Bagaimana Penglihatan Bayi di Usia 0-6 Bulan?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update November 29, 2019
Bagikan sekarang

Delapan puluh persen dari koneksi kita dengan dunia dilakukan melalui mata, dan perkembangan penglihatan adalah contoh yang luar biasa tentang bagaimana pengalaman semasa bayi, digabung dengan faktor genetik, dapat membentuk perkembangan otak manusia.

Dari saat bayi Anda dilahirkan, matanya akan membantu perkembangan fisik, mental, dan emosional anak Anda dengan cara menarik informasi tentang dunia di sekitarnya.

Bahkan jika bayi Anda terlahir dengan mata yang sempurna, apa yang terjadi selama satu minggu dan satu bulan pertama hidupnya tetap dapat mempengaruhi perkembangan penglihatannya. Penglihatan bayi Anda akan berkembang saat merespon cahaya, bentuk, warna, dan gerakan. Tanpa rangsangan visual di minggu pertama, ia tidak akan pernah mengembangkan kemampuan melihatnya secara sempurna, dan masalah ini tidak dapat dikoreksi di kemudian hari.

Inilah kenapa masalah penglihatan pada awal masa kanak-kanak dapat berpengaruh ke masalah perkembangan otak yang lain dan membuat pertumbuhan anak jadi lambat. Tapi jangan khawatir, karena aktivitas yang memperkaya perkembangan sosial dan kognitifnya (termasuk berinteraksi dengan orangtua, pengasuh, dan anak lainnya) juga dapat membantu merangsang perkembangan panca indranya.

Tahap perkembangan penglihatan

Selama 6 bulan pertama, bayi Anda seharusnya sudah dapat:

  • Mendeteksi cahaya, bentuk, dan gerakan, tetapi mungkin masih terlihat kabur. Bayi Anda tidak bisa melihat jelas benda-benda yang berada lebih dari 30 cm darinya. Namun ia bisa melihat jelas wajah orang yang menggendongnya.
  • Memfokuskan kedua matanya dan mengikuti gerakan benda
  • Melihat warna, tapi masih kesulitan membedakan warna yang serupa seperti merah dan jingga
  • Memfokuskan matanya dengan mudah pada wajah Anda atau orang di dekatnya

Dia mungkin juga sudah dapat:

  • Menunjukan kesukaannya pada warna dasar yang cerah dan detail yang lebih rumit
  • Mengikuti gerakan benda lebih sempurna lagi
  • Pelan-pelan belajar persepsi kedalaman
  • Menjadi lebih baik dalam melihat benda yang sangat kecil dan melacak gerakan benda
  • Mengenali benda setelah melihat hanya sebagian atau separuh benda tersebut
  • Membedakan warna-warna terang, dan mulai bisa membedakan warna-warna pastel yang lebih kalem

Peran Anda

Penelitian membuktikan bayi lebih memilih wajah manusia daripada pola dan gambar yang lain, jadi biarkan bayi Anda mengenal wajah Anda dengan memastikan wajah Anda tetap dekat dengannya (terutama saat ia baru lahir). Saat bayi Anda berusia sekitar 1 bulan, hampir semua benda yang Anda tunjukkan padanya dapat membuatnya tertarik. Lakukan kontak mata dengan bayi Anda selama waktu makan dan bermain. Kontak mata memiliki peran yang besar dalam perkembangan bayi secara keseluruhan. Saat memberi susu dengan botol, gantilah posisi tangan Anda yang memegangnya sehingga bayi dapat belajar menggunakan kedua matanya untuk membuat kontak mata.

Permainan seperti cilukba adalah hal yang biasa dilakukan di usia ini. Jika Anda tidak berada pada garis pandangan bayi Anda, bayi akan menganggap Anda lenyap. Bahkan jika Anda menyembunyikan wajah di balik tangan pun, bayi tidak akan tahu bahwa Anda masih ada di situ.

Penglihatan bayi saat baru lahir hanya bisa membedakan warna-warna kontras yang terang. Jadi, warna merah muda dan biru yang kalem, yang sering dipakai untuk mendekorasi kamar bayi, sebenarnya kurang bermanfaat untuk menstimulasi indra penglihatan bayi. Setidaknya pada minggu pertamanya.

Gerakkan mainan gemerincing atau barang lainnya yang berwarna cerah dari kiri ke kanan di depan wajah bayi. Lalu ganti gerakan menjadi naik turun. Benda ini dapat menarik perhatiannya, walaupun kebanyakan bayi tidak dapat mengikuti gerakan vertikal dengan baik sampai usia 3 atau 4 bulan. Cari tahu hal lain yang menarik perhatian bayi Anda secara visual, misalnya kipas angin di dinding, burung, atau daun yang jatuh di pekarangan, atau anak tetangga yang bermain lompat karet.

Saat bayi sudah agak lebih besar, perkenalkanlah dengan warna-warna dasar dan warna pastel. Salah satu caranya adalah dengan membelikan mainan seperti telepon-teleponan berwarna terang, menempel poster dengan warna-warna terang di kamarnya, dan buku cerita bergambar menarik.

Kapan Anda perlu merasa khawatir?

Dokter akan memeriksa mata bayi secara rutin, tetapi jika Anda menyadari ada sesuatu yang salah pada bayi Anda, pastikan Anda memberi tahu hal tersebut kepada dokter. Misalnya:

  • Bayi Anda tidak bisa melacak benda (wajah Anda atau mainannya) dengan kedua matanya saat dia berusia 3-4 bulan
  • Salah satu atau kedua bola matanya tidak bisa bergerak ke segala arah
  • Matanya terus bergerak dan tidak bisa diam
  • Mata bayi Anda juling hampir setiap waktu, atau salah satu atau kedua mata bayi cenderung menjorok keluar atau ke dalam
  • Salah satu pupilnya berwarna putih
  • Mata bayi Anda sensitif terhadap cahaya dan sering berair

Jika bayi Anda terlahir prematur (terutama jika sangat prematur, memiliki infeksi, atau membutuhkan terapi oksigen) bayi Anda memiliki risiko yang lebih besar untuk memiliki beberapa masalah mata, termasuk astigmatism (pandangan kabur), myopia (rabun dekat), retinopati prematuritas (tumbuhnya jaringan darah abnormal yang dapat mengakibatkan kebutaan), dan strabismus (posisi mata tidak sejajar). Dokter Anda akan menindaklanjuti kondisi prematurnya saat menguji mata bayi Anda dan mengambil tindakan yang diperlukan.

BACA JUGA:

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

    Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha

    Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

    Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

    Ditulis oleh Diah Ayu
    dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG
    Coronavirus, COVID-19 April 29, 2020

    6 Makanan Bergizi untuk Memperkuat Kandungan

    Selain sehat untuk ibu, berbagai makanan ini juga dapat memperkuat janin dalam kandungan agar masa kehamilan tetap lancar.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha

    Aturan Menjalankan Puasa yang Aman Bagi Ibu Hamil

    Ibu hamil yang sehat diperbolehkan untuk menjalankan ibadah puasa, namun harus lebih diperhatikan nutrisinya. Bagaimana cara menjalankan puasa saat hamil?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Arinda Veratamala
    Hari Raya, Ramadan April 25, 2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha
    Tanggal tayang Mei 18, 2020
    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Arinda Veratamala
    Tanggal tayang Mei 17, 2020
    4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

    4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Novita Joseph
    Tanggal tayang Mei 14, 2020
    Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

    Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha
    Tanggal tayang Mei 12, 2020