3 Kunci Utama Mencegah Anak Cacingan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/12/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Di Indonesia, banyak orang yang masih menggap penyakit cacingan sebagai hal yang sepele. Padahal, prevalensi penyakit cacingan di Indonesia termasuk tinggi. Cacingan bisa terjadi pada siapa saja. Namun, umumnya anak-anak lebih rentan mengalami cacingan. Jika anak cacingan, maka akan menghambat pertumbuhan dan kecerdasannya. Lantas, bagaimana cara mencegahnya? Jawabannya ada di dalam artikel ini.

Penyebab cacingan pada anak

Anak dikatakan terkena cacingan ketika di dalam fesesnya ditemukan cacing atau telurnya yang sudah berkembang biak dan mengambil nutrisi makanan di dalam usus. Terdapat berbagai jenis cacing yang bisa hidup di dalam usus manusia, di antaranya cacing gelang, cacing cambuk, cacing tambang, dan cacing kremi.

Umumnya, cacing mudah tertular pada anak lewat makanan yang tidak higienis, BAB sembarangan, dan akibat kontak langsung dengan benda atau tanah kotor yang sudah terinfeksi dengan telur cacing. Anak-anak yang terlihat sehat bisa saja terkena cacingan. Makanya, penting untuk diterapkan perilaku hidup sehat.

Setelah berhasil menembus kulit, cacing kemudian masuk ke dalam pembuluh darah balik (vena) menuju organ dalam tubuh manusia. Cacing juga kerap berkembang biak dan berkoloni di dalam usus. Di sana, cacing akan mengambil nutrisi dan menggigit dinding usus manusia. Hal ini akan membuat seseorang yang terkena infeksi cacingan berakibat kekurangan gizi.

Gejala anak cacingan

Gejala cacingan yang paling sering adalah anak mengalami kekurangan gizi, sering merasa letih, anemia, sering sakit perut, sulit berkonsentrasi, dan kerap merasa gatal di sekitar anus ketika malam hari. Ini terjadi karena cacing tersebut sedang bertelur dan menghasilkan larva yang dikeluarkan lewat anus, sehingga bagian tersebut kerap terasa gatal.

Awalnya gejala cacingan memang terlihat umum, makanya sering disepelekan. Padahal, kalau tidak segera ditangani akan mengganggu perkembangan anak. Bahkan, ada anak yang ususnya perlu dioperasi akibat cacing yang ada di dalam perutnya sudah menyumbat saluran cerna.

Nah, apabila cacing sudah menyumbat usus, maka perut si penderita akan menjadi buncit. Jika terus didiamkan akan terjadi radang usus yang membuat  usus pecah bahkan sampai menyebabkan kematian.

Cara mencegah anak cacingan

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang sudah dijelaskan di atas, baiknya Anda sebagai orang tua selalu menjaga kebersihan lingkungan dan memantau setiap aktivitas anak. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah anak cacingan:

1. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan

Kebersihan menjadi hal paling penting untuk mencegah penyebaran telur cacing yang bisa menyebabkan anak cacingan. Langkah untuk menjaga kebersihan ini bisa dilakukan dengan cara:

  • Mulai untuk menjaga kebersihan kaki dan tangan si kecil. Caranya, ajarkan untuk rutin cuci tangan dan kaki sebelum dan setelah melakukan aktivitas dengan menggunakan sabun.
  • Rutin potong kuku karena telur cacing suka berada dibagian ini.
  • Biasakan untuk menjaga kebersihan setelah buang air dengan membersihkan kemaluan dan/atau dubur dengan baik dan mencuci tangan dengan sabun
  • Hindari si kecil melakukan kebiasaan menggigit kuku yang bisa membuat beberapa kuman, bakteri atau telur cacing bisa masuk ke mulut.

2. Memasak dengan benar

Pastikan Anda memasak bahan makanan hingga matang. Bila anak Anda akan mengonsumsi sayur dan buah mentah, pastikan Anda telah mencucinya hingga bersih. Telur cacing dapat berada di tanah yang terkontaminasi. Bila anak Anda akan mengonsumsi daging mentah, pastikan bahwa daging tersebut terjamin bebas cacing.

3. Minum obat cacing

Jika perlu, konsultasikan ke dokter dan upayakan mengonsumsi obat cacingan yang sudah dapat diberikan pada anak mulai usia dua tahun ke atas. Pasalnya, pada usia dua tahun anak sudah bisa mengonsumsi obat cacing karena pada usia tersebut anak sudah aktif bergerak dan mulai bermain kotor-kotoran. Nantinya, si kecil mungkin akan bereaksi tidak nyaman setelah mengkonsumsi obat cacing. Tapi, obat cacing perlu diberikan untuk mencegah infeksi berulang lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai obat cacing yang disarankan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Imbauan penggunaan masker saat bepergian berlaku untuk siapa pun, termasuk anak. Apa saja aturan yang harus diperhatikan ketika anak memakai masker?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 08/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Encephalocele

Encephalocele atau ensefalokel adalah cacat lahir pada bayi. Cari tahu mengenai definisi, gejala, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 28/04/2020 . Waktu baca 8 menit

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Infeksi di kulit sering terjadi pada anak. Salah satunya adalah selulitis. Apa itu selulitis dan bagaimana mencegahnya terjadi pada anak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Anak, Parenting 18/04/2020 . Waktu baca 4 menit

3 Pertanda Ketika Sistem Imun Anak Menurun

Apabila anak mulai sering atau mudah jatuh sakit, berarti sesuatu terjadi pada sistem imunnya. Yuk, kenali apa saja tanda saat sistem imun anak menurun.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
sistem imun menurun
Kesehatan Anak, Parenting 16/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
tanda cacingan

Perlu Tahu! Segudang Tanda Cacingan yang Sering Diabaikan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
mitos fakta cacingan

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit
memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020 . Waktu baca 6 menit