8 Trik Cerdas Membimbing Anak yang Baru Belajar Makan Sendiri

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18/06/2019 . 10 menit baca
Bagikan sekarang

Perkembangan keterampilan makan anak biasanya akan berubah seiring bertambahnya usianya. Namun, Anda tidak bisa memaksa anak untuk langsung handal makan tanpa berceceran, atau tiba-tiba mahir menggunakan sendok dan garpu dengan baik. Atas dasar itulah, anak harus belajar makan sejak kecil sebagai salah satu langkah untuk memenuhi kebutuhan gizi harian anak.

Caranya pun tidak sulit, kok! Mari kupas tuntas selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

Kenapa penting untuk mengajarkan anak makan sendiri?

makanan untuk sindrom nefrotik

Seiring pertumbuhan anak yang semakin dewasa, ia tentu tidak bisa selalu bergantung sepenuhnya pada Anda. Ada masanya anak akan mulai belajar melakukan semua hal sendiri, termasuk dalam urusan makan. Salah satu aspek penting yang tidak boleh demi nutrisi anak selalu tercukupi adalah dengan mengajarkannya makan yang baik dan benar.

Sebenarnya, mengapa belajar makan itu penting bagi anak? Begini, akan tiba saatnya anak harus mandiri dalam melakukan berbagai hal. Keterampilan makan merupakan salah satu hal yang perlu Anda ajarkan, sehingga bisa dikembangkan dan dipraktikkan oleh anak.

Hal tersebut tentu bukan hanya berguna di masa sekarang saja, tapi juga akan terpakai di kehidupan mendatang. Kedua, secara tidak langsung proses belajar makan ini membuat kemampuan motorik anak lebih terasah.

Memang, kadang rasanya gemas sekali ketika melihat makanan yang sudah Anda buat susah payah malah berantakan hingga mengotori meja makan. Namun, ingatlah bahwa ini merupakan bagian dari proses perkembangannya.

Baik itu dari segi kemampuan motorik, maupun keterampilan makannya. Bukan hanya itu saja. Proses belajar makan ini juga membantu anak mengenal lebih jauh mengenai tekstur, rasa, aroma, hingga bentuk suatu makanan.

Tujuannya agar anak lebih terbiasa dan tidak kaget dengan adanya berbagai jenis makanan. Akan tetapi, demi membentuk keterampilan makan yang baik saat dewasa, tentu tidak lepas dari peran orangtua.

Bagi Anda yang memiliki anak dengan usia di atas 1 tahun, luangkanlah lebih banyak waktu untuk tersedia mendampinginya belajar makan. Anda tentu akan sangat bahagia nantinya ketika melihat si kecil bisa makan sendiri tanpa bantuan orang lain lagi.

Tips mudah membimbing anak yang baru belajar makan

Meski memang dibutuhkan kesabaran ekstra, tapi sebenarnya menuntun anak selama belajar makan itu tidak sesulit yang dibayangkan. Tekankan dalam diri Anda bahwa toh nantinya si kecil akan mampu makan sendiri dengan baik.

Nah, agar sesi belajar makan bersama anak lebih lancar dan menyenangkan, pahami berbagai tips berikut ini:

1. Pahami bahwa selera makan dan waktu lapar setiap anak berbeda-beda

kebutuhan karbohidrat anak asupan karbohidrat anak

Setiap anak punya makanan kesukaan yang berbeda-beda. Begitu pula hanya dengan selera makan dan waktu kapan ia merasa lapar. Maka itu, sebagai langkah awal dalam membimbing anak untuk belajar makan, sebaiknya pahami mengenai hal tersebut.

Banyaknya aktivitas di siang hari mungkin membuat nafsu makan anak meningkat, sehingga cenderung makan dalam porsi yang cukup banyak. Setelah berganti waktu malam, biasanya anak mulai malas makan, sehingga susah untuk diajarkan makan dengan benar.

Alhasil, anak mungkin lebih memilih untuk makan makanan tertentu dan tidak mau menuruti aturan makan yang baik. Tak heran, ini karena saat malam anak biasanya sudah mulai merasa lelah karena banyak beraktivitas di waktu sebelumnya.

Selain itu, beberapa alasan lain yang membuat anak makan tidak teratur sehingga susah mulai belajar makan yakni:

  • Kebiasaan terlalu banyak minum, khususnya susu dan minuman manis.
  • Merasa sangat lelah dan malas untuk makan makanan yang disajikan.
  • Hobi ngemil, yang akan membatasi porsi makan utamanya sehingga cenderung tidak lapar dan berselera lagi.

Meski begitu, ngemil tidak menjadi masalah selama sumber makanan yang diberikan sehat. Hanya saja, penting untuk mempertimbangkan seberapa besar porsi camilan anak.

2. Biarkan anak bereksplorasi dengan makanannya

anak makan berantakan

Keterampilan makan anak biasanya akan lebih terasah ketika ia merasa senang dengan proses yang dilakukan. Dalam arti, tidak merasa dikekang atau dilarang terlalu jauh yang malah cenderung membuatnya malas belajar makan.

Itu sebabnya, beri kebebasan bagi anak untuk bereksplorasi dan mengenali makanannya sendiri. Di sisi lain, Anda tetap bisa mendampingi anak dengan mengingatkannya menggunakan cara yang halus jika ada yang harus dibenarkan.

Misalnya, “Sayang, mejanya jangan dipukul-pukul terus ya, nanti makanannya tumpah kemana-mana, terus baju kakak jadi kotor”. Atau “Sini, mama ajarin ya cara nyendok makanannya, baru nanti adek coba sendiri”. Usahakan Anda menyampaikan kalimat yang tepat dengan cara yang halus tanpa harus menciutkan semangatnya untuk belajar makan.

Jika memungkinkan Anda juga bisa mengajak anak memerhatikan bagaimana cara Anda mempersiapkan makanannya. Misalnya mencuci sayuran, mengupas buah, mengolah salad, dan lain sebagainya.

Kesemua cara tersebut mampu membuat anak lebih memahami mengenai makanan yang ia makan setiap harinya. Bahkan, anak jadi lebih tau darimana asal makanannya, dan lebih akrab dengan bentuk, warna, tekstur, serta berbagai ciri khas makanan.

Selain itu, keterampilan makan seperti menyendok, menuang, menyuap, mengaduk, bahkan memotong makanannya juga lebih terasah. Secara tidak langsung, anak bisa belajar bagaimana harus berbagai makanan dengan orang lain, serta pentingnya menjaga kebersihan sebelum, selama, dan sesudah makan.

Meliputi terbiasa untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, dan makan dengan rapi tanpa berceceran.

3. Pilih camilan yang sehat

camilan sehat untuk anak

Pemilihan camilan sehat merupakan bagian dari upaya anak dalam belajar makan. Di sini, anak nantinya akan lebih mengerti jenis makanan apa saja yang baik dan kurang baik untuk dikonsumsi, beserta alasannya.

Maka itu, sajikan camilan sehat untuk anak dalam bentuk yang semenarik mungkin guna meningkatkan minat dan nafsu makannya. Camilan juga membantu mengganjal perut jika anak merasa lapar di sela-sela waktu makannya.

Berikut berbagai pilihan camilan yang bisa Anda berikan pada anak:

  • Buah-buahan segar dan buah-buahan kering
  • Crackers dengan keju
  • Yoghurt dengan tambahan irisan buah-buahan
  • Roti kismis, roti isi atau sandwich dengan sayuran, atau muffin panggang
  • Sayuran rebus yang telah dipotong sampai berukuran kecil

Selalu duduk bersama dan temani selama anak saat makan camilan maupun makanan utama, dan nikmatilah makanan tersebut bersama-sama.

4. Pilih minuman yang juga sehat

anak minum susu sapi

Selain camilan, pastikan juga Anda memberikan minuman yang sehat untuk anak. Artinya, bukan minuman yang mengandung terlalu banyak gula sehingga berisiko membahayakan kesehatan anak. Cara ini juga merupakan salah satu bagian dari proses belajar anak untuk bisa makan dengan tepat.

Sebab bukan hanya keterampilan yang dibutuhkan saat makan, tapi juga pengetahun mengenai sumber makanan dan minuman yang baik dan kurang baik untuk dikonsumsi. Bagi anak yang banyak beraktivitas dan bermain, minuman bisa menyumbang sejumlah nutrisi untuk membantu memenuhi kebutuhan hariannya.

Susu merupakan salah satu contoh minuman yang penting untuk hadir di menu harian anak. Kandungan nutrisi seperti kalsium dan vitamin D di dalam susu dapat membantu menjaga pertumbuhan serta kesehatan tulang dan gigi.

Sementara di saat makan dan waktu-waktu lainnya, Anda bisa memperbanyak pemberian air putih guna memenuhi kebutuhan cairannya.

5. Berikan finger food untuk memudahkan anak saat makan

sayur goreng untuk anak

Finger food adalah makanan yang dipotong atau dibentuk berukuran kecil, sehingga memudahkan saat digenggam oleh anak. Misalnya sayuran lunak seperti kentang, labu, brokoli, dan lain sebagainya.

Makanan ini juga biasanya lebih mudah digigit. Jadi, si kecil tidak akan kesulitan saat makan meski belum mempunyai susunan gigi yang lengkap.

Agar tidak mubazir saat diberikan, coba sajikan beberapa potong makanan finger food terlebih dahulu. Jika sudah habis dan ternyata anak masih menginginkannya, baru berikan tambahan makanannya lagi. Cara ini mencegah makanan terbuang sia-sia di lantai atau meja makan.

Pemberian finger food juga membantu anak untuk belajar lebih banyak mengenai tekstur, aroma, rasa, serta suhu makananan saat makan. Ambil contoh, anak akan punya pendapat sendiri mengenai lebih mudah ketika mengambil dan makan sepotong kentang ketimbang brokoli.

Dengan begitu, tingkat keingintahuannya dengan beragam makanan akan lebih tinggi.

6. Gunakan alat makan

anak makan pakai sendok

Penting untuk mengenalkan berbagai jenis alat makan pada anak sejak dini. Tujuannya agar anak lebih terlatih dan tidak kaget saat nantinya dihadapkan dengan alat makan.

Memang tidak mudah, tapi mengenalkan anak dengan alat makan lebih awal akan membuatnya terbiasa untuk makan dengan cara tersebut. Sebaiknya berikan anak sendok dan garpu plastik berukuran kecil yang sesuai dengan genggaman tangannya.

Di samping itu, jangan langsung memberikan sendok dan garpu sekaligus pada anak. Alangkah baiknya untuk mengenalkan cara memakainya satu per satu supaya anak tidak kebingungan.

7. Jadilah teladan bagi anak

susu untuk anak

Anak biasanya enggan menuruti perintah Anda ketika ia melihat orangtuanya tidak melakukan hal yang sama. Oleh karena itu, jika Anda ingin membuat anak terbiasa makan menggunakan sendok, usahakan untuk melakukan hal yang sama.

Dengan begitu anak akan merasa lebih bersemangat untuk belajar makan dan menaati aturan-aturannya.

8. Hindari terlalu memaksa anak

penyebab anak nakal

Alih-alih membuat anak lebih patuh dan taat, terlalu memaksanya saat belajar makan justru bisa membuatnya malas melakukan hal tersebut. Sebagai gantinya, tetap biarkan anak bebas berekspresi tapi tetap dengan mengingatkannya ketika keliru saat makan.

Lagi-lagi, pastikan Anda melakukannya dengan cara yang halus tapi bisa dimengerti oleh anak.

Bagaimana bila si kecil menolak makan?

kebiasaan makan anak

Ada kalanya proses belajar makan pada anak terhambat karena ia malas makan. Solusinya, Anda bisa menyediakan berbagai makanan sehat dan bergizi, lalu biarkan anak yang memilih sendiri sesuai keinginannya.

Tawarkan anak-anak makanan yang sama dengan anggota keluarga lain, dengan berbagai tekstur dan rasa sebagai langkah belajarnya. Namun jika si kecil masih susah makan, beberapa tips berikut bisa Anda coba:

  • Usahakan untuk tetap tenang
  • Jangan memaksa anak untuk makan
  • Biarkan anak Anda memiliki makanan yang ingin dan tidak diinginkannya
  • Tawarkan makanan baru, dan dicampur bersama makanan yang sudah makanan dikenalnya
  • Sediakan sendok kecil, garpu, dan kursi yang nyaman
  • Mulai dengan porsi kecil dan beri lebih banyak jika anak masih lapar

Terkadang, membiarkan anak yang malas makan duduk diam selama beberapa menit sebelum meninggalkan meja, justru bisa membuatnya ingin makan kembali. Dalam hal ini, orangtua memang harus banyak bersabar selama membimbing dan menuntun anak saat belajar makan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . 5 menit baca

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . 5 menit baca

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . 6 menit baca

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Supaya anak mau mendengarkan kata-kata orangtua, Anda perlu siasat khusus. Jangan malah dimarahi atau dibentak. Yuk, simak tips-tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 30/05/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 menit baca

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 menit baca
akibat anak terlalu sering dibentak

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 8 menit baca