Si Kecil Sering Memukul Dirinya Sendiri? Tenangkan Dengan 4 Langkah Ini

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 16/11/2018
Bagikan sekarang

Kepolosan anak-anak pasti membuat Anda gemas. Namun, saat ia mulai merengek dan menangis, Anda pasti gerah melihatnya. Apalagi jika anak suka memukul orang lain bahkan dirinya sendirinya ketika ia kesal. Hal ini pasti membuat Anda khawatir. Apakah normal jika anak melakukan tindakan ini? Apa yang harus dilakukan orangtua untuk menenangkan anak? Cari tahu jawabannya lebih jelas pada ulasan berikut.

Normalkah jika anak suka memukul dirinya sendiri?

Hampir sebagian besar anak yang sedang tantrum akan memukul, menggigit, dan membenturkan kepalanya pada sesuatu. Saat Anda pertama kali mendapati si kecil melakukan hal ini, Anda pasti sangat kaget. Sebenarnya tindakan ini umum dilakukan anak-anak.

Ketika anak sudah mulai tumbuh, ia akan menjelajahi lingkungan dan tahu apa yang dibutuhkan atau diinginkan. Namun, anak belum mampu menyampaikan hal ini. Mungkin ia hanya bisa menunjukkannya dengan gerak tubuh atau juga memberi tahu dengan kata-kata yang tidak jelas.

Ketidakmampuan tersebut membuat anak stres dan frustrasi. Akibatnya, si kecil akan memukul dirinya sendiri sebagai cara untuk mengungkapkan rasa kesal.

Selain itu, anak suka memukuli dirinya sendiri juga bisa terjadi saat ia merasa sakit dan tidak nyaman. Misalnya, saat si kecil terkena infeksi telinga tengah. Telinganya yang sakit dan gatal akan membuatnya menyentuh atau memukul telinganya.

Yang perlu Anda perhatikan adalah seberapa sering anak melakukan hal ini. Jika perilaku ini sangat sering muncul tanpa penyebab yang jelas, kemungkinan besar anak memiliki gejala sindrom spektrum autisme. Anak dengan kondisi ini biasanya menunjukkan gejala seperti memukul dagu, menggigit tangan, menempelkan wajah dengan lutut, memukul kepala, atau membenturkan kepalanya.

Namun, setiap anak itu berbeda. Masih ada banyak sebab lain yang membuat anak suka memukul atau menyakiti diri sendiri. Bila Anda khawatir, konsultasikan dengan dokter atau psikolog anak.

Bagaimana cara menghadapinya?

anak tantrum manfaat

Meski umum terjadi pada anak-anak, bukan berarti Anda membiarkan hal ini begitu saja. Saat sudah cukup besar dan mampu berkomunikasi dengan baik, anak akan meninggalkan kebiasaan ini karena ia mengerti bahwa tindakan ini dapat mencelakai dirinya.

Beberapa langkah untuk menghentikan kebiasaan anak suka memukul dirinya sendiri, antara lain:

1. Ketahui pemicunya

Jika Anda sering mendapati anak sering melakukan hal ini, Anda patut curiga beberapa hal yang memicunya. Anak bisa saja mulai tantrum saat ia lapar, mengantuk, merasa sakit, kelelahan, atau saat Anda tidak menghiraukan dirinya.

2. Hentikan gerakan tangannya yang mulai memukul

Saat ia mulai memukul tangannnya, Anda harus cepat tanggap untuk menahan gerakan itu. Dekati anak dan fokuskan perhatian Anda padanya saat berniat untuk menghentikan gerakan tersebut.

3. Tenangkan anak dengan ucapan dan pelukan

Saat anak kesal atau merasa kesakitan, memberikan si kecil perhatian adalah kunci untuk menenangkan dirinya. Selain berada di dekatnya, Anda perlu memberikan kata-kata yang membuat dirinya tenang dan merasa aman. Tepukan di puncak kepala, pundak, atau bahkan pelukan mungkin diperlukan.

4. Tanyakan apa yang si kecil inginkan atau rasakan

Setelah membuatnya tenang, langkah selanjutnya adalah memastikan apa yang membuatnya memukul dirinya sendiri. Memang sulit untuk memahami apa yang diinginkan oleh anak, apalagi jika ia belum bisa berkomunikasi dengan lancar. Anda perlu mengamati dengan baik gerakan tubuh, mulut, atau mendengarkan kembali suara si kecil dan menerka ucapannya dengan kata-kata lain yang serupa atau hampir mendekati.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Pertanda Ketika Sistem Imun Anak Menurun

Apabila anak mulai sering atau mudah jatuh sakit, berarti sesuatu terjadi pada sistem imunnya. Yuk, kenali apa saja tanda saat sistem imun anak menurun.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Curiga Terjadi Gangguan Makan pada Anak? Lakukan 6 Langkah Ini

Bila terjadi perubahan drastis pada pola makan anak, patut dicurigai ada gangguan makan pada anak. Apa yang harus orangtua lakukan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Mendidik Anak yang Sukses, Lakukan Tips Berikut Ini!

Siapa yang tak ingin punya anak sukses? Berikut berbagai tips dalam mendidik anak agar bisa menggapai sukses di masa depan.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Mengenal Marasmus, Masalah Gizi Penyebab Kematian Anak

WHO mencatat marasmus adalah penyebab kematian pada 500 ribu anak di negara berkembang. Apa itu marasmus dan apa penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Direkomendasikan untuk Anda

memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020
Ibu memakaikan masker agar imunisasi saat pandemi corona aman

Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020
encephalocele adalah ensefalokel

Encephalocele

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020
selulitis pada anak

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020