Tips Mendidik Anak Tunggal agar Tidak Menjadi Egois dan Manja

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26/03/2020
Bagikan sekarang

Memutuskan berapa orang anak pada sebuah keluarga ideal tentu keputusan bersama orang tua. Sebagian besar orang mungkin merasa cukup dengan dua anak. Namun, tak sedikit keluarga yang hanya terdiri dari satu anak. Sayangnya, hal ini menimbulkan beberapa stereotip mengenai anak tunggal. Salah satu contohnya adalah anak tunggal cenderung memiliki sifat manja dan egois. Padahal, karakter anak bergantung pada bagaimana cara orang tua mendidik anak. Apabila Anda memiliki anak tunggal dan tidak ingin anak memiliki karakter seperti yang menjadi stereotip, beberapa cara ini mungkin dapat membantu.

Cara mendidik atau membesarkan anak tunggal

Sebagian besar orang tidak asing dengan stereotip anak tunggal. Bahkan mungkin Anda pernah melihat karakter seseorang lalu mengidentifikasi apakah orang tersebut anak tunggal atau bukan.

Anak tunggal seringkali dinilai memiliki sifat yang cenderung negatif. Agar si kecil kelak tidak memiliki sifat sesuai stereotip anak tunggal, berikut beberapa tips mendidik anak tunggal yang mungkin Anda butuhkan.

1. Ajak dan dorong anak untuk bersosialisasi

Sebuah penelitian pada tahun 2004 yang diterbitkan di Journal of Marriage and Family menemukan bahwa anak tunggal cenderung memiliki kemampuan bersosialisasi yang lebih rendah dibandingkan anak lain dengan usia sebayanya yang memiliki saudara kandung.

Namun, bukan berarti anak tunggal ditakdirkan menjadi orang yang sulit bersosialisasi. Untuk itu, ajak anak untuk mengikuti berbagai kegiatan sosial untuk mendorongnya berinteraksi dengan teman sebaya sejak dini. Cara mendidik anak tunggal ini dapat membantu mengatasi kekosongan akibat tidak memiliki saudara.

2. Jangan terlalu mengekang anak

Orang tua yang memiliki banyak anak cenderung lebih santai atau tidak terlalu mengekang anak. Hal ini dikarenakan fokus dalam mendidik anak tak hanya tertuju pada satu orang saja.

Lakukan juga hal ini pada anak tunggal agar ia dapat lebih mandiri dan lebih mengenali dirinya sendiri. Orang tua perlu memberikan ruang dan kebebasan pada anak untuk mempelajari berbagai hal tanpa selalu mendapat bantuan.

3. Mendidik anak agar mandiri

Bersosialisasi memang penting, tapi terkadang anak tunggal rentan mengalami peer pressure (tekanan teman sebaya). Menurut Susan Newman, penulis dari buku “The Case for the Only Child,” anak tunggal lebih sering mencari pengakuan sosial dan kesempatan untuk berbaur sehingga anak lebih rentan mengalami peer pressure. 

Oleh karena itu, ajarkan anak dalam mengatur waktu untuk diri sendiri dan bersosialisasi. Bantu anak tunggal untuk mengerti nilai dari perbedaan dan tidak harus selalu menjadi bagian dari sebuah lingkup sosial.

4. Cari passion atau kesukaan anak

Memperkenalkan berbagai aktivitas atau kegiatan memungkinkan Anda untuk mengetahui potensi dan kesukaan anak, sekaligus menambah kemampuan untuk bersosialisasi juga.

Selain itu, anak juga dapat belajar untuk memuaskan diri sendiri yang bermanfaat bagi pertumbuhan, terutama mungkin pada anak tunggal.

5. Berhenti untuk ikut campur dalam segala hal

Semua orang tua pasti ingin selalu menjaga dan melindungi anak. Namun, salah satu cara mendidik adalah dengan membiarkan anak untuk menyelesaikan sebuah konflik tanpa campur tangan orang tua, terutama pada anak tunggal.

Dengan kata lain, Anda tidak perlu selalu melakukan tindakan ketika menyadari bahwa si kecil sedang bermasalah, contohnya seperti berkelahi dengan teman sekolah. Anda tentu perlu memberikan nasihat mengenai hal tersebut tetapi tidak terlibat lebih jauh lagi.

Sebisa mungkin, biarkan anak untuk menyelesaikan konflik tanpa bantuan, karena ketika ia dewasa, orang tua tidak akan selalu ada untuk membantu.

Tips dalam mendidik tersebut dapat membantu Anda membangun karakter anak dan menyanggah stereotip dari anak tunggal yang cukup umum, seperti manja dan egois. Karakter setiap anak berbeda-beda dan tidak bergantung pada seberapa banyak saudara yang ia miliki.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

Campbell, L. (2015). Raising an Only Child: 9 Tips for Parents. Retrieved March 5, 2020, from https://www.healthline.com/health/parenting/raising-an-only-child

Higuera, V. (2019). Only Child Syndrome: Characteristics and If It’s Real. Retrieved March 5, 2020, from https://www.healthline.com/health/parenting/only-child-syndrome#origins

Watson, S. (2012). Why It’s Ok to Have Just One Child. Retrieved March 5, 2020, from https://www.webmd.com/parenting/features/just-one-child#1

Yang juga perlu Anda baca

4 Cara Mengajarkan Anak Menjaga Kebersihan Lingkungan

Kebersihan lingkungan merupakan hal yang penting bagi kehidupan manusia. Lalu, bagaimana mengajarkan anak untuk menjaga kebersihan lingkungan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Benarkah Langkah Orangtua Memberi Hukuman Mengurung Anak?

Saat anak berbuat kesalahan, orangtua terkadang memberi hukuman dengan mengurung anak di kamar untuk merenungi kesalahannya. Apakah hal ini baik dilakukan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Tips Mengajarkan Anak Agar Mau Minta Maaf Saat Melakukan Kesalahan

Orang tua perlu mengajarkan anak untuk terbiasa minta maaf sejak dini agar kelak memiliki sifat yang lebih bertanggung jawab akan masalah yang ia lakukan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Apakah Perlu Memberikan HP untuk Anak? Sebaiknya Usia Berapa?

Masalah dalam membesarkan anak selalu ada. Salah satunya adalah dalam mempertimbangkan kapan dan apakah penting memberikan hp untuk anak.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Direkomendasikan untuk Anda

Menghukum Anak Karena Berbohong Justru Akan Membuatnya Berbohong Lagi

Menghukum Anak Karena Berbohong Justru Akan Membuatnya Berbohong Lagi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020
Cara Mengajari Anak Menulis dengan Baik dan Rapi

Cara Mengajari Anak Menulis dengan Baik dan Rapi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020
Ketahui Penyebab Anak Pendiam dan Cara Menghadapinya

Ketahui Penyebab Anak Pendiam dan Cara Menghadapinya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020
5 Cara Efektif Mengatasi Anak Malas Belajar

5 Cara Efektif Mengatasi Anak Malas Belajar

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020