Bayi Kurang Gizi Tidak Boleh Disepelekan, Berikut Hal yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/05/2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Memerhatikan kebutuhan gizi bayi setiap harinya terpenuhi dengan baik merupakan hal penting guna mendukung agar tumbuh kembangnya senantiasa optimal. Jika asupan nutrisi harian bayi bermasalah atau bahkan kurang, hal ini dapat berisiko membuatnya mengalami kurang gizi.

Kekurangan gizi pada bayi bukanlah hal sepele yang bisa dikesampingkan. Lantas, apa saja yang perlu diketahui orangtua terkait masalah kurang gizi yang dialami bayi?

Apa penyebab kurang gizi pada bayi?

anak kurang gizi malnutrisi

Bayi kurang gizi dipengaruhi oleh kondisi kekurangan gizi dalam jangka panjang, bukan hal yang bisa terjadi dalam waktu singkat.

Berbeda dengan obesitas pada bayi, kekurangan gizi bisa disebabkan oleh kurangnya asupan kalori, protein, maupun zat gizi mikro seperti mineral dan vitamin untuk bayi.

Berdasarkan badan kesehatan dunia WHO, masalah kurang gizi yang terjadi pada bayi bisa meliputi wasting, stunting, berat badan rendah, hingga kekurangan atau defisiensi vitamin dan mineral.

Gizi kurang membuat ciri-ciri atau tanda perawakan bayi Anda terlihat kurus. Bahkan, kekurangan gizi berisiko membuat si kecil lebih rentan terserang penyakit karena sistem kekebalan tubuhnya yang lemah.

Jika tidak ditangani dengan tepat, lama-lama anak dengan gizi kurang bisa berganti statusnya menjadi gizi buruk yang lebih parah lagi.

Bayi yang kekurangan gizi juga perlu ditangani segera karena dapat berpengaruh pada pertumbuhan fisik dan otak ke depannya.

Apa saja gejala saat bayi kurang gizi?

balita yang kekurangan gizi

Bayi yang mengalami kurang gizi biasanya akan menunjukkan beberapa ciri-ciri atau tanda fisik. Melansir dari laman NHS, gejala yang tampak saat bayi kekurangan gizi, yaitu:

  • Pertumbuhan bayi tidak berjalan seperti yang seharusnya, misalnya berat badan bayi tidak kunjung bertambah
  • Bayi mengalami perubahan perilaku, misalnya merasa gelisah dan sering rewel
  • Mudah merasa lelah karena persediaan energi kurang optimal ketimbang bayi seusianya

Kabar kurang baiknya, selain dapat dapat menimbulkan masalah gizi bayi dan kesehatan fisik yang cukup parah, kekurangan gizi ini juga berisiko mengancam nyawa si kecil.

Penting juga untuk diketahui bahwa ada kekurangan gizi bisa dibagi menjadi dua, yakni kurang gizi sedang (moderate malnutrition) dan kurang gizi akut (severe acute malnutrition).

Jika kurang gizi sedang pada bayi dibiarkan dalam waktu lama, kondisi ini bisa saja berkembang menjadi kekurangan gizi akut.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan kekurangan gizi sedang tersebut bisa menimbulkan wasting maupun stunting dalam bentuk yang lebih parah.

Apa dampak dari kurang gizi pada bayi?

hemokromatosis hemochromatosis adalah

Kurang gizi bukanlah keadaan yang akut, misalnya sekali tidak makan lalu langsung mengalami masalah ini. Seperti yang sempat disebutkan di awal, kekurangan gizi merupakan kondisi yang sudah berlangsung cukup lama.

Lebih rincinya, kondisi ini terjadi karena asupan nutrisi bayi tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi hariannya. Kekurangan gizi, terlebih pada bayi sejak usia dini, dapat membawa dampak bagi tumbuh kembangnya kelak.

Mengutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sejak baru lahir sampai sekitar usia dua tahun perkembangan otak dan tubuh bayi berjalan sangat pesat.

Seiring dengan bertambahnya usia, umumnya komposisi tubuh bayi juga akan ikut mengalami perubahan.

Kekurangan asupan zat gizi yang terjadi di rentang usia 0-2 tahun akan berdampak pada kualitas hidup bayi, baik untuk jangka pendek maupun panjang.

Ambil contohnya stunting pada bayi yang termasuk salah satu masalah kurang gizi. Stunting bisa memengaruhi perkembangan otak dan kognitif bayi dalam jangka panjang.

Lama-kelamaan, terhambatnya perkembangan otak bayi berisiko mengganggu perkembangan kemampuan kognitifinya di masa dewasa.

Bagaimana penanganan gizi kurang pada bayi?

bayi 6 bulan susah bab

Penanganan untuk bayi kurang gizi (kurus) biasanya dibedakan sesuai dengan usianya. Jika usia si kecil sekarang masih kurang dari enam bulan tentu akan berbeda dengan usia bayi yang sudah lebih dari itu.

Biasanya, penanganan pemberian MPASI bayi di atas usia enam bulan untuk mengatasi kekurangan gizi mirip seperti anak-anak pada umumnya.

Bayi di bawah 6 bulan

Penanganan untuk bayi usia kurang dari 6 bulan dengan ciri-ciri atau tanda gizi kurang yakni sebagai berikut:

Bayi di bawah 6 bulan dengan kategori kurang gizi (kurus)

Bagi bayi yang di bawah enam bulan dan termasuk dalam kategori kurang gizi (kurus) pada dasarnya tidak ada penambahan olahan makanan bayi lainnya.

Penanganan yang diberikan harus fokus pada ASI karena usia ini masih dalam masa pemberian ASI eksklusif.

Pemberian ASI dilakukan sebaiknya lebih sering dari biasanya dan hindari langsung memberikan susu formula bayi untuk mengatasi masalah ini.

Penambahan susu formula pada bayi hanya dilakukan pada masalah tertentu dengan pengawasan dokter atau ahli gizi. Jika tidak memiliki masalah kesehatan lain, bayi sebaiknya tetap diberikan ASI secara eksklusif.

Jadi, pemberian ASI eksklusif untuk bayi yang berusia kurang dari enam bulan sangat dianjurkan selama masih memungkinkan.

Pemberian ASI eksklusif yang memungkinkan dalam hal ini misalnya produksi ASI ibu masih mencukupi dan ibu masih memungkinkan menyusui ASI.

Selain itu, bayi dengan tanda atau ciri-ciri kurang gizi juga idealnya masih mendapatkan ASI ekslusif tidak punya masalah kesehatan yang mengharuskannya mendapatkan asupan selain ASI.

Langkah penting dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayi yaitu dengan melakukan inisiasi menyusui dini (IMD), kemudian dilanjutkan dengan menerapkan posisi atau perlekatan yang tepat.

Perlekatan saat menyusui artinya memosisikan isapan mulut bayi agar tepat pada puting susu. Cara ini dapat membantu bayi agar bisa mengisap dengan kuat dan tanpa membuat puting susu ibu terasa sakit.

Langkah selanjutnya yang bisa dilakukan yakni dengan menilai kecukupan asupan ASI bayi. Anda bisa menilai cukup atau tidaknya asupan ASI bayi dengan melihat frekuensi buang air kecilnya dalam sehari, durasi menyusu pada satu payudara, dan kenaikan berat badan.

Biasanya, frekuensi rata-rata bayi menyusu dalam sehari yakni sekitar 6-8 kali dengan lama waktu kurang lebih 10-30 menit untuk sekali menyusu pada satu payudara.

Dengan begitu, berat badan bayi biasanya akan berangsur-angsur meningkat secara bertahap. Sembari memberikan manfaat ASI lebih rutin, jaga kebersihan lingkungan sekitar bayi untuk menghindari terjadinya infeksi.

Sebab semakin bayi mengalami kekurangan gizi, akan semakin tinggi pula risikonya untuk mengalami infeksi. Oleh karena itu, kebersihan lingkungan dan orang-orang yang berada di sekitar bayi sangat perlu dijaga.

Perlu diperhatikan jika berat badan bayi Anda tidak bertambah selama 2 bulan berturut-turut atau pertambahan tidak sesuai grafik pertumbuhan bayi <6 bulan maka Anda perlu berkonsultasi ke dokter.

Bayi di bawah 6 bulan dengan kategori kurang gizi akut (berat)

Akan tetapi, penanganan bayi berusia di bawah enam bulan dengan kondisi kekurangan gizi akut atau berat sama dengan bayi dengan kondisi yang sama tetapi berusia lebih dari enam bulan.

Di samping menyusui secara efektif, bayi di bawah enam bulan yang mengalami kurang gizi akut (severe acute malnutrition) sebaiknya diberikan makanan tambahan pada usia 4 bulan dengan berkonsultasi ke dokter sebelumnya.

Hal ini harus terus dilakukan sampai berat badan bayi mengalami kenaikan sesuai dengan standar normal seusianya.

Jangan lupa juga untuk selalu membawa bayi ke Posyandu, Puskesmas, dokter, atau pelayanan kesehatan terdekat secara berkala dan rutin. Hal ini diperlukan untuk memantau perubahan kondisi status gizi anak.

Bayi di atas 6 bulan

Bayi di atas enam bulan disarankan untuk secara bertahap meningkatkan asupan energi, protein, karbohidrat, cairan, vitamin, serta mineralnya guna mengatasi kurang gizi.

Tujuannya adalah untuk menambah berat badannya dan memperkuat sistem imunnya agar bayi tersebut tidak berisiko semakin tinggi mengalami infeksi.

Selain perubahan pola makan, ada perawatan lain yang diperlukan untuk meningkatkan status gizi bayi, yakni:

  • Dukungan emosional dari keluarga
  • Pengobatan tertentu jika ada yang terkait dengan penyebab kenapa anak tersebut menjadi kurus
  • Pemberian vitamin dan mineral khusus

Setelah bayi cukup sehat, berat badannya sudah mulai meningkat, dan memenuhi standarnya diharapkan dapat mempertahankan pola makan sesuai dengan kebutuhan harian.

Mintalah bantuan dari dokter anak atau ahli gizi anak untuk merancang pola makan beserta porsi makan bayi yang sesuai dengan kondisinya.

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah kurang gizi?

kebutuhan lemak untuk bayi

Sebelum buah hati kesayangan Anda benar-benar mengalami kekurangan gizi, ada baiknya untuk mencegahnya sejak jauh-jauh hari.

Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) menyarankan pencegahan gizi kurang pada bayi dilakukan dengan memberikan asupan nutrisi yang tepat dari makanan dan minuman harian.

Pemberian asupan nutrisi anak dari minuman dan makanan terbaik bayi ini harus dilakukan dengan teratur selama 1000 hari pertama kehidupan bayi.

Dengan kata lain, jika memungkinkan ASI diberikan secara eksklusif alias selama enam bulan penuh. Begitu pula dengan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) setelah usia bayi enam bulan yang tetap dilakukan bersama ASI.

Penuhi kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, hingga vitamin dan mineral misalnya dari sayur dan buah untuk bayi.

ASI yang diteruskan setelah bayi berusia enam bulan ini sebaiknya dimaksimalkan hingga usia bayi genap dua tahun. Tak lupa, usahakan agar bayi tidak susah makan untuk membantu memperbaiki kondisinya yang kekurangan gizi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penilaian Status Gizi Bayi: Indikator, Cara Mengukur, dan Rentang Normalnya

Memastikan bayi memiliki status gizi yang baik sejak dini merupakan hal penting bagi orangtua. Lantas, sudahkah Anda tahu berapa kisaran yang ideal?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Nutrisi Anak 31/03/2020 . Waktu baca 14 menit

Panduan Memenuhi Kebutuhan Gizi Balita Usia 1-5 Tahun

Memenuhi kebutuhan gizi balita sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Berikut panduan gizi seimbang pada balita yang bisa Anda praktikkan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Nutrisi Anak 20/03/2020 . Waktu baca 11 menit

Mengenal Refeeding Syndrome, Kondisi Fatal yang Mengintai Pasien Kurang Gizi

Penderita kurang gizi perlu memperoleh tambahan zat gizi selama pemulihan. Pemberian makan harus dilakukan secara bertahap guna mencegah refeeding syndrome.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 29/10/2019 . Waktu baca 4 menit

Penilaian Status Gizi Anak, Cara Mengukur Hingga Membaca Hasilnya

Metode penilaian status gizi anak dan dewasa tidaklah sama, karena adanya perbedaan usia dan ukuran tubuh. Lantas, bagaimana cara menilai status gizi anak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 15/05/2019 . Waktu baca 16 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berat badan bayi ideal

Berat Badan Bayi Ideal Usia 0-12 Bulan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 02/04/2020 . Waktu baca 14 menit
masalah gizi pada bayi

5 Masalah Gizi yang Mungkin Terjadi pada Bayi Serta Cara Penanganannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 01/04/2020 . Waktu baca 12 menit
tanda kekurangan gizi dan anak kurang gizi

Mengenal Marasmus, Masalah Gizi Penyebab Kematian Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 01/04/2020 . Waktu baca 14 menit
gizi buruk anak

Mengulas Jenis dan Penanganan Gizi Buruk Balita Sesuai Kondisinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/03/2020 . Waktu baca 12 menit