiss =Kepala bayi dekat dengan Anda sehingga mudah dicium saat digendong.
  • Keep chin off the chest = dagu bayi tidak menekuk ke arah dada, sehingga tidak mengganggu pernapasan
  • Support back = gendongan yang dipakai bisa menyangga punggung bayi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Teknik Menenangkan Bayi Menangis yang Sudah Terbukti Ampuh

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menenangkan ketika bayi menangis terus. Penasaran apa saja? Simak tipsnya di bawah ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 24/04/2018 . Waktu baca 4 menit

Posisi Menggendong yang Salah Bisa Sebabkan Hip Dysplasia Pada Bayi

Menggendong adalah aktivitas yang sering dilakukan ibu atau ayah. Namun menggendong tidak sembarangan lho. Perhatikan posisi menggendong bayi Anda!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 27/02/2018 . Waktu baca 6 menit

Bayi Sering Kaget, Sebenarnya Bahaya atau Tidak?

Bayi sering kaget umum terjadi di usia tiga hingga empat bulan dan selama tidur malam. Apakah ini wajar atau pertanda masalah kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 22/12/2017 . Waktu baca 8 menit

Bolehkah Ibu Menggendong Anak Saat Hamil?

Boleh tidak menggendong anak saat hamil? Apa risiko yang akan muncul? Simak penjelasan boleh atau tidaknya pada artikel berikut ini.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 22/03/2017 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi bau tangan

Bayi yang Sering Digendong Bisa ‘Bau Tangan’, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2019 . Waktu baca 3 menit
anak minta gendong

4 Cara Mengakali Anak Supaya Tidak Minta Gendong Terus

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 05/10/2018 . Waktu baca 4 menit
cara mengatasi turun peranakan

5 Cara Mudah Mengatasi Turun Peranakan Tanpa Obat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 21/08/2018 . Waktu baca 4 menit
menggendong bayi

Seperti Apa Posisi Menggendong Bayi yang Paling Tepat?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 05/05/2018 . Waktu baca 4 menit