Jenis dan Porsi Makanan Penambah Berat Badan untuk Balita

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/03/2020
Bagikan sekarang

Si kecil lagi susah makan? Kondisi ini sering membuat orangtua kebingungan. Nafsu makan anak memang sulit ditebak karena ada masanya dia sangat lahap, tapi ada juga fase anak menolak semua jenis makanan. Bila ini berjalan cukup lama, hal ini bisa mengganggu tumbuh kembang si kecil karena berat badan yang mungkin tak kunjung naik. Ada beberapa makanan yang berperan sebagai penambah berat badan balita. Berikut penjelasan lengkapnya.

Jenis makanan sehat untuk penambah berat badan balita

Ketika balita Anda susah makan dan ingin memberikan makanan penambah berat badan, jenisnya tetap harus sesuai dengan kebutuhan gizi balita.

Asal naik berat badan dengan makanan yang tidak sehat seperti makanan cepat saji juga tidak dibenarkan karena bisa menambah masalah baru. 

Anak-anak yang membutuhkan bantuan dokter untuk menambah berat badan umumnya memerlukan pola makan khusus yang diatur sedemikian rupa. Biasanya, anak akan diberikan vitamin dan obat yang mengganggu nafsu makan si kecil.

Namun secara umum, ada beberapa makanan yang bisa berperan sebagai penambah berat badan balita, yaitu:

  • Susu murni atau susu formula 
  • Keju atau yogurt yang dibuat dengan susu
  • Telur goreng
  • Selai kacang
  • Sereal dan susu
  • Santan

Jenis-jenis makanan di atas bisa dibuat sebagai daftar menu yang disesuaikan dengan kesukaan si kecil. Tentu diperbanyak makanan yang padat nutrisi dan energi.

Hal ini termasuk buah-buahan, sayur, protein, lemak, dan kelompok makanan lain. Berikut kelompok makanan yang penting dan bisa berperan sebagai penambah berat badan balita:

Buah dan sayur

Kedua jenis makanan ini sangat penting untuk memberi energi pada balita dan beberapa di antaranya, termasuk ke dalam kelompok penambah berat badan. Berikut buah-buahan yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan RI:

  • Alpukat
  • Pisang
  • Melon
  • Pepaya
  • Semangka
  • Apel
  • Jeruk

Kelompok buah-buahan tersebut berperan sebagai vitamin yang mampu menambah berat badan balita.

Anda bisa memberikannya sebagai camilan atau makanan selingan dari makanan utama. Kementerian Kesehatan juga menganjurkan sayuran yang berwarna sebagai sumber minteral dan vitamin, yaitu:

  • Bayam
  • Kangkung
  • Wortel
  • Kembang kol
  • Sawi
  • Selada

Hindari pemberian minuman yang mengandung soda dan makanan yang tidak bersih. Pasalnya hal ini bisa menyebabkan anak mengalami diare dan menganggu tumbuh kembangnya.

Sebelum disajikan, cuci terlebih dahulu untuk membersihkan sayur dan buah dari kandungan kimia berbahaya untuk kesehatan.

Karbohidrat

Jenis makanan penambah berat badan balita yang bisa Anda masukkan ke dalam menu adalah karbohidrat. Bila si kecil sedang mogok makan nasi, Anda bisa memilih sumber karbohidrat lain agar nutrisi dan gizi anak tetap terjaga dengan baik. Beberapa pilihan karbohidrat lain di antaranya:

  • Kentang
  • Jagung
  • Pasta
  • Roti
  • Sereal
  • Mi

Karbohidrat memiliki peran untuk memberi energi dan membuat rasa kenyang pada balita lebih lama. Bila Anda ingin mengurangi gula dalam nasi, bisa memilih nasi merah sebagai pengganti nasi putih.

Susu dan produk olahannya

Produk olahan susu termasuk ke dalam makanan penambah berat badan untuk balita.  Susu dan produk olahannya tinggi akan protein dan kalsium yang bisa dijadikan menu makan si kecil. Beberapa jenis makanan mengandung susu yang bisa dikonsumsi sebagai penambah berat badan balita yaitu:

  • Susu segar (susu murni)
  • Susu full cream
  • Yogurt
  • Susu kedelai
  • Keju
  • Mayones
  • Es krim

Anda juga bisa membuat makanan dari bahan-bahan tersebut untuk menambah berat badan si kecil. Menunya seperti mac and cheese, spagehtti carbonara, pancake susu dan eskrim, dan makaroni skutel.

Protein

Zat gizi yang satu ini cukup berpengaruh dalam proses menaikkan berat badan balita. Protein bisa didapatkan dari beberapa jenis makanan, seperti:

  • Daging merah
  • Ikan
  • Paha ayam
  • Telur
  • Kacang-kacangan
  • Tahu
  • Tempe

Tidak hanya mengandung protein, makanan di atas juga memiliki kandungan vitamin dan mineral yang sangat penting untuk tumbuh kembang balita.

Beberapa zat gizi tersebut misalnya zat besi, zinc, vitamin B12, dan omega 3. Zat besi dan omega 3 yang bisa didapat dari daging merah dan minyak ikan sangat penting untuk kebutuhan perkembangan otak balita dan kemampuan belajarnya. 

Mengutip dari Healthline, zat besi merupakan nutrisi yang sangat penting dan berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Konsumsi zat besi harian untuk anak balita yaitu:

  • Balita usia 1-3 tahun: 7 miligram per hari
  • Usia 4-8 tahun: 10 miligram per hari

Kadar zat besi di atas berbeda untuk anak balita dalam kondisi khusus. Bayi yang dilahirkan dengan berat lahir rendah (BBLR) dan bayi prematur, biasanya membutuhkan lebih banyak zat besi daripada bayi dengan berat normal.

Lemak

Nutrisi yang satu ini sangat penting sebagai penambah berat badan balita yang sebaiknya selalu ada di setiap makanan. Namun masalahnya, lemak yang terkandung di dalam makanan tersebut termasuk ke dalam lemak sehat atau tidak?

Help Guide menyebutkan bahwa sangat penting untuk menghindari lemak trans yang berbahaya untuk kesehatan balita.

Anda bisa mulai mengurangi makanan yang dipanggang dan makanan berminyak. Beberapa lemak sehat yang berperan sebagai makanan penambah berat badan balita yaitu:

  • Buah alpukat
  • Minyak zaitun
  • Tahu
  • Kedelai
  • Ikan
  • Susu murni
  • Keju
  • Santan
  • Margarin

Penting untuk orangtua memilih lemak yang sehat untuk anak agar ia tidak terhindar dari risiko obesitas. USDA atau Kementerian Pertanian Amerika Serikat merekomendasikan untuk membatasi lemak jenuh sampai 10 persen dari kalori harian anak. 

Contoh porsi dan menu makanan penambah berat badan balita

Kementerian Kesehatan memiliki panduan seputar porsi dan menu makanan penambah berat badan balita, gambarannya sebagai berikut: 

Menu makan pagi jam 06.00 – 08.00

  • Karbohidrat: Nasi putih atau merah
  • Hewani atau nabati: telur dadar 
  • Sayuran: tumis buncis atau kacang panjang
  • Minyak: minyak kelapa
  • Makanan selingan jam 10 pagi: roti bakar isi keju

Menu makan siang jam 12.00 – 13.00

  • Karbohidrat: Nasi putih atau merah
  • Protein hewani atau nabati: ayam dan tempe goreng
  • Sayuran: sayur sop
  • Buah: jeruk 
  • Makanan selingan jam 4 sore: puding cokelat

Menu makan malam jam 18.00-19.00

Mac and cheese

  • Nasi atau karbohidrat pengganti: makaroni
  • Protein hewani: daging cincang
  • Lemak: susu dan keju
  • Buah: jeruk
  • Makanan selingan jam 9 malam: susu UHT

Selain menu di atas, Anda juga bisa berkreasi dengan menu makanan yang disukai si kecil. Ketika membuat pancake misalnya, campurkan satu atau dua sendok makan susu bubuk.

Susu bubuk menambahkan sekitar 150 kalori dan bisa ditambahkan lagi dengan memberi segelas susu, yaitu 30-60 kalori.

Anda juga bisa membuatkan puding susu atau oatmeal dengan memberikan ekstra susu, fla, atau whipcream. Kalau si kecil senang mi, Anda bisa membuat spaghetti dengan memberikan ekstra keju yang bisa menambah kalori sampai 60 kilo kalori.

Sebagai camilan, Anda bisa memasukkan pisang sebagai menunya. Anda bisa mengolah pisang menjadi smoothies dengan menambahkan yoghurt dan susu.

Kalau si kecil suka eskrim, Anda bisa membuat banana split dengan menambahkan eskrim, taburan kacang, dan buah segar.

Menaikkan berat badan tidak bisa dilihat secara cepat, semua butuh waktu. Hindari memaksa anak untuk makan agar ia terhindar dari trauma.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Faktor yang Membuat Anak Butuh Susu Penambah Berat Badan

Ketika angka di timbangan anak balita tidak sesuai dengan usianya, minum susu penambah berat badan menjadi salah satu cara. Berikut penjelasan lengkapnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Panduan Memenuhi Kebutuhan Gizi Balita Usia 2-5 Tahun

Memenuhi kebutuhan gizi balita sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Berikut panduan gizi seimbang pada balita yang bisa Anda praktikkan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Usia Berapa Anak Mulai Belajar Berlari?

Sudah mampu berdiri dan berjalan sendiri, di usia berapa anak mulai akan belajar berlari? Dan bagaimana cara ortu bantu melatihnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

4 Pilihan Les untuk Balita Sekaligus Manfaatnya

Ingin anak jadi lebih aktif dengan kegiatan yang bermanfaat? Anda bisa mengikutsertakan anak pada kelas atau les untuk balita. Berikut pilihannya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

kebutuhan cairan anak balita

Seberapa Banyak Kebutuhan Cairan Anak Balita Usia 2-5 Tahun?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 14/04/2020
kebutuhan protein balita

Panduan Seputar Kebutuhan Protein untuk Balita Usia 2-5 Tahun

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 10/04/2020
kebutuhan lemak untuk bayi

Tidak Selalu Buruk, Ini Jumlah Kebutuhan Lemak untuk Bayi yang Harus Dipenuhi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/04/2020
porsi makan anak 5 tahun

Seberapa Banyak Porsi Makan yang Tepat untuk Anak Usia 5 Tahun?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 08/04/2020