Berapa Panjang Badan Ideal untuk Bayi Usia 0-12 Bulan?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Sebagai orangtua, Anda perlu mengetahui standar tinggi badan bayi sebagai acuan apakah perkembangannya sudah berada di “jalur” yang benar atau belum. Pasalnya, jika tinggi badan bayi tak sesuai tahapan perkembangannya, ini bisa menandakan adanya masalah. Lantas, berapa tinggi badan ideal bayi pada tahun pertama usianya?

Panjang atau tinggi badan ideal bayi 0-12 bulan

penyebab leukosit bayi rendah

Selain berat badan bayi dan lingkar kepala, indikator lain yang perlu diukur untuk mengetahui baik atau tidaknya pertumbuhan bayi yakni dengan mengenali panjang atau tinggi badannya.

Mengutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pertumbuhan badan anak adalah perubahan yang sangat mudah terlihat. Pertumbuhan didefinisikan sebagai pertambahan ukuran, jumlah sel, hingga jaringan pembentuk tubuh lainnya.

Berbagai perubahan tersebut yang nantinya akan memengaruhi ukuran fisik serta bentuk tubuh anak. Untuk usia bayi, pengukuran tinggi badan dikenal juga sebagai pengukuran panjang badan.

Sebenarnya pengukuran ini tidak jauh berbeda. Hanya saja, tinggi badan umumnya diukur saat tubuh sedang berdiri tegak, sedangkan panjang badan diukur dengan posisi tubuh berbaring.

Karena bayi belum bisa berdiri tegak, maka pengukuran yang digunakan yakni panjang badan alias saat ia sedang dalam posisi berbaring. Namun, pengukuran panjang badan ini sama artinya dengan tinggi badan.

Berikut patokan panjang atau tinggi badan ideal bagi bayi sampai usia 12 bulan atau 1 tahun:

Bayi baru lahir

Sesaat setelah dilahirkan, berat serta tinggi badan bayi akan langsung diukur guna mengetahui apakah kondisinya berada di rentang normal atau tidak. Untuk tinggi atau panjang badan sendiri, bayi baru lahir biasanya memiliki panjang badan yang bervariasi.

Namun, pengukuran panjang atau tinggi badan bayi baru lahir rata-rata berada di angka 45,7-60 sentimeter (cm). Lebih rincinya, biasanya bayi laki-laki yang baru lahir memiliki tinggi badan 46,3-53,4 cm, sementara bayi perempuan 45,6-52,7 cm.

Bayi usia 1-3 bulan

Ketika usia bayi memasuki 4 minggu atau 1 bulan, panjang badannya juga akan ikut bertambah. Panjang atau tinggi badan bayi laki-laki umumnya sekitar 51,1-58,4 cm, dan 50-57,4 cm untuk bayi perempuan.

Di usia 8 minggu atau 2 bulan, panjang badan si kecil akan terus bertambah hingga mencapai 54,7-62,2 cm untuk laki-laki dan 53,2-60,9 cm untuk perempuan.

Hingga akhirnya di bulan ketiga atau 12 minggu, bayi laki-laki Anda akan memiliki panjang badan sekitar 57,6-65,3 cm. Sementara panjang badan bayi perempuan Anda berada di kisaran 55,8-63,8 cm.

Bayi usia 4-6 bulan

Sekarang, usia buah hati Anda sudah memasuki 4 bulan atau 16 minggu. Panjang atau tinggi badan bayi juga masih terus mengalami peningkatakan, sampai di kisaran 60-67,8 cm untuk bayi laki-laki, dan 58-66,2 cm untuk bayi perempuan.

Menginjak usia 20 minggu alias 5 bulan, panjang badan bayi laki-laki seharusnya sudah mencapai 61,9-69,9 cm dan bayi perempuan 59,9-68,2 cm. Selanjutnya di usia 24 minggu atau 6 bulan, berat badan bayi laki-laki umumnya berada di rentang angka 63,6-71,6 cm, dan 61,5-70 cm untuk bayi perempuan.

Bayi usia 7-9 bulan

Hingga tiba di usia 7 bulan atau 28 minggu, panjang atau tinggi badan bayi laki-laki Anda seharusnya sudah mencapai 65,1-73,2 cm. Sedangkan panjang badan bayi perempuan Anda berada di kisaran 62,9-71,6 cm.

Berada di usia 8 bulan atau 32 minggu, bayi laki-laki Anda umumnya sudah memiliki panjang badan sekitar 66,5- 74,7 cm, dan 64,3-73,2 cm untuk bayi perempuan. Menginjak usia bulan kesembilan atau 36 minggu, si kecil biasanya sudah memiliki panjang badan sekitar 67,7-76,2 cm untuk laki-laki dan 65,6-74,7 cm untuk perempuan.

Bayi usia 10-12 bulan

Hampir berulang tahun pertamanya, di usia 10 bulan atau 40 minggu ini panjang atau tinggi badan bayi laki-laki idealnya berada di kisaran 69-77,6 cm. Berbeda dengan panjang badan bayi perempuan Anda yang mencapai sekitar 66,8 – 76,1 cm.

Tiba di usia 11 bulan atau 44 minggu, bayi laki-laki Anda biasanya telah memiliki tinggi badan 70,2-78,9 cm dan bayi perempuan 68,0-77,5 cm. Genap di usia 48 minggu alias 12 bulan, panjang badan si kecil berjenis laki-laki seharusnya berkisar 71,3-80,2 cm dan perempuan 69,2-78,9 cm.

Cara menghitung tinggi badan ideal bayi

Sumber: MRC Epidemiology Unit

Sejak lahir, rata-rata panjang badan bayi bertambah sekitar 1,5-2,5 cm setiap bulannya sejak hingga usia bayi 6 bulan. Selanjutnya di usia 6 sampai 12 bulan, pertumbuhan panjang atau tinggi badan bayi rata-rata bertambah 1 cm per bulan.

Selama pemeriksaan rutin, pertumbuhan panjang badan bayi akan terus dipantau oleh dokter. Tujuannya untuk mengetahui sekaligus mendeteksi apakah tumbuh kembang bayi berjalan dengan baik sesuai dengan usianya.

Berikut cara mengukur panjang atau tinggi badan bayi:

Panjang badan berdasarkan usia (PB/U)

Pengukuran panjang badan berdasarkan usia (PB/U) adalah indikator untuk mengukur panjang atau tinggi badan bayi berdasarkan usianya saat ini. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, indikator panjang badan digunakan karena usia bayi belum bisa berdiri tegak.

Selain itu, indikator pengukuran panjang badan per usia (PB/U) memang lebih ditujukan untuk anak yang berusia di bawah 2 tahun. Sedangkan saat anak berusia 2-18 tahun, bisa menggunakan indikator pengukuran tinggi badan per usia (TB/U).

Itulah mengapa untuk mendapatkan pengukuran panjang badan, bayi harus diletakkan dalam posisi berbaring di atas length board atau infantometer. Bukan seperti penggukuran tinggi badan yang bisa menggunakan alat microtoise (mikrotoa).

Berdasarkan Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak, hasil penilaian panjang badan bayi berdasarkan PB/U, yakni:

  • Panjang badan di atas normal: >2 SD
  • Panjang badan normal: -2 SD sampai dengan 2 SD
  • Pendek (stunting): -3 SD sampai dengan <-2 SD
  • Sangat pendek (severe stunting): <-3 SD

Tahapan pengukuran berat badan yang ideal untuk bayi

Untuk mengetahui berapa panjang atau tinggi badan bayi, bisa dilakukan dengan alat ukur bernama length board atau infantometer. Alat tersebut kemudian diletakkan di tempat yang rata, seperti di atas meja atau lantai. 

Pastikan sisi alat tempat untuk meletakkan kepala bayi berada di sebelah kiri Anda, dan sisi alat tempat meletakkan kaki bayi berada di sebelah kanan. Selanjutnya baringkan tubuh si kecil dengan posisi kepala di sebelah kiri dan kaki di sebelah kanan.

Geser bagian pengukur yang terletak di bawah kaki bayi untuk mendapatkan ukuran panjang atau tinggi badan bayi. Langkah selanjutnya adalah membandingkan hasil angka yang tertera di alat dengan grafik pertumbuhan panjang badan bayi normal berdasarkan usia si kecil.

Grafik pertumbuhan ini merupakan standar dari Kementerian Kesehatan RI, sehingga dipakai sebagai acuan dokter di Indonesia. Namun, penting untuk diperhatikan.

Setiap anak pada dasarnya memiliki grafik pertumbuhan pribadi yang berbeda. Beberapa anak mungkin mengalami pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan anak lainnya.

Ada juga beberapa anak yang kemajuan perkembangannya sedikit lebih lambat, tapi  memiliki panjang dan berat badan yang normal sesuai grafik pertumbuhan yang ada. Perlu diketahui juga, grafik pertumbuhan panjang antara anak laki-laki dan perempuan berbeda.

Umumnya berat badan bayi laki-laki akan lebih berat dan tubuhnya lebih tinggi daripada anak perempuan. Pola pertumbuhan mereka pun juga akan berbeda.

Tabel perkembangan panjang atau tinggi badan bayi laki-laki

tabel perkembangan panjang dan berat normal bayi laki-laki

Tabel perkembangan panjang atau tinggi badan bayi perempuan

tabel perkembangan panjang dan berat normal bayi perempuan

Tabel di atas merupakan rentang pengukuran antara persentil ke-3 dan ke-97 dari standar pertumbuhan WHO untuk bayi laki-laki dan perempuan.

Nah, Anda bisa membandingkan hasil pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala si kecil sesuai dengan standar internasional tersebut. Apabila hasilnya masih berada dalam rentang sesuai usianya, pertumbuhan si kecil termasuk dalam kategori normal.

Namun, untuk memastikan pertumbuhan si kecil benar-benar dalam keadaan baik, ada baiknya Anda selalu rutin berkonsultasi ke dokter anak. Cara lainnya, bisa juga dengan rajin mengikuti kegiatan posyandu yang biasa dilakukan di puskemas terdekat atau lingkungan sekitar Anda.

Pentingnya memenuhi asupan gizi sejak bayi di dalam kandungan

manfaat menyusui bagi bayi

Di awal telah disinggung bahwa panjang atau tinggi badan merupakan salah satu indikator pengukuran tumbuh kembang si kecil. Menariknya, proses perkembangan ini sudah mulai terbentuk sejak awal kehamilan, hingga usia bayi genap 2 tahun.

Inilah mengapa rentang waktu tumbuh kembang bayi tersebut dikenal dengan nama 1000 hari pertama kehidupan. Selain terjadi pembentukan otak dan organ penting lainnya, panjang atau tinggi badan anak nantinya juga sangat ditentukan oleh kecukupan zat gizi yang diperoleh anak selama masa ini.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ada cara mudah untuk mengetahui apakah pertumbuhan buah hati Anda berjalan dengan baik. Dalam hal panjang atau tinggi badan, pertumbuhan bayi dikatakan baik apabila panjang badannya bertambah 50 persen dari panjang badan saat lahir.

Meski begitu, kecepatan pertumbuhan bayi yang satu dan lainnya bisa berbeda-beda. Atas dasar inilah, Anda perlu membawa bayi ke dokter maupun posyandu guna melakukan pemeriksaan secara berkala.

Tujuannya untuk memastikan bahwa si kecil dalam kondisi prima dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. IDAI menyarankan untuk melakukan pengukuran, termasuk panjang atau tinggi badan, setiap bulan sampai usia bayi menginjak 12 bulan atau 1 tahun.

Setelahnya, Anda bisa melakukan pengukuran rutin untuk si kecil setiap 3 bulan sekali sampai usia 3 tahun, setiap 6 bulan sekali sampai usia 6 tahun, dan 1 kali di tahun-tahun berikutnya. Pasalnya, adanya gangguan pertumbuhan yang tidak terdeteksi sejak dini pada anak, dapat berisiko menyebabkan efek jangka panjang.

Hal ini tentu akan berpengaruh pada kualitas hidup buah hati Anda nantinya. Hindari berpikiran bahwa tubuh anak yang pendek atau kurus merupakan hal yang normal, bahkan mungkin Anda mengira ini bisa dikejar saat ia remaja.

Padahal sebenarnya, 100 hari pertama alias masa awal kehidupan adalah waktu perkembangan yang penting untuk kehidupan si kecil jangka panjang. Yang dikhawatirkan, terhambatnya pertumbuhan panjang atau tinggi badan anak nantinya dapat menyebabkan ia mengalami stunting.

Cara mendukung perkembangan panjang badan bayi

Agar tumbuh kembang bayi berjalan dengan baik, Anda harus memenuhi kebutuhan gizi harian tubuh bahkan sejak awal kehamilan. Pemenuhan gizi ini juga masih harus terus Anda lakukan setelah si kecil lahir.

Berikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama usia si kecil. Sebenarnya, memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan penuh memang pilihan setiap ibu. Akan tetapi, ASI eksklusif sejak bayi lahir hingga minimal 6 bulan setelahnya merupakan hal penting untuk mendukung tumbuh kembang si kecil.

Nah, setelah bayi berusia 6 bulan, kebutuhan gizi bayi akan terus bertambah dan ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi yang terus bertambah ini, Anda bisa memberikan MPASI.

Pemberian MPASI saat usia bayi sudah memasuki 6 bulan bukan tanpa alasan. Di samping karena asupan ASI saja sudah tidak dapat mencukupi kebutuhannya, di usia ini bayi sudah memiliki sistem kekebalan tubuh dan sistem pencernaan yang lebih kuat.

Itu sebabnya, pengenalan makanan baru pada usia ini dapat mengurangi risiko bayi mengalami alergi atau infeksi dari makanan. Jangan lupa juga untuk memastikan si kecil mengonsumsi MPASI yang mengandung gizi seimbang, meliputi karbohidrat, protein,  lemak sehat, vitamin, dan mineral.

Lengkapi juga pemberian imunisasi dan vitamin untuk si kecil guna mencegah berbagai penyakit di kemudian hari. 

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca