×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:

7 Kondisi Paling Umum Penyebab Anak Kesulitan Belajar

Oleh Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

Yang namanya anak-anak, wajar jika sesekali mengalami kesulitan memperlajari hal-hal yang baru dalam hidupnya. Misalnya saja belajar baca tulis. Namun jika keluhan kesulitan belajar cenderung konsisten dan berlanjut hingga anak beranjak dewasa, kemungkinan ada kondisi medis tertentu yang mendasarinya. 

Kenapa seseorang bisa mengalami kesulitan belajar?

Kesulitan belajar lebih banyak ditemukan pada masa anak-anak, tetapi tidak menutup kemungkinan dapat ditemukan juga pada orang dewasa. Ini karena kondisi tersebut tidak pernah dievaluasi secara klinis sebelumnya. Bentuk kesulitan belajar yang paling umum berkaitan dengan masalah membaca, menulis, menghitung, berpikir, mendengarkan, serta berbahasa karena proses pemahaman setiap individu yang berbeda.

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa kesulitan belajar tidak berkaitan dengan tingkat kecerdasan dan/atau motivasi belajar yang rendah. Seseorang yang mengalami kesulitan belajar pada umumnya memiliki tingkat kecerdasan normal atau bahkan lebih tinggi serta memiliki peluang untuk berkembang yang sama seperti individu lainnya. Hanya saja, otak mereka bekerja dengan cara yang berbeda sehingga menyebabkan mereka menangkap dan memproses informasi secara berbeda pula. Oleh karena itu, proses metode pengajaran membutuhkan kesesuaian dengan bagaimana cara ia memahami dan mempelajari sesuatu.

Tanda learning disabilities dapat berbeda pada setiap fase kehidupan

Kesulitan belajar pada anak akan menjadi hal yang sangat serius ketika hal tersebut menghambat proses belajar kemampuan hal baru pada masa tumbuh kembangnya karena akan terus berdampak hingga tumbuh dewasa. Berikut beberapa tanda kesulitan belajar yang perlu diperhatikan:

Anak usia di bawah lima tahun

Ini mencakup kesulitan dalam mengeja dan menemukan kata yang tepat, kesulitan membedakan huruf, bentuk, warna, angka, dan hari, serta kesulitan memahami perintah dan melakukan kegiatan sederhana  — seperti memakai pakaian atau mengikat tali sepatu.

Anak-anak usia 5-9 tahun

Ini ditandai dengan kesulitan mempelajari hal baru, tidak dapat membaca, gangguan dalam menulis dan mengeja dengan tepat, serta kesulitan untuk membaca angka pada jam.

Remaja awal (10-13 tahun)

Ini ditandai dengan kesulitan memahami bacaan dan menghitung, tidak dapat menulis dengan rapih, kesulitan mengekspresikan pendapat dan juga rendahnya kemampuan pengorganisasian (seperti merapikan kamar, menyelesaikan tugas, mengatur meja belajar dsb.)

Remaja akhir dan dewasa

Gejala termasuk kesulitan membaca, menulis dan berbicara, kesulitan mengambil kesimpulan dari suatu bacaan atau informasi, mengerjakan hal sederhana terlalu lambat, kesulitan beradaptasi pada lingkungan baru dan kemampuan mengingat yang terlalu rendah.

Macam-macam bentuk gangguan kesulitan belajar

Bentuk gangguan belajar dapat dibedakan berdasarkan kemampuan seseorang pelajari selama sekolah, diantaranya:

Gangguan kemampuan membaca (disleksia)

Disleksia mencakup kesulitan dalam kemampuan dasar membaca dan kesulitan untuk memahami hubungan antara suara, huruf dan kata sehingga dapat menyebabkan pengindap dyslexia kesulitan yntuk memahami gagasan kalimat atau suatu paragraf.

Gangguan kemampuan berhitung (dyscalculia)

Dyscalculia adalah jenis gangguan belajar yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam berbahasa, visual, mengurutkan, kemampuan memori otak dan pengorganisasian. Tanda yang paling umum dari gangguan ini adalah kesulitan perhitungan dasar dan sederhana serta kesulitan dalam membaca angka pada jam.

Gangguan kemampuan menulis (dysgraphia)

Dysgraphia dapat disebabkan karena kesulitan secara fisik membentuk tulisan huruf dan angka (dalam artian harafiah: sulit menulis), atau juga dapat berupa kesulitan dalam menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan.  Gangguan menulis ditandai dengan bentuk tulisan tangan yang tidak rapi, tulisan dan ejaan tidak konsisten, serta tidak ada kesinambungan antar kalimat dalam tulisan (bunyi kalimat tidak logis).

Selain kategori kemampuan yang diajarkan pada sekolah, gangguan belajar juga dapat berupa:

Gangguan kemampuan motorik (dyspraxia)

Gangguan kemampuan motorik berupa gangguan koordinasi otak, mata dan otot anggota gerak untuk melakukan kegiatan yang membutuhkan komunikasi seperti berlari, melompat dan menggunting.

Gangguan kemampuan berbahasa (aphasia)

Aphasia merupakan kesulitan untuk memahami bahasa yang diucapkan dan berkaitan dengan kemampuan menceritakan kembali apa yang telah diucapkan, serta juga hambatan kemahiran dalam berkata serta kemampuan untuk memahami kata, kalimat, ataupun arahan.

Gangguan memproses informasi auditori visual

Gangguan ini terjadi karena otak yang kesulitan untuk memproses suatu informasi yang masuk diterima oleh telinga dan mata. Gangguan pada proses auditori melibatkan kemampuan seseorang untuk membedakan suara atau lafal kata dengan suara lainnya. Sedangkan gangguan proses visual melibatkan kemampuan  untuk membedakan bentuk, angka dan huruf, mendeteksi kedalaman dan jarak atau gangguan koordinasi mata dengan tangan.

ADHD

Meskipun ADHD bukan gangguan yang menghambat seseorang dalam melakukan proses berpikir dan pembelajaran, ADHD merupakan gangguan yang menurunkan kemampuan seseorang untuk tetap fokus dan memperhatikan sesuatu. ADHD juga dapat ditemukan pada seseorang sudah terlebih dulu mengalami gangguan belajar, sehingga memperburuk kondisinya.

Apa yang dapat ortu lakukan untuk membantu anak yang kesulitan belajar?

Hal yang paling pertama dan paling penting dilakukan untuk secepatnya mengatasi gangguan belajar ini adalah dengan mendeteksinya sejak dini. Ortu dapat mengamati pola perilaku dan kebiasaan anak saat belajar untuk bisa mencari tahu jenis gangguan yang dialaminya sehingga keterlambatan proses belajar dapat teratasi.

Kesulitan belajar pada dasarnya tidak dapat dihilangkan namun dengan bantuan mendalam guna memahami proses berpikir dan mempelajari hal baru, keterbatasan yang dihadapi dapat teratasi. Mengenali dan mengatasi gangguan belajar memerlukan langkah yang bertahap dan dukungan profesional dari psikolog anak atau terapis pendidikan anak.

Baca Juga:

Sumber
×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda untuk membantu memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan We’re excited to guide you on your parenting journey. Your first email will arrive shortly. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca