Apakah Anak Anda Siap untuk Sekolah?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Terdapat pro dan kontra seputar berapa usia anak yang “siap untuk sekolah”i. Seperti juga perbedaan dalam usia anak-anak saat ia mulai berbicara, mereka juga memiliki faktor kesiapan sekolah secara psikologi dan sosial pada usia yang berbeda.

Saat Anda menentukan kapan anak Anda akan memulai sekolah, pertimbangkan kemampuan anak dan lingkungan sekitar. Kumpulkan informasi yang akurat tentang perkembangan anak, terutama kemampuan berkomunikasi, seperti kemampuan bahasa dan mendengarkan; kemampuan sosial dan kemampuan untuk berbaur dengan anak-anak lain dan orang dewasa, serta kemampuan fisik seperti berlari dan bermain menggunakan krayon atau pensil. Bicarakan dengan dokter anak atau guru TK yang dapat memberikan informasi yang objektif dan berguna.

Beberapa sekolah dapat mengadakan tes khusus untuk mengevaluasi kemampuan anak Anda. Beberapa tes tertentu cenderung berkonsentrasi pada kemampuan akademis, namun biasanya tes mengevaluasi aspek lain dalam perkembangan. Tes ini jauh dari sempurna, karena beberapa anak yang mendapatkan hasil tes buruk dapat mengikuti pelajaran sekolah dengan baik. Namun, Anda dapat menggunakan tes ini sebagai salah satu acuan dalam perkembangan anak Anda dibanding dengan anak-anak seusianya. Sering kali, intuisi orangtua terhadap kemampuan anak sudah cukup akurat untuk menentukan seberapa ia siap masuk sekolah, terutama apabila Anda sudah memiliki pengalaman dengan anak sebelumnya.

Apabila Anda atau pihak sekolah menemukan beberapa area pada perkembangan anak yang agak terlambat atau tertinggal, gunakan informasi ini untuk membantu Anda dan pihak sekolah untuk memberikan perhatian khusus yang diperlukan anak Anda. Dengan berbagi informasi dengan guru, Anda dapat membantu sekolah siap menangani anak Anda. Di waktu yang bersamaan, Anda sedang membentuk kerjasama untuk edukasi anak yang dapat berlanjut.

Orang tua dapat membantu meningkatkan perkembangan kognitif, fisik, dan emosional pada anak sebelum masuk sekolah. Guru-guru TK senang memiliki murid yang antusias dan ingin tahu terhadap kegiatan baru, dapat mengikuti petunjuk, dan sensitif pada perasaan temannya, serta dapat bergantian dan berbagi.

Beberapa kemampuan spesifik yang dapat memperlancar tahun pertama sekolah, meliputi kemampuan anak untuk:

  • Bermain dengan baik dengan teman lainnya dengan meminimalkan bertengkar atau menangis
  • Memperhatikan dan diam saat dibacakan cerita
  • Menggunakan toilet sendiri
  • Memasang resleting dan kancing
  • Menyebutkan nama, alamat, dan nomor telepon

Hal ini dapat bermanfaat saat masa pertumbuhan anak. Bantu anak memiliki kemampuan dasar, seperti mengenal dan mengingat huruf, angka, dan warna. Berikan pengalaman belajar seperti kunjungan ke museum, program seni, atau sains. Untuk meningkatkan perkembangan sosial, ajak anak untuk bermain dengan anak-anak lain di lingkungan rumah dan berpartisipasi pada aktivitas di komunitas.

Beberapa orangtua mempertimbangkan untuk menunda anak masuk sekolah. Mereka percaya bahwa anak mereka dapat memiliki keuntungan dan lebih sukses dalam akademis, atletik, atau sosial jika ia lebih dewasa dari teman sekelasnya. Menunda masuk sekolah untuk mendapatkan keuntungan tersebut tidak menjamin keberhasilan. Walau terdapat beberapa bukti di mana anak yang paling muda di kelas dapat memiliki masalah akademis, hal-hal tersebut akan menghilang saat kelas 3 – 4 SD. Di sisi lainnya, terdapat bukti bahwa anak-anak yang lebih tua di kelasnya memiliki risiko yang lebih besar terhadap masalah perilaku saat mereka mencapai masa remaja.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

    Bullying bisa terjadi pada siapa saja termasuk anak Anda. Kenali tanda saat anak menjadi korban bullying dalam ulasan berikut.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

    Apa Dampaknya Bila Orangtua Sering Membentak Anak?

    Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Parenting, Tips Parenting 22 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

    Tips Mengajak Orang Tua Pindah ke Tempat yang Baru

    Orang tua sering kali enggan diajak untuk pindah karena tak mau meninggalkan segala kenangan di rumah lama. Bagaimana cara membujuknya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Hidup Sehat, Perawatan Lansia 25 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    resep gluten free

    10 Ide Resep Makan Siang Gluten Free

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 12 menit
    penyebab sakit gigi

    9 Penyebab Sakit Gigi serta Gejalanya yang Perlu Anda Waspadai

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 5 November 2020 . Waktu baca 7 menit
    cara membersihkan badan bayi

    Cara Membersihkan Badan Bayi dari Kepala, Tali Pusat, Sampai Organ Intim

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
    tantrum

    Apa Penyebab Anak dan Tantrum dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit