Perkembangan Bayi di Usia 48 Minggu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Perkembangan Bayi Usia 48 Minggu

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi 48 minggu?

Menurut Denver II, pada usia 48 minggu ini, perkembangan bayi biasanya sudah mampu:

  • Berdiri sendiri dengan baik, tapi belum bisa terlalu lama.
  • Berpindah posisi dari berbaring ke duduk, kemudian duduk ke berdiri, dan kembali lagi ke duduk.
  • Berguling sendiri.
  • Bisa mengutarakan keinginannya selain dengan menangis.
  • Menggunakan bahasa yang kekanak-kanakan (walaupun berupa bahasa asing buatan sendiri yang tidak jelas).
  • Mengucapkan 1-3 kata selain “mama” atau “dada”, tapi belum begitu jelas.
  • Berceloteh banyak hal.
  • Meraih benda di sekitarnya.
  • Menggengam benda di tangannya.
  • Memukul-mukul dua benda yang masing-masing ada di dalam genggamannya.
  • Melambaikan tangan.
  • Hampir mampu menirukan aktivitas yang dilakukan orang lain.
  • Makan sendiri walaupun masih berantakan.
  • Tersenyum sendiri maupun dengan orang lain.
  • Hampir bisa bermain bola dengan bantuan Anda.

Kemampuan motorik kasar

Tidak jauh berbeda dengan minggu 47 sebelumnya, perkembangan bayi di minggu ini juga mampu berdiri sendiri tapi masih belum terlalu lama.

Tidak semua bayi mengalami perkembangan di usia yang sama. Bayi yang cenderung lebih berhati-hati dalam mengasah perkembangannya, kadang memiliki kemampuan motorik yang agak lebih lama. Memang biasanya di usia ini beberapa anak sudah mampu berjalan sendiri, namun Anda tidak perlu khawatir jika anak Anda masih belum menunjukkan tanda-tanda ingin berjalan. Anda bisa terus menstimulasinya untuk berjalan, caranya ajak anak sering berjalan dengan berpegangan, jika sudah mulai menunjukan keberanian untuk dilepas, coba lepas pelan-pelan. Meskipun satu dua langkah anak berjalan tanpa berpegangan, Anda tetap perlu memuji dan memberikan semangat.

Kemampuan komunikasi dan bahasa

Selain itu, perkembangan bayi memasuki usia 48 minggu ini juga tampak lebih aktif berbicara. Meski kata-kata yang keluar masih belum cukup jelas, tapi Anda mulai melihat perubahan nada saat ia berbicara.

Kadang bisa naik, kadang juga bisa turun saat mempertegas suatu pernyataan. Si kecil bisa berbicara selama beberapa detik seolah sedang berusaha memberi tahu Anda sesuatu. Sekali pun Anda tidak mengerti apa yang disampaikannya, tapi Anda bisa menunjukkan ekspresi tertarik dengan berkata, “Wow kakak hebat, ya!”

Setelah cukup mahir mengucapkan “mama” dan “dada”, si kecil saat ini sedang belajar menguasi 1-3 huruf. Tentunya, ia masih perlu belajar sampai berhasil mengucapkannya dengan tepat.

Kemampuan motorik halus

Biasanya, perkembangan bayi di usia 48 minggu alias 12 bulan ini telah mampu meraih atau mengambil benda di sekitarnya, maupun menggenggam benda dalam tangannya. Namun, ia masih butuh waktu untuk belajar memasukkan balok ke dalam wadah.

Kemampuan sosial dan emosional

Si kecil semakin lancar melemparkan senyiumnya saat diajak bicara oleh orang lain, bermain dengan mainannya, dan makan sendiri. Ia juga dapat melambaikan tangan untuk menyampaikan salam perpisahan, dan mampu mengutarakan keinginannya akan suatu hal.

Apa yang harus saya lakukan untuk membantu perkembangan bayi 48 minggu?

Seperti biasa, pastikan bayi berada di lingkungan yang aman untuk mempraktikkan keahlian barunya. Misalnya berlatih menjaga keseimbangan tubuhnya saat berdiri sendiri dalam waktu yang lebih lama. Sebaiknya jangan pernah tinggalkan anak sendirian, dan terus awasi pergerakannya.

Anda bisa mendorongnya berjalan dengan berdiri atau berlutut di hadapannya dan memegang tangannya. Cara lainnya, bisa dengan memegang kedua tangannya dan berjalan bersamanya. Bayi yang sedang belajar berjalan biasanya menempatkan kedua lengan di sisi tubuhnya.

Kemudian menekuk, menjulurkan kakinya keluar, mengedepankan perutnya, serta menonjolkan pantatnya untuk menjaga keseimbangan. Awasi si kecil selama belajar berjalan, dan segera tangkap ia saat hendak terjatuh.

Jika bayi terjatuh dengan sendirinya tanpa bisa Anda cegah, katakan padanya bahwa jatuh adalah hal biasa saat ia belajar berjalan. Selanjutnya, minta bayi untuk bangkit kembali dan tidak mudah menyerah.

Kesehatan Bayi Usia 48 Minggu

Apa yang perlu saya diskusikan dengan dokter di minggu 48?

Jika memang perkembangan bayi usia 48 minggu ini tidak mengalami kondisi medis serius, kebanyakan dokter tidak akan melakukan pemeriksaan kesehatan bayi.

Akan tetapi, jangan ragu untuk mengonsultasikannya dengan dokter apabila ada masalah pada bayi yang tidak bisa ditunggu sampai kunjungan berikutnya.

Apa yang harus diketahui pada perkembangan bayi 48 minggu?

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui di perkembangan bayi usia 48 minggu, yaitu:

1. Kenali gejala cacar air

Sebaiknya Anda mulai mendeteksi gejala cacar air di perkembangan bayi usia 48 minggu ini. Waspadai bintik merah, terutama jika Anda tahu anak Anda telah terpapar dengan anak lain yang terkena cacar air. Biasanya butuh sekitar 7-21 hari setelah paparan virus, sampai akhirnya gejala muncul.

Gejala cacar air

Anda akan melihat benjolan kecil berwarna merah yang gatal berkembang menjadi benjolan berwarna merah jambu berisi cairan, lalu menjadi kering berwarna cokelat. Pertama berawal dari tubuh dan kulit kepala, dan kemudian menyebar ke wajah, lengan, dan kaki. Bayi mungkin juga tampak sangat lelah, tidak lapar, dan demam ringan.

Apa yang harus dilakukan jika bayi terkena cacar air?

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan utamanya. Untuk menghindari infeksi dan bekas luka, bantu cegah dengan menggunting kuku bayi dan tidak membiarkannya menggaruk atau memencet luka.

Beberapa orangtua memakaikan sarung tangan kapas pada bayi. Anda bisa meredakan gatal dengan memandikan bayi dengan air sejuk bercampur obat yang mungkin disarankan oleh dokter.

Jika gejala cacar air tidak kunjung sembuh, segera beri tahu dokter. Gejala memburuk ini termasuk:

  • Bintik berwarna merah yang semakin banyak.
  • Sakit di dalam mulut atau mata.
  • Bayi demam selama beberapa hari.
  • Kulit membengkak, atau sangat merah.

Klik tautan berikut untuk cari tahu lebih lanjut seputar cara mengobati cacar air anak.

2. Kenali gejala alergi

Sekilas, gejala alergi kadang mirip sekali dengan gejala pilek, sehingga agak sulit dibedakan. Gejala alergi bisa meliputi mata berair, bersin, hidung tersumbat, hingga pilek.

Pada perkembangan bayi usia 48 minggu, berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan mengenai alergi pada anak:

  • Jika Anda memiliki riwayat keluarga alergi, karena itu membuat bayi Anda cenderung mengembangkannya sendiri.
  • Jika ia memiliki masalah kesehatan lain yang berkaitan dengan alergi, seperti eksim atau asma.
  • Jika dia alergi terhadap hal-hal lain, seperti kacang tanah atau penisilin. Alergi lingkungan terhadap serbuk sari atau jamur adalah tindak lanjut alami dan bisa jadi itulah yang membuatnya bersin.
  • Jika pileknya konstan, tetesannya tipis, dan bukan keluarnya hidung yang keruh.
  • Jika gejalanya seperti berair, mata gatal dan pilek bertahan lebih dari dua minggu, atau jika sepertinya bayi Anda tidak akan pernah goyah.

Sebelum memberikan obat-obatan untuk mengatasi gejala yang dialami si kecil, ada baiknya Anda konsultasikan lebih dulu dengan dokter. Dokter akan memberikan pilihan pengobatan yang aman sesuai kondisi anak Anda.

Yang Harus Diperhatikan

Apa yang perlu diwaspadai saat usia bayi 48 minggu?

Menginjak usia 48 minggu ini, artinya bayi telah semakin dewasa dan banyak perkembangan yang ia alami. Namun, Anda mungkin masih mencemaskan dan bertanya-tanya kapan perlu melepaskan dan berhenti memberikan botol susu dari kebiasaan minum bayi.

Padahal Anda tahu, botol dot mungkin merupakan hal yang sangat disenanginya. Sebaiknya, di usia ini Anda mulai mengganti botol dot dengan cangkir sippy atau sippy cup sebelum beralih menggunakan gelas sungguhan.

Ada dua alasan penting untuk menghentikan penggunaan botol dot pada bayi. Pertama, semakin lama bayi mengisap dot, semakin sulit untuk menghentikannya. Sementara alasan lainnya adalah mulainya fase perkembangan cara berbicara.

Bayi mungkin lebih enggan untuk berceloteh jika ia memiliki sesuatu di mulutnya sepanjang waktu. Memang, melepaskan kebiasaan bayi dari mengisap botol dot bukanlah hal mudah.

Jadi, pastikan Anda melakukannya secara perlahan. Misalnya dengan mulai membatasi penggunaan botol dot di siang hari, dan usahakan juga bayi tidak menggunakannya di malam hari. Anda juga dapat mencoba menggantikan dot dengan boneka hewan atau mainan ketika bayi merengek menginginkannya.

Bagaimana perkembangan bayi di bulan selanjutnya?

Sumber
Yang juga perlu Anda baca