Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Dampak Buruk Anak yang Kecanduan Game Online dan Cara Mencegahnya

Dampak Buruk Anak yang Kecanduan Game Online dan Cara Mencegahnya

Sejatinya, anak-anak memang sangat suka bermain. Itulah sebabnya banyak orangtua yang sengaja memanfaatkan games online di ponsel, komputer, atau gadget lain untuk membuatnya tenang. Sayangnya, hal ini dapat menyebabkan anak kecanduan game online. Yuk cari tahu cara mencegahnya melalui pembahasan berikut.

Dampak buruk anak yang kecanduan game online

mendidik anak di era digital

Bermain game online memang mengasyikkan. Namun, tahukah Anda jika permainan online di ponsel atau komputer dapat membuat anak kecanduan? Seperti halnya alkohol, kegiatan ini juga bersifat candu.

Bahkan kecanduan game sudah dianggap sebagai salah satu gangguan kejiwaan. Hal ini berdasarkan Revision of the International Classification of Diseases dari WHO tentang internet gaming disorder.

Anak yang kecanduan game online dapat menyebabkan dampak buruk bagi kesehatannya. Beberapa masalah kesehatan yang dapat terjadi antara lain.

Selain mengganggu kesehatan fisik, kondisi ini juga dapat memengaruhi kesehatan mentalnya, seperti:

  • kedewasaannya terhambat,
  • mudah berbohong dan mengelabui orang tua, bahkan
  • meniru adegan kekerasan yang ditampilkan oleh game yang dimainkannya.

Lebih jauh lagi, kondisi ini juga dapat berdampak buruk bagi kehidupan sosialnya, seperti:

  • prestasi akademiknya menurun,
  • tidak berpartisipasi dalam organisasi dan kegiatan olahraga, serta
  • sulit bergaul dan berkomunikasi dengan teman sebaya.

Bagaimana ciri-ciri anak yang kecanduan game online?

pusing setelah makan

Menurut American Psychiatric Association, internet gaming disorder ditandai dengan gejala-gejala berikut.

  • Terlalu asyik saat bermain game.
  • Menolak dengan reaksi yang berlebihan jika permainannya dihentikan, seperti sedih, gelisah bahkan menyerang dengan agresif.
  • Selalu menghabiskan waktu lebih banyak agar puas bermain game.
  • Selalu gagal saat berusaha untuk mengurangi atau berhenti bermain game.
  • Tidak tertarik melakukan aktivitas lain yang sebelumnya disukai.
  • Tetap bermain meskipun sedang dalam masalah atau kesulitan.
  • Melanjutkan permainan meskipun sedang dalam kondisi yang tidak tepat.
  • Menyembunyikan dari orang lain agar mendapatkan waktu bermain yang lebih banyak.
  • Memperburuk suasana hati seperti rasa bersalah atau putus asa.
  • Merusak hubungan dan interaksi dengan anggota keluarga lain.

Adapun ciri-ciri yang biasanya terjadi pada anak yang kecanduan game online adalah sebagai berikut.

  • Tidak peduli terhadap pelajaran sekolah dan lebih memerhatikan urusan game.
  • Tetap bermain game meskipun sudah dilarang.
  • Bermain game saat guru sedang menjelaskan pelajaran.
  • Enggan melepaskan gadget walau sebentar.
  • Menolak untuk bermain di luar dengan teman-teman seusianya.

Cara mencegah anak kecanduan game online

Lantaran efeknya yang sangat berbahaya, Anda perlu sebisa mungkin mencegah anak dari kecanduan game. Pasalnya jika ia sudah terjadi, mengobatinya akan semakin sulit. Cegahlah segera dengan melakukan tips-tips berikut.

1. Pastikan Anda mengawasinya saat bermain

Beberapa orang tua mungkin memutuskan untuk melarang anaknya bermain game online sama sekali. Meski begitu, jika tetap membiarkannya, pastikan anak bermain di bawah pengawasan Anda.

Tujuannya agar Anda mengetahui apa yang dimainkannya dan ia tidak kehilangan interaksi dengan orang sekitar.

2. Batasi waktu jika anak bermain sendiri

Anak bermain sendiri memang memberikan manfaat. Ia dapat mengenal dirinya dan bebas mengembangkan kemampuan. Namun ingat, hal ini juga berisiko memberikan peluang baginya untuk bermain game online sesuka hati.

Oleh karena itu, jika Anda menyediakan gadget atau komputer untuk si kecil, pastikan Anda menetapkan batas waktu maksimal. Tujuannya agar anak tidak kecanduan bermain game online.

3. Taruh gadget di tempat yang tersembunyi dan pasangkan sandi

Media anak untuk memainkan game online adalah gadget. Jadi, jangan sembarangan meletakkan gawai di tempat yang mudah terjangkau. Anda dapat menyimpannya di laci lemari. Ini menyulitkan anak untuk bermain gadget diam-diam.

Jangan lupa pasangkan kata sandi yang sulit ditebak supaya anak tidak bisa mengaksesnya dengan mudah.

Selain itu, Anda juga bisa mengatur agar gawai tidak secara otomatis terhubung dengan internet. Jadi, anak mau tidak mau harus mendapatkan izin Anda lebih dahulu sebelum memainkan game online.

4. Tunjukkan sikap tegas Anda

Pastilah sangat sulit jika menyuruh anak berhenti bermain gadget saat waktunya sudah habis. Mungkin ia akan terus mengulur waktu bahkan tantrum. Jika hal ini terjadi, jangan memanjakan dia dan membiarkannya main kembali. Cobalah bersikap tegas.

Supaya pikirannya tidak lagi terpusat pada permainan, Anda harus mengajaknya melakukan aktivitas lain. Misalnya, menyuruhnya mandi, makan, atau membantu Anda membersihkan rumah.

5. Isi dengan kegiatan yang menyenangkan

Mengurangi waktu bermain, memang mencegah anak kecanduan game online. Namun, ini akan membuatnya mudah bosan.

Nah, untuk mengatasinya, Anda perlu mencari kegiatan pengganti yang menyenangkan, seperti mengajaknya berbelanja, menyiram tanaman, membersihkan halaman, atau kegiatan bersama lainnya yang menyenangkan.

gaya pengasuhan orangtua

6. Ajak anak bermain dengan teman

Untuk mencegah anak dari kecanduan game, ajaklah ia untuk bersosialisasi dan berkegiatan di luar bersama teman.

Cobalah membentuk kelompok kecil dengan teman sebaya lalu arahkan mereka untuk melakukan kegiatan bersama-sama, seperti bermain di taman, bersepeda, memainkan permainan tradisional, menggambar bersama, dan sebagainya.

7. Berkonsultasilah ke psikolog

Mencegah agar anak tidak kecanduan game online mungkin akan merusak hubungan Anda dengannya. Anda mungkin akan dibenci oleh anak karena menerapkan aturan-aturan tertentu.

Untuk itu, berkonsultasilah ke psikolog, ahli kejiwaan atau konsultan keluarga untuk mengetahui cara pencegahan yang terbaik. Tujuannya agar Anda tetap mempertahankan keharmonisan hubungan dengan si buah hati.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Are video games and screens an addiction?. Retrieved 25 May 2021, from https://www.mayoclinichealthsystem.org/hometown-health/speaking-of-health/are-video-games-and-screens-another-addiction

Addictive behaviours: Gaming disorder. (2018). Retrieved 25 May 2021, from https://www.who.int/news-room/q-a-detail/addictive-behaviours-gaming-disorder

Zhan, J., & Chan, H. (2012). Government Regulation of Online Game Addiction. Communications Of The Association For Information Systems, 30. doi: 10.17705/1cais.03013

Internet Gaming. (2018). Retrieved 25 May 2021, from https://www.psychiatry.org/patients-families/internet-gaming

Nasution, F., Effendy, E., & Amin, M. (2019). Internet Gaming Disorder (IGD): A Case Report of Social Anxiety. Open Access Macedonian Journal Of Medical Sciences, 7(16), 2664-2666. doi: 10.3889/oamjms.2019.398

Wichstrøm, L., Stenseng, F., Belsky, J., von Soest, T., & Hygen, B. (2018). Symptoms of Internet Gaming Disorder in Youth: Predictors and Comorbidity. Journal Of Abnormal Child Psychology, 47(1), 71-83. doi: 10.1007/s10802-018-0422-x

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 20/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x