Begini Cara Memberi Pengertian Jika Anak Remaja Anda Kelebihan Berat Badan

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/12/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Berbicara kepada anak-anak atau remaja terkadang menjadi ‘pekerjaan’ yang sulit untuk Anda lakukan. Bukan karena anak Anda nakal, namun lebih kepada bagaimana cara agar nasihat Anda lebih dipahami anak, dan tidak membuat hatinya tersinggung. Memberikan perintah bukanlah cara efektif agar anak mau mengikut nasihat Anda. Apalagi jika Anda memiliki maksud untuk berbicara mengenai berat badan dengan anak yang kegemukan.

Hati-hati saat mendiskusikan berat badan dengan anak. Tidak hanya bagi orang dewasa, topik ini juga sensitif bagi mereka. Bagaimana cara berbicara mengenai berat badan dengan anak? Simak ulasannya.

Pentingnya berbicara berat badan dengan anak

Apakah Anak Anda pernah bertanya, “Apakah aku gemuk?”

Tidak ada orang tua yang ingin mendengar pertanyaan itu. Apalagi, jika itu adalah kenyataan. Namun anak sangat mungkin mengajukan pertanyaan berkaitan dengan berat badan mereka. Hal yang sangat tidak Anda inginkan sebagai orangtua adalah jika anak Anda menjadi ‘bahan olok-olokan’ temannya karena kelebihan berat badan.

Apakah anak kelebihan berat badan atau hanya berpikir dia memiliki masalah berat badan, hal itu harus menjadi perhatian, karena dapat mengarah ke berbagai hal lainnya, dan menjadi masalah bagi orangtua.

Hal pertama yang harus dilakukan oleh orangtua adalah mendatangi ahli dan menanyakan apakah anak Anda betul-betul memiliki masalah berat badan. Pertimbangkan membuat jadwal pemeriksaan untuknya dengan dokter. Seorang tenaga kesehatan profesional dapat memberitahu jika berat badan anak berpengaruh negatif terhadap kesehatannya. Mereka juga bisa memberikan saran apa yang harus dilakukan jika memang itu yang terjadi.

Panduan berbicara pada anak jika ia kelebihan berat badan

Jika anak memang memiliki isu berat badan, ada banyak cara untuk mendiskusikannya tanpa menyakiti perasaan anak dan membantunya menemukan cara untuk menjadi sehat.

1. Jangan memberikan label anak sesuai dengan berat badannya

Berapapun umur anak, baik di usia 5-6 tahun maupun remaja, labeling dari orangtua yang berkaitan dengan berat badan dapat menyakiti perasaan, bahkan jika orangtua tidak bermaksud negatif. Jangan menggunakan kata obesitas atau kelebihan berat badan kepada anak. Sebaliknya, jika berbicara tentang kesehatan, fokus pada fakta bahwa memiliki tubuh yang sehat adalah suatu hal yang penting. Anak-anak harus diajarkan untuk memandang dirinya secara realis.

Untuk alasan yang sama, hindari memanggil anak dengan sebutan gendut, chubby, atau istilah lain yang membuat penilaian tentang penampilan mereka. Cobalah untuk membatasi berbicara tentang penampilan sendiri atau orang lain. Misalnya pada saat makan, jika berbicara terlalu sering dan banyak tentang ingin melangsingkan tubuh. Anak-anak terutama usia remaja lebih mungkin untuk merasa khawatir tentang tubuh mereka sendiri.

2. Bicara jujur

Anda sebagai orangtua harusnya tidak berbohong kepada anak tentang berat badan, misalnya dengan mengatakan, ‘Nggak, kamu tidak gemuk, kok’. Berbicara tentang hal itu dengan jujur, namun tetap berhati-hati, supaya anak tidak terobsesi dengan ukuran badannya, terutama bagi remaja usia 15 tahun ke atas.

Fokuslah pada hal-hal positif seperti bakat dan prestasinya, seberapa cantik senyumnya dan bagaimana ia adalah anak yang menyenangkan. Berikan dia pujian, terlepas dari ukuran tubuhnya, selalu ingatkan anak tentang betapa orangtua sangat menyayanginya. Yang paling diinginkan anak sesungguhnya adalah penerimaan dari orangtua.

3. Buat anak merasa kesehatan adalah hal yang penting

Percakapan dengan anak tentang berat badan bisa jadi sulit bagi setiap orangtua. Akan tetapi ingatlah, apa yang dikatakan tidak memiliki pengaruh sebesar hal-hal yang dilakukan oleh orangtua. Jika anak memiliki masalah berat badan, cara terbaik untuk membantunya menjadi lebih sehat adalah dengan membuat seluruh anggota keluarga berusaha menganut gaya hidup sehat dengan makanan yang baik dan olahraga teratur, sama dengan sang anak.

Dengan cara seperti itu, anak tidak akan merasa terkucil dan justru merasa mendapat dukungan untuk mencapai kondisi yang lebih baik. Dan sistem reward bisa digunakan ketika anak berhasil menjalani pola hidup sehat, misalnya ketika anak makan sepotong buah dan satu porsi sayuran setiap hari selama seminggu.

Meskipun begitu, Anda harus memilih reward secara hati-hati. Buatlah rencana menonton film bersama atau kunjungan ke tempat yang diinginkan anak, bukannya makan di restoran.

Berbicara mengenai berat badan dengan anak akan terasa lebih mudah jika Anda mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk berbicara kepada mereka.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

Kemarahakn yang muncul dari anak tanpa diketahui alasannya kerap membuat Anda jengah. Begini cara menghadapi ledakan amarah anak dengan baik.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Parenting, Tips Parenting 06/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Supaya anak mau mendengarkan kata-kata orangtua, Anda perlu siasat khusus. Jangan malah dimarahi atau dibentak. Yuk, simak tips-tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 30/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Hewan peliharaan dan anak adalah gambaran yang menggemaskan. Namun, para orangtua perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum memilih hewan untuk anak.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Parenting, Tips Parenting 10/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Mendidik Anak yang Sukses, Lakukan Tips Berikut Ini!

Siapa yang tak ingin punya anak sukses? Berikut berbagai tips dalam mendidik anak agar bisa menggapai sukses di masa depan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Parenting, Tips Parenting 11/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit
menyikat gigi bersama merupakan salah satu cara mendorong minat si kecil dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit