Apakah Anak Saya Sudah Siap Bersekolah?

Oleh

Tanggal update Mei 11, 2020
Bagikan sekarang

Anak Anda perlu memulai edukasinya setelah berusia 5 tahun. Namun, tak menutup kemungkinan beberapa anak mulai sekolah beberapa bulan sebelum usianya mencapai 5 tahun. Jika anak Anda termasuk dalam golongan anak berusia 4 tahun yang sudah bersekolah, bagaimana Anda memastikan bahwa ia siap?

Tidak ada satu faktor yang menentukan apakah anak Anda siap bersekolah. Bagaimana anak Anda berbicara, berpikir, dan bersosialisasi dengan anak-anak lainnya adalah faktor-faktor yang penting. Anda yang paling mengerti anak Anda. Anda tahu apa yang dapat ia lakukan, kapan ia merasa lelah, dan apa yang tidak disukainya.

Jika Anda khawatir, mintalah saran pada guru prasekolah anak Anda. Ia tahu perkembangan anak Anda dan bagaimana anak Anda berinteraksi dengan orang lain. Mintalah guru untuk menunjukkan buku observasi terhadap anak Anda.

Anda juga dapat menanyakan teman-teman dan keluarga tentang pendapat mereka. Jika salah satu dari kerabat Anda adalah guru, atau pernah menjadi sukarelawan di sekolah, mereka dapat memberi saran berdasarkan pengalaman.

Jika Anda tahu sekolah mana yang akan Anda daftar, tanyalah jika Anda dapat mengunjungi pada hari sekolah. Anda dapat melihat bagaimana perilaku anak-anak lainnya. Apakah mereka bermain satu sama lain? Jenis ketrampilan apa yang mereka punya? Dapatkah Anda membayangkan anak Anda di kelas?

Pertanyaan berikut dapat memberi Anda gambaran apakah anak Anda siap untuk sekolah atau tidak.

  • Dapatkah anak Anda mendengarkan instruksi dan mengikutinya? Keterampilan ini dapat membantu anak berpartisipasi dalam aktivitas kelas.
  • Dapatkah anak Anda membuka dan memakai baju dan celananya sendiri dan pergi ke kamar mandi sendiri?
  • Dapatkah anak Anda memegang pensil dengan benar? Menggunting dengan gunting? Ketrampilan motorik tersebut akan berguna saat ia mulai menulis huruf dan membuat sesuatu. Di sekolah, anak Anda akan mendapat banyak dukungan untuk mendukungnya menguasai ketrampilan tersebut.
  • Apakah anak Anda tertarik pada buku? Apakah ia mencoba untuk “membaca” buku dengan berdasarkan gambar? Hal ini adalah tanda di mana anak Anda siap memulai belajar membaca.
  • Apakah anak Anda ingin tahu dan cepat memahami hal-hal baru? Apakah rasa ingin tahu lebih besar dari rasa takut akan hal-hal baru?
  • Apakah ia akur dengan anak-anak lainnya?
  • Apakah ia mau berbagi dan bergantian dengan anak lain? Anak Anda akan berinteraksi dengan anak-anak lainnya seharian.
  • Dapatkah ia bekerja sama dengan orang lain sebagai bagian dalam kelompok? Jika ia belajar untuk berkompromi, hal tersebut merupakan tanda ia berkembang secara emosional.

Bagaimana saya dapat membantu menyiapkan anak untuk sekolah?

Banyak yang dapat Anda lakukan di rumah untuk membantu proses transisi. Jika Anda khawatir terhadap kemampuan bersosialisasi anak, Anda dapat melakukan play date alias bermain bersama dengan teman sekelasnya. Jika anak Anda mengikuti preschool, banyak teman-temannya yang akan masuk ke sekolah yang sama. Anda juga dapat mengajaknya ke aktivitas yang terorganisir atau kelompok tertentu.

Berikan tugas sederhana di rumah. Jika Anda khawatir anak Anda tidak mendengarkan instruksi, mainkan permainan di mana anak akan mengikuti apa yang Anda katakan. Sebagai contoh, minta ia untuk menuang air dari gelas merah ke gelas biru, atau membantu Anda berkebun dan menanam bunga. Usahakan untuk tetap sabar. Tidak perlu buru-buru.

Saya khawatir anak saya tidak kuat menjalani sekolah sampai penuh hari. Apa yang harus saya lakukan?

Tanyakan pada pihak sekolah apakah anak Anda dapat menjalani sekolah separuh waktu. Sekolah mungkin memperbolehkan anak Anda masuk setengah hari pada semester awal.

Jika anak Anda tidak menjalani sekolah penuh waktu, ia mungkin tidak secepat itu dalam memiliki teman dibanding dengan anak-anak lain. Anak Anda juga kemungkinan akan tertinggal pelajaran dibanding dengan teman sekelasnya.

Namun Anda yang paling mengerti anak Anda. Apakah sekolah penuh waktu akan membuatnya kelelahan dan mempengaruhi perilakunya? Mungkin anak Anda akan merasa lebih baik jika ia dapat beristirahat di rumah pada sore hari.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    7 Kiat Jitu Menghadapi Anak Tidak Mau Sekolah

    Sering kali anak tidak mau pergi ke sekolah karena berbagai alasan. Namun, jangan khawatir. Ada cara jitu membujuk anak agar mau pergi ke sekolah.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh Annisa Hapsari
    Parenting, Tips Parenting Juni 17, 2019

    Supaya Makin Klop, Biarkan Si Kecil Berinteraksi Dengan Sang Ayah Pada 4 Momen Ini

    Ayah adalah sosok yang penting untuk tumbuh kembang anak. Supaya hubungan ayah dan anak makin dekat, manfaatkan momen-momen berikut ini.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Aprinda Puji
    Parenting, Tips Parenting Maret 7, 2019

    Sebenarnya, Program Keluarga Berencana (KB) Itu Apa, Sih?

    Program Keluarga Berencana (KB) yang dicanangkan oleh BKKBN terbukti turunkan angka kelahiran di Indonesia sejak tahun 1991. Apa lagi manfaatnya?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Risky Candra Swari

    Tips Melatih Anak Supaya Berani Berangkat Sekolah Sendiri

    Sekolah anak dekat rumah dan bisa ditempuh dengan sepeda atau jalan kaki. Namun, apakah bijak membiarkan anak pergi ke sekolah sendiri?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Aprinda Puji
    Parenting, Tips Parenting Februari 1, 2019

    Direkomendasikan untuk Anda

    Tips Mengajak Orang Tua Pindah ke Tempat yang Baru

    Tips Mengajak Orang Tua Pindah ke Tempat yang Baru

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha
    Tanggal tayang Mei 25, 2020
    Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

    Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh Ihda Fadila
    Tanggal tayang April 22, 2020
    Grup WhatsApp Keluarga Ternyata Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

    Grup WhatsApp Keluarga Ternyata Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Nabila Azmi
    Tanggal tayang Februari 29, 2020
    Ortu Wajib Tahu, Inilah 5 Penyebab Anak Takut dan Stres dengan Sekolah

    Ortu Wajib Tahu, Inilah 5 Penyebab Anak Takut dan Stres dengan Sekolah

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Aprinda Puji
    Tanggal tayang September 2, 2019