Tahap Perkembangan Kemampuan Kognitif Balita Usia 2-5 Tahun

Oleh

Perkembangan kemampuan kognitif balita atau perkembangan otak anak lebih rumit dipahami, jika dibandingkan dengan perkembangan fisik, seperti tinggi atau berat badan.  Tidak ada alat ukur yang bisa menentukan sejauh mana perkembangan otak anak. Lalu, apa itu kemampuan kognitif balita dan seberapa penting hal tersebut dalam perkembangan si kecil?

Apa itu kemampuan kognitif balita?

ciri glaukoma pada anak

Melansir dari Study, kemampuan kognitif balita merupakan keterampilan yang bersifat progresif, seperti perhatian, pemikiran, dan ingatan anak.

Keterampilan ini sangat penting untuk tumbuh kembang anak karena berhubungan dengan kemampuan anak memproses informasi sensorik. Demikian juga dibutuhkan untuk balita belajar untuk mengevaluasi, menganalisis, mengingat, membandingkan, dan memahami sebab akibat. 

Kemampuan kognitif balita berhubungan erat dengan faktor genetik. Oleh karena itu, kemampuan orangtua bisa diturunkan ke anaknya. Meski begitu, perkembangan kognitif anak bisa dilatih dan ditingkatkan dengan beberapa cara yang tepat, sesuai usia anak.

Bagaimana cara melatih kemampuan kognitif balita?

Perkembangan kognitif balita umumnya akan meningkat seiring dengan usiaya. Berikut kemampuan kognitif anak dari usia 2-5 tahun.

Usia 2-3 tahun

perkembangan balita 57 bulan

Kemampuan kognitif balita, disebut juga dengan kemampuan intelektual dan berpikir, pada anak usia balita 24 bulan atau 2 tahun sedang berkembang sangat pesat.

Melansir dari Aussie Child Care Network, kemampuan kognitif balita usia 2-3 tahun meliputi, mampu mengetahui karakter yang sangat khas (misalnya, warna, ukuran, bentuk), menyebut dan menunjukkan objek yang ada di dalam gambar, menyebutkan bagian tubuh yang Anda tanyakan.

Sejalan dengan hal tersebut, bila dilihat dari grafik Denver II, perkembangan kognitif balita usia 24 bulan atau 2 tahun 6 bulan sudah mengetahui kegiatan yang sedang dilakukan, termasuk saat ia bermain masak-masakan, membaca buku, atau membereskan mainan. 

Anak usia 2-3 tahun sudah bisa mengurutkan benda sesuai warna dan ukuran, menyelesaikan puzzle dengan 3-4 bagian, dan bermain peran dengan boneka. Ini salah satu perkembangan kognitif balita.

Usia 3-4 tahun

perkembangan balita 45 bulan

Di usia 3-4 tahun, anak Anda semakin banyak bertanya “kenapa” pada sesuatu yang ia lihat karena rasa penasarannya tinggi. Sebagai orangtua, mungkin Anda sering bingung menjawab pertanyaan dengan jawaban sederhana dan mudah dimengerti. Berbagai pertanyaan ini termasuk kemampuan kognitif balita yang dimiliki anak usia 3-4 tahun. 

Melansir dari WebMD, di usia ini, kemampuan kognitif balita mencakup kemampuan menyebut dan menunjuk warna yang dilihat, mengerti tentang perbedaan dan persamaan kemudian mulai membandingkannya.

Si kecil juga sudah bisa bermain lebih kreatif, mampu mengingat bagian cerita, dan mengerti konsep hitungan.

Usia 4-5 tahun

olahraga untuk balita

Usia 4-5 tahun, perkembangan kemampuan kognitif balita semakin baik ditandai dengan kemampuan bicara yang sudah sangat lancar dan mudah dimengerti oleh orang lain. WebMD menjelaskan bahwa anak tidak hanya bisa menjawab pertanyaan, tetapi juga sudah bisa mengekspresikan perasaannya dengan baik. 

Mengingat usia 4-5 tahun beberapa anak sudah mulai sekolah, anak sedang sangat suka menari, atau anak suka bernyanyi, bersenandung, dan membuat kosakata baru ketika berinteraksi dengan temannya.

Selain itu, anak juga sudah mampu menghitung sampai 10, menyebutkan dengan benar 4 warna dan 3 bentuk, memahami konsep kegiatan sehari-hari, misalnya, sarapan di pagi hari, mandi di sore hari.

Bagaimana cara melatih kemampuan kognitif balita?

Kemampuan otak anak memang berhubungan erat dengan faktor genetik, tapi Anda bisa melatihnya agar kemampuan kognitif balita meningkat dan lebih baik. Berikut cara melatih kemampuan kognitif anak dari usia 2-5 tahun.

Usia 2-3 tahun

Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan bersama anak untuk melatih kemampuan kognitif balita, seperti:

Mengurutkan bentuk

mainan untuk bayi

Mengingat di usia ini anak sudah mengenal bentuk dan warna, Anda bisa mengajak si kecil bermain mengurutkan bentuk balok dan mencocokannya dengan warna yang sama.

Dalam situs Mental Up dijelaskan bahwa permainan ini mampu membantu anak untuk mengerti tentang sebab akibat, kecerdasan visual, dan koordinasi antara tangan dan mata. Saat anak Anda mencocokan dengan benar, tidak lupa untuk beri apresiasi pada si kecil untuk meningkatkan kemampuan kognitif balita.

Menggunting kertas

mentalup.co

Untuk melatih kemampuan kognitif balita, permainan dengan menggunakan gunting bisa menjadi pilihan. Bahan yang dibutuhkan cukup mudah, hanya gunting dan buku atau majalah yang sudah tidak terpakai. 

Ajak anak untuk memisahkan gambar sesuai kelompoknya, misalnya di majalah tersebut ada gambar binatang, kelompokan dengan sejenisnya, manusia, bunga, dan lainnya. Manfaatnya, anak belajar untuk mengelompokkan dan mengetahui perbedaan antara satu gambar dan yang lain.

Setelah itu, gunting gambar sesuai dengan garis yang sesuai dengan bentuknya. Biarkan anak berkonsentrasi dengan permainan ini. Awasi si kecil ketika sedang menggunting untuk menghindari terjadi kecelakaan kecil yang bisa mengganggu kemampuan kognitif balita.

Usia 3-4 tahun

Setidaknya ada dua jenis permainan anak yang dapat membantu orangtua untuk mendukung perkembangan kognitif balita, yaitu:

Mencocokkan kartu

theshirleyjourney.com

Usia 3-4 tahun anak sudah mengerti tentang kesamaan dan perbedaan dalam konsep yang lebih sederhana. Mencocokkan kartu bisa menjadi cara untuk melatih kemampuan kognitif balita dalam hal ingatan si kecil.

Ada banyak kartu permainan yang dijual di pasaran, sesuaikan dengan selera anak Anda agar kemampuan kognitif balita berjalan baik.

Cara mainnya, acak kartu hingga tidak berurutan, lalu buka satu kartu dan minta anak mencari gambar sama dengan kartu yang dia buka. Batasi kesempatannya membuka kartu, setelah itu giliran Anda untuk bermain.

Ketika ia mendapat gambar yang cocok, tanya padanya gambar apa dan jelaskan tentang yang anak lihat di kartu. Ini mampu meningkatkan kemampuan kognitif balita.

Bermain balok susun

Mainan yang lebih dikenal dengan nama lego ini sangat bermanfaat untuk merangsang kemampuan kognitif balita usia 3-4 tahun. Balok susun memiliki warna yang sangat beragam dan bentuknya 3 dimensi, sehingga si kecil bisa berkreasi dengan menyusun balok-balok ini.

Ada beberapa ukuran balok susun yang bisa dibentuk menjadi sesuatu, sesuai dengan imajinasi anak. Permainan ini mengasah kemampuan penyelesaian masalah atau problem solving pada anak 3-4 tahun. Balita perlu mencari tahu bagaimana cara menyusun balok menjadi menara dari balok yang lebih kecil.

Usia 4-5 tahun

Saat balita berusia 4-5 tahun, kegiatan yang dapat membantu perkembangan kemampuan kognitif, seperti:

Bermain puzzle

manfaat puzzle

Raising Children menjelaskan, bermain puzzle bisa menjadi permainan untuk melatih kemampuan kognitif balita (perkembangan kognitif balita). Anda bisa mengawali permainan ini dengan kepingan puzzle yang besar agar anak lebih mudah saat memainkannya.

Ketika anak sudah lancar, bisa beralih ke ukuran yang sedang, sampai yang kecil. Jangan biarkan anak bermain sendiri, Anda bisa ikut serta menyusun gambar sambil sesekali ajak diskusi tentang bentuk dan susunan puzzle.

Penting bagi orangtua memahami perkembangan kognitif balita agar kecerdasannya berkembang secara optimal. Selain beberapa permainan di atas, Anda juga dapat melakukan berbagai kegiatan lain yang mendukung kemampuan kognitif balita.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: November 29, 2019 | Terakhir Diedit: Januari 31, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca