Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bekali Anak Dengan 8 Kemampuan Dasar Ini Sebelum Memasuki Usia Remaja

Bekali Anak Dengan 8 Kemampuan Dasar Ini Sebelum Memasuki Usia Remaja

Masa remaja adalah masa-masa mereka mencari jati diri dan menginginkan kebebasan. Maka itu, diperlukan cara yang tepat saat mengatur anak. Termasuk, membekali diri anak dengan kemampuan dasar yang sangat diperlukan untuk kehidupannya ke depan kelak. Apa saja kemampuan dasar yang diperlukan anak memasuki remaja?

1. Menyiapkan makan sendiri

resep diet keto

Memasuki masa remaja, anak harus mulai mandiri dan melakukan berbagai hal sederhana untuk kebutuhannya sendiri.

Contohnya membuat sarapan untuk diri sendiri, atau menyiapkan makan siang. Ini penting untuk diajarkan dan dibiasakan supaya ia bisa memenuhi kebutuhan makannya sendiri.

Meskipun begitu, ini bukan berarti orang tua harus berhenti membantu anak menyiapkan makan. Yang penting, berikan kesempatan pada anak untuk mulai mempelajari bagaimana dasar-dasar memasak.

Ketika orang tua sedang berhalangan, entah karena sakit, atau bekerja, orang tua akan lebih tenang melepas anaknya untuk menyiapkan makan sendiri. Sang anak juga tidak jadi panik dan bingung, karena memang sudah memiliki kemampuan dasar ini.

2. Membereskan barang bawaannya sendiri

anak pergi sendirian

Mungkin dulu saat kecil Anda terbiasa menyiapkan barang bawaan anak, ketika akan sekolah ataupun bepergian. Namun, jangan sampai ini melewati batas.

Berikan anak tanggung jawab dengan barang bawaan mereka. Mulai dari menyiapkan isi tas, membawa tas kemanapun mereka pergi, menyimpan tas, hingga mengembalikan semua barang bawaannya ketika sudah sampai rumah.

Jangan sampai kebiasaan anak menitipkan segala sesuatu pada orang tuanya masih terjadi di usianya yang semakin dewasa. Ini bisa menjadi kebiasaan yang kurang baik hingga anak memasuki usia kerja.

Latih anak untuk selalu menyiapkan kebutuhannya, seperti membuat catatan barang apa saja yang diperlukan sebelum berangkat. Lalu, berikan tanggung jawab penuh dengan barang-barang tersebut hingga disimpan kembali di rumah.

3. Mengobati luka kecil

makanan untuk menyembuhkan luka

Ajari anak untuk tidak mudah panik ketika terluka. Beri tahu apa yang harus dilakukan setelah terluka jatuh dari sepeda, tergores pisau, dan lain-lain. Mengajari kemampuan dasar ini bahkan lebih muda lebih baik, bahkan sebelum ia masuk ke masa remaja.

Wajar jika anak menangis dan merengek saat terjatuh. Namun, ajarkan anak untuk bisa mengendalikan rasa sakit tersebut. Memang sakit ketika terluka, tetapi tekankan pada anak bahwa ada hal yang lebih dibutuhkan ketika luka daripada hanya merengek atau menangis.

Beri tahu bahwa, perdarahan tidak boleh terlalu lama, bagaimana caranya agar darah berhenti keluar, bagaimana cara mencuci luka, bagaimana cara menggunakan obat merah atau salep antibiotik sendiri, bagaimana cara memasang perban, dan lain sebagainya.

4. Belanja dan atur uang sendiri

tips belanja bulanan

Masa remaja sering kali dikaitkan dengan emosi yang labil dan belum bisa menentukan prioritas, termasuk ketika mengelola uang. Anda harus mulai melatih sang buah hati dari kecil dalam mengelola uang yang dia miliki.

Anda bisa melatihnya dengan cara mengajak anak berbelanja. Jelaskan saat Anda berbelanja, mengenai budget dan kebutuhan yang harus dibeli apa saja. Berikan tugas kepada anak Anda untuk membeli beberapa barang kebutuhan rumah.

Misalnya Anda berbelanja dengan anak tetapi berikan catatan padanya, berikan tanggung jawab juga untuk membayarnya di bagian kasir.

5. Menggunakan transportasi umum sendiri

gaya berjalan

Apakah mau membiarkan putra putri Anda hingga usia 20 tahun ke atas tidak bisa hidup mandiri di luar? Tidak ada yang pernah tahu sampai kapan Anda akan bisa menemani atau memfasilitasi mereka.

Sebelum ini menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan, biasakan anak untuk berani naik transportasi umum dan paham akan transportasi umum di sekitarnya.

Anda bisa menemaninya untuk merasakan transportasi umum, berikan pengertian bagaimana cara menjaga diri di transportasi umum, apa yang harus dilakukan jika tersesat di jalan, kendaraan apa yang sebaiknya dipilih.

Berikan pengalaman-pengalaman itu sejak dini, sehingga saat memasuki masa remaja mereka memiliki keberanian itu.

6. Membersihkan rumah

membersihkan rumah setelah kebanjiran

Kemampuan dasar seperti mencuci piring, menyapu, membersihkan debu, merapikan kamar sendiri, atau setidaknya membuat rumah tetap rapi dan bersih ini juga kemampuan wajib yang harus dimiliki anak memasuki masa remaja.

Kebiasaan anak tidak membereskan mainannya kembali, tidak membuang sampah pada tempatnya, menumpahkan makanan atau minuman harus dihilangkan. Tanamkan pada anak, bahwa ini adalah tempat tinggalnya, miliknya yang harus dirawat.

Jika sejak memasuki usia remaja dan masih brutal dengan kebiasaannya selalu membuat berantakan, atau tidak mau membersihkan, tentunya sampai dewasa ini akan menjadi kebiasaannya bahkan ketika kelak memiliki rumah sendiri.

7. Bangun pagi tepat waktu

mengingat mimpi

Bangun pagi juga harus dilatih dan dibiasakan sejak kecil, lho. Beri anak tanggung jawab untuk mengatur jam tidur dan jam bangunnya. Sebaiknya, jangan selalu membangunkan anak. Sebab, nantinya anak akan selalu tergantung pada orang lain.

Pasang alarm dan tidur di waktu yang relatif sama agar bisa bangun pagi untuk pergi sekolah. Kalau sampai terlambat, itu menjadi pelajaran penting bagi sang anak. Dengan begitu, anak akan berusaha sendiri mengatur waktunya agar tidak terlambat.

8. Berani berbicara dengan orang yang tidak dikenal

transplantasi ginjal pada remaja

Saat anak masih kecil, mungkin Anda pernah memberikan nasehat jangan sembarangan ngobrol dengan orang asing, Nah, itu memang ada benarnya demi keamanan anak, tetapi beranjak dewasa anak justru harus berani berbicara dengan orang yang tidak dikenal untuk tujuan tertentu.

Yang benar bukan melarang anak untuk tidak berbicara dengan orang asing, tetapi ajari anak untuk membedakan mana orang asing yang mencurigakan atau membahayakan, dan mana orang asing yang normal.

Kemampuan membedakan orang ini adalah keterampilan. Bukan kemampuan yang tiba-tiba bisa dimiliki anak saat besar. Ini perlu diasah dan diajarkan.

Berikan kesempatan pada anak untuk, bertanya arah di jalan, bertanya dengan pramusaji di toko, meminta bantuan dengan petugas, dan lain sebagainya.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sturm Ellen. Tanpa tahun. 12 Basic Life SKills Every Kid Should Know by High School. [Online] Tersedia pada: https://www.parenting.com/child/child-development/12-basic-life-skills-every-kid-should-know-high-school (Diakses 27 Agustus 2018)

Crouch Michelle. Tanpa tahun. 10 Life Skills to Teach your  Child by Age 10. [Online] Tersedia pada: https://www.parents.com/parenting/better-parenting/advice/10-life-skills-to-teach-your-child-by-age-10/ (DIakses 27 AGustus 2018)

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji Diperbarui 07/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x