5 Hal yang Perlu Ortu Lakukan Jika Anak Di-Bully di Sekolah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18/10/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tidak ada orangtua yang membayangkan jika suatu hari putra dan putrinya akan menjadi seorang korban bully. Bullying, juga dikenal dengan istilah perisakan, memang masih menjadi PR besar bagi pihak sekolah, orangtua, dan terutama anak-anak itu sendiri. Lalu apa yang bisa orangtua lakukan bila anak ternyata menjadi korban bully? Berikut tips-tipsnya.   

Cara membantu anak yang jadi korban bully di sekolah

1. Buat anak merasa aman dan nyaman di rumah

Yang pertama kali harus Anda lakukan adalah membuat anak merasa aman dan nyaman bersama Anda di rumah. Pasalnya, di sekolah atau lingkungan pergaulannya, anak sudah merasa terancam dan ketakutan.

Karena itu, pastikan bahwa kondisi di rumah cukup tenang, mendukung, dan aman buat anak. Ketika anak bercerita soal pengalamannya jadi korban bully, dengarkan dengan tenang dan sabar. Jangan memburu-buru atau memotong ceritanya supaya ia merasa cukup aman untuk memberi tahu Anda.

Anda juga harus meyakinkan si kecil bahwa Anda akan selalu ada untuk mendukungnya menghadapi masalah ini. Sampaikan juga padanya bahwa Anda tidak marah atau kecewa padanya, bahwa anak tidak salah. Yang salah hanyalah si bully alias pelaku.

2. Beri tahu pihak sekolah

Besar kemungkinan bullying terjadi di sekolah. Jika memang demikian, segera bicarakan masalah ini dengan pihak sekolah seperti guru atau konselor. Sering kali, kasus bullying tidak diketahui oleh pihak sekolah karena anak-anak baru akan bertindak saat tidak ada guru di sekitarnya.

3. Bantu anak cari solusi bersama-sama

Anak korban bully biasanya merasa tidak berdaya, putus asa, dan ketakutan. Karena itu, penting bagi Anda untuk memberdayakan anak untuk mencari jalan keluarnya masalahnya sendiri. Kemampuan pemecahan masalah akan sangat berguna, bahkan sampai anak dewasa nanti. Masalahnya, kasus bullying biasanya terjadi ketika anak hanya sendirian, tanpa orangtua atau guru.

Misalnya anak bercerita bahwa setiap hari bekalnya selalu diambil oleh pelaku perisakan. Pancing anak dengan bertanya, “Menurutmu, apa yang bisa kamu lakukan supaya dia berhenti mengambil makananmu?”. Nah, di sini jawaban anak bisa bermacam-macam dan mungkin mengagetkan Anda. Tetaplah tenang dan arahkan anak untuk mencari solusi.

Contohnya dengan berkata, “Memangnya kalau kamu mendorong dia sampai jatuh, apakah menurutmu besoknya dia bakal berhenti mengganggu dan mengambil bekalmu?”. Dengan begitu, anak pun akan terlatih untuk memikirkan konsekuensi dari setiap tindakan dan perkataannya secara matang.

Pastikan bahwa anak merasa solusi tersebut datang dari dirinya sendiri, bukan didikte oleh kedua orangtuanya.

4. Melatih reaksi anak

Menghadapi tukang bully memang tidak gampang. Anak tidak boleh bereaksi berlebihan sehingga semakin menyulut emosi pelaku, tetapi diam saja juga tidak akan mengubah keadaan.

Lalu apa yang harus dilakukan anak? Balas pelaku dengan kata-kata yang singkat, tegas, dan jelas. Misalnya, “Berhenti mengejek aku,”, “Diam,”  atau, “Nggak lucu,” kemudian langsung tinggalkan pelaku. Kalau kebetulan anak tidak bisa pergi ke mana-mana, cukup jauhi pelaku dan jangan menggubrisnya lagi.

Ingatkan anak untuk tidak bereaksi dengan kekerasan atau kata-kata kasar karena situasinya bisa berbalik 180 derajat. Jika anak sudah tidak bisa menghadapinya lagi, cari bantuan orang dewasa.

Anda harus terus mengingatkan anak pentingnya bereaksi dengan tepat ketika menghadapi bully.

5. Lapor ke pihak berwajib kalau kasusnya sudah parah

Dalam kasus tertentu, anak mungkin menjadi korban bully yang cukup parah. Sebagai contoh, pelaku menggunakan ancaman kekerasan, pelecehan seksual, atau bahkan sudah melakukan tindak kekerasan terhadap anak. Ini sudah bukan ranahnya pihak sekolah atau antarorangtua, melainkan harus ditindak lewat jalur hukum.

Akan tetapi, alangkah baiknya bila Anda memberi tahu pihak sekolah dulu sebelum melaporkan pelaku. Pihak sekolah mungkin menawarkan untuk melakukan mediasi, tetapi dalam kasus yang sudah disebutkan di atas, Anda tetap harus lapor ke kepolisian demi melindungi anak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Tips ini akan membantu Anda menerapkan kebiasaan kesehatan gigi dan mulut pada anak sejak dini. Yuk, cari tahu apa saja caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Parenting, Tips Parenting 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit
ruam susu bayi

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit