4 Cara Mengajari Anak untuk Makan Makanan Sehat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Makan bukan hanya sekadar kegiatan untuk mengenyangkan perut. Namun lebih dari itu, makan merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang Anda butuhkan. Ini penting untuk mendukung aktivitas Anda sehari-hari dan untuk meningkatkan kesehatan Anda. Hal ini karena dengan makan kita mendapatkan energi untuk beraktivitas, serta mendapatkan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral untuk mendukung kesehatan. Jadi, penting bagi setiap orangtua untuk mengajari anak makan sehat sejak dini. Bagaimana caranya?

Pentingnya mengajari anak makan sehat

Mengajari anak makan sehat sangat penting dilakukan karena akan memudahkan anak untuk membawa kebiasaan sehat ini seumur hidupnya. Masa anak merupakan masa di mana anak dengan mudah mempelajari dan menerapkan apa yang dilihatnya. Sehingga, memulai gaya hidup sehat sejak masa kanak-kanak bisa berdampak jangka panjang, menurut American Psychological Association.

Mengajari anak makan sehat juga dapat membantu anak dalam menentukan apa yang harus ia makan, ia batasi, dan ia hindari. Sehingga, anak pun terlatih untuk peduli dengan kesehatannya sejak kecil. Mengonsumsi makanan sehat juga dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk perkembangan otak.

Cara mengajari anak makan sehat

Mengajari anak makan sehat bisa dilakukan dengan cara menyenangkan dan secara perlahan. Hal ini membuat anak tidak merasa dipaksa untuk mengerti apa itu makanan sehat dan apakah ia harus memakan semuanya yang sehat. Sehingga, anak pun akan dengan senang hati menerapkan apa yang Anda ajarkan tentang makanan sehat. Beberapa tips dalam mengajari anak makan sehat yang bisa Anda coba adalah:

1. Ibu sebagai role model

Ingat, pada saat ini anak Anda pandai sekali meniru, termasuk meniru kebiasaan makan Anda. Sebuah penelitian pun membuktikan bahwa selera makan anak berhubungan dengan makanan yang disukai dan tidak disukai oleh ibunya. Untuk itu, sebelum Anda mengajari anak makan makanan sehat, ada baiknya Anda mulai mengubah kebiasaan makan Anda sendiri menjadi lebih sehat. Sering menyediakan sayuran dan buah di meja makan dapat mendorong anak suka makan sayur dan buah, tapi Anda pun juga harus memakannya.

2. Sediakan beragam jenis makanan untuk anak

Sering menyediakan makanan yang beragam di rumah dapat mendorong anak penasaran dengan semua jenis makanan yang Anda sediakan. Sehingga, ia akan bertanya makanan apa itu, ia akan penasaran rasa makanan tersebut dan akan mencobanya. Usahakan untuk selalu menyediakan makanan sehat di rumah, sehingga anak bisa menghindari makan makanan tidak sehat, seperti keripik dan minuman bersoda.

3. Melibatkan anak saat berbelanja dan menyiapkan makanan

Melibatkan anak berbelanja makanan di pasar atau supermarket bisa dijadikan kesempatan mengajari anak tentang berbagai jenis makanan dan nutrisi. Sambil berbelanja, Anda bisa menunjukkan makanan apakah itu, kandungan nutrisi yang ada di dalamnya, apakah makanan itu sehat, dan lain sebagainya. Sehingga, anak bisa langsung melihat bentuk dan warna makanan, merasakan bagaimana teksturnya, dan setelah dimasak ia bisa mencoba rasanya.

Melibatkan anak di dapur dan menyiapkan makanan membuat anak sering terpapar dengan berbagai sayuran, buah-buahan, daging, ikan, telur, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Sehingga, anak lebih mengenali makanan yang dimakannya.

4. Rangsang pemahaman anak dengan permainan

Anda juga bisa mengajari anak tentang berbagai jenis makanan sehat dari permainan atau dari gambar di buku. Hal ini tentu menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi anak. Dari kegiatan bermain sambil belajar ini, anak bisa mengenal nama, bentuk, dan warna berbagai jenis sayuran, buah-buahan, makanan sumber protein, dan makanan sumber karbohidrat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Kesalahan Makan Oatmeal yang Bikin Berat Badan Malah Naik

Bubur gandum (oatmeal) adalah pilihan makanan yang baik untuk diet. Tapi hati-hati, bisa jadi oatmeal bikin gemuk karena hal-hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Pilihan Buah untuk Bayi yang Baik Dikonsumsi Sehari-Hari

Buah-buahan selain kaya vitamin dan nutrisi, juga memiliki rasa yang lezat. Berikut beberapa buah untuk bayi yang bisa dijadikan makanan pendamping ASI.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 6 Agustus 2020 . Waktu baca 9 menit

8 Mitos Seputar Makanan Bayi yang Harus Ditinggalkan

Ada beragam mitos makanan bayi yang banyak beredar. Sudahkah Anda tahu apa saja mitos mengenai makanan bayi beserta kebenarannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 6 Agustus 2020 . Waktu baca 10 menit

Penting Diketahui Saat Menyiapkan Makanan bagi Lansia

Kehilangan nafsu makan saat lansia membuat tubuh tak ternutrisi optimal. Ada beberapa cara menyajikan makanan untuk lansia agar nutrisinya tetap terjaga.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
makanan untuk lansia
Hidup Sehat, Tips Sehat 27 Juli 2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan yang dapat menyembuhkan kanker otak

Jenis Makanan Sehat untuk Membantu Menyembuhkan Kanker Otak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Makanan setelah operasi

Jenis Makanan Setelah Operasi yang Dapat Membantu Pemulihan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 3 menit
diet gagal ginjal

Diet Gagal Ginjal: Seberapa Penting dan Bagaimana Caranya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 31 Agustus 2020 . Waktu baca 9 menit
ketagihan mie instan

Ketagihan Mie Instan? Ini 6 Trik Jitu Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit