Kenapa Suara Anak Laki-laki Berubah Jadi Lebih Berat Saat Puber?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Saat memasuki masa pubertas, banyak perubahan yang terjadi pada tubuh dan perilaku remaja, bagi laki-laki salah satunya adalah perubahan suara. Tahukah Anda mengapa suara berubah saat puber terjadi pada anak laki-laki yang beranjak remaja? Ini jawabannya.

Penyebab suara berubah saat puber pada anak laki-laki 

Pubertas merupakan suatu tahap perkembangan seorang anak menjadi dewasa secara fisik. Pubertas berlangsung pada kisaran usia 10-14 tahun untuk perempuan dan kisaran usia 12-16 tahun untuk laki-laki. Ketika menginjak masa pubertas, remaja laki-laki dan perempuan mengalami perubahan fisik.

Pada masa pubertas, tubuh laki-laki mulai memproduksi banyak hormon testosteron yang menyebabkan perubahan di beberapa bagian tubuh termasuk suara. Kenapa suara berubah saat puber? Jawabannya, seperti yang dilansir dari Kidshealth, karena laring laki-laki yang juga dikenal sebagai kotak suara, tumbuh jadi lebih besar saat beranjak remaja.

Laring terletak di tenggorokan di bagian atas trakea atau tenggorokan, seperti tabung hampa sekitar yang tingginya 5 cm. Laring bertanggung jawab untuk memproduksi suara. Ada dua otot yang membentang pada laring, yaitu pita suara. Bila Anda bernapas, pita suara akan melemas terhadap dinding laring dan benar-benar terbuka untuk memungkinkan udara masuk dan keluar dari paru-paru.

Ketika Anda berbicara, pita suara berdekatan dengan membentang di pangkal tenggorokan. Udara dari paru-paru kemudian dipaksa keluar antara pita suara, menyebabkannya bergetar dan menghasilkan nada suara. Nah, karena laring laki-laki akan semakin tumbuh besar saat puber, pita suara akan tumbuh lebih panjang dan tebal. Juga tulang wajah akan mulai tumbuh.

Rongga di dalam sinus, hidung dan bagian belakang tenggorokan juga tumbuh lebih besar, menciptakan lebih banyak ruang di wajah yang membuat suara lebih banyak ruang untuk gema. Semua faktor ini jadi penyebab kenapa suara berubah saat puber terjadi pada remaja laki-laki.

Perubahan suara pada laki-laki puber ini bisa dijelaskan dengan membayangkan sebuah gitar. Ketika senar tipis dipetik, getaran akan menghasilkan nada tinggi. Sedangkan ketika senar tebal dipetik, kedengarannya jauh lebih dalam ketika bergetar. Itulah gambaran apa yang terjadi pada suara remaja laki-laki.

Sebelum mengalami pertumbuhan, laring laki-laki relatif kecil dan pita suara relatif tipis. Jadi suara anak laki-laki akan tinggi. Namun, saat tulang, tulang rawan, dan pita suara tumbuh, suara akan mulai terdengar seperti orang dewasa.

Sumber: SheKnows.com

Perubahan lain pada anak laki-laki yang sedang pubertas

Selain suara berubah saat puber, remaja laki-laki juga akan mengalami beberapa tahap perkembangan ukuran testikel dan penis yang membesar. Tidak ada patokan yang baku mengenai kapan perubahan ini terjadi pada remaja laki-laki. Bertambahnya ukuran penis bisa terjadi sejak usia 9 tahun atau lebih dewasa, tapi ada sebagian remaja berusia 15 tahun yang masih belum mengalaminya.

Namun, jangan khawatir karena biasanya kondisi semacam itu dianggap normal. Setiap orang bisa mengalami perkembangan fisik yang berbeda-beda, baik usia perubahan maupun ukurannya.

Selain itu, tidak perlu khawatir bila terdapat sedikit perbedaan ukuran antara testis satu dengan yang lainnya karena hal itu normal. Selama pubertas, remaja laki-laki juga akan mengalami mimpi basah, yaitu ejakulasi yang terjadi saat tidur. Penis dapat mengalami ereksi atau menegang karena dipenuhi oleh darah dan juga bisa mengeluarkan air mani. Hal ini diduga terjadi karena meningkatnya hormon testosteron.

Yang perlu dilakukan adalah rutin memeriksanya dengan meraba penis dan testikel setelah mandi untuk mengetahui bentuk normalnya dan apakah terdapat benjolan atau tidak. Bila terasa ada benjolan, perubahan warna pada testikel, atau terasa nyeri, jangan malu untuk memeriksakannya ke dokter. Remaja laki-laki juga akan mengalami pertumbuhan rambut halus yang tumbuh di sekitar kemaluan dan ketiak pada daerah kemaluan dan ketiak.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ketika demam menyerang, Anda pasti tidak enak badan. Mau istirahat atau makan jadi susah. Tenang saja, ini enam solusi yang tepat supaya Anda lebih nyaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Adakah dampak kesehatan tertentu jika kita makan makanan yang sama tiap harinya? Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Tips Makan Sehat, Nutrisi 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Setiap rumah pasti ada semutnya. Apalagi rumah yang kotor. Jangan panik dulu, air lemon ternyata bisa jadi cara mengusir semut di rumah yang terjamin ampuh.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mencium bau badan

Kenapa, Sih, Kita Tidak Bisa Mencium Bau Badan Sendiri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
ciri dan gejala infeksi parasit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
badan sakit setelah olahraga

Badan Sakit Setelah Olahraga, Apakah Artinya Olahraga Anda Ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit