Perkembangan Bayi 48 Minggu atau 12 Bulan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Perkembangan Bayi Usia 48 Minggu

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi 48 minggu atau 12 bulan?

Menurut tes skrining perkembangan anak Denver II, perkembangan bayi 48 minggu atau 12 bulan antara lain:

  • Bayi berdiri sendiri dengan baik, tapi belum bisa terlalu lama.
  • Berpindah posisi dari berbaring ke duduk, kemudian duduk ke berdiri, dan kembali lagi ke duduk.
  • Bayi berguling sendiri.
  • Bisa mengutarakan keinginannya selain dengan menangis.
  • Menggunakan bahasa yang kekanak-kanakan (walaupun berupa bahasa asing buatan sendiri yang tidak jelas).
  • Mengucapkan 1-3 kata selain “mama” atau “dada”, tapi belum begitu jelas.
  • Berceloteh banyak hal.
  • Meraih benda di sekitarnya.
  • Menggengam benda di tangannya.
  • Memukul-mukul dua benda yang masing-masing ada di dalam genggamannya.
  • Melambaikan tangan.
  • Hampir mampu menirukan aktivitas yang dilakukan orang lain.
  • Makan sendiri walaupun masih berantakan.
  • Bayi tersenyum sendiri maupun dengan orang lain.
  • Hampir bisa bermain bola dengan bantuan Anda.

Kemampuan motorik kasar

Sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perkembangan bayi minggu 47 , saat ini bayi sudah mampu berdiri sendiri, tapi masih belum terlalu lama.

Meski demikian, tidak semua bayi mengalami perkembangan di usia yang sama pada masa perkembangan bayi minggu 48 atau 12 bulan ini. Pada bayi yang cenderung lebih berhati-hati dalam mengasah perkembangannya, kadang memiliki kemampuan motorik yang agak lebih lama.

Memang biasanya di usia ini beberapa anak sudah mampu berjalan sendiri pada perkembangan bayi 48 minggu atau 12 bulan. Hanya saja, Anda tidak perlu khawatir jika anak Anda masih belum menunjukkan tanda-tanda ingin berjalan.

Pada masa perkembangan minggu 48 atau 12 bulan ini, Anda bisa terus menstimulasinya untuk berjalan, caranya ajak anak sering berjalan dengan berpegangan. Jiika si kecil sudah mulai menunjukan keberanian untuk melepas pegangan Anda, coba lepas pelan-pelan.

Saat si kecil sudah bisa berjalan satu atau dua langkah tanpa berpegangan, Anda tetap perlu memuji dan memberikan semangat. Hal ini sangat penting untuk mendukung perkembangan bayi 48 minggu atau 12 bulan.

Kemampuan komunikasi dan bahasa

Selain itu, perkembangan bayi 48 minggu atau 12 bulan ini juga tampak lebih aktif berbicara. Meski kata-kata yang keluar masih belum cukup jelas, tapi Anda mulai melihat perubahan nada saat ia berbicara. Kadang bisa naik, kadang juga bisa turun saat mempertegas suatu pernyataan.

Si kecil bisa berbicara selama beberapa detik seolah sedang berusaha memberi tahu Anda sesuatu, pada masa perkembangan bayi 48 minggu atau 12 bulan. Sekalipun Anda tidak mengerti apa yang disampaikannya, tapi Anda bisa menunjukkan ekspresi tertarik dengan berkata, “Wow kakak hebat, ya!”

Setelah cukup mahir mengucapkan “mama” dan “dada”, maka pada perkembangan bayi 48 minggu atau 12 bulan, si kecil sudah mulai bisa belajar 1-3 huruf. Tentunya, ia masih perlu belajar sampai berhasil mengucapkannya dengan tepat.

Kemampuan motorik halus

Biasanya pada masa perkembangan bayi 48 minggu atau 12 bulan, telah mampu meraih atau mengambil benda di sekitarnya. Ia pun sudah mampu menggenggam benda dalam tangannya, namun masih butuh waktu untuk belajar memasukkan balok ke dalam wadah.

Kemampuan sosial dan emosional

Si kecil semakin lancar melemparkan senyumnya saat diajak bicara oleh orang lain pada masa perkembangan bayi 48 minggu atau 12 bulan. Ia juga sudah semakin banyak bermain dengan mainannya dan mencoba makan sendiri.

Si kecil pada masa perkembangan bayi 48 minggu juga dapat melambaikan tangan untuk menyampaikan salam perpisahan dan mampu mengutarakan keinginannya akan suatu hal.

Apa yang harus dilakukan untuk membantu perkembangan bayi 48 minggu atau 12 bulan?

Untuk membantu perkembangan bayi 48 minggu atau 12 bulan, pastikan bayi berada di lingkungan yang aman untuk mempraktikkan keahlian barunya. Salah satunya berlatih menjaga keseimbangan tubuhnya saat berdiri sendiri dalam waktu yang lebih lama. Sebaiknya jangan pernah tinggalkan anak sendirian, dan terus awasi pergerakannya.

Selain mengawasi, Anda bisa mendorong si kecil berjalan dengan berdiri atau berlutut di hadapannya dan memegang tangannya. Cara lain yang bisa dilakukan pada perkembangan bayi 48 minggu atau 12 bulan  yaitu memegang kedua tangannya dan berjalan bersamanya.

Pada masa perkembangan bayi 48 minggu, bayi yang sedang belajar berjalan biasanya menempatkan kedua lengan di sisi tubuhnya. Kemudian ia akan menekuk, menjulurkan kakinya keluar, mengedepankan perutnya, serta menonjolkan pantatnya untuk menjaga keseimbangan.

Awasi si kecil selama belajar berjalan pada masa perkembangan bayi 48 minggu atau 12 bulan, lalu segera tangkap ia saat hendak terjatuh. Jika bayi terjatuh dengan sendirinya tanpa bisa Anda cegah, katakan padanya bahwa jatuh adalah hal biasa saat ia belajar berjalan. Selanjutnya, minta bayi untuk bangkit kembali dan tidak mudah menyerah.

Kesehatan Bayi Usia 48 Minggu

Apa yang perlu didiskusikan dengan dokter di minggu 48 atau 12 bulan?

Jika memang perkembangan bayi 48 minggu atau 12 bulan tidak mengalami kondisi medis serius, kebanyakan dokter tidak akan melakukan pemeriksaan kesehatan bayi secara khusus.

Akan tetapi, jangan ragu untuk mengkonsultasikan dengan dokter, apabila ada masalah pada perkembangan bayi 48 minggu atau 12 bulan, yang tidak bisa ditunggu sampai kunjungan berikutnya.

Apa yang harus diketahui pada perkembangan bayi 48 minggu atau 12 bulan?

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui di perkembangan bayi 48 minggu atau 12 bulan, yaitu:

1. Kenali gejala cacar air

Anda sebaiknya mulai mendeteksi gejala cacar air di perkembangan bayi 48 minggu atau 12 bulan. Waspadai bintik merah, terutama jika Anda tahu anak Anda telah terpapar dengan anak lain yang terkena cacar air. Biasanya butuh sekitar 7-21 hari setelah paparan virus, sampai akhirnya gejala muncul.

Anda akan melihat benjolan kecil berwarna merah yang gatal berkembang menjadi benjolan berwarna merah jambu berisi cairan, lalu menjadi kering berwarna cokelat. Pertama berawal dari tubuh dan kulit kepala, dan kemudian menyebar ke wajah, lengan, dan kaki. Bayi mungkin juga tampak sangat lelah, tidak lapar atau timbul gejala demam pada bayi.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan utamanya. Untuk menghindari infeksi dan bekas luka, bantu cegah dengan menggunting kuku bayi dan tidak membiarkannya menggaruk atau memencet luka.

Beberapa orangtua memakaikan sarung tangan kapas pada bayi. Anda bisa meredakan gatal dengan memandikan bayi dengan air sejuk bercampur obat yang mungkin disarankan oleh dokter.

Jika gejala cacar air tidak kunjung sembuh, segera beri tahu dokter. Gejala memburuk ini termasuk:

  • Bintik berwarna merah yang semakin banyak.
  • Sakit di dalam mulut atau mata.
  • Bayi demam selama beberapa hari.
  • Kulit membengkak, atau sangat merah.

Klik tautan berikut untuk cari tahu lebih lanjut seputar cara mengobati cacar air anak.

2. Kenali gejala alergi

Sekilas gejala alergi kadang mirip sekali dengan gejala pilek, sehingga agak sulit dibedakan. Gejala alergi bisa meliputi mata berair, bersin, hidung tersumbat, hingga pilek.

Pada perkembangan bayi 48 minggu atau 12 bulan, berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan mengenai alergi pada anak:

  • Jika Anda memiliki riwayat keluarga alergi, karena itu membuat bayi Anda cenderung mengembangkannya sendiri.
  • Jika ia memiliki masalah kesehatan lain yang berkaitan dengan alergi, seperti eksim atau asma.
  • Jika dia alergi terhadap hal-hal lain, seperti kacang tanah atau penisilin. Alergi lingkungan terhadap serbuk sari atau jamur adalah tindak lanjut alami dan bisa jadi itulah yang membuatnya bersin.
  • Jika pileknya konstan, tetesannya tipis, dan bukan keluarnya hidung yang keruh.
  • Jika gejalanya seperti berair, mata gatal dan pilek bertahan lebih dari dua minggu, atau jika sepertinya bayi Anda tidak akan pernah goyah.

Sebelum memberikan obat-obatan untuk mengatasi gejala yang dialami si kecil, ada baiknya Anda konsultasikan lebih dulu dengan dokter. Dokter akan memberikan pilihan pengobatan yang aman sesuai kondisi anak Anda.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan

Apa yang perlu diwaspadai saat perkembangan bayi 48 minggu atau 12 bulan?

Pada masa perkembangan bayi 48 minggu atau 12 bulan, bayi telah semakin dewasa dan banyak perkembangan yang ia alami. Meski demikian Anda mungkin masih mencemaskan dan bertanya-tanya kapan perlu menghentikan penggunaan botol susu dari kebiasaan minum bayi.

Padahal Anda tahu, botol dot mungkin merupakan hal yang sangat disenanginya. Salah satu cara yang dapat dilakukan agar si kecil berhenti menggunakan botol dot pada masa perkembangan bayi 48 minggu atau 12 bulan, yaitu menggunakan cangkir sippy atau sippy cup. Penggunaan cangkir ini dapat dilakukan sebelum si kecil beralih menggunakan gelas sungguhan.

Ada dua alasan penting untuk menghentikan penggunaan botol dot pada perkembangan bayi 48 minggu atau 12 bulan. Pertama, semakin lama bayi mengisap dot, semakin sulit untuk menghentikannya. Alasan kedua yaitu dimulai fase perkembangan bayi belajar berbicara.

Bayi mungkin lebih enggan untuk berceloteh, jika ia memiliki sesuatu di mulutnya sepanjang waktu. Hanya saja, melepaskan kebiasaan bayi dari mengisap botol dot pada masa perkembangan 48 minggu atau 12 bulan, bukanlah hal mudah.

Jadi, pastikan Anda melakukannya secara perlahan. Anda bisa mulai dengan membatasi penggunaan botol dot di siang hari. Kemudian, usahakan juga bayi tidak menggunakannya di malam hari secara perlahan-lahan. Anda juga dapat mencoba menggantikan dot dengan boneka hewan atau mainan ketika bayi merengek menginginkannya.

Lalu, bagaimana perkembangan bayi 13 bulan?

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Januari 17, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca