Tips Melatih Anak Belajar Jalan Sesuai Perkembangan Usianya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Selama tahun pertama, secara bertahap si kecil akan mengembangkan koordinasi dan kekuatan otot-otot pada tubuhnya. Kemampuan ini umumnya diawali dari belajar duduk, berguling, berdiri, dan akhirnya bisa berjalan. Bicara soal berjalan, berdasarkan Denver II, kebanyakan bayi sudah mulai bisa berjalan tanpa bantuan pada usia di atas 12 bulan. Meski mungkin seringkali dengan langkah yang belum sempurna. Lantas, bagaimana cara melatih anak agar dapat jalan sendiri? Ketahui tipsnya dalam artikel ini.

Cara melatih anak agar bisa jalan sendiri

Bayi berjalan di pinggir pantai ahapan tumbuh kembang bayi

Anda sebenarnya tidak usah terlalu khawatir jika bayi Anda membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bisa berjalan. Pasalnya, perkembangan kemampuan setiap anak untuk bisa berjalan tidaklah sama.

Selama tidak terdapat kelainan pada fisik anak, terutama pada kakinya, lambat mulai berjalan masihlah wajar. Terkadang anak belum bisa belajar berjalan karena perlu lebih dimotivasi dan distimulasi agar berani mengambil langkah pertamanya.

Nah, berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk merangsang dan melatih anak agar segera bisa jalan sesuai dengan perkembangan usianya.

1. Belajar duduk

Sebelum mulai jalan sendiri, ada beragam kemampuan motorik yang perlu diasah anak agar bisa mengembangkan kemampuan lainnya. Pada usia sekitar 13 minggu atau 3 bulan 1 minggu, si kecil sudah mulai bisa duduk walaupun masih dengan bantuan.

Misalnya berpegangan pada sesuatu, atau bersandar pada bantal, dinding, maupun tangan Anda. Kemudian di usia 25 minggu atau 6 bulan 1 minggu, umumnya bayi sudah bisa duduk sendiri.

Anda bisa membantu si kecil untuk duduk saat ia sedang dalam posisi berbaring telentang dengan menariknya kedua tangan dan mendudukkannya. Untuk menarik perhatiannya, ajaklah ia bermain dengan menggunakan permainan yang menarik hati.

Contohnya menggelindingkan bola ke arahnya, atau melakukan permainan susun-menyusun untuk mendorongnya memperkuat otot punggung dan koordinasi.

2. Belajar menumpukan berat tubuh pada kaki

Menginjak usia 15 minggu alias 3 bulan 3 minggu, buah hati Anda mulai terlihat menggunakan kedua kaki guna menumpukan berat tubuhnya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk proses anak agar bisa segera jalan sendiri.

Berat tubuh yang tertumpu dengan baik pada kaki akan melatih bayi untuk mampu berdiri sempurna nantinya, tanpa terjatuh.

3. Belajar mengangkat dirinya untuk berdiri

Agar bisa jalan dengan baik, pertama-tama tentu anak harus mengangkat tubuhnya dari posisi duduk ke posisi berdiri. Perkembangan ini biasanya mulai dilakukannya di usia 35 minggu atau 8 bulan 3 minggu, dan baru tampak benar-benar lincah tepat di usia 38 minggu alias 9 bulan 2 minggu.

Pada tahap ini ia akan mulai menarik dirinya dengan dukungan barang-barang dan orang yang berada di sekitarnya. Nah, tahap ini merupakan saat yang pas untuk mengajarkan keseimbangan dan membuatnya terbiasa dengan posisi berdiri. Anda bisa membantu si menarik tubuhnya saat ia sudah bersiap dalam posisi untuk berdiri.

Saat si kecil ingin kembali duduk, ajari ia bagaimana menekuk lutut untuk kembali ke posisi duduk. Menekuk lutut akan membantu si kecil mengurangi risiko jatuh saat ia mulai bisa belajar berjalan. Namun, ingat! Anda harus bersabar karena menekuk lutut mungkin bukan merupakan hal yang mudah dilakukan bayi.

3. Belajar menjaga keseimbangan tubuh saat berdiri

Memasuki usia 29 minggu atau 7 bulan 1 minggu, si kecil mulai melatih kemampuannya untuk bisa berdiri sendiri meski masih dengan berpegangan. Ia akan memanfaatkan tembok, tiang, bahkan menggandeng tangan Anda agar tidak terjatuh saat berdiri.

Anda bisa membantu untuk melatih keseimbangannya dengan terus memegang tangan bayi selama ia berdiri. Ini merupakan salah satu cara agar nantinya anak bisa jalan sendiri.

Selanjutnya, bayi akan bisa berdiri dengan baik meski tetap masih berpegangan di usia 31 minggu atau 7 bulan 3 minggu. Perkembangan ini masih terus berlanjut, hingga pada usia 44 minggu atau 11 bulan si kecil mampu berdiri sendiri tanpa berpegangan selama sekitar 2 detik.

Kemudian baru di usia 13 bulan, si kecil telah mampu menjaga keseimbangannya saat berdiri sendiri tanpa perlu berpegangan.

4. Langkah pertama belajar berjalan

Saat si kecil sudah bisa berdiri tanpa bantuan, berarti dia sudah memiliki keseimbangan yang bisa menjadi bekalnya untuk menuju langkah pertamanya. Langkah pertama merupakan momen terpenting bagi si kecil yang membutuhkan banyak pujian dan dorongan.

Itu sebabnya, jangan lupa memberikan dukungan dan pujian saat si kecil sudah mulai langkah pertamanya. Langkah pertama pada bayi biasanya bervariasi, yaitu dapat terjadi sekitar usia 44 minggu atau 11 bulan hingga sekitar usia 48 minggu atau 12 bulan.

Di rentang usia tersebut, biasanya si kecil mulai melatih kemampuan berjalannya. Hanya saja, sesekali ia mungkin akan berhenti sejenak. Jika si buah hati duduk terjatuh, motivasi dia untuk bangkit berdiri sendiri.

Anda bisa melatih mereka untuk melangkahkan kakinya sambil tanganya dipegangi. Jika sudah memungkinkan biarkan tangan si kecil memegang satu tangan Anda sebagai pegangan untuk berjalan.

Selain dibantu oleh Anda, biasanya pada tahap ini si kecil pun akan mencoba merambat pada tembok atau perabotan yang ada di sekitarnya.

Anda bisa merangsang langkah si kecil dengan memegang tangannya ketika berjalan, kemudian lepaskan genggamannya perlahan-lahan hingga dia berada pada posisi stabil dan bisa berjalan beberapa langkah ke depan.

Saat si kecil jatuh, semangati ia untuk memulai melangkah lagi. Bantu ia kembali berdiri, lalu ulurkan kedua tangan Anda seperti ingin memeluknya.

Nah, ketika si kecil berjalan mendekati uluran tangan Anda, sebaiknya Anda mundur secara perlahan-lahan agar ia bisa melangkah lebih banyak. Seiring berjalannya waktu, si kecil pada akhirnya bisa berjalan dengan lancar.

5. Berjalan dengan lancar

Setelah memulai langkah pertamanya di sekitar usia 11-12 bulan, buah hati Anda akan terus belajar agar mampu berjalan dengan lancar. Sampai akhirnya, di usia 14 bulan si kecil biasanya sudah benar-benar mantap dalam melangkahkan kedua kakinya ke sana kemari tanpa perlu berpegangan lagi.

Hal yang harus diperhatikan dalam melatih anak agar bisa jalan

Menuntun anak berjalan pada tahap tumbuh kembang bayi

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melatih anak agar bisa jalan sendiri:

  • Umumnya orang tua membelikan anak baby walker untuk membantu dan memudahkan si kecil belajar jalan agar tetap aman. Padahal, American Academy of Pediatrics (AAP) tidak menyarankan penggunaan baby walker untuk anak. Hal ini penggunaan baby walker justru bisa menghambat pertumbuhan otot-otot kakinya. Tidak hanya itu, baby walker juga bisa membahayakan si Kecil karena alat ini bisa membuatnya berkeliling menjangkau apa pun.
  • Berjalan dengan kaki telanjang – nyeker, bisa membantunya meraih keseimbangan dan koordinasi si kecil. Jadi, ada baiknya tunda dulu pemakaian sepatu pada anak yang belum bisa berjalan.
  • Pastikan bayi Anda memiliki lingkungan yang aman untuk berlatih berjalan. Menjaga ruang lantai bersih akan membantunya belajar berjalan dengan mudah.
  • Singkirkan benda pecah belah atau pajangan kaca dari atas meja atau yang berada dalam jangkauan anak. Tujuannya agar proses belajar berjalan berlangsung aman.
  • Usahakan melepas anak dari gendongan sesering mungkin sehingga otot kakinya lebih lincah bergerak. Dengan begitu, harapan anak cepat berjalan dapat terwujud.

Perlu diingat, perkembangan bayi tidaklah sama. Mereka akan bisa berjalan pada waktu yang berbeda dan bervariasi karena pengaruh berat badan atau kepribadiannya.

Meskipun sulit, cobalah untuk tidak merasa frustrasi atau kecewa jika bayi Anda tidak belum bisa berjalan sempurna dalam perkembangannya.

Anda boleh khawatir ketika si kecil belum bisa berdiri saat berusia satu tahun atau bahkan tidak mampu berjalan saat sudah menginjak usia dua tahun. Segeralah berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca