Apakah Anak Anda Siap untuk Sekolah?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Terdapat pro dan kontra seputar berapa usia anak yang “siap untuk sekolah”i. Seperti juga perbedaan dalam usia anak-anak saat ia mulai berbicara, mereka juga memiliki faktor kesiapan sekolah secara psikologi dan sosial pada usia yang berbeda.

Saat Anda menentukan kapan anak Anda akan memulai sekolah, pertimbangkan kemampuan anak dan lingkungan sekitar. Kumpulkan informasi yang akurat tentang perkembangan anak, terutama kemampuan berkomunikasi, seperti kemampuan bahasa dan mendengarkan; kemampuan sosial dan kemampuan untuk berbaur dengan anak-anak lain dan orang dewasa, serta kemampuan fisik seperti berlari dan bermain menggunakan krayon atau pensil. Bicarakan dengan dokter anak atau guru TK yang dapat memberikan informasi yang objektif dan berguna.

Beberapa sekolah dapat mengadakan tes khusus untuk mengevaluasi kemampuan anak Anda. Beberapa tes tertentu cenderung berkonsentrasi pada kemampuan akademis, namun biasanya tes mengevaluasi aspek lain dalam perkembangan. Tes ini jauh dari sempurna, karena beberapa anak yang mendapatkan hasil tes buruk dapat mengikuti pelajaran sekolah dengan baik. Namun, Anda dapat menggunakan tes ini sebagai salah satu acuan dalam perkembangan anak Anda dibanding dengan anak-anak seusianya. Sering kali, intuisi orangtua terhadap kemampuan anak sudah cukup akurat untuk menentukan seberapa ia siap masuk sekolah, terutama apabila Anda sudah memiliki pengalaman dengan anak sebelumnya.

Apabila Anda atau pihak sekolah menemukan beberapa area pada perkembangan anak yang agak terlambat atau tertinggal, gunakan informasi ini untuk membantu Anda dan pihak sekolah untuk memberikan perhatian khusus yang diperlukan anak Anda. Dengan berbagi informasi dengan guru, Anda dapat membantu sekolah siap menangani anak Anda. Di waktu yang bersamaan, Anda sedang membentuk kerjasama untuk edukasi anak yang dapat berlanjut.

Orang tua dapat membantu meningkatkan perkembangan kognitif, fisik, dan emosional pada anak sebelum masuk sekolah. Guru-guru TK senang memiliki murid yang antusias dan ingin tahu terhadap kegiatan baru, dapat mengikuti petunjuk, dan sensitif pada perasaan temannya, serta dapat bergantian dan berbagi.

Beberapa kemampuan spesifik yang dapat memperlancar tahun pertama sekolah, meliputi kemampuan anak untuk:

  • Bermain dengan baik dengan teman lainnya dengan meminimalkan bertengkar atau menangis
  • Memperhatikan dan diam saat dibacakan cerita
  • Menggunakan toilet sendiri
  • Memasang resleting dan kancing
  • Menyebutkan nama, alamat, dan nomor telepon

Hal ini dapat bermanfaat saat masa pertumbuhan anak. Bantu anak memiliki kemampuan dasar, seperti mengenal dan mengingat huruf, angka, dan warna. Berikan pengalaman belajar seperti kunjungan ke museum, program seni, atau sains. Untuk meningkatkan perkembangan sosial, ajak anak untuk bermain dengan anak-anak lain di lingkungan rumah dan berpartisipasi pada aktivitas di komunitas.

Beberapa orangtua mempertimbangkan untuk menunda anak masuk sekolah. Mereka percaya bahwa anak mereka dapat memiliki keuntungan dan lebih sukses dalam akademis, atletik, atau sosial jika ia lebih dewasa dari teman sekelasnya. Menunda masuk sekolah untuk mendapatkan keuntungan tersebut tidak menjamin keberhasilan. Walau terdapat beberapa bukti di mana anak yang paling muda di kelas dapat memiliki masalah akademis, hal-hal tersebut akan menghilang saat kelas 3 – 4 SD. Di sisi lainnya, terdapat bukti bahwa anak-anak yang lebih tua di kelasnya memiliki risiko yang lebih besar terhadap masalah perilaku saat mereka mencapai masa remaja.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

    Sumber

    Is Your Child Ready for School? https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/preschool/Pages/Is-Your-Child-Ready-for-School.aspx. Diakses pada 16 Juli 2015.

    Yang juga perlu Anda baca

    7 Kiat Jitu Menghadapi Anak Tidak Mau Sekolah

    Sering kali anak tidak mau pergi ke sekolah karena berbagai alasan. Namun, jangan khawatir. Ada cara jitu membujuk anak agar mau pergi ke sekolah.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari

    Supaya Makin Klop, Biarkan Si Kecil Berinteraksi Dengan Sang Ayah Pada 4 Momen Ini

    Ayah adalah sosok yang penting untuk tumbuh kembang anak. Supaya hubungan ayah dan anak makin dekat, manfaatkan momen-momen berikut ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Sebenarnya, Program Keluarga Berencana (KB) Itu Apa, Sih?

    Program Keluarga Berencana (KB) yang dicanangkan oleh BKKBN terbukti turunkan angka kelahiran di Indonesia sejak tahun 1991. Apa lagi manfaatnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari

    Tips Melatih Anak Supaya Berani Berangkat Sekolah Sendiri

    Sekolah anak dekat rumah dan bisa ditempuh dengan sepeda atau jalan kaki. Namun, apakah bijak membiarkan anak pergi ke sekolah sendiri?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Direkomendasikan untuk Anda

    Tips Mengajak Orang Tua Pindah ke Tempat yang Baru

    Tips Mengajak Orang Tua Pindah ke Tempat yang Baru

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 25/05/2020
    Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

    Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020
    Grup WhatsApp Keluarga Ternyata Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

    Grup WhatsApp Keluarga Ternyata Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 29/02/2020
    Ortu Wajib Tahu, Inilah 5 Penyebab Anak Takut dan Stres dengan Sekolah

    Ortu Wajib Tahu, Inilah 5 Penyebab Anak Takut dan Stres dengan Sekolah

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 02/09/2019