Ibu Harus Paham, Ini Penyebab Bayi 6 Bulan Susah BAB

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 09/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Bayi yang memasuki usia 6 bulan amat mungkin mengalami susah BAB. Biasanya, karena faktor peralihan ke MPASI. Namun, ada beberapa faktor lain yang mungkin jadi penyebab si kecil susah BAB.

Untuk itu, ketahui apa saja penyebab yang perlu ibu pahami mengenai susah BAB pada si kecil.

Kenapa bayi 6 bulan bisa susah BAB?

Sembelit atau susah BAB pada bayi merupakan hal yang wajar, terutama saat awal ia menerima MPASI. Sebelumnya, mungkin bayi Anda tampak tak pernah kesulitan saat BAB. Namun, ada kalanya Anda memperhatikan si kecil tampak berusaha mengeluarkan BAB dengan mengejan.

Untuk menilai apakah bayi mengalami sembelit, Anda perlu memperhatikan apakah pola BAB-nya berubah dari pola normalnya.  Ada beberapa tanda umum jika bayi mengalami sembelit yang bisa ibu ketahui.

  • Frekuensi BAB tidak seperti biasanya, hanya satu atau tiga hari sekali
  • Saat BAB ia mengejan dan butuh waktu 10 menit untuk mengeluarkannya
  • Lebih rewel dari biasanya
  • Feses keras dan kering

Jika Anda menemukan gejala sembelit pada si kecil, pasti pertanyaan selanjutnya: apa saja yang memicu kondisinya? Ada beberapa penyebab yang bisa menjawab bayi 6 bulan susah BAB.

1. Makanan MPASI

manfaat pisang

Bayi 6 bulan biasanya mengalami susah BAB karena baru mengenal MPASI. Ketika baru mengenal makanan atau MPASI, tubuhnya membutuhkan waktu beradaptasi untuk mencerna jenis makanan yang baru. Pada masa ini, biasanya sembelit yang dialami bayi cenderung ringan. 

Namun, jika MPASI yang diberikan cenderung rendah serat atau makanan tertentu, juga bisa menjadi alasan bayi mengalami sembelit. Beberapa makanan yang bisa membuat bayi sembelit, seperti sereal beras, susu sapi, pisang, pasta putih, dan roti.

2. Kekurangan cairan

bayi minum susu organik

Orang dewasa, anak-anak, hingga bayi membutuhkan cukup cairan agar organ di dalam tubuhnya berfungsi dengan baik. Termasuk bayi usia 6 bulan, tetap membutuhkan asupan cairan yang cukup. 

Bila kekurangan cairan, bayi bisa mengalami dehidrasi. Dehidrasi bisa memicu respons tubuh dengan menyerap lebih banyak cairan dari apapun yang ia makan dan minum, bahkan dari kotoran di dalam ususnya. Hal ini menyebabkan feses bayi keras dan kering, sehingga susah untuk dikeluarkan. 

3. Muntaber

bayi 6 bulan susah bab

Bayi berusia 6 bulan yang mengalami muntaber (muntah dan diare) atau flu perut bisa mengalami dehidrasi dan susah BAB. Ketika ada banyak cairan yang keluar dari tubuh bayi karena muntah dan diare, sangat mungkin bayi Anda mengalami sembelit.

4. Perubahan lingkungan atau suasana

bayi 6 bulan susah bab

Bayi 6 bulan mungkin saja mengalami stres sehingga membuatnya susah BAB. Stres bisa dipicu dari situasi yang membuatnya tidak nyaman, lingkungan baru, perubahan cuaca, ataupun traveling. Beberapa hal tersebut bisa mempengaruhi kesehatannya secara keseluruhan, termasuk kelancaran sistem pencernaan.

Cara mengatasi bayi yang susah BAB

Ada beragam kemungkinan bayi mengalami sembelit. Jangan cemas dulu, ada cara yang bisa ibu lakukan untuk mengatasi bayi yang susah BAB.

1. Ubah menu MPASI untuk anak

resep mpasi oatmeal

Susah BAB, salah satu masalah yang paling umum ketika bayi 6 bulan baru masuk MPASI. Maka itu, mungkin banyak gangguan pencernaan yang bisa terjadi karena pola dan tekstur makanannya berubah.

Tentu saja, saat masuk 6 bulan bayi sudah harus dikenalkan dengan beragam sumber makanan, salah satunya serat. Konsumsi serat mampu membantu atasi si kecil susah BAB. Nah, supaya anak terbiasa makan serat, ibu bisa mengkreasikan menu makanan berserat tinggi dari sekarang.

Ketika si kecil mengalami sembelit, ibu bisa mengubah menu MPASI untuknya. Dikatakan juga dalam jurnal Pediatric Gastroenterology, Hepatology & Nutrition, meskipun pengobatan bisa mengatasi masalah sembelit pada anak atau bayi, pola makan anak termasuk menunya juga perlu diubah. Ini merupakan cara yang sangat membantu mengatasi bayi susah BAB.

Ada beberapa makanan tinggi serat yang bisa ibu berikan kepada bayi berusia 6 bulan untuk mengatasi masalah susah BAB. Ibu bisa menyertakan sumber makanan berikut dalam mengkreasikan MPASI.

  • Brokoli
  • Buah pir
  • Persik
  • Apel tanpa kulit

2. Pastikan asupan cairan tercukupi

bayi minum susu sapi

Hidrasi sangat penting untuk mencegah bayi mengalami susah BAB. Tubuh membutuhkan cukup air untuk mencerna makanan. Cairan juga menjaga fungsi organ agar bekerja dengan optimal. Maka itu, berikan bayi susu dan air untuk mencukupi asupan cairannya.

Sesekali, ibu bisa memberikan jus buah pir untuk mempercepat pergerakan usus, sehingga membantu BAB-nya lebih cepat.

3. Picu ia bergerak lebih banyak 

rumah aman agar anak bebas bergerak

Pada dasarnya, aktivitas fisik dapat melancarkan sistem pencernaan. Saat tubuh aktif bergerak, aliran darah meningkat ke usus besar, sehingga mendorong pergerakan usus mengeluarkan feses untuk menangani sembelit.

Ibu tentu bisa membuat bayi usia 6 bulan “berolahraga” untuk mengatasi masalah susah BAB. Misalnya, mengajaknya untuk merangkak lebih sering atau mengajarinya berjalan.

Alternatif lainnya, cobalah baringkan bayi dan secara perlahan gerakkan kakinya ke depan secara melingkar, ibarat ia sedang mengayuh sepeda. Lakukan ini beberapa menit untuk membantu pergerakan sistem pencernaannya.

4. Pijat perut bayi

perut bayi bunyi

Untuk mengatasi sembelit pada bayi ibu bisa melakukan pijatan lembut pada perutnya secara lembut, terutama pada bagian bawah perut. Ibu juga bisa mempraktikkan pijatan “I Love You” atau gerakan I-L-U pada perut si kecil.

Pertama, Ibu bisa menggambar huruf ‘I’ pada sisi kiri perut bayi. Kemudian pijat dengan membentuk huruf ‘L’ terbalik dari sisi kanan sepanjang tulang rusuknya dan bergerak lurus ke arah bawah. Pijat membentuk huruf ‘U’ terbalik dimulai dari perut kanan bagian bawah, lalu naik ke arah pusar, dan berakhir ke sisi perut bawah sebelah kiri.

Cara ini bisa menstimulasi untuk meningkatkan pergerakan ususnya dan membantu mengatasi susah BAB pada bayi Anda.

Ibu bisa melakukan empat langkah di atas untuk mengatasi susah BAB pada si kecil. Jangan lupa, ibu perlu selalu perhatikan kondisi kesehatan pencernaan si kecil. Selain susah BAB, ada banyak gangguan pencernaan yang bisa terjadi. Bila ada gangguan pencernaan lainnya, tangani segera sesuai gejala atau konsultasikan ke dokter anak segera.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Cara Jitu Mengatasi Sembelit pada Anak

Bayi dan anak-anak yang mengalami sembelit pada membuat Anda khawatir. Simak cara mengatasi sembelit pada anak sekaligus obat untuk anak yang aman diminum.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Sembelit (Konstipasi), Health Centers 23/06/2019 . Waktu baca 6 menit

Makan Makanan Berserat Bikin Bayi Sembelit, Mitos Atau Fakta?

Ada mitos yang beredar di masyarakat mengatakan bayi tidak boleh dulu makan makanan berserat untuk MPASI-nya karena justru bikin bayi sembelit. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gangguan Pencernaan, Sembelit (Konstipasi), Health Centers 14/01/2019 . Waktu baca 3 menit

Kapan Bayi Sudah Boleh Makan Durian?

Buah memang baik untuk kesehatan anak di masa pertumbuhan. Apakah semua buah boleh dikonsumsi? Bagaimana dengan durian? Kapan bayi boleh makan durian?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 23/03/2018 . Waktu baca 4 menit

Anak Sering BAB di Celana? Bisa Jadi Gejala Enkopresis Fungsional

Enkopresis fungsional atau disebut juga dengan inkontinensia fekal adalah keluarnya feses secara tidak sengaja. Apakah penyebabnya? Bagaimana gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 16/12/2017 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi sering mengejan

Hati-hati, Bu, Ketahui Dampak Buruk Bayi Sering Mengejan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020 . Waktu baca 4 menit
susu formula yang tidak bikin sembelit untuk bayi anak

Pilihan Susu Formula Agar Bayi Tidak Sembelit

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020 . Waktu baca 6 menit
obat pencahar untuk anak sembelit

Bolehkah Pakai Obat Pencahar untuk Mengatasi Susah BAB pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 12/12/2019 . Waktu baca 4 menit
mengatasi bab berdarah bayi

Bayi BAB Berdarah? Jangan Panik, Ini 5 Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 05/10/2019 . Waktu baca 4 menit