Lingkar Kepala Bayi yang Normal Usia 0-12 Bulan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Lingkar kepala bayi yang normal merupakan salah satu tanda perkembangan si kecil sudah berada di jalur yang benar. Mengetahui ukuran lingkar kepala si kecil secara berkala juga membantu memberikan informasi mengenai kondisi kesehatan tubuhnya.

Jika selama ini Anda  melakukan pengukuran berat badan bayi, panjang atau tinggi badan bayi, lengkapi dengan mengukur lingkar kepala bayi.

Cari tahu alasan pentingnya mengukur lingkar kepala bayi yang normal serta ukuran rata-rata lingkar kepala bayi.

Mengapa mengukur lingkar kepala bayi itu penting?

kista ginjal pada bayi dan anak-anak

Setiap bagian tubuh si kecil pasti akan tumbuh dan semakin besar. Begitu pula dengan ukuran kepala si kecil yang dihitung berdasarkan besar tulang tengkoraknya.

Mengutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pengukuran lingkar kepala bayi bertujuan untuk menilai apakah ukuran kepala dan pertumbuhan otaknya berjalan dengan baik dan benar.

Ini karena menurut Kementerian Kesehatan RI, tanda pertumbuhan anak berjalan dengan baik yakni adanya perubahan ukuran, bentuk, atau anggota tubuhnya.

Perubahan tubuh tersebut meliputi berat badan, tinggi badan, hingga lingkar kepala bayi. Idealnya, pengukuran lingkaran kepala buah hati Anda terus dilakukan secara berkala sampai usia bayi 24 bulan atau 2 tahun.

Lingkar kepala bayi akan diukur menggunakan meteran khusus yang dilingkarkan mengelilingi bagian kepala bayi yang paling besar, yaitu area dahi hingga ke belakang kepala.

Pentingnya pengukuran lingkar kepala bayi dimuat dalam sebuah penelitian pada Canadian Family Physician yang melibatkan sebanyak 633 anak.

Dalam penelitian ini ditemukan hasil bahwa ukuran lingkaran kepala bisa dijadikan salah satu tolak ukur tingkat kemampuan anak.

Penelitian juga menemukan bahwa bila yang memiliki lingkar kepala cukup besar namun tetap dalam batas normal, anak memiliki kemampuan berpikir yang lebih baik.

Mengukur dan mengetahui lingkaran kepala normal pada bayi juga berguna sebagai deteksi awal mengenai kemungkinan adanya kelainan pada bayi.

Beberapa diantaranya mikrosefalus (ukuran kepala terlalu kecil), makrosefalus (ukuran kepala terlalu besar), dan kraniosinostosis (kelainan bentuk tengkorak).

Pasalnya, berbagai kondisi tersebut dapat membahayakan kesehatan, bahkan nyawa si kecil. 

Ukuran lingkar kepala bayi yang normal

Sumber: Medical Xpress

Berdasarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ukuran lingkaran kepala normal pada bayi sejak lahir sampai berusia 2 tahun atau 24 bulan yakni 35-49 sentimeter (cm). 

Mulai dari bayi lahir sampai nantinya berusia 2 tahun, lingkaran kepala si kecil akan terus berkembang dengan pesat. Lingkar kepala si kecil akan terus berkembang dengan pesat selama dua tahun usia awal mereka.

Berikut rata-rata ukuran lingkar kepala normal pada bayi menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sampai usia  bayi 12 bulan atau 1 tahun:

Bayi baru lahir

Ketika baru dilahirkan, ukuran lingkar kepala bayi normal biasanya berada di rentang angka 31,9-37,0 cm untuk bayi laki-laki, dan 31,5-36,2 cm untuk perempuan.

Angka hasil pengukuran lingkaran kepala si kecil akan terus berkembang sampai ia dewasa kelak, sebagai tanda ukuran otaknya tumbuh dengan baik.

Bayi 1-3 bulan

Memasuki usia bayi 1 bulan, ukuran lingkaran kepala buah hati Anda tentu sudah semakin membesar dan berbeda dari saat ia baru dilahirkan. Terbukti, untuk bayi laki-laki umumnya memiliki ukuran lingkar kepala normal yakni 34,9-39,6 cm.

Sementara itu, ukuran lingkar kepala pada bayi perempuan berkisar di angka 34,2-38,9 cm. Sebulan setelahnya yakni di usia bayi 2 bulan, buah hati laki-laki Anda seharusnya memiliki ukuran lingkaran kepala 36,8-41,5 cm, dan perempuan 35,8-40,7 cm.

Hingga tiba di usia bayi 3 bulan, lingkaran kepala bayi yang normal untuk berjenis kelamin laki-laki berkisar antara 38,1-42,9 cm. Jika buah hati Anda yang perempuan, seharusnya memiliki ukuran lingkaran kepala yang normal sekitar 37,1-42,0 cm.

Bayi 4-6 bulan

Sekarang usia bayi 4 bulan, maka idealnya, ukuran lingkaran kepala bayi yang normal di usia ini mencapai 39,2-44,0 cm, dan bayi perempuan 38,1-43,1 cm.

Bertambah 1 bulan yaitu di usia bayi 5 bulan, lingkar kepala normal bayi seharusnya berada di rentang 40,1-45,0 cm untuk laki-laki. Sementara untuk bayi perempuan, ukuran lingkaran kepala bayi yang normal seharusnya sudah mencapai 38,9-44,0 cm.

Kini di usia bayi 6 bulan, lingkaran kepala  semakin semakin bertambah besar. Ukuran lingkaran kepala  bayi yang normal untuk laki-laki yang telah mencapai 40,9-45,8 cm dan bayi perempuan 39,6-44,8 cm.

Bayi 7-9 bulan

Tepat di usia bayi 7 bulan, ukuran lingkar kepala bayi yang normal untuk laki-laki berada di kisaran 41,5-46,4 cm, dan bayi perempuan sekitar 40,2-45,5 cm.

Menginjak usia bayi 8 bulan, si kecil yang berjenis kelamin laki-laki seharusnya memiliki lingkaran kepala di rentang 42,0-47,0 cm. Sementara itu, untuk perempuan seharusnya berada di antara 40,7-46,0 cm di bukan ke-8 ini.

Sampai tiba usia bayi 9 bulan, bayi laki-laki idealnya memiliki ukuran lingkaran kepala yang normal sekitar 42,5-47,5 cm, dan bayi perempuan 41,2-46,5 cm.

Bayi 10-12 bulan

Ketika usia bayi 10 bulan, ukuran lingkar kepalanya seharusnya mencapai 42,9-47,9 cm untuk bayi laki-laki. Begitu pula bayi perempuan, tentu memiliki ukuran lingkaran kepala yang semakin membesar yakni 41,5-46,9 cm di usia 10 bulan ini.

Selang sebulan setelahnya yaitu usia bayi 11 bulan, pengukuran lingkaran kepala normal pada bayi laki-laki akan menunjukkan angka di rentang 43,2-48,3 cm. Sementara pada perempuan, ukuran lingkar kepala di usia 11 bulan berkisar antara 41,9-47,3 cm.

Akhirnya tiba di usia bayi 1 tahun. Di usia ini, ukuran lingkaran kepala bayi yang normal untuk laki-laki yakni sekitar 43,5-48,6 cm, dan 42,2-47,6 cm untuk bayi perempuan.

Sampai nanti usianya genap 2 tahun, ukuran lingkaran kepala bayi ini masih akan terus bertambah sebagai tanda perkembangan kepala dan otak yang normal.

Bagaimana cara mengukur lingkar kepala bayi?

ubun-ubun bayi

Langkah pertama dalam mengukur lingkar kepala bayi tentu mempersiapkan pita meter yang tidak elastis. Dengan begitu, pita tidak akan meregang atau bertambah ukuran saat dilingkarkan pada kepala bayi.

Secara rincinya, berikut tahap demi tahap dalam mengukur lingkar kepala normal pada bayi berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC):

  1. Lingkarkan pita meter yang tidak elastis di kepala bayi meliputi bagian terluas dahi di atas alis, bagian atas telinga, dan bagian belakang kepala yang paling menonjol
  2. Baca hasil pengukuran, dan ulangi langkah yang sama hingga 3 kali pengukuran
  3. Pilih hasil pengukuran terbesar yang mendekati 0,1 cm

Pengukuran lingkar kepala harus mulai dilakukan sejak kelahiran atau hari pertama kehidupan si kecil. Ini karena hasil pengukuran lingkar kepala dapat dijadikan pedoman mengenai kondisi kesehatan yang si kecil alami.

Berikut interpretasi ukuran lingkar kepala bayi normal berdasarkan persentil menurut WHO:

  • Ukuran lingkar kepala terlalu kecil (mikrosefalus): persentil < 2
  • Ukuran lingkar kepala normal: persentil ≥ 2 sampai < 98
  • Ukuran lingkar kepala terlalu besar (makrosefalus): ≥ 98

Biasanya, saat Anda membawa bayi untuk melakukan pemeriksaan di posyandu, puskesmas, maupun rumah sakit, pengukuran lingkar kepala akan selalu dilakukan.

Setiap kali pengukuran dilakukan, setiap kali itu pula hasilnya akan dicatat pada kartu menuju sehat (KMS) dari Kementerian Kesehatan RI.

Fungsi kartu menuju sehat (KMS)

Kartu menuju sehat ini sudah seharusnya dimiliki sejak bayi baru lahir. Fungsi KMS yakni sebagai alat untuk memantau pertumbuhan pertumbuhan si kecil.

Ini karena di dalam KMS terdapat grafik pertumbuhan normal anak. Tujuannya untuk membantu menentukan apakah pertumbuhan anak sudah berada di jalur yang normal atau justru mengalami gangguan pertumbuhan.

Jika pertumbuhan buah hati Anda sejalan dengan grafik yang ada di dalam KMS, artinya tumbuh kembang anak tergolong baik atau tidak bermasalah.

Hal ini juga berarti bahwa risiko anak terbilang kecil untuk mengalami gangguan pertumbuhan. Sebaliknya, bila pertumbuhan buah hati Anda tidak sesuai dengan grafik pertumbuhan pada KMS, ada kemungkinan anak berisiko mengalami gangguan pertumbuhan.

Selain itu, KMS juga dapat menjadi catatan khusus untuk mengetahui riwayat pelayanan kesehatan dasar apa saja yang telah didapatkan si kecil.

Ambil contohnya pemantauan berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, imunisasi, hingga pemberian kapsul vitamin A.

Bagaimana jika lingkar kepala bayi saya tidak normal?

hidrosefalus pada anak

Ukuran lingkar kepala bisa menandakan suatu kondisi tertentu yang dialami si kecil. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, lingkar kepala bayi yang tidak normal bisa dibagi menjadi dua, yakni mikrosefalus dan makrosefalus.

Mikrosefalus

Ketika lingkar kepala bayi Anda lebih kecil dari ukuran normal dan perkembangannya tidak secepat anak seusianya, mungkin menandakan si kecil mengalami mikrosefalus.

Mikrosefalus adalah kondisi di mana kepala bayi kecil dan tak tumbuh dengan baik sehingga ukurannya cenderung di bawah normal.

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi tetanus, rubella, herpes, cytomegalovirus, sifilis, varicella zoster, parvovirus, hingga konsumsi obat-obatan tertentu dan minuman beralkohol.

Makrosefalus

Sementara itu, bila lingkar kepala bayi diketahui melebihi normal, si kecil mungkin saja menderita makrosefalus.

Kebalikan dari mikrosefalus, makrofalus atau makrosefali adalah kondisi ketika ukuran lingkar kepala bayi tumbuh melebihi ukuran yang seharusnya. 

Ada dua jenis makrosefali yang mungkin terjadi. Pertama yakni makrosefali dengan ubun-ubun terbuka yang bisa disebabkan oleh hidrosefalus atau atrofi otak.

Terjadinya hidosefalus menandakan adanya penumpukan cairan pada otak, yang dapat disebabkan oleh berbagai hal. Mulai dari kelainan struktur otak, radang otak, tumor otak, maupun kelainan metabolisme bawaan.

Jenis makrosefali yang kedua, yakni makrosefali disertai ubun-ubun tertutup. Kondisi ini umumnya terjadi akibat atrofi otak.

Akan tetapi, ada juga jenis makrosefali yang terbagi menjadi proporsional dan tidak proporsional. Jenis makrosefalu proporsional adalah ukuran lingkaran kepala yang tampak berukuran tepat bagi tubuh si kecil.

Begini, contohnya ukuran kepala yang besar juga dikaitkan dengan perawakan tubuh besar dan sindrom pertumbuhan berlebih atau kelebihan hormon pertumbuhan.

Berbeda dengan makrosefali tidak proporsional yang diartikan sebagai ukuran kepala lebih besar ketimbang ukuran seharusnya.

Sesuai namanya, makrosefali tidak proporsional membuat ukuran kepala bayi tampak jauh lebih besar sehingga seolah tidak sepadan dengan ukuran tubuhnya.

Bayi yang memiliki lingkar kepala makrosefali tidak proporsional memiliki risiko untuk mengalami gangguan spektrum autisme, cacat perkembangan, hingga kejang tubuh.

Makrosefali yang tidak normal mungkin diakibatkan dari kelainan genetik maupun kelainan yang sudah dimiliki sebelum atau setelah bayi lahir.

Lingkar kepala bayi dan hubungannya dengan risiko stunting

Sejatinya, menurut Permenkes No. 2 Tahun 2020 mengenai standar antropometri anak, tumbuh normal adalah gambaran status gizi beserta status kesehatan yang optimal.

Pertumbuhan anak dikatakan normal jika sesuai dengan grafik tumbuh kembang idealnya. Sebenarnya pertumbuhan anak sejak kecil bersifat simultan alias terjadi dalam waktu yang bersamaan.

Dengan kata lain, perkembangan berat badan, tinggi badan, hingga lingkar kepala bayi berkembang bersama-sama.

Jadi, ketika ada salah satu masalah atau hambatan pada perkembangan si kecil, berisiko memengaruhi perkembangan lainnya.

Ambil contohnya, jika berat badan bayi mengalami hambatan sejak kecil, tidak menutup kemungkinan hal ini juga akan berpengaruh pada aspek perkembangannya yang lain.

Itulah mengapa tumbuh kembang anak sebaiknya diperhatikan sejak dini secara berkala. Ini karena ada berbagai masalah yang bisa saja memengaruhi tumbuh kembangnya.

Pertumbuhan yang terganggu ini merupakan tanda awal adanya masalah pada asupan gizi dan kesehatan si kecil.

Selain berisiko menyebabkan mikrosefalus untuk ukuran lingkar kepala bayi yang terlalu kecil dan makrosefalus untuk ukuran yang terlalu besar, ternyata masih ada risiko lainnya.

Menurut penelitian yang dimuat dalam jurnal BMC Pediatrics, ukuran lingkar kepala yang kecil ternyata memiliki kaitan yang cukup signifikan kejadian stunting.

Stunting adalah gangguan pertumbuhan yang membuat tubuh anak berukuran lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya.

Meski demikian, jika Anda mengetahui lingkar kepala bayi Anda tidak termasuk standar yang normal, jangan khawatir dulu. Konsultasi ke dokter untuk mengetahui penyebab yang pasti dan penanganan yang tepat. 

Mengukur lingkar kepala bayi merupakan salah satu upaya untuk mengetahui kondisi kesehatan si kecil. Lakukan pengukuran untuk mencari tahu lingkar kepala bayi normal atau tidak.

Jika ukuran tersebut kurang atau melebihi standar normal, jangan tunda untuk konsultasi ke dokter.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Agustus 31, 2017 | Terakhir Diedit: Februari 21, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca