Seperti Apa Posisi Menggendong Bayi yang Paling Tepat?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Menggendong bayi sudah menjadi aktivitas umum bagi orangtua yang memiliki bayi kecil. Beragam cara dan posisi menggendong untuk setiap orangtua mungkin berbeda. Anda melihat orangtua lain menggendong bayinya menghadap depan, menghadap orangtua, atau ada juga yang menggendong di belakang. Namun, posisi menggendong manakah yang lebih baik? Intip di sini jawabannya.

Menggendong bayi di depan

Menggendong di depan bisa Anda lakukan dengan memosisikan bayi untuk mengahadap ke Anda atau ke luar untuk melihat daerah sekitarnya. Berikut adalah pertimbangannya untuk setiap posisi yang Anda pilih.

Bayi menghadap ke orangtua

Sumber: Purple Elm Baby

Menggendong bayi di depan dan menghadap ke orangtua yang menggendongnya sering dilakukan untuk bayi usia sekitar 2-3 bulan. Pada usia terebut perhatian utama bayi adalah wajah manusia. Posisi ini baik untuk kebanyakan bayi karena si kecil akan memiliki pandangan yang jelas. Si kecil juga dapat mengamati wajah Anda ketika Anda sedang berinteraksi dengan orang lain, sehingga memberikan bayi banyak pengalaman untuk belajar.

Tak cuma itu, orangtua sendiri jadi punya banyak kesempatan untuk mengamati beragam ekspresi jenaka si kecil. Orangtua pun bisa belajar lebih peka terhadap kebutuhan dan keinginan si kecil.

Terkadang selama tahun pertama, sebagian besar bayi yang digendong di depan dalam posisi menghadap ke orangtua akan mulai menoleh untuk melihat apa yang ada di belakangnya. Tenang saja, dengan kelenturan leher bayi dan perkembangan penglihatannya, bayi Anda mampu mengamati cukup banyak hal pada lingkungan sekitarnya dengan posisi gendongan ini.

Bayi menghadap ke luar atau membelakangi orangtua

Sumber: Baby Björn

Menggendong bayi di depan sambil menghadap ke luar dapat mengenalkan bayi dengan lingkungan sekitarnya. Namun, sebaiknya posisi ini dilakukan setelah bayi berusia enam bulan. Karena hingga usia enam bulan pertamanya, bayi sangat membutuhkan interaksi dengan wajah dengan orangtuanya utuk perkembangan saraf otak bayi yang optimal serta untuk meningkatkan ikatan antara orangtua dan anak.

Menggendong dengan menghadap ke luar, juga membuat Anda sulit melihat reaksi bayi terhadap apa yang ia lihat, apakah ia menyukainya atau tidak. Apakah bayi memberikan respon baik atau tidak. Oleh karena itu, sebaiknya gendong bayi dengan posisi ini dalam waktu yang sebentar dan di lingkungan tenang serta dikenal oleh bayi.

Jika si kecil sudah mulai gelisah atau rewel saat digendong dengan posisi ini, sebaiknya pindahkan bayi dengan posisi lain atau menghadap ke Anda. Pasalnya, bayi mungkin saja mengalami overstimulasi. Misalnya ketika banyak cahaya silau yang berkedap-kedip atau terlalu banyak orang yang lalu-lalang di depannya.

Menggendong bayi di belakang

Sumber: Ergobaby

Menggendong bayi di belakang biasanya dilakukan ketika bayi sudah cukup berat untuk digendong di depan. Posisi ini juga bisa memudahkan orangtua untuk melakukan aktivitas lain tapi tetap sambil merawat si kecil. Misalnya saat mencuci pakaian, menyiapkan makan, atau belanja ke pasar. Si kecil juga bisa menengok lingkungan sekitar.

Namun, posisi ini mungkin sedikit mengkhawatirkan bagi sebagian orangtua, karena Anda merasa tidak bisa melihat apa yang bayi Anda lakukan saat digendong di belakang. Oleh karena itu pastikan gendongan bayi yang Anda gunakan kokoh dan nyaman untuk si kecil.

Berikut tips aman menggendong bayi di belakang.

  • Untuk menghindari cedera saat baru mencoba menggendong bayi di belakang, lakukan di atas tempat tidur atau permukaan yang empuk dan dengan bantuan orang lain.
  • Menggendong di punggung belakang sebaiknya hanya digunakan ketika kepala dan leher si kecil sudah cukup kuat dan konsisten, serta bayi sudah bisa duduk sendiri dengan sempurna.
  • Kencangkan ikatan bahu gendongan untuk menjaga keamanan bayi dan pastikan bayi menempel dekat dengan punggung Anda. Namun, jangan sampai terlalu kencang. Pastikan bayi merasa nyaman dan tetap bisa bergerak.

Jadi, pada akhirnya posisi menggendong bayi yang terbaik harus disesuaikan lagi dengan banyak hal. Misalnya aktivitas bayi dan orangtua saat itu, kesiapan bayi secara fisik, dan jenis gendongan bayi yang Anda gunakan. Akan tetapi, ketiga posisi di atas sah-sah saja dilakukan asal dengan hati-hati.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca